Beton memadat sendiri: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28381517; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Beton memadat sendiri''' ''(self compacting concrete)'' merupakan beton berkinerja tinggi (fc' < 50 Mpa) yang dikembangkan dari beton konvensional. Beton memadat sendiri mampu mengalir, memadat serta mampu menyesuaikan diri dengan bekisting. Beton ini memiliki tingkat penggunaan alat pemadat yang sangat sedikit. Dalam beberapa kasus, bahkan beton dituang tanpa menggunakan alat pemadat sama sekali. | '''Beton memadat sendiri''' ''(self compacting concrete)'' merupakan beton berkinerja tinggi (fc' < 50 Mpa) yang dikembangkan dari beton konvensional.<ref>SNI 8348:2017 Tentang Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-Box</ref> Beton memadat sendiri mampu mengalir, memadat serta mampu menyesuaikan diri dengan bekisting. Beton ini memiliki tingkat penggunaan alat pemadat yang sangat sedikit. Dalam beberapa kasus, bahkan beton dituang tanpa menggunakan alat pemadat sama sekali.<ref>Kukun Rusyandi. ''Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro''. ''Sekolah Tinggi Teknologi Garut''. 2012. Vol. 10 (01). hlm. 2-4.</ref> | ||
Salah satu kriteria kinerja beton memadat sendiri salah satunya adalah ''[[passing ability]]''. Ini merupakan syarat utama dimana beton segar dirancang untuk memiliki sifat encer/[[Kekentalan|viskositas]] tertentu sehingga beton mampu mengalir secara mandiri. Semakin besar rasio yang terbentuk (0-1) memberikan indikasi semakin baik pula kemampuan beton segar melewati sela-sela penulangan yang dicatat dalam bentuk rasio perbedaan tinggi H2/H1. | Salah satu kriteria kinerja beton memadat sendiri salah satunya adalah ''[[passing ability]]''.<ref>SNI 8348:2017 Tentang Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-Box</ref> Ini merupakan syarat utama dimana beton segar dirancang untuk memiliki sifat encer/[[Kekentalan|viskositas]] tertentu sehingga beton mampu mengalir secara mandiri. Semakin besar rasio yang terbentuk (0-1) memberikan indikasi semakin baik pula kemampuan beton segar melewati sela-sela penulangan yang dicatat dalam bentuk rasio perbedaan tinggi H2/H1. <ref>SNI 8348:2017 Tentang Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-Box</ref> | ||
== Syarat Beton Memadat Sendiri ''(self compacting concrete)'' == | == Syarat Beton Memadat Sendiri ''(self compacting concrete)''<ref>Kukun Rusyandi. ''Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro''. ''Sekolah Tinggi Teknologi Garut''. 2012. Vol. 10 (01). hlm. 2-4.</ref> == | ||
Untuk mendapatkan beton segar memadat sendiri, perlu diperhatikan hal sebagai berikut: | Untuk mendapatkan beton segar memadat sendiri, perlu diperhatikan hal sebagai berikut:<ref>Kukun Rusyandi. ''Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro''. ''Sekolah Tinggi Teknologi Garut''. 2012. Vol. 10 (01). hlm. 2-4.</ref> | ||
# [[Agregat kasar]] dibatasi jumlahnya sampai kurang lebih 50% dari campuran beton. Hal ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan maksimum agregat di 19 mm. Serta proporsi gradasi diperbanyak pada ayakan tertahan 4,75-9,5 mm. | # [[Agregat kasar]] dibatasi jumlahnya sampai kurang lebih 50% dari campuran beton. Hal ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan maksimum agregat di 19 mm. Serta proporsi gradasi diperbanyak pada ayakan tertahan 4,75-9,5 mm. | ||
# Pembatasan jumlah [[agregat halus]] kurang lebih 40% dari [[volume beton]]. | # Pembatasan jumlah [[agregat halus]] kurang lebih 40% dari [[volume beton]]. | ||
# Penggunaan bahan tambah ''[[superplastizier]]'' pada adukan untuk menambahkan workability serta mereduksi penggunaan air. | # Penggunaan bahan tambah ''[[superplastizier]]'' pada adukan untuk menambahkan workability serta mereduksi penggunaan air. | ||
# Penambahn bahan pengisi ''(filer)'' pada campuran beton, seperti ''[[Silica Fume]]'' sebagai bahan pengganti untuk [[semen]]. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan durabilitas/keawetan dari beton. | # Penambahn bahan pengisi ''(filer)'' pada campuran beton, seperti ''[[Silica Fume]]'' sebagai bahan pengganti untuk [[semen]]. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan durabilitas/keawetan dari beton.<ref>Sugiharto Handoko. ''Penggunaan Fly Ash dan Viscocrete pada Self Compacting Concrete''. ''Jurnal Dimensi Teknik Sipil UK Petra''. 2001. Vol. 8.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beton+memadat+sendiri&oldid=28381517 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28381517 (2025-11-08T05:52:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beton+memadat+sendiri&oldid=28381517 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28381517 (2025-11-08T05:52:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.05
Beton memadat sendiri (self compacting concrete) merupakan beton berkinerja tinggi (fc' < 50 Mpa) yang dikembangkan dari beton konvensional.[1] Beton memadat sendiri mampu mengalir, memadat serta mampu menyesuaikan diri dengan bekisting. Beton ini memiliki tingkat penggunaan alat pemadat yang sangat sedikit. Dalam beberapa kasus, bahkan beton dituang tanpa menggunakan alat pemadat sama sekali.[2]
Salah satu kriteria kinerja beton memadat sendiri salah satunya adalah passing ability.[3] Ini merupakan syarat utama dimana beton segar dirancang untuk memiliki sifat encer/viskositas tertentu sehingga beton mampu mengalir secara mandiri. Semakin besar rasio yang terbentuk (0-1) memberikan indikasi semakin baik pula kemampuan beton segar melewati sela-sela penulangan yang dicatat dalam bentuk rasio perbedaan tinggi H2/H1. [4]
Syarat Beton Memadat Sendiri (self compacting concrete)[5]
Untuk mendapatkan beton segar memadat sendiri, perlu diperhatikan hal sebagai berikut:[6]
- Agregat kasar dibatasi jumlahnya sampai kurang lebih 50% dari campuran beton. Hal ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan maksimum agregat di 19 mm. Serta proporsi gradasi diperbanyak pada ayakan tertahan 4,75-9,5 mm.
- Pembatasan jumlah agregat halus kurang lebih 40% dari volume beton.
- Penggunaan bahan tambah superplastizier pada adukan untuk menambahkan workability serta mereduksi penggunaan air.
- Penambahn bahan pengisi (filer) pada campuran beton, seperti Silica Fume sebagai bahan pengganti untuk semen. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan durabilitas/keawetan dari beton.[7]
Referensi
- ↑ SNI 8348:2017 Tentang Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-Box
- ↑ Kukun Rusyandi. Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro. Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 2012. Vol. 10 (01). hlm. 2-4.
- ↑ SNI 8348:2017 Tentang Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-Box
- ↑ SNI 8348:2017 Tentang Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-Box
- ↑ Kukun Rusyandi. Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro. Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 2012. Vol. 10 (01). hlm. 2-4.
- ↑ Kukun Rusyandi. Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro. Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 2012. Vol. 10 (01). hlm. 2-4.
- ↑ Sugiharto Handoko. Penggunaan Fly Ash dan Viscocrete pada Self Compacting Concrete. Jurnal Dimensi Teknik Sipil UK Petra. 2001. Vol. 8.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28381517 (2025-11-08T05:52:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.