Komposisi H6: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24760452; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Komposisi H6''' adalah campuran [[bahan peledak]] [[militer]] yang dapat dicor yang terdiri dari persentase berat berikut: | '''Komposisi H6''' adalah campuran [[bahan peledak]] [[militer]] yang dapat dicor yang terdiri dari persentase berat berikut:<ref>[http://dspace.dsto.defence.gov.au/dspace/bitstream/1947/3621/1/DSTO-TN-0049%20PR.pdf A Critical Diameter Study of the Australian Manufactured Underwater Explosive Composition H6].</ref> | ||
* 44,0% [[RDX]] | * 44,0% [[RDX]] | ||
* 29,5% [[Trinitrotoluena|TNT]] | * 29,5% [[Trinitrotoluena|TNT]] | ||
| Baris 46: | Baris 46: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komposisi+H6&oldid=24760452 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24760452 (2023-11-10T07:39:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komposisi+H6&oldid=24760452 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24760452 (2023-11-10T07:39:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.08
Komposisi H6 adalah campuran bahan peledak militer yang dapat dicor yang terdiri dari persentase berat berikut:[1]
- 44,0% RDX
- 29,5% TNT
- 21,0% aluminium bubuk
- Lilin parafin 5,0% sebagai bahan phlegmatisasi.
- 0,5% kalsium klorida
H6 digunakan dalam sejumlah aplikasi militer, terutama amunisi bawah air (misalnya ranjau laut, bom kedalaman, dan torpedo) yang umumnya menggantikan torpex, karena kurang sensitif terhadap guncangan dan memiliki karakteristik penyimpanan yang lebih stabil. Ini kira-kira 1,35 kali lebih kuat dari TNT murni.
Properti
- Massa jenis: 1,72 g/ cm3
- Kecepatan ledakan: 7,367 m/s
Lihat pula
- Bahan peledak
- TNT
- ANFO
- HMX
- RDX
- PETN
- Bubuk aluminium
- Amonium pikrat
- Nitrogliserin
- Dinamit
- Hulu ledak
- Detonator
- Murang proksimitas
- Ranjau darat
- Ranjau laut
- Termit
- Mesiu
- Bahan energetik
- Granat tangan
- Bom
- Peledak biner
- Peluru artileri
- Amunisi berpandu presisi
- Peluru penembus zirah
- Hulu ledak anti-tank berdaya ledak tinggi, high-explosive anti-tank (HEAT)
- Daftar bahan peledak yang digunakan selama Perang Dunia II
- Tabel kecepatan ledakan bahan peledak
- Torpex
- Tritonal
- Minol
- Amatol
- Composition C
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24760452 (2023-11-10T07:39:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.