Lompat ke isi

Isotop timbal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28020824; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''[[Timbal]]''' ('''<sub>82</sub>Pb''') memiliki empat [[isotop]] stabil: <sup>204</sup>Pb, <sup>206</sup>Pb, <sup>207</sup>Pb, dan <sup>208</sup>Pb. Timbal-204 sepenuhnya merupakan [[nuklida primordial]] dan bukan merupakan [[nuklida radiogenik]]. Tiga isotop timbal-206, timbal-207, dan timbal-208 mewakili ujung dari tiga [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]]: [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|deret uranium]] (atau deret radium), [[Deret radioaktif#Deret aktinium|deret aktinium]], dan [[Deret radioaktif#Deret torium|deret torium]], masing-masing; rantai peluruhan keempat, [[Deret radioaktif#Deret neptunium|deret neptunium]], berakhir dengan [[isotop]] [[talium]] [[Talium-205|<sup>205</sup>Tl]]. Tiga deret yang diakhiri dengan timbal mewakili produk rantai peluruhan dari [[uranium-238|<sup>238</sup>U]], [[uranium-235|<sup>235</sup>U]], dan [[torium-232|<sup>232</sup>Th]] primordial yang berumur panjang, masing-masing. Namun, masing-masing dari mereka juga terjadi, sampai batas tertentu, sebagai isotop primordial yang dibuat dalam supernova, daripada secara radiogenik sebagai produk anak. Rasio tetap timbal-204 dengan jumlah primordial dari isotop timbal lainnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah ekstra timbal radiogenik yang ada dalam batuan sebagai akibat peluruhan uranium dan torium. (Lihat [[penanggalan timbal–timbal]] dan [[penanggalan uranium–timbal]]).
'''[[Timbal]]''' ('''<sub>82</sub>Pb''') memiliki empat [[isotop]] stabil: <sup>204</sup>Pb, <sup>206</sup>Pb, <sup>207</sup>Pb, dan <sup>208</sup>Pb. Timbal-204 sepenuhnya merupakan [[nuklida primordial]] dan bukan merupakan [[nuklida radiogenik]]. Tiga isotop timbal-206, timbal-207, dan timbal-208 mewakili ujung dari tiga [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]]: [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|deret uranium]] (atau deret radium), [[Deret radioaktif#Deret aktinium|deret aktinium]], dan [[Deret radioaktif#Deret torium|deret torium]], masing-masing; rantai peluruhan keempat, [[Deret radioaktif#Deret neptunium|deret neptunium]], berakhir dengan [[isotop]] [[talium]] [[Talium-205|<sup>205</sup>Tl]]. Tiga deret yang diakhiri dengan timbal mewakili produk rantai peluruhan dari [[uranium-238|<sup>238</sup>U]], [[uranium-235|<sup>235</sup>U]], dan [[torium-232|<sup>232</sup>Th]] primordial yang berumur panjang, masing-masing. Namun, masing-masing dari mereka juga terjadi, sampai batas tertentu, sebagai isotop primordial yang dibuat dalam supernova, daripada secara radiogenik sebagai produk anak. Rasio tetap timbal-204 dengan jumlah primordial dari isotop timbal lainnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah ekstra timbal radiogenik yang ada dalam batuan sebagai akibat peluruhan uranium dan torium. (Lihat [[penanggalan timbal–timbal]] dan [[penanggalan uranium–timbal]]).


[[Radionuklida|Radioisotop]] yang berumur paling panjang adalah <sup>205</sup>Pb dengan [[waktu paruh]] 17,3 juta tahun dan <sup>202</sup>Pb dengan waktu paruh 52.500 tahun. Radioisotop alami yang berumur lebih pendek, <sup>210</sup>Pb dengan waktu paruh 22,2 tahun, berguna untuk mempelajari kronologi [[sedimentasi]] sampel lingkungan pada skala waktu yang lebih pendek dari 100 tahun.
[[Radionuklida|Radioisotop]] yang berumur paling panjang adalah <sup>205</sup>Pb dengan [[waktu paruh]] 17,3 juta tahun dan <sup>202</sup>Pb dengan waktu paruh 52.500 tahun. Radioisotop alami yang berumur lebih pendek, <sup>210</sup>Pb dengan waktu paruh 22,2 tahun, berguna untuk mempelajari kronologi [[sedimentasi]] sampel lingkungan pada skala waktu yang lebih pendek dari 100 tahun.<ref>Hewitt W. Jeter. [https://www.iadc-dredging.com/ul/cms/terraetaqua/document/0/9/0/90/90/1/terra-et-aqua-nr78-03.pdf Determining the Ages of Recent Sediments Using Measurements of Trace Radioactivity]. ''Terra et Aqua''. Maret 2000. hlm. 21–28.</ref>


Kelimpahan relatif dari empat isotop stabil adalah sekitar 1,5%, 24%, 22%, dan 52,5%, digabungkan untuk memberikan [[berat atom standar]] (rata-rata tertimbang kelimpahan isotop stabil) sebesar 207,2(1). Timbal adalah unsur dengan isotop stabil terberat, <sup>208</sup>Pb. (Isotop yang lebih masif, [[Bismut-209|<sup>209</sup>Bi]], dahulu dianggap stabil, sebenarnya memiliki waktu paruh 2,01 tahun.) <sup>208</sup>Pb juga merupakan isotop [[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|ajaib ganda]], karena memiliki 82 [[proton]] dan 126 [[neutron]]. Ia adalah nuklida ajaib ganda terberat yang pernah diketahui. Sebanyak 43 isotop timbal sekarang diketahui, termasuk spesies sintetis yang sangat tidak stabil.
Kelimpahan relatif dari empat isotop stabil adalah sekitar 1,5%, 24%, 22%, dan 52,5%, digabungkan untuk memberikan [[berat atom standar]] (rata-rata tertimbang kelimpahan isotop stabil) sebesar 207,2(1). Timbal adalah unsur dengan isotop stabil terberat, <sup>208</sup>Pb. (Isotop yang lebih masif, [[Bismut-209|<sup>209</sup>Bi]], dahulu dianggap stabil, sebenarnya memiliki waktu paruh 2,01 tahun.) <sup>208</sup>Pb juga merupakan isotop [[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|ajaib ganda]], karena memiliki 82 [[proton]] dan 126 [[neutron]]. Ia adalah nuklida ajaib ganda terberat yang pernah diketahui. Sebanyak 43 isotop timbal sekarang diketahui, termasuk spesies sintetis yang sangat tidak stabil.
Baris 7: Baris 7:
Keempat isotop primordial timbal semuanya [[Isotop stabil#Peluruhan yang masih belum teramati|stabil secara pengamatan]], artinya mereka diprediksi mengalami peluruhan radioaktif tetapi belum ada peluruhan yang diamati. Keempat isotop ini diprediksi mengalami [[peluruhan alfa]] dan menjadi [[isotop raksa]] yang bersifat radioaktif atau stabil secara pengamatan. <sup>204</sup>Pb diperkirakan memiliki waktu paruh 1,4 tahun, sedangkan tiga yang lebih berat memiliki waktu paruh diperkirakan berada di atas 10<sup>21</sup> tahun. <sup>208</sup>Pb memiliki perkiraan waktu peluruhan terlama (2,6 tahun), mungkin karena ia adalah isotop ajaib ganda.
Keempat isotop primordial timbal semuanya [[Isotop stabil#Peluruhan yang masih belum teramati|stabil secara pengamatan]], artinya mereka diprediksi mengalami peluruhan radioaktif tetapi belum ada peluruhan yang diamati. Keempat isotop ini diprediksi mengalami [[peluruhan alfa]] dan menjadi [[isotop raksa]] yang bersifat radioaktif atau stabil secara pengamatan. <sup>204</sup>Pb diperkirakan memiliki waktu paruh 1,4 tahun, sedangkan tiga yang lebih berat memiliki waktu paruh diperkirakan berada di atas 10<sup>21</sup> tahun. <sup>208</sup>Pb memiliki perkiraan waktu peluruhan terlama (2,6 tahun), mungkin karena ia adalah isotop ajaib ganda.


Dalam keadaan terionisasi penuh, isotop <sup>205</sup>Pb juga menjadi stabil. <sup>212</sup>Pb, dengan waktu paruh 10,64 jam, dan anaknya yang merupakan pemancar alfa berumur pendek [[Bismut-212|<sup>212</sup>Bi]] (waktu paruh 1 jam), memberikan kemungkinan untuk sintesis dengan kehilangan radioaktivitas minimum selama persiapan.
Dalam keadaan terionisasi penuh, isotop <sup>205</sup>Pb juga menjadi stabil.<ref>K Takahashi. [https://www.researchgate.net/publication/13335547 Bound-state beta decay of highly ionized atoms]. ''Physical Review C''. October 1987. Vol. 36 (4). hlm. 1522–1528. doi:10.1103/PhysRevC.36.1522.</ref> <sup>212</sup>Pb, dengan waktu paruh 10,64 jam, dan anaknya yang merupakan pemancar alfa berumur pendek [[Bismut-212|<sup>212</sup>Bi]] (waktu paruh 1 jam), memberikan kemungkinan untuk sintesis dengan kehilangan radioaktivitas minimum selama persiapan.<ref>K.V. Kokov. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35057083 212Pb: Production Approaches and Targeted Therapy Applications]. ''Pharmaceutics''. 2022. Vol. 14 (1). hlm. 189. doi:10.3390/pharmaceutics14010189.</ref>


== Daftar isotop ==
== Daftar isotop ==
 
|-
 
| <sup>178</sup>Pb
| <sup>178</sup>Pb
|
|
Baris 23: Baris 22:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>179</sup>Pb
| <sup>179</sup>Pb
|
|
Baris 35: Baris 34:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>180</sup>Pb
| <sup>180</sup>Pb
|
|
Baris 47: Baris 46:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>181</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>181</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 59: Baris 58:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| [[Peluruhan beta|β<sup>+</sup>]] (2%)
| [[Peluruhan beta|β<sup>+</sup>]] (2%)
| <sup>181</sup>Tl
| <sup>181</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2|<sup>182</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>182</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 74: Baris 73:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (2%)
| β<sup>+</sup> (2%)
| <sup>182</sup>Tl
| <sup>182</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2|<sup>183</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>183</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 89: Baris 88:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (6%)
| β<sup>+</sup> (6%)
| <sup>183</sup>Tl
| <sup>183</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>183m</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>183m</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 102: Baris 101:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (langka)
| β<sup>+</sup> (langka)
| <sup>183</sup>Tl
| <sup>183</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2|<sup>184</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>184</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 117: Baris 116:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (langka)
| β<sup>+</sup> (langka)
| <sup>184</sup>Tl
| <sup>184</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2|<sup>185</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>185</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 132: Baris 131:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (langka)
| β<sup>+</sup> (langka)
| <sup>185</sup>Tl
| <sup>185</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>185m</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>185m</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 145: Baris 144:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (langka)
| β<sup>+</sup> (langka)
| <sup>185</sup>Tl
| <sup>185</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2|<sup>186</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>186</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 160: Baris 159:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (44%)
| β<sup>+</sup> (44%)
| <sup>186</sup>Tl
| <sup>186</sup>Tl
 
|-
| rowspan=2|<sup>187</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>187</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 175: Baris 174:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α
| α
| <sup>183</sup>Hg
| <sup>183</sup>Hg
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>187m</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>187m</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 188: Baris 187:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (2%)
| α (2%)
| <sup>183</sup>Hg
| <sup>183</sup>Hg
 
|-
| rowspan=2|<sup>188</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>188</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 203: Baris 202:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (8,5%)
| α (8,5%)
| <sup>184</sup>Hg
| <sup>184</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>188m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>188m1</sup>Pb
|
|
Baris 216: Baris 215:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>188m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>188m2</sup>Pb
|
|
Baris 226: Baris 225:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>189</sup>Pb
| <sup>189</sup>Pb
|
|
Baris 238: Baris 237:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>189m1</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>189m1</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 248: Baris 247:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (0,4%)
| α (0,4%)
| <sup>185</sup>Hg
| <sup>185</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>189m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>189m2</sup>Pb
|
|
Baris 261: Baris 260:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>190</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>190</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 273: Baris 272:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (0,9%)
| α (0,9%)
| <sup>186</sup>Hg
| <sup>186</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>190m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>190m1</sup>Pb
|
|
Baris 286: Baris 285:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>190m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>190m2</sup>Pb
|
|
Baris 296: Baris 295:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>190m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>190m3</sup>Pb
|
|
Baris 306: Baris 305:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>191</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>191</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 318: Baris 317:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (0,013%)
| α (0,013%)
| <sup>187</sup>Hg
| <sup>187</sup>Hg
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>191m</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>191m</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 331: Baris 330:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (0,02%)
| α (0,02%)
| <sup>187</sup>Hg
| <sup>187</sup>Hg
 
|-
| rowspan=2|<sup>192</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>192</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 346: Baris 345:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (0,0061%)
| α (0,0061%)
| <sup>188</sup>Hg
| <sup>188</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>192m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>192m1</sup>Pb
|
|
Baris 359: Baris 358:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>192m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>192m2</sup>Pb
|
|
Baris 369: Baris 368:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>192m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>192m3</sup>Pb
|
|
Baris 379: Baris 378:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>193</sup>Pb
| <sup>193</sup>Pb
|
|
Baris 391: Baris 390:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>193m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>193m1</sup>Pb
|
|
Baris 401: Baris 400:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>193m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>193m2</sup>Pb
|
|
Baris 411: Baris 410:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>194</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>194</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 423: Baris 422:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (7,3%)
| α (7,3%)
| <sup>190</sup>Hg
| <sup>190</sup>Hg
 
|-
| <sup>195</sup>Pb
| <sup>195</sup>Pb
|
|
Baris 438: Baris 437:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>195m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>195m1</sup>Pb
|
|
Baris 448: Baris 447:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>195m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>195m2</sup>Pb
|
|
Baris 458: Baris 457:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>196</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>196</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 470: Baris 469:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (3%)
| α (3%)
| <sup>192</sup>Hg
| <sup>192</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>196m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>196m1</sup>Pb
|
|
Baris 483: Baris 482:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>196m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>196m2</sup>Pb
|
|
Baris 493: Baris 492:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>196m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>196m3</sup>Pb
|
|
Baris 503: Baris 502:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>196m4</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>196m4</sup>Pb
|
|
Baris 513: Baris 512:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>197</sup>Pb
| <sup>197</sup>Pb
|
|
Baris 525: Baris 524:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=3 style="text-indent:1em" | <sup>197m1</sup>Pb
| rowspan=3 style="text-indent:1em" | <sup>197m1</sup>Pb
| rowspan=3|
| rowspan=3|
Baris 535: Baris 534:
| rowspan=3|
| rowspan=3|
| rowspan=3|
| rowspan=3|
 
|-
| IT (19%)
| IT (19%)
| <sup>197</sup>Pb
| <sup>197</sup>Pb
 
|-
| α (3%)
| α (3%)
| <sup>193</sup>Hg
| <sup>193</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>197m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>197m2</sup>Pb
|
|
Baris 551: Baris 550:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>198</sup>Pb
| <sup>198</sup>Pb
|
|
Baris 563: Baris 562:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>198m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>198m1</sup>Pb
|
|
Baris 573: Baris 572:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>198m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>198m2</sup>Pb
|
|
Baris 583: Baris 582:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>198m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>198m3</sup>Pb
|
|
Baris 593: Baris 592:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>199</sup>Pb
| <sup>199</sup>Pb
|
|
Baris 605: Baris 604:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>199m1</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>199m1</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 615: Baris 614:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (7%)
| β<sup>+</sup> (7%)
| <sup>199</sup>Tl
| <sup>199</sup>Tl
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>199m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>199m2</sup>Pb
|
|
Baris 628: Baris 627:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>200</sup>Pb
| <sup>200</sup>Pb
|
|
Baris 640: Baris 639:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>201</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>201</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 652: Baris 651:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (1%)
| β<sup>+</sup> (1%)
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>201m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>201m1</sup>Pb
|
|
Baris 664: Baris 663:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>201m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>201m2</sup>Pb
|
|
Baris 674: Baris 673:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>202</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>202</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 686: Baris 685:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (1%)
| α (1%)
| '''<sup>198</sup>Hg'''
| '''<sup>198</sup>Hg'''
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>202m1</sup>Pb
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>202m1</sup>Pb
| rowspan=2|
| rowspan=2|
Baris 699: Baris 698:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| EC (9,5%)
| EC (9,5%)
| <sup>202</sup>Tl
| <sup>202</sup>Tl
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>202m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>202m2</sup>Pb
|
|
Baris 712: Baris 711:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>202m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>202m3</sup>Pb
|
|
Baris 722: Baris 721:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>203</sup>Pb
| <sup>203</sup>Pb
|
|
Baris 734: Baris 733:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>203m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>203m1</sup>Pb
|
|
Baris 744: Baris 743:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>203m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>203m2</sup>Pb
|
|
Baris 754: Baris 753:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>203m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>203m3</sup>Pb
|
|
Baris 764: Baris 763:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>204</sup>Pb
| <sup>204</sup>Pb<ref>Digunakan dalam penanggalan timbal–timbal</ref>
|
|
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 122
| style="text-align:right" | 122
| 203,9730436(13)
| 203,9730436(13)
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''[[Isotop stabil#Peluruhan yang masih belum teramati|Stabil Secara Pengamatan]]'''
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''[[Isotop stabil#Peluruhan yang masih belum teramati|Stabil Secara Pengamatan]]'''<ref>Diyakini mengalami peluruhan α menjadi ''' 200 Hg''' dengan waktu paruh lebih dari 1,4 tahun</ref>
| 0+
| 0+
| 0,014(1)
| 0,014(1)
| 0,0104–0,0165
| 0,0104–0,0165
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>204m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>204m1</sup>Pb
|
|
Baris 784: Baris 783:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>204m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>204m2</sup>Pb
|
|
Baris 794: Baris 793:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>204m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>204m3</sup>Pb
|
|
Baris 804: Baris 803:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>205</sup>Pb
| <sup>205</sup>Pb
|
|
Baris 816: Baris 815:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>205m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>205m1</sup>Pb
|
|
Baris 826: Baris 825:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>205m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>205m2</sup>Pb
|
|
Baris 836: Baris 835:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>205m3</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>205m3</sup>Pb
|
|
Baris 846: Baris 845:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>206</sup>Pb
| <sup>206</sup>Pb<ref>Digunakan dalam penanggalan timbal–timbal</ref><ref>Produk peluruhan akhir dari rantai peluruhan 4n+2 (deret radium atau uranium)</ref>
| Radium G
| Radium G<ref>W. Kuhn. ''LXVIII. Scattering of thorium C" γ-radiation by radium G and ordinary lead''. ''The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science''. 1929. Vol. 8 (52). hlm. 628. doi:10.1080/14786441108564923.</ref>
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 124
| style="text-align:right" | 124
| 205,9744653(13)
| 205,9744653(13)
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''Stabil Secara Pengamatan'''
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''Stabil Secara Pengamatan'''<ref>Diyakini mengalami peluruhan α menjadi ''' 202 Hg''' dengan waktu paruh lebih dari 2,5 tahun</ref>
| 0+
| 0+
| 0,241(1)
| 0,241(1)
| 0,2084–0,2748
| 0,2084–0,2748
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>206m1</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>206m1</sup>Pb
|
|
Baris 866: Baris 865:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>206m2</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>206m2</sup>Pb
|
|
Baris 876: Baris 875:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>207</sup>Pb
| <sup>207</sup>Pb<ref>Digunakan dalam penanggalan timbal–timbal</ref><ref>Produk peluruhan akhir dari rantai peluruhan 4n+3 (deret aktinium)</ref>
| Aktinium D
| Aktinium D
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 125
| style="text-align:right" | 125
| 206,9758969(13)
| 206,9758969(13)
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''Stabil Secara Pengamatan'''
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''Stabil Secara Pengamatan'''<ref>Diyakini mengalami peluruhan α menjadi 203 Hg dengan waktu paruh lebih dari 1,9 tahun</ref>
| 1/2−
| 1/2−
| 0,221(1)
| 0,221(1)
| 0,1762–0,2365
| 0,1762–0,2365
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>207m</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>207m</sup>Pb
|
|
Baris 896: Baris 895:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>208</sup>Pb
| <sup>208</sup>Pb<ref>Produk peluruhan akhir dari rantai peluruhan 4n (deret torium)</ref>
| Torium D
| Torium D
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 126
| style="text-align:right" | 126
| 207,9766521(13)
| 207,9766521(13)
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''Stabil Secara Pengamatan'''
| colspan="3" style="text-align:center;"|'''Stabil Secara Pengamatan'''<ref>Nuklida stabil secara pengamatan yang paling berat, diyakini mengalami peluruhan α menjadi ''' 204 Hg''' dengan waktu paruh lebih dari 2,6 tahun</ref>
| 0+
| 0+
| 0,524(1)
| 0,524(1)
| 0,5128–0,5621
| 0,5128–0,5621
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>208m</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>208m</sup>Pb
|
|
Baris 916: Baris 915:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>209</sup>Pb
| <sup>209</sup>Pb
|
|
Baris 926: Baris 925:
| '''''<sup>209</sup>Bi'''''
| '''''<sup>209</sup>Bi'''''
| 9/2+
| 9/2+
| Renik
| Renik<ref>Produk peluruhan antara dari 237 Np</ref>
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>210</sup>Pb
| rowspan=2|<sup>210</sup>Pb
| rowspan=2|Radium D<br/>Radiotimbal<br/>Radio-timbal
| rowspan=2|Radium D<br/>Radiotimbal<br/>Radio-timbal
Baris 938: Baris 937:
| <sup>210</sup>Bi
| <sup>210</sup>Bi
| rowspan=2|0+
| rowspan=2|0+
| rowspan=2|Renik
| rowspan=2|Renik<ref>Produk peluruhan antara dari 238 U</ref>
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (1,9%)
| α (1,9%)
| <sup>206</sup>Hg
| <sup>206</sup>Hg
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>210m</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>210m</sup>Pb
|
|
Baris 953: Baris 952:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>211</sup>Pb
| <sup>211</sup>Pb
| Aktinium B
| Aktinium B
Baris 963: Baris 962:
| <sup>211</sup>Bi
| <sup>211</sup>Bi
| 9/2+
| 9/2+
| Renik
| Renik<ref>Produk peluruhan antara dari 235 U</ref>
|
|
 
|-
| <sup>212</sup>Pb
| <sup>212</sup>Pb
| Torium B
| Torium B
Baris 975: Baris 974:
| <sup>212</sup>Bi
| <sup>212</sup>Bi
| 0+
| 0+
| Renik
| Renik<ref>Produk peluruhan antara dari 232 Th</ref>
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>212m</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>212m</sup>Pb
|
|
Baris 987: Baris 986:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>213</sup>Pb
| <sup>213</sup>Pb
|
|
Baris 999: Baris 998:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>214</sup>Pb
| <sup>214</sup>Pb
| Radium B
| Radium B
Baris 1.009: Baris 1.008:
| <sup>214</sup>Bi
| <sup>214</sup>Bi
| 0+
| 0+
| Renik
| Renik<ref>Produk peluruhan antara dari 238 U</ref>
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>214m</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>214m</sup>Pb
|
|
Baris 1.021: Baris 1.020:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>215</sup>Pb
| <sup>215</sup>Pb
|
|
Baris 1.033: Baris 1.032:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>216</sup>Pb
| <sup>216</sup>Pb
|
|
Baris 1.045: Baris 1.044:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>216m</sup>Pb
| style="text-indent:1em" | <sup>216m</sup>Pb
|
|
Baris 1.055: Baris 1.054:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>217</sup>Pb
| <sup>217</sup>Pb
|
|
Baris 1.067: Baris 1.066:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>218</sup>Pb
| <sup>218</sup>Pb
|
|
Baris 1.079: Baris 1.078:
|
|
|
|


==Timbal-206==
==Timbal-206==
<sup>206</sup>Pb adalah isotop terakhir dalam rantai peluruhan [[Uranium-238|<sup>238</sup>U]], "deret radium" atau "deret uranium". Dalam sistem tertutup, seiring berjalannya waktu, massa <sup>238</sup>U yang diberikan akan meluruh dalam urutan langkah yang berpuncak pada <sup>206</sup>Pb. Produksi produk [[Senyawa intermediat|antara]] akhirnya mencapai keseimbangan (walaupun ini membutuhkan waktu lama, karena waktu paruh [[Uranium-234|<sup>234</sup>U]] adalah 245.500 tahun). Setelah sistem stabil ini tercapai, rasio <sup>238</sup>U hingga <sup>206</sup>Pb akan terus menurun, sedangkan rasio produk antara lainnya satu sama lain tetap konstan.
<sup>206</sup>Pb adalah isotop terakhir dalam rantai peluruhan [[Uranium-238|<sup>238</sup>U]], "deret radium" atau "deret uranium". Dalam sistem tertutup, seiring berjalannya waktu, massa <sup>238</sup>U yang diberikan akan meluruh dalam urutan langkah yang berpuncak pada <sup>206</sup>Pb. Produksi produk [[Senyawa intermediat|antara]] akhirnya mencapai keseimbangan (walaupun ini membutuhkan waktu lama, karena waktu paruh [[Uranium-234|<sup>234</sup>U]] adalah 245.500 tahun). Setelah sistem stabil ini tercapai, rasio <sup>238</sup>U hingga <sup>206</sup>Pb akan terus menurun, sedangkan rasio produk antara lainnya satu sama lain tetap konstan.


Seperti kebanyakan radioisotop yang ditemukan dalam deret radium, <sup>206</sup>Pb awalnya dinamai sebagai variasi radium, khususnya '''radium G'''. Ia adalah produk peluruhan dari [[Polonium-210|<sup>210</sup>Po]] (secara historis disebut '''radium F''') oleh [[peluruhan alfa]], dan [[Isotop of talium|<sup>206</sup>Tl]] yang jauh lebih langka ('''radium E<sup>II</sup>''') oleh [[peluruhan beta]].
Seperti kebanyakan radioisotop yang ditemukan dalam deret radium, <sup>206</sup>Pb awalnya dinamai sebagai variasi radium, khususnya '''radium G'''. Ia adalah produk peluruhan dari [[Polonium-210|<sup>210</sup>Po]] (secara historis disebut '''radium F''') oleh [[peluruhan alfa]], dan [[Isotop of talium|<sup>206</sup>Tl]] yang jauh lebih langka ('''radium E<sup>II</sup>''') oleh [[peluruhan beta]].


Timbal-206 telah diusulkan untuk digunakan dalam pendingin reaktor fisi nuklir [[Reaktor pembiak#Reaktor pembiak cepat|pembiak cepat]] daripada penggunaan campuran timbal alami (yang juga mencakup isotop timbal stabil lainnya) sebagai mekanisme untuk meningkatkan [[ekonomi neutron]] dan sangat menekan produksi produk sampingan yang sangat radioaktif yang tidak diinginkan.
Timbal-206 telah diusulkan untuk digunakan dalam pendingin reaktor fisi nuklir [[Reaktor pembiak#Reaktor pembiak cepat|pembiak cepat]] daripada penggunaan campuran timbal alami (yang juga mencakup isotop timbal stabil lainnya) sebagai mekanisme untuk meningkatkan [[ekonomi neutron]] dan sangat menekan produksi produk sampingan yang sangat radioaktif yang tidak diinginkan.<ref>G. L. Khorasanov. [https://www.researchgate.net/publication/255203791 Polonium Issue in Fast Reactor Lead Coolants and One of the Ways of Its Solution]. 2002. hlm. 711–717. doi:10.1115/ICONE10-22330.</ref>


==Timbal-204, -207, dan -208==
==Timbal-204, -207, dan -208==
<sup>204</sup>Pb sepenuhnya [[Nuklida primordial|primordial]], dan dengan demikian berguna untuk memperkirakan fraksi isotop timbal lainnya dalam sampel tertentu yang juga primordial, karena fraksi relatif dari berbagai isotop timbal primordial adalah konstan di mana-mana. Setiap kelebihan timbal-206, -207, dan -208 dianggap sebagai asal [[Nuklida radiogenik|radiogenik]], memungkinkan berbagai skema penanggalan uranium dan torium, digunakan untuk memperkirakan usia batuan (waktu sejak pembentukannya) berdasarkan kelimpahan relatif timbal-204 terhadap isotop timbal lainnya.
<sup>204</sup>Pb sepenuhnya [[Nuklida primordial|primordial]], dan dengan demikian berguna untuk memperkirakan fraksi isotop timbal lainnya dalam sampel tertentu yang juga primordial, karena fraksi relatif dari berbagai isotop timbal primordial adalah konstan di mana-mana.<ref>G.D. Woods. [https://www.agilent.com/cs/library/applications/5991-5270EN_AppNote8800_ICP-QQQ_Pb.pdf Lead isotope analysis: Removal of 204Hg isobaric interference from 204Pb using ICP-QQQ in MS/MS mode]. Agilent Technologies. November 2014.</ref> Setiap kelebihan timbal-206, -207, dan -208 dianggap sebagai asal [[Nuklida radiogenik|radiogenik]],<ref>G.D. Woods. [https://www.agilent.com/cs/library/applications/5991-5270EN_AppNote8800_ICP-QQQ_Pb.pdf Lead isotope analysis: Removal of 204Hg isobaric interference from 204Pb using ICP-QQQ in MS/MS mode]. Agilent Technologies. November 2014.</ref> memungkinkan berbagai skema penanggalan uranium dan torium, digunakan untuk memperkirakan usia batuan (waktu sejak pembentukannya) berdasarkan kelimpahan relatif timbal-204 terhadap isotop timbal lainnya.


<sup>207</sup>Pb adalah akhir dari [[Deret radioaktif#Deret aktinium|deret aktinium]] dari [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]].
<sup>207</sup>Pb adalah akhir dari [[Deret radioaktif#Deret aktinium|deret aktinium]] dari [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]].


<sup>208</sup>Pb adalah akhir dari [[Deret radioaktif#Deret torium|deret torium]] dari [[Torium-232|<sup>232</sup>Th]]. Walaupun ia hanya membuat sekitar setengah dari komposisi timbal di sebagian besar tempat di Bumi, ia dapat ditemukan dalam keadaan diperkaya secara alami hingga sekitar 90% dalam bijih torium. <sup>208</sup>Pb adalah nuklida stabil terberat yang diketahui dan juga inti [[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|ajaib ganda]] terberat yang diketahui, karena [[Nomor atom|''Z'']] = 82 dan [[Jumlah neutron|''N'']] = 126 sesuai dengan [[Model kulit nuklir|kulit nuklir]] tertutup. Sebagai konsekuensi dari konfigurasi yang sangat stabil ini [[Penampang lintang (fisika)|penampang]] tangkapan neutronnya sangat rendah (bahkan lebih rendah daripada [[deuterium]] dalam spektrum termal), sehingga menarik untuk [[reaktor cepat berpendingin timbal]].
<sup>208</sup>Pb adalah akhir dari [[Deret radioaktif#Deret torium|deret torium]] dari [[Torium-232|<sup>232</sup>Th]]. Walaupun ia hanya membuat sekitar setengah dari komposisi timbal di sebagian besar tempat di Bumi, ia dapat ditemukan dalam keadaan diperkaya secara alami hingga sekitar 90% dalam bijih torium.<ref>A. Yu. Smirnov. ''Evaluation of specific cost of obtainment of lead-208 isotope by gas centrifuges using various raw materials''. ''Theoretical Foundations of Chemical Engineering''. Juli 2012. Vol. 46 (4). hlm. 373–378. doi:10.1134/S0040579512040161.</ref> <sup>208</sup>Pb adalah nuklida stabil terberat yang diketahui dan juga inti [[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|ajaib ganda]] terberat yang diketahui, karena [[Nomor atom|''Z'']] = 82 dan [[Jumlah neutron|''N'']] = 126 sesuai dengan [[Model kulit nuklir|kulit nuklir]] tertutup.<ref>B. Blank. [https://www.researchgate.net/publication/232899048 Magic and doubly-magic nuclei]. ''Nuclear Physics News''. 2000. Vol. 10 (4). hlm. 20–27. doi:10.1080/10506890109411553.</ref> Sebagai konsekuensi dari konfigurasi yang sangat stabil ini [[Penampang lintang (fisika)|penampang]] tangkapan neutronnya sangat rendah (bahkan lebih rendah daripada [[deuterium]] dalam spektrum termal), sehingga menarik untuk [[reaktor cepat berpendingin timbal]].
 
==Referensi==
 
 
Massa isotop dari:
*
 
Komposisi isotop dan massa atom standar dari:
*
*
 
Data waktu paruh, spin, dan isomer dipilih dari sumber-sumber berikut.
*
*
*
 


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+timbal&oldid=28020824 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28020824 (2025-10-16T13:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+timbal&oldid=28020824 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28020824 (2025-10-16T13:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 08.56

Timbal (82Pb) memiliki empat isotop stabil: 204Pb, 206Pb, 207Pb, dan 208Pb. Timbal-204 sepenuhnya merupakan nuklida primordial dan bukan merupakan nuklida radiogenik. Tiga isotop timbal-206, timbal-207, dan timbal-208 mewakili ujung dari tiga rantai peluruhan: deret uranium (atau deret radium), deret aktinium, dan deret torium, masing-masing; rantai peluruhan keempat, deret neptunium, berakhir dengan isotop talium 205Tl. Tiga deret yang diakhiri dengan timbal mewakili produk rantai peluruhan dari 238U, 235U, dan 232Th primordial yang berumur panjang, masing-masing. Namun, masing-masing dari mereka juga terjadi, sampai batas tertentu, sebagai isotop primordial yang dibuat dalam supernova, daripada secara radiogenik sebagai produk anak. Rasio tetap timbal-204 dengan jumlah primordial dari isotop timbal lainnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah ekstra timbal radiogenik yang ada dalam batuan sebagai akibat peluruhan uranium dan torium. (Lihat penanggalan timbal–timbal dan penanggalan uranium–timbal).

Radioisotop yang berumur paling panjang adalah 205Pb dengan waktu paruh 17,3 juta tahun dan 202Pb dengan waktu paruh 52.500 tahun. Radioisotop alami yang berumur lebih pendek, 210Pb dengan waktu paruh 22,2 tahun, berguna untuk mempelajari kronologi sedimentasi sampel lingkungan pada skala waktu yang lebih pendek dari 100 tahun.[1]

Kelimpahan relatif dari empat isotop stabil adalah sekitar 1,5%, 24%, 22%, dan 52,5%, digabungkan untuk memberikan berat atom standar (rata-rata tertimbang kelimpahan isotop stabil) sebesar 207,2(1). Timbal adalah unsur dengan isotop stabil terberat, 208Pb. (Isotop yang lebih masif, 209Bi, dahulu dianggap stabil, sebenarnya memiliki waktu paruh 2,01 tahun.) 208Pb juga merupakan isotop ajaib ganda, karena memiliki 82 proton dan 126 neutron. Ia adalah nuklida ajaib ganda terberat yang pernah diketahui. Sebanyak 43 isotop timbal sekarang diketahui, termasuk spesies sintetis yang sangat tidak stabil.

Keempat isotop primordial timbal semuanya stabil secara pengamatan, artinya mereka diprediksi mengalami peluruhan radioaktif tetapi belum ada peluruhan yang diamati. Keempat isotop ini diprediksi mengalami peluruhan alfa dan menjadi isotop raksa yang bersifat radioaktif atau stabil secara pengamatan. 204Pb diperkirakan memiliki waktu paruh 1,4 tahun, sedangkan tiga yang lebih berat memiliki waktu paruh diperkirakan berada di atas 1021 tahun. 208Pb memiliki perkiraan waktu peluruhan terlama (2,6 tahun), mungkin karena ia adalah isotop ajaib ganda.

Dalam keadaan terionisasi penuh, isotop 205Pb juga menjadi stabil.[2] 212Pb, dengan waktu paruh 10,64 jam, dan anaknya yang merupakan pemancar alfa berumur pendek 212Bi (waktu paruh 1 jam), memberikan kemungkinan untuk sintesis dengan kehilangan radioaktivitas minimum selama persiapan.[3]

Daftar isotop

|- | 178Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 96 | 178,003830(26) | 0,23(15) mdtk | α | 174Hg | 0+ | | |- | 179Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 97 | 179,00215(21)# | 3,9(1,1) mdtk | α | 175Hg | (9/2−) | | |- | 180Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 98 | 179,997918(22) | 4,5(11) mdtk | α | 176Hg | 0+ | | |- | rowspan=2|181Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 99 | rowspan=2|180,99662(10) | rowspan=2|45(20) mdtk | α (98%) | 177Hg | rowspan=2|(9/2−) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (2%) | 181Tl |- | rowspan=2|182Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 100 | rowspan=2|181,992672(15) | rowspan=2|60(40) mdtk
[55(+40−35) mdtk] | α (98%) | 178Hg | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (2%) | 182Tl |- | rowspan=2|183Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 101 | rowspan=2|182,99187(3) | rowspan=2|535(30) mdtk | α (94%) | 179Hg | rowspan=2|(3/2−) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (6%) | 183Tl |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 183mPb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 94(8) keV | rowspan=2|415(20) mdtk | α | 179Hg | rowspan=2|(13/2+) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (langka) | 183Tl |- | rowspan=2|184Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 102 | rowspan=2|183,988142(15) | rowspan=2|490(25) mdtk | α | 180Hg | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (langka) | 184Tl |- | rowspan=2|185Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 103 | rowspan=2|184,987610(17) | rowspan=2|6,3(4) dtk | α | 181Hg | rowspan=2|3/2− | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (langka) | 185Tl |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 185mPb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 60(40)# keV | rowspan=2|4,07(15) dtk | α | 181Hg | rowspan=2|13/2+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (langka) | 185Tl |- | rowspan=2|186Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 104 | rowspan=2|185,984239(12) | rowspan=2|4,82(3) dtk | α (56%) | 182Hg | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (44%) | 186Tl |- | rowspan=2|187Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 105 | rowspan=2|186,983918(9) | rowspan=2|15,2(3) dtk | β+ | 187Tl | rowspan=2|(3/2−) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α | 183Hg |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 187mPb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 11(11) keV | rowspan=2|18,3(3) dtk | β+ (98%) | 187Tl | rowspan=2|(13/2+) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (2%) | 183Hg |- | rowspan=2|188Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 106 | rowspan=2|187,980874(11) | rowspan=2|25,5(1) dtk | β+ (91,5%) | 188Tl | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (8,5%) | 184Hg |- | style="text-indent:1em" | 188m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2578,2(7) keV | 830(210) ndtk | | | (8−) | | |- | style="text-indent:1em" | 188m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2800(50) keV | 797(21) ndtk | | | | | |- | 189Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 107 | 188,98081(4) | 51(3) dtk | β+ | 189Tl | (3/2−) | | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 189m1Pb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 40(30)# keV | rowspan=2|50,5(2,1) dtk | β+ (99,6%) | 189Tl | rowspan=2|13/2+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (0,4%) | 185Hg |- | style="text-indent:1em" | 189m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2475(30)# keV | 26(5) μdtk | | | (10)+ | | |- | rowspan=2|190Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 108 | rowspan=2|189,978082(13) | rowspan=2|71(1) dtk | β+ (99,1%) | 190Tl | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (0,9%) | 186Hg |- | style="text-indent:1em" | 190m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2614,8(8) keV | 150 ndtk | | | (10)+ | | |- | style="text-indent:1em" | 190m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2618(20) keV | 25 μdtk | | | (12+) | | |- | style="text-indent:1em" | 190m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2658,2(8) keV | 7,2(6) μdtk | | | (11)− | | |- | rowspan=2|191Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 109 | rowspan=2|190,97827(4) | rowspan=2|1,33(8) mnt | β+ (99,987%) | 191Tl | rowspan=2|(3/2−) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (0,013%) | 187Hg |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 191mPb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(50) keV | rowspan=2|2,18(8) mnt | β+ (99,98%) | 191Tl | rowspan=2|13/2(+) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (0,02%) | 187Hg |- | rowspan=2|192Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 110 | rowspan=2|191,975785(14) | rowspan=2|3,5(1) mnt | β+ (99,99%) | 192Tl | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (0,0061%) | 188Hg |- | style="text-indent:1em" | 192m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2581,1(1) keV | 164(7) ndtk | | | (10)+ | | |- | style="text-indent:1em" | 192m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2625,1(11) keV | 1,1(5) μdtk | | | (12+) | | |- | style="text-indent:1em" | 192m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2743,5(4) keV | 756(21) ndtk | | | (11)− | | |- | 193Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 111 | 192,97617(5) | 5# mnt | β+ | 193Tl | (3/2−) | | |- | style="text-indent:1em" | 193m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 130(80)# keV | 5,8(2) mnt | β+ | 193Tl | 13/2(+) | | |- | style="text-indent:1em" | 193m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2612,5(5)+X keV | 135(+25−15) ndtk | | | (33/2+) | | |- | rowspan=2|194Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 112 | rowspan=2|193,974012(19) | rowspan=2|12,0(5) mnt | β+ (100%) | 194Tl | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (7,3%) | 190Hg |- | 195Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 113 | 194,974542(25) | ~15 mnt | β+ | 195Tl | 3/2#- | | |- | style="text-indent:1em" | 195m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 202,9(7) keV | 15,0(12) mnt | β+ | 195Tl | 13/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 195m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1759,0(7) keV | 10,0(7) μdtk | | | 21/2− | | |- | rowspan=2|196Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 114 | rowspan=2|195,972774(15) | rowspan=2|37(3) mnt | β+ | 196Tl | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (3%) | 192Hg |- | style="text-indent:1em" | 196m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1049,20(9) keV | <100 ndtk | | | 2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 196m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1738,27(12) keV | <1 μdtk | | | 4+ | | |- | style="text-indent:1em" | 196m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1797,51(14) keV | 140(14) ndtk | | | 5− | | |- | style="text-indent:1em" | 196m4Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2693,5(5) keV | 270(4) ndtk | | | (12+) | | |- | 197Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 115 | 196,973431(6) | 8,1(17) mnt | β+ | 197Tl | 3/2− | | |- | rowspan=3 style="text-indent:1em" | 197m1Pb | rowspan=3| | rowspan=3 colspan="3" style="text-indent:2em" | 319,31(11) keV | rowspan=3|42,9(9) mnt | β+ (81%) | 197Tl | rowspan=3|13/2+ | rowspan=3| | rowspan=3| |- | IT (19%) | 197Pb |- | α (3%) | 193Hg |- | style="text-indent:1em" | 197m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1914,10(25) keV | 1,15(20) μdtk | | | 21/2− | | |- | 198Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 116 | 197,972034(16) | 2,4(1) jam | β+ | 198Tl | 0+ | | |- | style="text-indent:1em" | 198m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2141,4(4) keV | 4,19(10) μdtk | | | (7)− | | |- | style="text-indent:1em" | 198m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2231,4(5) keV | 137(10) ndtk | | | (9)− | | |- | style="text-indent:1em" | 198m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2820,5(7) keV | 212(4) ndtk | | | (12)+ | | |- | 199Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 117 | 198,972917(28) | 90(10) mnt | β+ | 199Tl | 3/2− | | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 199m1Pb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 429,5(27) keV | rowspan=2|12,2(3) mnt | IT (93%) | 199Pb | rowspan=2|(13/2+) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (7%) | 199Tl |- | style="text-indent:1em" | 199m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2563,8(27) keV | 10,1(2) μdtk | | | (29/2−) | | |- | 200Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 118 | 199,971827(12) | 21,5(4) jam | β+ | 200Tl | 0+ | | |- | rowspan=2|201Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 119 | rowspan=2|200,972885(24) | rowspan=2|9,33(3) jam | EC (99%) | rowspan=2| 201Tl | rowspan=2|5/2− | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (1%) |- | style="text-indent:1em" | 201m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 629,14(17) keV | 61(2) dtk | | | 13/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 201m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2718,5+X keV | 508(5) ndtk | | | (29/2−) | | |- | rowspan=2|202Pb | rowspan=2| | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 120 | rowspan=2|201,972159(9) | rowspan=2|5,25(28) thn | EC (99%) | 202Tl | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (1%) | 198Hg |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 202m1Pb | rowspan=2| | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 2169,83(7) keV | rowspan=2|3,53(1) jam | IT (90,5%) | 202Pb | rowspan=2|9− | rowspan=2| | rowspan=2| |- | EC (9,5%) | 202Tl |- | style="text-indent:1em" | 202m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 4142,9(11) keV | 110(5) ndtk | | | (16+) | | |- | style="text-indent:1em" | 202m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 5345,9(13) keV | 107(5) ndtk | | | (19−) | | |- | 203Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 121 | 202,973391(7) | 51,873(9) jam | EC | 203Tl | 5/2− | | |- | style="text-indent:1em" | 203m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 825,20(9) keV | 6,21(8) dtk | IT | 203Pb | 13/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 203m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2949,47(22) keV | 480(7) mdtk | | | 29/2− | | |- | style="text-indent:1em" | 203m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2923,4+X keV | 122(4) ndtk | | | (25/2−) | | |- | 204Pb[4] | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 122 | 203,9730436(13) | colspan="3" style="text-align:center;"|Stabil Secara Pengamatan[5] | 0+ | 0,014(1) | 0,0104–0,0165 |- | style="text-indent:1em" | 204m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1274,00(4) keV | 265(10) ndtk | | | 4+ | | |- | style="text-indent:1em" | 204m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2185,79(5) keV | 67,2(3) mnt | | | 9− | | |- | style="text-indent:1em" | 204m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2264,33(4) keV | 0,45(+10−3) μdtk | | | 7− | | |- | 205Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 123 | 204,9744818(13) | 1,73(7) thn | EC | 205Tl | 5/2− | | |- | style="text-indent:1em" | 205m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2,329(7) keV | 24,2(4) μdtk | | | 1/2− | | |- | style="text-indent:1em" | 205m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1013,839(13) keV | 5,55(2) mdtk | | | 13/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 205m3Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 3195,7(5) keV | 217(5) ndtk | | | 25/2− | | |- | 206Pb[6][7] | Radium G[8] | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 124 | 205,9744653(13) | colspan="3" style="text-align:center;"|Stabil Secara Pengamatan[9] | 0+ | 0,241(1) | 0,2084–0,2748 |- | style="text-indent:1em" | 206m1Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2200,14(4) keV | 125(2) μdtk | | | 7− | | |- | style="text-indent:1em" | 206m2Pb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 4027,3(7) keV | 202(3) ndtk | | | 12+ | | |- | 207Pb[10][11] | Aktinium D | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 125 | 206,9758969(13) | colspan="3" style="text-align:center;"|Stabil Secara Pengamatan[12] | 1/2− | 0,221(1) | 0,1762–0,2365 |- | style="text-indent:1em" | 207mPb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1633,368(5) keV | 806(6) mdtk | IT | 207Pb | 13/2+ | | |- | 208Pb[13] | Torium D | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 126 | 207,9766521(13) | colspan="3" style="text-align:center;"|Stabil Secara Pengamatan[14] | 0+ | 0,524(1) | 0,5128–0,5621 |- | style="text-indent:1em" | 208mPb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 4895(2) keV | 500(10) ndtk | | | 10+ | | |- | 209Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 127 | 208,9810901(19) | 3,253(14) jam | β | 209Bi | 9/2+ | Renik[15] | |- | rowspan=2|210Pb | rowspan=2|Radium D
Radiotimbal
Radio-timbal | rowspan=2 style="text-align:right" | 82 | rowspan=2 style="text-align:right" | 128 | rowspan=2|209,9841885(16) | rowspan=2|22,20(22) thn | β (100%) | 210Bi | rowspan=2|0+ | rowspan=2|Renik[16] | rowspan=2| |- | α (1,9%) | 206Hg |- | style="text-indent:1em" | 210mPb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1278(5) keV | 201(17) ndtk | | | 8+ | | |- | 211Pb | Aktinium B | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 129 | 210,9887370(29) | 36,1(2) mnt | β | 211Bi | 9/2+ | Renik[17] | |- | 212Pb | Torium B | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 130 | 211,9918975(24) | 10,64(1) jam | β | 212Bi | 0+ | Renik[18] | |- | style="text-indent:1em" | 212mPb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1335(10) keV | 6,0(0,8) μdtk | IT | 212Pb | (8+) | | |- | 213Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 131 | 212,996581(8) | 10,2(3) mnt | β | 213Bi | (9/2+) | | |- | 214Pb | Radium B | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 132 | 213,9998054(26) | 26,8(9) mnt | β | 214Bi | 0+ | Renik[19] | |- | style="text-indent:1em" | 214mPb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1420(20) keV | 6,2(0,3) μdtk | IT | 212Pb | 8+# | | |- | 215Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 133 | 215,004660(60) | 2,34(0,19) mnt | β | 215Bi | 9/2+# | | |- | 216Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 134 | 216,008030(210)# | 1,65(0,2) mnt | β | 216Bi | 0+ | | |- | style="text-indent:1em" | 216mPb | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1514(20) keV | 400(40) ndtk | IT | 216Pb | 8+# | | |- | 217Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 135 | 217,013140(320)# | 20(5) dtk | β | 217Bi | 9/2+# | | |- | 218Pb | | style="text-align:right" | 82 | style="text-align:right" | 136 | 218,016590(320)# | 15(7) dtk | β | 218Bi | 0+ | |

Timbal-206

206Pb adalah isotop terakhir dalam rantai peluruhan 238U, "deret radium" atau "deret uranium". Dalam sistem tertutup, seiring berjalannya waktu, massa 238U yang diberikan akan meluruh dalam urutan langkah yang berpuncak pada 206Pb. Produksi produk antara akhirnya mencapai keseimbangan (walaupun ini membutuhkan waktu lama, karena waktu paruh 234U adalah 245.500 tahun). Setelah sistem stabil ini tercapai, rasio 238U hingga 206Pb akan terus menurun, sedangkan rasio produk antara lainnya satu sama lain tetap konstan.

Seperti kebanyakan radioisotop yang ditemukan dalam deret radium, 206Pb awalnya dinamai sebagai variasi radium, khususnya radium G. Ia adalah produk peluruhan dari 210Po (secara historis disebut radium F) oleh peluruhan alfa, dan 206Tl yang jauh lebih langka (radium EII) oleh peluruhan beta.

Timbal-206 telah diusulkan untuk digunakan dalam pendingin reaktor fisi nuklir pembiak cepat daripada penggunaan campuran timbal alami (yang juga mencakup isotop timbal stabil lainnya) sebagai mekanisme untuk meningkatkan ekonomi neutron dan sangat menekan produksi produk sampingan yang sangat radioaktif yang tidak diinginkan.[20]

Timbal-204, -207, dan -208

204Pb sepenuhnya primordial, dan dengan demikian berguna untuk memperkirakan fraksi isotop timbal lainnya dalam sampel tertentu yang juga primordial, karena fraksi relatif dari berbagai isotop timbal primordial adalah konstan di mana-mana.[21] Setiap kelebihan timbal-206, -207, dan -208 dianggap sebagai asal radiogenik,[22] memungkinkan berbagai skema penanggalan uranium dan torium, digunakan untuk memperkirakan usia batuan (waktu sejak pembentukannya) berdasarkan kelimpahan relatif timbal-204 terhadap isotop timbal lainnya.

207Pb adalah akhir dari deret aktinium dari 235U.

208Pb adalah akhir dari deret torium dari 232Th. Walaupun ia hanya membuat sekitar setengah dari komposisi timbal di sebagian besar tempat di Bumi, ia dapat ditemukan dalam keadaan diperkaya secara alami hingga sekitar 90% dalam bijih torium.[23] 208Pb adalah nuklida stabil terberat yang diketahui dan juga inti ajaib ganda terberat yang diketahui, karena Z = 82 dan N = 126 sesuai dengan kulit nuklir tertutup.[24] Sebagai konsekuensi dari konfigurasi yang sangat stabil ini penampang tangkapan neutronnya sangat rendah (bahkan lebih rendah daripada deuterium dalam spektrum termal), sehingga menarik untuk reaktor cepat berpendingin timbal.

Referensi

  1. Hewitt W. Jeter. Determining the Ages of Recent Sediments Using Measurements of Trace Radioactivity. Terra et Aqua. Maret 2000. hlm. 21–28.
  2. K Takahashi. Bound-state beta decay of highly ionized atoms. Physical Review C. October 1987. Vol. 36 (4). hlm. 1522–1528. doi:10.1103/PhysRevC.36.1522.
  3. K.V. Kokov. 212Pb: Production Approaches and Targeted Therapy Applications. Pharmaceutics. 2022. Vol. 14 (1). hlm. 189. doi:10.3390/pharmaceutics14010189.
  4. Digunakan dalam penanggalan timbal–timbal
  5. Diyakini mengalami peluruhan α menjadi 200 Hg dengan waktu paruh lebih dari 1,4 tahun
  6. Digunakan dalam penanggalan timbal–timbal
  7. Produk peluruhan akhir dari rantai peluruhan 4n+2 (deret radium atau uranium)
  8. W. Kuhn. LXVIII. Scattering of thorium C" γ-radiation by radium G and ordinary lead. The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 1929. Vol. 8 (52). hlm. 628. doi:10.1080/14786441108564923.
  9. Diyakini mengalami peluruhan α menjadi 202 Hg dengan waktu paruh lebih dari 2,5 tahun
  10. Digunakan dalam penanggalan timbal–timbal
  11. Produk peluruhan akhir dari rantai peluruhan 4n+3 (deret aktinium)
  12. Diyakini mengalami peluruhan α menjadi 203 Hg dengan waktu paruh lebih dari 1,9 tahun
  13. Produk peluruhan akhir dari rantai peluruhan 4n (deret torium)
  14. Nuklida stabil secara pengamatan yang paling berat, diyakini mengalami peluruhan α menjadi 204 Hg dengan waktu paruh lebih dari 2,6 tahun
  15. Produk peluruhan antara dari 237 Np
  16. Produk peluruhan antara dari 238 U
  17. Produk peluruhan antara dari 235 U
  18. Produk peluruhan antara dari 232 Th
  19. Produk peluruhan antara dari 238 U
  20. G. L. Khorasanov. Polonium Issue in Fast Reactor Lead Coolants and One of the Ways of Its Solution. 2002. hlm. 711–717. doi:10.1115/ICONE10-22330.
  21. G.D. Woods. Lead isotope analysis: Removal of 204Hg isobaric interference from 204Pb using ICP-QQQ in MS/MS mode. Agilent Technologies. November 2014.
  22. G.D. Woods. Lead isotope analysis: Removal of 204Hg isobaric interference from 204Pb using ICP-QQQ in MS/MS mode. Agilent Technologies. November 2014.
  23. A. Yu. Smirnov. Evaluation of specific cost of obtainment of lead-208 isotope by gas centrifuges using various raw materials. Theoretical Foundations of Chemical Engineering. Juli 2012. Vol. 46 (4). hlm. 373–378. doi:10.1134/S0040579512040161.
  24. B. Blank. Magic and doubly-magic nuclei. Nuclear Physics News. 2000. Vol. 10 (4). hlm. 20–27. doi:10.1080/10506890109411553.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28020824 (2025-10-16T13:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.