Boron trifluorida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29298656; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
== Penemuan == | == Penemuan == | ||
Boron trifluorida ditemukan pada tahun 1808 oleh [[Joseph Louis Gay-Lussac]] dan [[Louis Jacques Thénard]], yang mencoba untuk mengisolasi "asam fluorat" (yaitu, [[asam hidrofluorat]]) dengan menggabungkan [[kalsium fluorida]] dengan vitrifikasi [[asam borat]]. Uap yang dihasilkan gagal mengikis kaca, sehingga mereka menamakannya ''gas fluoborat''. | Boron trifluorida ditemukan pada tahun 1808 oleh [[Joseph Louis Gay-Lussac]] dan [[Louis Jacques Thénard]], yang mencoba untuk mengisolasi "asam fluorat" (yaitu, [[asam hidrofluorat]]) dengan menggabungkan [[kalsium fluorida]] dengan vitrifikasi [[asam borat]]. Uap yang dihasilkan gagal mengikis kaca, sehingga mereka menamakannya ''gas fluoborat''.<ref>Gay-Lussac, J. L. ''Sur l’acide fluorique''. ''Annales de Chimie''. 1809. Vol. 69. hlm. 204–220.</ref><ref>Gay-Lussac, J. L. [https://books.google.com/books?id=Nl87AAAAcAAJ&pg=PA317 Des propriétés de l’acide fluorique et sur-tout de son action sur le métal de la potasse]. ''Mémoires de Physique et de Chimie de la Société d’Arcueil''. 1809. Vol. 2. hlm. 317–331.</ref> | ||
== Struktur dan ikatan == | == Struktur dan ikatan == | ||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
BF<sub>3</sub> umumnya dirujuk sebagai "kekurangan elektron," suatu deskripsi yang diperkuat oleh [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] [[eksotermik]]nya terhadap [[basa|basa Lewis]]. | BF<sub>3</sub> umumnya dirujuk sebagai "kekurangan elektron," suatu deskripsi yang diperkuat oleh [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] [[eksotermik]]nya terhadap [[basa|basa Lewis]]. | ||
Dalam boron trihalida, BX<sub>3</sub>, panjang ikatan B-X (1.30 Å) lebih pendek dari yang diharapkan untuk ikatan tunggal, dan pendeknya ikatan ini mungkin mengindikasikan kuatnya [[ikatan pi|ikatan-π]] B-X dalam fluorida. Penjelasan yang halus memanggil simetris - memungkinkan tumpang tindih orbital p pada atom boron dengan kombinasi fase di antara tiga orbital p yang sama berorientasi pada atom fluorin. Yang lain menunjukkan sifat ionik ikatan pada BF<sub>3</sub>. | Dalam boron trihalida, BX<sub>3</sub>, panjang ikatan B-X (1.30 Å) lebih pendek dari yang diharapkan untuk ikatan tunggal,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan pendeknya ikatan ini mungkin mengindikasikan kuatnya [[ikatan pi|ikatan-π]] B-X dalam fluorida. Penjelasan yang halus memanggil simetris - memungkinkan tumpang tindih orbital p pada atom boron dengan kombinasi fase di antara tiga orbital p yang sama berorientasi pada atom fluorin.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Yang lain menunjukkan sifat ionik ikatan pada BF<sub>3</sub>.<ref>Gillespie, Ronald J. ''Covalent and Ionic Molecules: Why Are BeF2 and AlF3 High Melting Point Solids whereas BF3 and SiF4 Are Gases?''. ''Journal of Chemical Education''. 1998. Vol. 75 (7). hlm. 923. doi:10.1021/ed075p923.</ref> | ||
== Sintesis dan penanganan == | == Sintesis dan penanganan == | ||
| Baris 16: | Baris 15: | ||
:B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 6 HF → 2 BF<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub>O | :B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 6 HF → 2 BF<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub>O | ||
Biasanya HF diproduksi ''in situ'' dari asam sulfat dan [[fluorit]]. (CaF<sub>2</sub>). Kira-kira 2300-4500 ton boron trifluorida diproduksi setiap tahunnya. | Biasanya HF diproduksi ''in situ'' dari asam sulfat dan [[fluorit]]. (CaF<sub>2</sub>).<ref>Holleman, A. F. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref> Kira-kira 2300-4500 ton boron trifluorida diproduksi setiap tahunnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Pada skala laboratorium, BF<sub>3</sub> diproduksi melalui dekomposisi termal dari garam diazonium: | Pada skala laboratorium, BF<sub>3</sub> diproduksi melalui dekomposisi termal dari garam diazonium:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
:PhN<sub>2</sub>BF<sub>4</sub> → [[Fluorobenzena|PhF]] + BF<sub>3</sub> + [[nitrogen|N<sub>2</sub>]] | :PhN<sub>2</sub>BF<sub>4</sub> → [[Fluorobenzena|PhF]] + BF<sub>3</sub> + [[nitrogen|N<sub>2</sub>]] | ||
Sebagai alternatif, bahan kimia dapat disintesis dari [[natrium tetrafluoroborat]], [[boron trioksida]], dan [[asam sulfat]]: | Sebagai alternatif, bahan kimia dapat disintesis dari [[natrium tetrafluoroborat]], [[boron trioksida]], dan [[asam sulfat]]:<ref>Georg Brauer. [https://books.google.com/books?id=TLYatwAACAAJ&dq=Handbook+of+Preparative+Inorganic+Chemistry&hl=en&sa=X&ei=IPT2UtTZGMfgoASR1IGgDg&ved=0CC8Q6AEwAQ Handbook of Preparative Inorganic Chemistry]. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 220 & 773. ISBN 978-0121266011.</ref> | ||
:6 NaBF<sub>4</sub> + B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 6 H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> → 8 BF<sub>3</sub> + 6 NaHSO<sub>4</sub> + 3 H<sub>2</sub>O | :6 NaBF<sub>4</sub> + B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 6 H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> → 8 BF<sub>3</sub> + 6 NaHSO<sub>4</sub> + 3 H<sub>2</sub>O | ||
Boron trifluorida anhidrat memiliki [[titik didih]] sebesar −100.3 C dan suhu kritis sebesar −12.3 C, sehingga bisa disimpan sebagai cairan berpendingin hanya di antara suhu tersebut. Kapal penyimpan atau pengangkut harus dirancang untuk menahan tekanan internal, karena kegagalan sistem pendingin dapat menyebabkan tekanan naik menuju tekanan kritis sebesar 49.85 bar (4.985 MPa). | Boron trifluorida anhidrat memiliki [[titik didih]] sebesar −100.3 C dan suhu kritis sebesar −12.3 C, sehingga bisa disimpan sebagai cairan berpendingin hanya di antara suhu tersebut. Kapal penyimpan atau pengangkut harus dirancang untuk menahan tekanan internal, karena kegagalan sistem pendingin dapat menyebabkan tekanan naik menuju tekanan kritis sebesar 49.85 bar (4.985 MPa).<ref>[https://archive.org/details/chemicalproperti0000yaws Chemical Properties Handbook]. McGraw-Hill. 1999. hlm. [https://archive.org/details/chemicalproperti0000yaws/page/25 25].</ref> | ||
Boron trifluorida bersifat korosif. Logam yang sesuai untuk penanganan peralatan boron trifluorida meliputi [[baja tahan karat]], monel, dan hastelloy. Dengan adanya kelembaban, senyawa ini menimbulkan [[korosi]] pada baja, termasuk baja tahan karat. Senyawa ini bereaksi dengan [[poliamida]]. [[Politetrafluoroetilena]], [[poliklorotrifluoroetilena]], [[polivinilidena fluorida]], dan [[polipropilena]] menunjukkan ketahanan yang memuaskan. [[Pelumas#Gemuk laboratorium|Gemuk]] yang digunakan pada peralatan harus berbasis [[alkil halida|fluorokarbon]], karena boron trifluorida bereaksi dengan yang berbasis [[hidrokarbon]]. | Boron trifluorida bersifat korosif. Logam yang sesuai untuk penanganan peralatan boron trifluorida meliputi [[baja tahan karat]], monel, dan hastelloy. Dengan adanya kelembaban, senyawa ini menimbulkan [[korosi]] pada baja, termasuk baja tahan karat. Senyawa ini bereaksi dengan [[poliamida]]. [[Politetrafluoroetilena]], [[poliklorotrifluoroetilena]], [[polivinilidena fluorida]], dan [[polipropilena]] menunjukkan ketahanan yang memuaskan. [[Pelumas#Gemuk laboratorium|Gemuk]] yang digunakan pada peralatan harus berbasis [[alkil halida|fluorokarbon]], karena boron trifluorida bereaksi dengan yang berbasis [[hidrokarbon]].<ref>[http://encyclopedia.airliquide.com/encyclopedia.asp?GasID=68 Boron trifluoride]. ''Gas Encyclopedia''. Air Liquide.</ref> | ||
== Reaksi == | == Reaksi == | ||
| Baris 40: | Baris 39: | ||
== Kegunaan == | == Kegunaan == | ||
=== Kimia organik === | === Kimia organik === | ||
Boron trifluorida paling penting digunakan sebagai pereaksi dalam [[sintesis organik]], biasanya sebagai [[asam Lewis]]. Contohnya meliputi: | Boron trifluorida paling penting digunakan sebagai pereaksi dalam [[sintesis organik]], biasanya sebagai [[asam Lewis]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Heaney, H. ''Boron Trifluoride''. 2001. doi:10.1002/047084289X.rb250. ISBN 0-471-93623-5.</ref> Contohnya meliputi: | ||
* Menginisiasi reaksi [[polimerisasi]] [[senyawa kimia]] tak jenuh, seperti [[polieter]] | * Menginisiasi reaksi [[polimerisasi]] [[senyawa kimia]] tak jenuh, seperti [[polieter]] | ||
* Sebagai katalis dalam beberapa reaksi [[isomerisasi]], [[asilasi]], [[alkilasi]], [[esterifikasi]], [[Eter#Sintesis|dehidrasi]], [[kondensasi]], [[adisi aldol Mukaiyama]], dan reaksi lainnya | * Sebagai katalis dalam beberapa reaksi [[isomerisasi]], [[asilasi]],<ref>Rama I. Mani. [http://www.tennacadofsci.org/journal/articles/JTAS66-1-1.pdf Boron Trifluoride in the Synthesis of Plant Phenolics: Synthesis of Phenolic Ketones and Phenyl Stryl Ketones]. ''Journal of Tennessee Academy of Science''. 1991. Vol. 66 (1). hlm. 1–8.</ref> [[alkilasi]], [[esterifikasi]], [[Eter#Sintesis|dehidrasi]],<ref>F. J. Sowa. ''Organic Reactions with Boron Fluoride. IX. The Alkylation of Phenol with Alcohols''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1935. Vol. 57 (4). hlm. 709–711. doi:10.1021/ja01307a034.</ref> [[kondensasi]], [[adisi aldol Mukaiyama]], dan reaksi lainnya<ref>[http://www51.honeywell.com/sm/bf3/applications.html Boron Trifluoride (BF 3 ) Applications]. Honeywell.</ref> | ||
=== Kegunaan lain === | === Kegunaan lain === | ||
| Baris 53: | Baris 51: | ||
* Dalam [[fumigasi]] | * Dalam [[fumigasi]] | ||
* Sebagai [[fluks (metalurgi)|fluks]] untuk [[solder]] magnesium | * Sebagai [[fluks (metalurgi)|fluks]] untuk [[solder]] magnesium | ||
* Untuk mempersiapkan [[diborana]] | * Untuk mempersiapkan [[diborana]]<ref>Georg Brauer. [https://books.google.com/books?id=TLYatwAACAAJ&dq=Handbook+of+Preparative+Inorganic+Chemistry&hl=en&sa=X&ei=IPT2UtTZGMfgoASR1IGgDg&ved=0CC8Q6AEwAQ Handbook of Preparative Inorganic Chemistry]. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 220 & 773. ISBN 978-0121266011.</ref> | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29298656 (2026-05-31T17:54:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron+trifluorida&oldid=29298656 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29298656 (2026-05-31T17:54:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 08.57
Boron trifluorida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia BF3. Gas toksik tak berwarna yang berbau menyengat ini membentuk asap putih dalam kelembaban udara. Senyawa ini merupakan asam Lewis yang sangat berguna dan blok pembangun yang penting bagi senyawa boron lainnya.
Penemuan
Boron trifluorida ditemukan pada tahun 1808 oleh Joseph Louis Gay-Lussac dan Louis Jacques Thénard, yang mencoba untuk mengisolasi "asam fluorat" (yaitu, asam hidrofluorat) dengan menggabungkan kalsium fluorida dengan vitrifikasi asam borat. Uap yang dihasilkan gagal mengikis kaca, sehingga mereka menamakannya gas fluoborat.[1][2]
Struktur dan ikatan
Geometri molekul BF3 adalah trigonal planar. Simetri D3h yang dimilikinya sesuai dnegan prediksi dari teori VSEPR. Molekul ini tidak memiliki momen dipol berdasarkan simetri tinggi. Molekulnya isoelektronik dengan anion karbonat, CO32−.
BF3 umumnya dirujuk sebagai "kekurangan elektron," suatu deskripsi yang diperkuat oleh reaktivitas eksotermiknya terhadap basa Lewis.
Dalam boron trihalida, BX3, panjang ikatan B-X (1.30 Å) lebih pendek dari yang diharapkan untuk ikatan tunggal,[3] dan pendeknya ikatan ini mungkin mengindikasikan kuatnya ikatan-π B-X dalam fluorida. Penjelasan yang halus memanggil simetris - memungkinkan tumpang tindih orbital p pada atom boron dengan kombinasi fase di antara tiga orbital p yang sama berorientasi pada atom fluorin.[4] Yang lain menunjukkan sifat ionik ikatan pada BF3.[5]
Sintesis dan penanganan
BF3 diproduksi oleh reaksi boron oksida dengan hidrogen fluorida:
- B2O3 + 6 HF → 2 BF3 + 3 H2O
Biasanya HF diproduksi in situ dari asam sulfat dan fluorit. (CaF2).[6] Kira-kira 2300-4500 ton boron trifluorida diproduksi setiap tahunnya.[7]
Pada skala laboratorium, BF3 diproduksi melalui dekomposisi termal dari garam diazonium:[8]
Sebagai alternatif, bahan kimia dapat disintesis dari natrium tetrafluoroborat, boron trioksida, dan asam sulfat:[9]
- 6 NaBF4 + B2O3 + 6 H2SO4 → 8 BF3 + 6 NaHSO4 + 3 H2O
Boron trifluorida anhidrat memiliki titik didih sebesar −100.3 C dan suhu kritis sebesar −12.3 C, sehingga bisa disimpan sebagai cairan berpendingin hanya di antara suhu tersebut. Kapal penyimpan atau pengangkut harus dirancang untuk menahan tekanan internal, karena kegagalan sistem pendingin dapat menyebabkan tekanan naik menuju tekanan kritis sebesar 49.85 bar (4.985 MPa).[10]
Boron trifluorida bersifat korosif. Logam yang sesuai untuk penanganan peralatan boron trifluorida meliputi baja tahan karat, monel, dan hastelloy. Dengan adanya kelembaban, senyawa ini menimbulkan korosi pada baja, termasuk baja tahan karat. Senyawa ini bereaksi dengan poliamida. Politetrafluoroetilena, poliklorotrifluoroetilena, polivinilidena fluorida, dan polipropilena menunjukkan ketahanan yang memuaskan. Gemuk yang digunakan pada peralatan harus berbasis fluorokarbon, karena boron trifluorida bereaksi dengan yang berbasis hidrokarbon.[11]
Reaksi
Tidak seperti aluminium dan galium trihalida, boron trihalida seluruhnya berupa monomerik. Mereka mengalami reaksi pertukaran halida yang cepat:
- BF3 + BCl3 → BF2Cl + BCl2F
Karena fasilitas proses pertukaran ini, campuran halida tidak dapat diperoleh dalam bentuk murni.
Boron trifluorida adalah asam Lewis serbaguna yang membentuk aduk (adduct) dengan basa Lewis seperti fluorida dan eter:
Garam tetrafluoroborat umumnya digunakan sebagai anion non-koordinasi. Aduknya dengan dietil eter, boron trifluorida dietil eterat atau hanya boron trifluorida eterat (BF3 · O(Et)2) adalah cairan yang mudah ditangani dan akibatnya banyak ditemui sebagai sumber laboratorium bagi BF3. Hal ini stabil sebagai larutan eter, tetapi tidak secara stoikiometri. Aduk umum lainnya adalah adisi dengan dimetil sulfida. (BF3 · S(Me)2), yang dapat ditangani sebagai cairan yang rapi.
Kegunaan
Kimia organik
Boron trifluorida paling penting digunakan sebagai pereaksi dalam sintesis organik, biasanya sebagai asam Lewis.[12][13] Contohnya meliputi:
- Menginisiasi reaksi polimerisasi senyawa kimia tak jenuh, seperti polieter
- Sebagai katalis dalam beberapa reaksi isomerisasi, asilasi,[14] alkilasi, esterifikasi, dehidrasi,[15] kondensasi, adisi aldol Mukaiyama, dan reaksi lainnya[16]
Kegunaan lain
Penggunaan lain yang kurang umum untuk boron trifluorida meliputi:
- Diterapkan sebagai dopan dalam implantasi ion
- Sebagai dopan semikonduktor tipe-p untuk silikon yang tumbuh secara epitaksial
- Digunakan dalam detektor neutron yang sensitif di ruang ionisasi dan perangkat untuk memantau tingkat radiasi di atmosfer Bumi
- Dalam fumigasi
- Sebagai fluks untuk solder magnesium
- Untuk mempersiapkan diborana[17]
Catatan
Pranala luar
Referensi
- ↑ Gay-Lussac, J. L. Sur l’acide fluorique. Annales de Chimie. 1809. Vol. 69. hlm. 204–220.
- ↑ Gay-Lussac, J. L. Des propriétés de l’acide fluorique et sur-tout de son action sur le métal de la potasse. Mémoires de Physique et de Chimie de la Société d’Arcueil. 1809. Vol. 2. hlm. 317–331.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Gillespie, Ronald J. Covalent and Ionic Molecules: Why Are BeF2 and AlF3 High Melting Point Solids whereas BF3 and SiF4 Are Gases?. Journal of Chemical Education. 1998. Vol. 75 (7). hlm. 923. doi:10.1021/ed075p923.
- ↑ Holleman, A. F. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Georg Brauer. Handbook of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 220 & 773. ISBN 978-0121266011.
- ↑ Chemical Properties Handbook. McGraw-Hill. 1999. hlm. 25.
- ↑ Boron trifluoride. Gas Encyclopedia. Air Liquide.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Heaney, H. Boron Trifluoride. 2001. doi:10.1002/047084289X.rb250. ISBN 0-471-93623-5.
- ↑ Rama I. Mani. Boron Trifluoride in the Synthesis of Plant Phenolics: Synthesis of Phenolic Ketones and Phenyl Stryl Ketones. Journal of Tennessee Academy of Science. 1991. Vol. 66 (1). hlm. 1–8.
- ↑ F. J. Sowa. Organic Reactions with Boron Fluoride. IX. The Alkylation of Phenol with Alcohols. Journal of the American Chemical Society. 1935. Vol. 57 (4). hlm. 709–711. doi:10.1021/ja01307a034.
- ↑ Boron Trifluoride (BF 3 ) Applications. Honeywell.
- ↑ Georg Brauer. Handbook of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 220 & 773. ISBN 978-0121266011.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29298656 (2026-05-31T17:54:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.