Kondensasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28033662; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Watervapor_cup.jpg|thumb|right|280px|Uap air mengembun di atas cangkir teh panas]] | |||
'''Kondensasi''' atau '''pengembunan''' adalah perubahan [[fase benda|wujud benda]] ke wujud yang lebih padat, seperti [[gas]] (atau uap) menjadi [[cairan]]. Kondensasi terjadi ketika [[uap]] didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, [[tekanan]] ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami [[kombinasi]] dari [[pendinginan]] dan [[Kompresi data|kompresi]]. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut '''kondensat'''. Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut [[kondenser]]. Kondenser umumnya adalah sebuah pendingin atau [[penukar panas]] yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat digenggam sampai yang sangat besar. | '''Kondensasi''' atau '''pengembunan''' adalah perubahan [[fase benda|wujud benda]] ke wujud yang lebih padat, seperti [[gas]] (atau uap) menjadi [[cairan]]. Kondensasi terjadi ketika [[uap]] didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, [[tekanan]] ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami [[kombinasi]] dari [[pendinginan]] dan [[Kompresi data|kompresi]]. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut '''kondensat'''. Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut [[kondenser]]. Kondenser umumnya adalah sebuah pendingin atau [[penukar panas]] yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat digenggam sampai yang sangat besar. | ||
| Baris 4: | Baris 6: | ||
== Kondensasi air == | == Kondensasi air == | ||
[[Uap air]] di udara yang terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin dinamakan [[embun]]. Uap air hanya akan terkondensasi pada suatu permukaan jika permukaan tersebut lebih rendah [[titik embun]]nya dari uap air, atau uap air telah mencapai kesetimbangan di udara, seperti [[kelembapan]] jenuh. | [[Uap air]] di udara yang terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin dinamakan [[embun]]. Uap air hanya akan terkondensasi pada suatu permukaan jika permukaan tersebut lebih rendah [[titik embun]]nya dari uap air, atau uap air telah mencapai kesetimbangan di udara, seperti [[kelembapan]] jenuh. | ||
Titik embun udara adalah temperatur yang harus dicapai agar mulai terjadi kondensasi di udara. | Titik embun udara adalah temperatur yang harus dicapai agar mulai terjadi kondensasi di udara. | ||
[[Molekul]] [[air]] mengambil sebagian panas dari udara. Akibatnya, [[temperatur]] [[atmosfer]] akan sedikit turun. Di [[atmosfer]], kondensasi uap air lah yang menyebabkan terjadinya [[awan]]. [[Molekul]] kecil air dalam jumlah banyak akan menjadi butiran air karena pengaruh suhu, dan dapat turun ke bumi menjadi hujan. Inilah yang disebut siklus air. | [[Molekul]] [[air]] mengambil sebagian panas dari udara. Akibatnya, [[temperatur]] [[atmosfer]] akan sedikit turun. Di [[atmosfer]], kondensasi uap air lah yang menyebabkan terjadinya [[awan]]. [[Molekul]] kecil air dalam jumlah banyak akan menjadi butiran air karena pengaruh suhu, dan dapat turun ke bumi menjadi hujan. Inilah yang disebut siklus air.<ref>[http://www.ilmukimia.org/2012/11/kondensasi-dan-evaporasi.html Kondensasi dan Evaporasi]</ref> | ||
Pengendapan atau [[sublimasi]] juga merupakan salah satu bentuk kondensasi. Pengendapan adalah pembentukan langsung [[es]] dari uap air, contohnya [[salju]]. | Pengendapan atau [[sublimasi]] juga merupakan salah satu bentuk kondensasi. Pengendapan adalah pembentukan langsung [[es]] dari uap air, contohnya [[salju]]. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Kondensasi DNA]] | * [[Kondensasi DNA]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kondensasi&oldid=28033662 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28033662 (2025-10-16T20:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.04

Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat. Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut kondenser. Kondenser umumnya adalah sebuah pendingin atau penukar panas yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat digenggam sampai yang sangat besar.
Kondensasi uap menjadi cairan adalah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses eksothermik (melepas panas). Air yang terlihat di luar gelas air yang dingin pada hari yang panas adalah kondensasi.
Kondensasi air
Uap air di udara yang terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin dinamakan embun. Uap air hanya akan terkondensasi pada suatu permukaan jika permukaan tersebut lebih rendah titik embunnya dari uap air, atau uap air telah mencapai kesetimbangan di udara, seperti kelembapan jenuh. Titik embun udara adalah temperatur yang harus dicapai agar mulai terjadi kondensasi di udara.
Molekul air mengambil sebagian panas dari udara. Akibatnya, temperatur atmosfer akan sedikit turun. Di atmosfer, kondensasi uap air lah yang menyebabkan terjadinya awan. Molekul kecil air dalam jumlah banyak akan menjadi butiran air karena pengaruh suhu, dan dapat turun ke bumi menjadi hujan. Inilah yang disebut siklus air.[1]
Pengendapan atau sublimasi juga merupakan salah satu bentuk kondensasi. Pengendapan adalah pembentukan langsung es dari uap air, contohnya salju.
Lihat pula
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28033662 (2025-10-16T20:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.