Keracunan timbal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28030653; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Lead_PoisoningRadio.jpg|thumb|right|280px|Lead PoisoningRadio]] | |||
'''Keracunan timbal''' adalah keracunan yang terjadi ketika [[timbal]] masuk ke dalam tubuh seseorang.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> [[Otak]] merupakan organ yang paling sensitif dengan keracunan timbal.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Gejala-gejalanya adalah sakit perut, [[sembelit]], sakit kepala, sifat mudah marah, masalah ingatan, kemandulan dan [[parestesia|perasaan geli]] di tangan dan kaki.<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/topics/lead/health.html Lead Information for Workers]. ''CDC''. 30 September 2013.</ref> Timbal juga dapat mengakibatkan [[kecacatan intelektual]].<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Beberapa efek keracunan timbal dapat bersifat permanen.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Dalam beberapa kasus keracunan timbal dapat mengakibatkan [[anemia]], kejang-kejang, koma atau bahkan kematian.<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/topics/lead/health.html Lead Information for Workers]. ''CDC''. 30 September 2013.</ref><ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> | |||
Seseorang dapat terpapar dengan timbal akibat udara, air, debu, makanan dan produk konsumen yang terkontaminasi.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Anak-anak menghadapi risiko yang lebih tinggi karena mereka lebih sering memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka, seperti mainan yang mengandung [[cat timbal]].<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Orang dewasa biasanya terpapar dengan timbal di tempat kerja yang memiliki risiko khusus.<ref>RC Gracia. ''Lead toxicity and chelation therapy''. ''American Journal of Health-System Pharmacy''. 1 January 2007. Vol. 64 (1). hlm. 45–53. doi:10.2146/ajhp060175.</ref> Diagnosis biasanya dilakukan dengan mengukur [[kadar timbal dalam darah]].<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> ''[[Centers for Disease Control]]'' di [[Amerika Serikat]] telah menetapkan batasan kadar timbal dalam darah pada angka 10 µg/dl (10 µg/100 g) dan untuk anak-anak pada angka 5 µg/dl.<ref>[https://www.cdc.gov/nceh/lead/ACCLPP/acclpp_main.htm Advisory Committee On Childhood Lead Poisoning Prevention (ACCLPP)]. CDC. May 2012.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=sb06AAAAIAAJ&pg=PA116 The Code of Federal Regulations of the United States of America]. U.S. Government Printing Office. 2005. hlm. 116.</ref> Timbal dalam jumlah yang lebih tinggi dari kadar normal juga dapat diketahui dari perubahan [[sel darah merah]] atau garis-garis padat pada tulang anak-anak dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan [[sinar X]].<ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref> | |||
Keracunan timbal dapat dicegah.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Salah satunya dengan mengeluarkan benda-benda yang mengandung timbal di rumah,<ref>H Needleman. ''Lead poisoning''. ''Annual Review of Medicine''. 2004. Vol. 55. hlm. 209–22. doi:10.1146/annurev.med.55.091902.103653.</ref> perbaikan ventilasi dan pengawasan di tempar kerja,<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/topics/lead/prevention.html Lead Information for Employers]. ''CDC''. 30 September 2013.</ref> serta kebijakan nasional yang melarang penggunaan timbal pada produk konsumen dan mengurangi kadar timbal yang diperbolehkan dalam air atau tanah. Selain itu, pemerintah dapat melakukan program pembersihan tanah yang telah kontaminasi.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref><ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref> Untuk yang sudah keracunan, penyebab keracunan tersebut dapat diberantas, dan kemudian pasien diberi obat-obat yang mengikat timbal agar timbal dapat dikeluarkan dari tubuh ([[terapi khelasi]]).<ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref> Terapi khelasi pada anak-anak sebaiknya dilakukan jika kadar timbal pada darah telah melebihi 40–45 µg/dl.<ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref><ref>[https://www.cdc.gov/nceh/lead/acclpp/blood_lead_levels.htm What Do Parents Need to Know to Protect Their Children?]. ''CDC''. 30 October 2012.</ref> Obat-obatan yang dapat digunakan adalah [[dimerkaprol]], [[edetat kalsium dinatrium]] dan [[sukimer]].<ref>RC Gracia. ''Lead toxicity and chelation therapy''. ''American Journal of Health-System Pharmacy''. 1 January 2007. Vol. 64 (1). hlm. 45–53. doi:10.2146/ajhp060175.</ref> | |||
Pada tahun 2013, timbal diyakini telah mengakibatkan kematian 853.000 orang.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Hal ini biasanya terjadi di negara-negara berkembang.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Mereka yang miskin menghadapi risiko yang lebih tinggi.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref> Keracunan timbal diyakini mencakup 0,6% [[beban penyakit]] dunia.<ref>H Needleman. ''Lead poisoning''. ''Annual Review of Medicine''. 2004. Vol. 55. hlm. 209–22. doi:10.1146/annurev.med.55.091902.103653.</ref> Manusia sendiri telah menambang timbal dan menggunakannya selama ribuan tahun.<ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref> Toksisitas timbal sudah dideskripsikan dari tahun 2000 SM,<ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref> sementara upaya untuk membatasi penggunaannya sudah dimulai pada tahun 1500-an.<ref>H Needleman. ''Lead poisoning''. ''Annual Review of Medicine''. 2004. Vol. 55. hlm. 209–22. doi:10.1146/annurev.med.55.091902.103653.</ref> Kekhawatiran akan pemaparan timbal dalam kadar yang rendah dimulai pada tahun 1970-an karena pada masa itu belum diketahui ambang batas pemaparan timbal yang aman.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs379/en/ Lead poisoning and health]. ''WHO''. September 2016.</ref><ref>H Dapul. ''Lead poisoning in children''. ''Advances in pediatrics''. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.</ref> | |||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keracunan+timbal&oldid=28030653 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28030653 (2025-10-16T18:51:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 08.59

Keracunan timbal adalah keracunan yang terjadi ketika timbal masuk ke dalam tubuh seseorang.[1] Otak merupakan organ yang paling sensitif dengan keracunan timbal.[2] Gejala-gejalanya adalah sakit perut, sembelit, sakit kepala, sifat mudah marah, masalah ingatan, kemandulan dan perasaan geli di tangan dan kaki.[3] Timbal juga dapat mengakibatkan kecacatan intelektual.[4] Beberapa efek keracunan timbal dapat bersifat permanen.[5] Dalam beberapa kasus keracunan timbal dapat mengakibatkan anemia, kejang-kejang, koma atau bahkan kematian.[6][7]
Seseorang dapat terpapar dengan timbal akibat udara, air, debu, makanan dan produk konsumen yang terkontaminasi.[8] Anak-anak menghadapi risiko yang lebih tinggi karena mereka lebih sering memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka, seperti mainan yang mengandung cat timbal.[9] Orang dewasa biasanya terpapar dengan timbal di tempat kerja yang memiliki risiko khusus.[10] Diagnosis biasanya dilakukan dengan mengukur kadar timbal dalam darah.[11] Centers for Disease Control di Amerika Serikat telah menetapkan batasan kadar timbal dalam darah pada angka 10 µg/dl (10 µg/100 g) dan untuk anak-anak pada angka 5 µg/dl.[12][13] Timbal dalam jumlah yang lebih tinggi dari kadar normal juga dapat diketahui dari perubahan sel darah merah atau garis-garis padat pada tulang anak-anak dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan sinar X.[14]
Keracunan timbal dapat dicegah.[15] Salah satunya dengan mengeluarkan benda-benda yang mengandung timbal di rumah,[16] perbaikan ventilasi dan pengawasan di tempar kerja,[17] serta kebijakan nasional yang melarang penggunaan timbal pada produk konsumen dan mengurangi kadar timbal yang diperbolehkan dalam air atau tanah. Selain itu, pemerintah dapat melakukan program pembersihan tanah yang telah kontaminasi.[18][19] Untuk yang sudah keracunan, penyebab keracunan tersebut dapat diberantas, dan kemudian pasien diberi obat-obat yang mengikat timbal agar timbal dapat dikeluarkan dari tubuh (terapi khelasi).[20] Terapi khelasi pada anak-anak sebaiknya dilakukan jika kadar timbal pada darah telah melebihi 40–45 µg/dl.[21][22] Obat-obatan yang dapat digunakan adalah dimerkaprol, edetat kalsium dinatrium dan sukimer.[23]
Pada tahun 2013, timbal diyakini telah mengakibatkan kematian 853.000 orang.[24] Hal ini biasanya terjadi di negara-negara berkembang.[25] Mereka yang miskin menghadapi risiko yang lebih tinggi.[26] Keracunan timbal diyakini mencakup 0,6% beban penyakit dunia.[27] Manusia sendiri telah menambang timbal dan menggunakannya selama ribuan tahun.[28] Toksisitas timbal sudah dideskripsikan dari tahun 2000 SM,[29] sementara upaya untuk membatasi penggunaannya sudah dimulai pada tahun 1500-an.[30] Kekhawatiran akan pemaparan timbal dalam kadar yang rendah dimulai pada tahun 1970-an karena pada masa itu belum diketahui ambang batas pemaparan timbal yang aman.[31][32]
Referensi
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead Information for Workers. CDC. 30 September 2013.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead Information for Workers. CDC. 30 September 2013.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ RC Gracia. Lead toxicity and chelation therapy. American Journal of Health-System Pharmacy. 1 January 2007. Vol. 64 (1). hlm. 45–53. doi:10.2146/ajhp060175.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Advisory Committee On Childhood Lead Poisoning Prevention (ACCLPP). CDC. May 2012.
- ↑ The Code of Federal Regulations of the United States of America. U.S. Government Printing Office. 2005. hlm. 116.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ H Needleman. Lead poisoning. Annual Review of Medicine. 2004. Vol. 55. hlm. 209–22. doi:10.1146/annurev.med.55.091902.103653.
- ↑ Lead Information for Employers. CDC. 30 September 2013.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
- ↑ What Do Parents Need to Know to Protect Their Children?. CDC. 30 October 2012.
- ↑ RC Gracia. Lead toxicity and chelation therapy. American Journal of Health-System Pharmacy. 1 January 2007. Vol. 64 (1). hlm. 45–53. doi:10.2146/ajhp060175.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ H Needleman. Lead poisoning. Annual Review of Medicine. 2004. Vol. 55. hlm. 209–22. doi:10.1146/annurev.med.55.091902.103653.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
- ↑ H Needleman. Lead poisoning. Annual Review of Medicine. 2004. Vol. 55. hlm. 209–22. doi:10.1146/annurev.med.55.091902.103653.
- ↑ Lead poisoning and health. WHO. September 2016.
- ↑ H Dapul. Lead poisoning in children. Advances in pediatrics. August 2014. Vol. 61 (1). hlm. 313–33. doi:10.1016/j.yapd.2014.04.004.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28030653 (2025-10-16T18:51:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.