Lompat ke isi

Reagen Grignard: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579271; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 8: Baris 8:
==Sintesis==
==Sintesis==
===Dari logam Mg===
===Dari logam Mg===
Secara tradisional, reagen Grignard dibuat dengan memperlakukan halida organik (biasanya organobromin) dengan logam magnesium. Eter diperlukan untuk menstabilkan senyawa organomagnesium. Air dan udara, yang dengan cepat menghancurkan reagen melalui protonolisis atau oksidasi, tidak termasuk. Meskipun reagen masih harus kering, ultrasonik dapat memungkinkan reagen Grignard terbentuk dalam pelarut basah dengan mengaktifkan magnesium sehingga menyerap air.
Secara tradisional, reagen Grignard dibuat dengan memperlakukan halida organik (biasanya organobromin) dengan logam magnesium. Eter diperlukan untuk menstabilkan senyawa organomagnesium. Air dan udara, yang dengan cepat menghancurkan reagen melalui protonolisis atau oksidasi, tidak termasuk.<ref>M. T. Goebel. ''The Oxidation of Grignard Reagents''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1933. Vol. 55 (4). hlm. 1693–1696. doi:10.1021/ja01331a065.</ref> Meskipun reagen masih harus kering, ultrasonik dapat memungkinkan reagen Grignard terbentuk dalam pelarut basah dengan mengaktifkan magnesium sehingga menyerap air.<ref>David H. Smith. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1999-10_76_10/page/1427 Grignard Reactions in "Wet" Ether]. ''Journal of Chemical Education''. 1999. Vol. 76 (10). hlm. 1427. doi:10.1021/ed076p1427.</ref>


Seperti yang umum terjadi pada reaksi yang melibatkan padatan dan larutan, pembentukan reagen Grignard sering kali mengalami periode induksi. Selama tahap ini, oksida pasif pada magnesium dihilangkan. Setelah periode induksi ini, reaksi dapat menjadi sangat eksotermik. [[Reaksi eksoterm|Eksotermisitas]] ini harus dipertimbangkan ketika reaksi ditingkatkan dari laboratorium ke pabrik produksi. Sebagian besar organohalida akan berfungsi, tetapi ikatan karbon-fluorin umumnya tidak reaktif, kecuali dengan magnesium yang diaktifkan secara khusus (melalui logam Rieke).
Seperti yang umum terjadi pada reaksi yang melibatkan padatan dan larutan, pembentukan reagen Grignard sering kali mengalami periode induksi. Selama tahap ini, oksida pasif pada magnesium dihilangkan. Setelah periode induksi ini, reaksi dapat menjadi sangat eksotermik. [[Reaksi eksoterm|Eksotermisitas]] ini harus dipertimbangkan ketika reaksi ditingkatkan dari laboratorium ke pabrik produksi.<ref>Philip E. Rakita. [https://books.google.com/books?id=82CaxfY-uNkC&pg=PA80 Handbook of Grignard reagents]. CRC Press. 1996. hlm. 79–88. ISBN 0-8247-9545-8.</ref> Sebagian besar organohalida akan berfungsi, tetapi ikatan karbon-fluorin umumnya tidak reaktif, kecuali dengan magnesium yang diaktifkan secara khusus (melalui logam Rieke).


====Magnesium====
====Magnesium====
Biasanya reaksi untuk membentuk reagen Grignard melibatkan penggunaan pita [[magnesium]]. Semua magnesium dilapisi dengan lapisan [[pasivasi (kimia)|pasif]] [[magnesium oksida]], yang menghambat reaksi dengan halida organik. Banyak metode telah dikembangkan untuk melemahkan lapisan pasif ini, sehingga memaparkan magnesium yang sangat reaktif terhadap halida organik. Metode mekanis meliputi penghancuran potongan Mg di tempat, pengadukan cepat, dan sonikasi. [[iodin|Yodium]], [[iodometana|metil iodida]], dan 1,2-dibromoetana adalah agen pengaktif yang umum. Penggunaan 1,2-dibromoetana menguntungkan karena aksinya dapat dipantau dengan pengamatan gelembung [[etena|etilena]]. Lebih jauh lagi, produk sampingannya tidak berbahaya:
Biasanya reaksi untuk membentuk reagen Grignard melibatkan penggunaan pita [[magnesium]]. Semua magnesium dilapisi dengan lapisan [[pasivasi (kimia)|pasif]] [[magnesium oksida]], yang menghambat reaksi dengan halida organik. Banyak metode telah dikembangkan untuk melemahkan lapisan pasif ini, sehingga memaparkan magnesium yang sangat reaktif terhadap halida organik. Metode mekanis meliputi penghancuran potongan Mg di tempat, pengadukan cepat, dan sonikasi.<ref>David H. Smith. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1999-10_76_10/page/1427 Grignard Reactions in "Wet" Ether]. ''Journal of Chemical Education''. 1999. Vol. 76 (10). hlm. 1427. doi:10.1021/ed076p1427.</ref> [[iodin|Yodium]], [[iodometana|metil iodida]], dan 1,2-dibromoetana adalah agen pengaktif yang umum. Penggunaan 1,2-dibromoetana menguntungkan karena aksinya dapat dipantau dengan pengamatan gelembung [[etena|etilena]]. Lebih jauh lagi, produk sampingannya tidak berbahaya:
:
:
Jumlah Mg yang dikonsumsi oleh agen pengaktif ini biasanya tidak signifikan. Sejumlah kecil [[raksa(II) klorida]] akan menyatukan permukaan logam, sehingga meningkatkan reaktivitasnya. Penambahan reagen Grignard yang telah terbentuk sebelumnya sering digunakan sebagai inisiator.
Jumlah Mg yang dikonsumsi oleh agen pengaktif ini biasanya tidak signifikan. Sejumlah kecil [[raksa(II) klorida]] akan menyatukan permukaan logam, sehingga meningkatkan reaktivitasnya. Penambahan reagen Grignard yang telah terbentuk sebelumnya sering digunakan sebagai inisiator.


Magnesium yang diaktifkan secara khusus, seperti magnesium Rieke, mengatasi masalah ini. Lapisan oksida juga dapat dipecah menggunakan ultrasonik, menggunakan batang pengaduk untuk menggores lapisan yang teroksidasi, atau dengan menambahkan beberapa tetes [[iodin]] atau 1,2-Diiodoetana. Pilihan lainnya adalah menggunakan magnesium yang disublimasikan atau magnesium antrasena.
Magnesium yang diaktifkan secara khusus, seperti magnesium Rieke, mengatasi masalah ini.<ref>Rieke, R. D. [https://archive.org/details/sim_science_1989-12-08_246_4935/page/1260 Preparation of Organometallic Compounds from Highly Reactive Metal Powders]. ''Science''. 1989. Vol. 246 (4935). hlm. 1260–1264. doi:10.1126/science.246.4935.1260.</ref> Lapisan oksida juga dapat dipecah menggunakan ultrasonik, menggunakan batang pengaduk untuk menggores lapisan yang teroksidasi,<ref>Clayden, Jonathan. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/212 Organic chemistry]. Oxford Univ. Press. 2005. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/212 212]. ISBN 978-0-19-850346-0.</ref> atau dengan menambahkan beberapa tetes [[iodin]] atau 1,2-Diiodoetana. Pilihan lainnya adalah menggunakan magnesium yang disublimasikan atau magnesium antrasena.<ref>Wakefield, Basil J. [https://archive.org/details/organomagnesiumm0000wake Organomagnesium Methods in Organic Chemistry]. Academic Press. 1995. hlm. [https://archive.org/details/organomagnesiumm0000wake/page/n42 21]–25. ISBN 0080538177.</ref>


"Magnesium Rieke" dibuat dengan me[[redoks|reduksi]] [[magnesium klorida]] [[anhidrat]] dengan [[kalium]]:
"Magnesium Rieke" dibuat dengan me[[redoks|reduksi]] [[magnesium klorida]] [[anhidrat]] dengan [[kalium]]:
Baris 23: Baris 23:


====Mekanisme====
====Mekanisme====
Dalam hal mekanisme, reaksi berlangsung melalui transfer elektron tunggal:
Dalam hal mekanisme, reaksi berlangsung melalui transfer elektron tunggal:<ref>Garst, J. F.; Ungvary, F. "Mechanism of Grignard reagent formation". In ''Grignard Reagents''; Richey, R. S., Ed.; John Wiley & Sons: New York, 2000; pp 185–275. .</ref><ref>''Advanced Organic chemistry Part B: Reactions and Synthesis'' F.A. Carey, R.J. Sundberg 2nd Ed. 1983. Page 435</ref><ref>Garst, J.F.; Soriaga, M.P. "Grignard reagent Formation", Coord. Chem. Rev. '''2004''', 248, 623 - 652. doi:10.1016/j.ccr.2004.02.018.</ref>


<math chem="" display="block">\begin{align}
<math chem="" display="block">\begin{align}
Baris 34: Baris 34:


===Reaksi transfer Mg (pertukaran halogen–Mg)===
===Reaksi transfer Mg (pertukaran halogen–Mg)===
Penyiapan alternatif reagen Grignard melibatkan transfer Mg dari reagen Grignard yang telah terbentuk sebelumnya ke halida organik. Reagen organomagnesium lainnya juga digunakan. Metode ini menawarkan keuntungan bahwa transfer Mg menoleransi banyak gugus fungsional. Reaksi ilustratif melibatkan isopropilmagnesium klorida dan aril bromida atau iodida:
Penyiapan alternatif reagen Grignard melibatkan transfer Mg dari reagen Grignard yang telah terbentuk sebelumnya ke halida organik. Reagen organomagnesium lainnya juga digunakan.<ref>Juan D. Arredondo. ''Preparation of t-Butyl-3-Bromo-5-Formylbenzoate Through Selective Metal-Halogen Exchange Reactions''. ''Organic Syntheses''. 2012. Vol. 89. hlm. 460. doi:10.15227/orgsyn.089.0460.</ref> Metode ini menawarkan keuntungan bahwa transfer Mg menoleransi banyak gugus fungsional. Reaksi ilustratif melibatkan isopropilmagnesium klorida dan aril bromida atau iodida:<ref>P. Knochel. ''Highly Functionalized Organomagnesium Reagents Prepared through Halogen–Metal Exchange''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2003. Vol. 42 (36). hlm. 4302–4320. doi:10.1002/anie.200300579.</ref>
:
:


===Dari senyawa alkilseng (transmetalasi reduktif)===
===Dari senyawa alkilseng (transmetalasi reduktif)===
Metode lebih lanjut untuk mensintesis reagen Grignard melibatkan reaksi Mg dengan senyawa organoseng. Metode ini telah digunakan untuk membuat reagen Grignard berbasis [[adamantana]], yang karena reaksi samping penggandengan C-C, sulit dibuat dengan metode konvensional dari alkil halida dan Mg. [[Transmetalasi]] reduktif mencapai:
Metode lebih lanjut untuk mensintesis reagen Grignard melibatkan reaksi Mg dengan senyawa organoseng. Metode ini telah digunakan untuk membuat reagen Grignard berbasis [[adamantana]], yang karena reaksi samping penggandengan C-C, sulit dibuat dengan metode konvensional dari alkil halida dan Mg. [[Transmetalasi]] reduktif mencapai:<ref>D. Armstrong. ''Adamantyl Metal Complexes: New Routes to Adamantyl Anions and New Transmetallations''. ''Dalton Transactions''. 2017. Vol. 46 (19). hlm. 6212–6217. doi:10.1039/C7DT00428A.</ref>
:AdZnBr + Mg  →  AdMgBr  +  Zn
:AdZnBr + Mg  →  AdMgBr  +  Zn


==Pengujian reagen Grignard==
==Pengujian reagen Grignard==
Karena reagen Grignard sangat sensitif terhadap kelembaban dan oksigen, banyak metode telah dikembangkan untuk menguji kualitas suatu ''batch''. Pengujian yang umum melibatkan [[titrasi]] dengan reagen protik anhidrat yang dapat ditimbang, misalnya [[mentol]] dengan adanya indikator warna. Interaksi reagen Grignard dengan [[1,10-fenantrolina]] atau 2,2'-bikuinolin menyebabkan perubahan warna.
Karena reagen Grignard sangat sensitif terhadap kelembaban dan oksigen, banyak metode telah dikembangkan untuk menguji kualitas suatu ''batch''. Pengujian yang umum melibatkan [[titrasi]] dengan reagen protik anhidrat yang dapat ditimbang, misalnya [[mentol]] dengan adanya indikator warna. Interaksi reagen Grignard dengan [[1,10-fenantrolina]] atau 2,2'-bikuinolin menyebabkan perubahan warna.<ref>Arkady Krasovskiy. [https://archive.org/details/sim_synthesis_2006-03_5/page/890 Convenient Titration Method for Organometallic Zinc, Harshal ady Magnesium, and Lanthanide Reagents]. ''Synthesis''. 2006. Vol. 2006 (5). hlm. 890–891. doi:10.1055/s-2006-926345.</ref>


==Reaksi reagen Grignard==
==Reaksi reagen Grignard==
===Sebagai nukleofil===
===Sebagai nukleofil===
Reagen Grignard bereaksi dengan berbagai turunan [[karbonil]].
Reagen Grignard bereaksi dengan berbagai turunan [[karbonil]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reagen+Grignard&oldid=29579271 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Penerapan reagen Grignard yang paling umum adalah alkilasi aldehida dan keton, yaitu [[reaksi Grignard]]:
Penerapan reagen Grignard yang paling umum adalah alkilasi aldehida dan keton, yaitu [[reaksi Grignard]]:<ref>Jarle André Haugan. [http://actachemscand.dk/pdf/acta_vol_51_p1096-1103.pdf Total Synthesis of C31-Methyl Ketone Apocarotenoids 2: The First Total Synthesis of (3''R'')-Triophaxanthin]. ''Acta Chemica Scandinavica''. 1997. Vol. 51. hlm. 1096–1103. doi:10.3891/acta.chem.scand.51-1096.</ref>


Perhatikan bahwa gugus fungsi [[asetal]] (karbonil yang dilindungi) tidak bereaksi.
Perhatikan bahwa gugus fungsi [[asetal]] (karbonil yang dilindungi) tidak bereaksi.
Baris 59: Baris 58:
Reagen Grignard adalah [[nukleofil]] dalam substitusi alifatik nukleofilik misalnya dengan [[haloalkana|alkil halida]] dalam langkah utama dalam produksi [[naproksen]] industri:
Reagen Grignard adalah [[nukleofil]] dalam substitusi alifatik nukleofilik misalnya dengan [[haloalkana|alkil halida]] dalam langkah utama dalam produksi [[naproksen]] industri:


Dalam reaksi Bruylants, nitril dapat digantikan oleh nukleofil Grignard, daripada Grignard menyerang nitril untuk membentuk struktur imino.
Dalam reaksi Bruylants, nitril dapat digantikan oleh nukleofil Grignard, daripada Grignard menyerang nitril untuk membentuk struktur imino.<ref>Claude Agami. ''Synthesis of α-Substituted Allylic Amines via a Modified Bruylants Reaction''. ''Organic Letters''. 2000. Vol. 2 (14). hlm. 2085–2088. doi:10.1021/ol0059908.</ref>


===Reaksi sebagai basa===
===Reaksi sebagai basa===
Reagen Grignard berfungsi sebagai basa untuk substrat non-protik (skema ini tidak menunjukkan kondisi pengerjaan, yang biasanya mencakup air). Reagen Grignard bersifat basa dan bereaksi dengan [[alkohol]], [[fenol]], dll. untuk menghasilkan [[alkoksida]] (ROMgBr). Turunan fenoksida rentan terhadap formilasi oleh [[paraformaldehida]] untuk menghasilkan salisilaldehida.
Reagen Grignard berfungsi sebagai basa untuk substrat non-protik (skema ini tidak menunjukkan kondisi pengerjaan, yang biasanya mencakup air). Reagen Grignard bersifat basa dan bereaksi dengan [[alkohol]], [[fenol]], dll. untuk menghasilkan [[alkoksida]] (ROMgBr). Turunan fenoksida rentan terhadap formilasi oleh [[paraformaldehida]] untuk menghasilkan salisilaldehida.<ref>D. G. Peters. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2006-02_83_2/page/290 A Multistep Synthesis for an Advanced Undergraduate Organic Chemistry Laboratory]. ''Journal of Chemical Education''. 2006. Vol. 83 (2). hlm. 290. doi:10.1021/ed083p290.</ref>


===Alkilasi logam dan metaloid===
===Alkilasi logam dan metaloid===
Baris 75: Baris 74:
\end{matrix}
\end{matrix}
</math>
</math>
Reagen Grignard bereaksi dengan banyak elektrofil berbasis logam. Misalnya, mereka mengalami [[transmetalasi]] dengan [[kadmium klorida]] (CdCl<sub>2</sub>) untuk menghasilkan dialkilkadmium:
Reagen Grignard bereaksi dengan banyak elektrofil berbasis logam. Misalnya, mereka mengalami [[transmetalasi]] dengan [[kadmium klorida]] (CdCl<sub>2</sub>) untuk menghasilkan dialkilkadmium:<ref>[http://ncertbooks.prashanthellina.com/class_12.Chemistry.ChemistryII/Unit%2012.pdf Chemistry Part II Textbook for class XII]. National Council of Educational Research and Training. 2010. Vol. 2. hlm. 355. ISBN 978-81-7450-716-7.</ref>
:
:


Baris 84: Baris 83:


===Prekursor untuk magnesiat===
===Prekursor untuk magnesiat===
Reagen Grignard bereaksi dengan senyawa organolitium untuk menghasilkan kompleks ate (Bu = butil):
Reagen Grignard bereaksi dengan senyawa organolitium untuk menghasilkan kompleks ate (Bu = butil):<ref>Juan D. Arredondo. ''Preparation of t-Butyl-3-Bromo-5-Formylbenzoate Through Selective Metal-Halogen Exchange Reactions''. ''Organic Syntheses''. 2012. Vol. 89. hlm. 460. doi:10.15227/orgsyn.089.0460.</ref>
:
:


===Penggabungan dengan halida organik===
===Penggabungan dengan halida organik===
Reagen Grignard biasanya "tidak" bereaksi dengan halida organik, berbeda dengan reaktivitasnya yang tinggi dengan halida golongan utama lainnya. Namun, dengan adanya katalis logam, reagen Grignard berpartisipasi dalam [[reaksi penggandengan]] C-C. Misalnya, nonilmagnesium bromida bereaksi dengan metil ''p''-klorobenzoat untuk menghasilkan asam ''p''-nonilbenzoat, dengan adanya Tris(asetilasetonat)besi(III) (Fe(acac)<sub>3</sub>), setelah diproses dengan [[natrium hidroksida|NaOH]] untuk meng[[hidrolisis]] ester, yang ditunjukkan sebagai berikut. Tanpa Fe(acac)<sub>3</sub>, reagen Grignard akan menyerang [[gugus fungsi|gugus]] [[ester (kimia)|ester]] pada [[aril halida]].
Reagen Grignard biasanya "tidak" bereaksi dengan halida organik, berbeda dengan reaktivitasnya yang tinggi dengan halida golongan utama lainnya. Namun, dengan adanya katalis logam, reagen Grignard berpartisipasi dalam [[reaksi penggandengan]] C-C. Misalnya, nonilmagnesium bromida bereaksi dengan metil ''p''-klorobenzoat untuk menghasilkan asam ''p''-nonilbenzoat, dengan adanya Tris(asetilasetonat)besi(III) (Fe(acac)<sub>3</sub>), setelah diproses dengan [[natrium hidroksida|NaOH]] untuk meng[[hidrolisis]] ester, yang ditunjukkan sebagai berikut. Tanpa Fe(acac)<sub>3</sub>, reagen Grignard akan menyerang [[gugus fungsi|gugus]] [[ester (kimia)|ester]] pada [[aril halida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reagen+Grignard&oldid=29579271 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Untuk penggabungan aril halida dengan reagen Grignard aril, nikel klorida dalam tetrahidrofuran (THF) juga merupakan katalis yang baik. Selain itu, katalis yang efektif untuk penggabungan alkil halida adalah katalis Gilman litium tetraklorokuprat (), yang dibuat dengan mencampur [[litium klorida]] (LiCl) dan tembaga(II) klorida () dalam THF. Penggabungan Kumada-Corriu memberikan akses ke [[stirena]] [tersubstitusi].
Untuk penggabungan aril halida dengan reagen Grignard aril, nikel klorida dalam tetrahidrofuran (THF) juga merupakan katalis yang baik. Selain itu, katalis yang efektif untuk penggabungan alkil halida adalah katalis Gilman litium tetraklorokuprat (), yang dibuat dengan mencampur [[litium klorida]] (LiCl) dan tembaga(II) klorida () dalam THF. Penggabungan Kumada-Corriu memberikan akses ke [[stirena]] [tersubstitusi].
Baris 104: Baris 103:
Oksidasi sederhana [[Pereaksi kimia|pereaksi]] Grignard untuk menghasilkan [[alkohol]] tidak terlalu penting secara praktis karena hasilnya umumnya buruk. Sebaliknya, urutan dua langkah melalui borana (''vide supra'') yang kemudian dioksidasi menjadi alkohol dengan hidrogen peroksida memiliki kegunaan sintetis.
Oksidasi sederhana [[Pereaksi kimia|pereaksi]] Grignard untuk menghasilkan [[alkohol]] tidak terlalu penting secara praktis karena hasilnya umumnya buruk. Sebaliknya, urutan dua langkah melalui borana (''vide supra'') yang kemudian dioksidasi menjadi alkohol dengan hidrogen peroksida memiliki kegunaan sintetis.


Kegunaan sintetis oksidasi Grignard dapat ditingkatkan dengan reaksi pereaksi Grignard dengan oksigen di hadapan alkena menjadi alkohol yang diperluas dengan etilena. Modifikasi ini memerlukan Grignard aril atau [[gugus vinil|vinil]]. Menambahkan Grignard dan [[alkena]] saja tidak menghasilkan reaksi yang menunjukkan bahwa keberadaan oksigen sangat penting. Satu-satunya kekurangan adalah persyaratan setidaknya dua ekuivalen Grignard meskipun hal ini sebagian dapat dielakkan dengan penggunaan sistem Grignard ganda dengan Grignard pereduksi murah seperti n-butilmagnesium bromida.
Kegunaan sintetis oksidasi Grignard dapat ditingkatkan dengan reaksi pereaksi Grignard dengan oksigen di hadapan alkena menjadi alkohol yang diperluas dengan etilena.<ref>Youhei Nobe. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2005-12-28_127_51/page/18006 Air-Assisted Addition of Grignard Reagents to Olefins. A Simple Protocol for a Three-Component Coupling Process Yielding Alcohols]. ''J. Am. Chem. Soc''. 2005. Vol. 127 (51). hlm. 18006–18007. doi:10.1021/ja055732b.</ref> Modifikasi ini memerlukan Grignard aril atau [[gugus vinil|vinil]]. Menambahkan Grignard dan [[alkena]] saja tidak menghasilkan reaksi yang menunjukkan bahwa keberadaan oksigen sangat penting. Satu-satunya kekurangan adalah persyaratan setidaknya dua ekuivalen Grignard meskipun hal ini sebagian dapat dielakkan dengan penggunaan sistem Grignard ganda dengan Grignard pereduksi murah seperti n-butilmagnesium bromida.
 


===Eliminasi===
===Eliminasi===
Dalam sintesis olefin Boord, penambahan magnesium ke β-haloeter tertentu menghasilkan [[reaksi eliminasi]] terhadap alkena. Reaksi ini dapat membatasi kegunaan reaksi Grignard.
Dalam sintesis olefin Boord, penambahan magnesium ke β-haloeter tertentu menghasilkan [[reaksi eliminasi]] terhadap alkena. Reaksi ini dapat membatasi kegunaan reaksi Grignard.


==Pemanfaatan industri==
==Pemanfaatan industri==
Contoh reaksi Grignard adalah langkah kunci dalam produksi industri [[tamoksifen]] (non-stereoselektif) (yang saat ini digunakan untuk pengobatan [[kanker payudara]] positif reseptor estrogen pada wanita):
Contoh reaksi Grignard adalah langkah kunci dalam produksi industri [[tamoksifen]] (non-stereoselektif)<ref>Richey, Herman Glenn. ''Grignard Reagents: New Developments''. Wiley. 2000. ISBN 0471999083.</ref> (yang saat ini digunakan untuk pengobatan [[kanker payudara]] positif reseptor estrogen pada wanita):<ref>Jordan VC. ''Fourteenth Gaddum Memorial Lecture. A current view of tamoxifen for the treatment and prevention of breast cancer''. ''Br J Pharmacol''. 1993. Vol. 110 (2). hlm. 507–17. doi:10.1111/j.1476-5381.1993.tb13840.x.</ref>
 


==Galeri==
==Galeri==
==Referensi==
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
*
*  
*Mary McHale, "Grignard Reaction," Connexions, http://cnx.org/content/m15245/1.2/. 2007.
*Mary McHale, "Grignard Reaction," Connexions, http://cnx.org/content/m15245/1.2/. 2007.
*''Grignard knowledge: Alkyl coupling chemistry with inexpensive transition metals'' by Larry J. Westrum, Fine Chemistry  November/December 2002, pp.&nbsp;10–13 [https://web.archive.org/web/20161010125746/http://www.bouldersci.com/wp-content/uploads/2011/02/Grignard_Knowledge.pdf]
*''Grignard knowledge: Alkyl coupling chemistry with inexpensive transition metals'' by Larry J. Westrum, Fine Chemistry  November/December 2002, pp.&nbsp;10–13 [https://web.archive.org/web/20161010125746/http://www.bouldersci.com/wp-content/uploads/2011/02/Grignard_Knowledge.pdf]
Baris 130: Baris 122:
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reagen+Grignard&oldid=29579271 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579271 (2026-08-14T23:59:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reagen+Grignard&oldid=29579271 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579271 (2026-08-14T23:59:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.09

Reagen Grignard, pereaksi Grignard, atau senyawa Grignard adalah senyawa kimia dengan rumus umum R−Mg−X, di mana X adalah halogen dan R adalah gugus organik, biasanya alkil atau aril. Dua contoh khasnya adalah metilmagnesium klorida Cl−Mg−CH3 dan fenilmagnesium bromida (C6H5)−Mg−Br. Senyawa-senyawa tersebut merupakan subkelas dari senyawa organomagnesium.

Senyawa Grignard merupakan reagen populer dalam sintesis organik untuk menciptakan ikatan karbon–karbon. Misalnya, ketika direaksikan dengan senyawa terhalogenasi lain R'−X' dengan adanya katalis yang sesuai, biasanya akan menghasilkan R−R' dan magnesium halida MgXX' sebagai produk sampingan; dan yang terakhir tidak larut dalam pelarut yang biasanya digunakan.

Reagen Grignard jarang diisolasi sebagai padatan. Sebaliknya, mereka biasanya ditangani sebagai larutan dalam pelarut seperti dietil eter atau tetrahidrofuran menggunakan teknik bebas udara. Reagen Grignard adalah kompleks dengan atom magnesium yang terikat pada dua ligan eter serta ligan halida dan organil.

Penemuan reaksi Grignard pada tahun 1900 diakui dengan Penghargaan Nobel yang diberikan kepada Victor Grignard pada tahun 1912.

Sintesis

Dari logam Mg

Secara tradisional, reagen Grignard dibuat dengan memperlakukan halida organik (biasanya organobromin) dengan logam magnesium. Eter diperlukan untuk menstabilkan senyawa organomagnesium. Air dan udara, yang dengan cepat menghancurkan reagen melalui protonolisis atau oksidasi, tidak termasuk.[1] Meskipun reagen masih harus kering, ultrasonik dapat memungkinkan reagen Grignard terbentuk dalam pelarut basah dengan mengaktifkan magnesium sehingga menyerap air.[2]

Seperti yang umum terjadi pada reaksi yang melibatkan padatan dan larutan, pembentukan reagen Grignard sering kali mengalami periode induksi. Selama tahap ini, oksida pasif pada magnesium dihilangkan. Setelah periode induksi ini, reaksi dapat menjadi sangat eksotermik. Eksotermisitas ini harus dipertimbangkan ketika reaksi ditingkatkan dari laboratorium ke pabrik produksi.[3] Sebagian besar organohalida akan berfungsi, tetapi ikatan karbon-fluorin umumnya tidak reaktif, kecuali dengan magnesium yang diaktifkan secara khusus (melalui logam Rieke).

Magnesium

Biasanya reaksi untuk membentuk reagen Grignard melibatkan penggunaan pita magnesium. Semua magnesium dilapisi dengan lapisan pasif magnesium oksida, yang menghambat reaksi dengan halida organik. Banyak metode telah dikembangkan untuk melemahkan lapisan pasif ini, sehingga memaparkan magnesium yang sangat reaktif terhadap halida organik. Metode mekanis meliputi penghancuran potongan Mg di tempat, pengadukan cepat, dan sonikasi.[4] Yodium, metil iodida, dan 1,2-dibromoetana adalah agen pengaktif yang umum. Penggunaan 1,2-dibromoetana menguntungkan karena aksinya dapat dipantau dengan pengamatan gelembung etilena. Lebih jauh lagi, produk sampingannya tidak berbahaya:

Jumlah Mg yang dikonsumsi oleh agen pengaktif ini biasanya tidak signifikan. Sejumlah kecil raksa(II) klorida akan menyatukan permukaan logam, sehingga meningkatkan reaktivitasnya. Penambahan reagen Grignard yang telah terbentuk sebelumnya sering digunakan sebagai inisiator.

Magnesium yang diaktifkan secara khusus, seperti magnesium Rieke, mengatasi masalah ini.[5] Lapisan oksida juga dapat dipecah menggunakan ultrasonik, menggunakan batang pengaduk untuk menggores lapisan yang teroksidasi,[6] atau dengan menambahkan beberapa tetes iodin atau 1,2-Diiodoetana. Pilihan lainnya adalah menggunakan magnesium yang disublimasikan atau magnesium antrasena.[7]

"Magnesium Rieke" dibuat dengan mereduksi magnesium klorida anhidrat dengan kalium:

Mekanisme

Dalam hal mekanisme, reaksi berlangsung melalui transfer elektron tunggal:[8][9][10]

RX+Mg[RXA]A+[MgA]A+[RXA]ARA+XARA+[MgA]A+RMgA+RMgA++XARMgX

Reaksi transfer Mg (pertukaran halogen–Mg)

Penyiapan alternatif reagen Grignard melibatkan transfer Mg dari reagen Grignard yang telah terbentuk sebelumnya ke halida organik. Reagen organomagnesium lainnya juga digunakan.[11] Metode ini menawarkan keuntungan bahwa transfer Mg menoleransi banyak gugus fungsional. Reaksi ilustratif melibatkan isopropilmagnesium klorida dan aril bromida atau iodida:[12]

Dari senyawa alkilseng (transmetalasi reduktif)

Metode lebih lanjut untuk mensintesis reagen Grignard melibatkan reaksi Mg dengan senyawa organoseng. Metode ini telah digunakan untuk membuat reagen Grignard berbasis adamantana, yang karena reaksi samping penggandengan C-C, sulit dibuat dengan metode konvensional dari alkil halida dan Mg. Transmetalasi reduktif mencapai:[13]

AdZnBr + Mg → AdMgBr + Zn

Pengujian reagen Grignard

Karena reagen Grignard sangat sensitif terhadap kelembaban dan oksigen, banyak metode telah dikembangkan untuk menguji kualitas suatu batch. Pengujian yang umum melibatkan titrasi dengan reagen protik anhidrat yang dapat ditimbang, misalnya mentol dengan adanya indikator warna. Interaksi reagen Grignard dengan 1,10-fenantrolina atau 2,2'-bikuinolin menyebabkan perubahan warna.[14]

Reaksi reagen Grignard

Sebagai nukleofil

Reagen Grignard bereaksi dengan berbagai turunan karbonil.[15]

Penerapan reagen Grignard yang paling umum adalah alkilasi aldehida dan keton, yaitu reaksi Grignard:[16]

Perhatikan bahwa gugus fungsi asetal (karbonil yang dilindungi) tidak bereaksi.

Reaksi semacam itu biasanya melibatkan reaksi asam berair, meskipun langkah ini jarang ditunjukkan dalam skema reaksi. Dalam kasus di mana reagen Grignard ditambahkan ke aldehida atau keton prokiral, model Felkin-Anh atau Aturan Cram biasanya dapat memprediksi stereoisomer mana yang akan terbentuk. Dengan 1,3-diketon yang mudah dideprotonasi dan substrat asam terkait, reagen Grignard RMgX berfungsi hanya sebagai basa, menghasilkan anion enolat dan membebaskan alkana RH.

Reagen Grignard juga bereaksi dengan banyak senyawa "mirip karbonil" dan elektrofil lainnya:

Reagen Grignard adalah nukleofil dalam substitusi alifatik nukleofilik misalnya dengan alkil halida dalam langkah utama dalam produksi naproksen industri:

Dalam reaksi Bruylants, nitril dapat digantikan oleh nukleofil Grignard, daripada Grignard menyerang nitril untuk membentuk struktur imino.[17]

Reaksi sebagai basa

Reagen Grignard berfungsi sebagai basa untuk substrat non-protik (skema ini tidak menunjukkan kondisi pengerjaan, yang biasanya mencakup air). Reagen Grignard bersifat basa dan bereaksi dengan alkohol, fenol, dll. untuk menghasilkan alkoksida (ROMgBr). Turunan fenoksida rentan terhadap formilasi oleh paraformaldehida untuk menghasilkan salisilaldehida.[18]

Alkilasi logam dan metaloid

Seperti senyawa organolitium, reagen Grignard berguna untuk membentuk ikatan karbon–heteroatom. RA4BAEtA2OBFA3 or NaBFA4EtA2OBFA3 or NaBFA4PhA2PRPhA2PClRMgXBuA3SnClBuA3SnRB(OMe)A3B(OMe)A3RB(OMe)A2 Reagen Grignard bereaksi dengan banyak elektrofil berbasis logam. Misalnya, mereka mengalami transmetalasi dengan kadmium klorida (CdCl2) untuk menghasilkan dialkilkadmium:[19]

Kesetimbangan Schlenk

Sebagian besar reaksi Grignard dilakukan dalam pelarut eter, terutama dietil eter dan THF. Reagen Grignard bereaksi dengan 1,4-dioksan untuk menghasilkan senyawa diorganomagnesium dan polimer koordinasi tak larut dan (R = gugus organik, X = halida):

Reaksi ini memanfaatkan kesetimbangan Schlenk, yang mendorongnya ke arah kanan.

Prekursor untuk magnesiat

Reagen Grignard bereaksi dengan senyawa organolitium untuk menghasilkan kompleks ate (Bu = butil):[20]

Penggabungan dengan halida organik

Reagen Grignard biasanya "tidak" bereaksi dengan halida organik, berbeda dengan reaktivitasnya yang tinggi dengan halida golongan utama lainnya. Namun, dengan adanya katalis logam, reagen Grignard berpartisipasi dalam reaksi penggandengan C-C. Misalnya, nonilmagnesium bromida bereaksi dengan metil p-klorobenzoat untuk menghasilkan asam p-nonilbenzoat, dengan adanya Tris(asetilasetonat)besi(III) (Fe(acac)3), setelah diproses dengan NaOH untuk menghidrolisis ester, yang ditunjukkan sebagai berikut. Tanpa Fe(acac)3, reagen Grignard akan menyerang gugus ester pada aril halida.[21]

Untuk penggabungan aril halida dengan reagen Grignard aril, nikel klorida dalam tetrahidrofuran (THF) juga merupakan katalis yang baik. Selain itu, katalis yang efektif untuk penggabungan alkil halida adalah katalis Gilman litium tetraklorokuprat (), yang dibuat dengan mencampur litium klorida (LiCl) dan tembaga(II) klorida () dalam THF. Penggabungan Kumada-Corriu memberikan akses ke stirena [tersubstitusi].

Oksidasi

Perlakuan reagen Grignard dengan oksigen menghasilkan magnesium organoperoksida. Hidrolisis bahan ini menghasilkan hidroperoksida atau alkohol. Reaksi ini melibatkan perantara radikal bebas.

Gagal mengurai (fungsi tak dikenal "\begin{array}"): {\displaystyle \begin{array}{lcrll} \ce & \ce{-> {R-O-O-H}} &{\color{Gray}+\ \ce\\ & \Bigg\downarrow \ce{R-MgX} \\ & \ce{R-O-MgX} & {\color{Gray}+\ \ce{H3O+}} &\ce{-> {R-O-H}} &{\color{Gray}+\ \ce\\ \end{array} } Oksidasi sederhana pereaksi Grignard untuk menghasilkan alkohol tidak terlalu penting secara praktis karena hasilnya umumnya buruk. Sebaliknya, urutan dua langkah melalui borana (vide supra) yang kemudian dioksidasi menjadi alkohol dengan hidrogen peroksida memiliki kegunaan sintetis.

Kegunaan sintetis oksidasi Grignard dapat ditingkatkan dengan reaksi pereaksi Grignard dengan oksigen di hadapan alkena menjadi alkohol yang diperluas dengan etilena.[22] Modifikasi ini memerlukan Grignard aril atau vinil. Menambahkan Grignard dan alkena saja tidak menghasilkan reaksi yang menunjukkan bahwa keberadaan oksigen sangat penting. Satu-satunya kekurangan adalah persyaratan setidaknya dua ekuivalen Grignard meskipun hal ini sebagian dapat dielakkan dengan penggunaan sistem Grignard ganda dengan Grignard pereduksi murah seperti n-butilmagnesium bromida.

Eliminasi

Dalam sintesis olefin Boord, penambahan magnesium ke β-haloeter tertentu menghasilkan reaksi eliminasi terhadap alkena. Reaksi ini dapat membatasi kegunaan reaksi Grignard.

Pemanfaatan industri

Contoh reaksi Grignard adalah langkah kunci dalam produksi industri tamoksifen (non-stereoselektif)[23] (yang saat ini digunakan untuk pengobatan kanker payudara positif reseptor estrogen pada wanita):[24]

Galeri

Bacaan lebih lanjut

  • Mary McHale, "Grignard Reaction," Connexions, http://cnx.org/content/m15245/1.2/. 2007.
  • Grignard knowledge: Alkyl coupling chemistry with inexpensive transition metals by Larry J. Westrum, Fine Chemistry November/December 2002, pp. 10–13 [1]

Literatur khusus

Referensi

  1. M. T. Goebel. The Oxidation of Grignard Reagents. Journal of the American Chemical Society. 1933. Vol. 55 (4). hlm. 1693–1696. doi:10.1021/ja01331a065.
  2. David H. Smith. Grignard Reactions in "Wet" Ether. Journal of Chemical Education. 1999. Vol. 76 (10). hlm. 1427. doi:10.1021/ed076p1427.
  3. Philip E. Rakita. Handbook of Grignard reagents. CRC Press. 1996. hlm. 79–88. ISBN 0-8247-9545-8.
  4. David H. Smith. Grignard Reactions in "Wet" Ether. Journal of Chemical Education. 1999. Vol. 76 (10). hlm. 1427. doi:10.1021/ed076p1427.
  5. Rieke, R. D. Preparation of Organometallic Compounds from Highly Reactive Metal Powders. Science. 1989. Vol. 246 (4935). hlm. 1260–1264. doi:10.1126/science.246.4935.1260.
  6. Clayden, Jonathan. Organic chemistry. Oxford Univ. Press. 2005. hlm. 212. ISBN 978-0-19-850346-0.
  7. Wakefield, Basil J. Organomagnesium Methods in Organic Chemistry. Academic Press. 1995. hlm. 21–25. ISBN 0080538177.
  8. Garst, J. F.; Ungvary, F. "Mechanism of Grignard reagent formation". In Grignard Reagents; Richey, R. S., Ed.; John Wiley & Sons: New York, 2000; pp 185–275. .
  9. Advanced Organic chemistry Part B: Reactions and Synthesis F.A. Carey, R.J. Sundberg 2nd Ed. 1983. Page 435
  10. Garst, J.F.; Soriaga, M.P. "Grignard reagent Formation", Coord. Chem. Rev. 2004, 248, 623 - 652. doi:10.1016/j.ccr.2004.02.018.
  11. Juan D. Arredondo. Preparation of t-Butyl-3-Bromo-5-Formylbenzoate Through Selective Metal-Halogen Exchange Reactions. Organic Syntheses. 2012. Vol. 89. hlm. 460. doi:10.15227/orgsyn.089.0460.
  12. P. Knochel. Highly Functionalized Organomagnesium Reagents Prepared through Halogen–Metal Exchange. Angewandte Chemie International Edition. 2003. Vol. 42 (36). hlm. 4302–4320. doi:10.1002/anie.200300579.
  13. D. Armstrong. Adamantyl Metal Complexes: New Routes to Adamantyl Anions and New Transmetallations. Dalton Transactions. 2017. Vol. 46 (19). hlm. 6212–6217. doi:10.1039/C7DT00428A.
  14. Arkady Krasovskiy. Convenient Titration Method for Organometallic Zinc, Harshal ady Magnesium, and Lanthanide Reagents. Synthesis. 2006. Vol. 2006 (5). hlm. 890–891. doi:10.1055/s-2006-926345.
  15. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  16. Jarle André Haugan. Total Synthesis of C31-Methyl Ketone Apocarotenoids 2: The First Total Synthesis of (3R)-Triophaxanthin. Acta Chemica Scandinavica. 1997. Vol. 51. hlm. 1096–1103. doi:10.3891/acta.chem.scand.51-1096.
  17. Claude Agami. Synthesis of α-Substituted Allylic Amines via a Modified Bruylants Reaction. Organic Letters. 2000. Vol. 2 (14). hlm. 2085–2088. doi:10.1021/ol0059908.
  18. D. G. Peters. A Multistep Synthesis for an Advanced Undergraduate Organic Chemistry Laboratory. Journal of Chemical Education. 2006. Vol. 83 (2). hlm. 290. doi:10.1021/ed083p290.
  19. Chemistry Part II Textbook for class XII. National Council of Educational Research and Training. 2010. Vol. 2. hlm. 355. ISBN 978-81-7450-716-7.
  20. Juan D. Arredondo. Preparation of t-Butyl-3-Bromo-5-Formylbenzoate Through Selective Metal-Halogen Exchange Reactions. Organic Syntheses. 2012. Vol. 89. hlm. 460. doi:10.15227/orgsyn.089.0460.
  21. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  22. Youhei Nobe. Air-Assisted Addition of Grignard Reagents to Olefins. A Simple Protocol for a Three-Component Coupling Process Yielding Alcohols. J. Am. Chem. Soc. 2005. Vol. 127 (51). hlm. 18006–18007. doi:10.1021/ja055732b.
  23. Richey, Herman Glenn. Grignard Reagents: New Developments. Wiley. 2000. ISBN 0471999083.
  24. Jordan VC. Fourteenth Gaddum Memorial Lecture. A current view of tamoxifen for the treatment and prevention of breast cancer. Br J Pharmacol. 1993. Vol. 110 (2). hlm. 507–17. doi:10.1111/j.1476-5381.1993.tb13840.x.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579271 (2026-08-14T23:59:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.