Pujian: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29578824; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
Pujian diungkapkan secara lisan maupun dengan [[bahasa tubuh]] ([[ekspresi wajah]] dan [[gerakan]]). | Pujian diungkapkan secara lisan maupun dengan [[bahasa tubuh]] ([[ekspresi wajah]] dan [[gerakan]]). | ||
Pujian verbal terdiri dari evaluasi positif atas atribut atau tindakan orang lain, di mana evaluator menganggap validitas standar yang menjadi dasar evaluasi. | Pujian verbal terdiri dari evaluasi positif atas atribut atau tindakan orang lain, di mana evaluator menganggap validitas standar yang menjadi dasar evaluasi.<ref>D.E. Kanouse. ''The semantics of praise''. ''New Directions in Attribution Research''. 1981. Vol. 3. hlm. 97–115.</ref> | ||
Sebagai bentuk [[Manipulasi psikologis|manipulasi sosial]], pujian menjadi bentuk penghargaan dan memajukan [[penguatan]] perilaku melalui [[Pengondisian klasik|pengkondisian]]. | Sebagai bentuk [[Manipulasi psikologis|manipulasi sosial]], pujian menjadi bentuk penghargaan dan memajukan [[penguatan]] perilaku melalui [[Pengondisian klasik|pengkondisian]]. | ||
[[Pengaruh sosial|pengaruh]] pujian pada individu dapat bergantung pada banyak faktor, termasuk konteks, makna yang dapat disampaikan pujian, dan karakteristik serta interpretasi penerima. | [[Pengaruh sosial|pengaruh]] pujian pada individu dapat bergantung pada banyak faktor, termasuk konteks, makna yang dapat disampaikan pujian, dan karakteristik serta interpretasi penerima.<ref>Jennifer Henderlong. [https://archive.org/details/sim_psychological-bulletin_2002-09_128_5/page/774 The effects of praise on children's intrinsic motivation: A review and synthesis]. ''Psychological Bulletin''. 2002. Vol. 128 (5). hlm. 774–795. doi:10.1037/0033-2909.128.5.774.</ref> | ||
Sementara pujian mungkin berbagi beberapa hubungan prediktif (baik positif maupun negatif) dengan imbalan nyata (materi), pujian cenderung kurang menonjol dan diharapkan, menyampaikan lebih banyak informasi tentang kompetensi, dan biasanya diberikan segera setelah perilaku yang diinginkan. | Sementara pujian mungkin berbagi beberapa hubungan prediktif (baik positif maupun negatif) dengan imbalan nyata (materi), pujian cenderung kurang menonjol dan diharapkan, menyampaikan lebih banyak informasi tentang kompetensi, dan biasanya diberikan segera setelah perilaku yang diinginkan.<ref>John Carton. ''The differential effects of tangible rewards and praise on intrinsic motivation: A comparison of cognitive evaluation theory and operant theory''. ''Behavior Analyst''. 19 June 1989. Vol. 19 (2). hlm. 237–255. doi:10.1007/BF03393167.</ref> | ||
Pujian berbeda dari pengakuan atau [[umpan balik]] (bentuk pengakuan yang lebih netral) dan dari dorongan (secara tegas berorientasi pada masa depan). | Pujian berbeda dari pengakuan atau [[umpan balik]] (bentuk pengakuan yang lebih netral) dan dari dorongan (secara tegas berorientasi pada masa depan).<ref>Jennifer Henderlong. [https://archive.org/details/sim_psychological-bulletin_2002-09_128_5/page/774 The effects of praise on children's intrinsic motivation: A review and synthesis]. ''Psychological Bulletin''. 2002. Vol. 128 (5). hlm. 774–795. doi:10.1037/0033-2909.128.5.774.</ref> | ||
Pujian diberikan kepada [[hierarki sosial]], baik di dalam ingroup maupun terhadap [[Outgroup (sosiologi)|outgroup]]; itu adalah aspek penting dalam pengaturan hierarki sosial dan pemeliharaan kohesi kelompok, yang memengaruhi potensi aksi politik dan pergolakan sosial. Ketika diberikan oleh individu yang dominan, hal itu berbentuk pengakuan dan kepastian; | Pujian diberikan kepada [[hierarki sosial]], baik di dalam ingroup maupun terhadap [[Outgroup (sosiologi)|outgroup]]; itu adalah aspek penting dalam pengaturan hierarki sosial dan pemeliharaan kohesi kelompok, yang memengaruhi potensi aksi politik dan pergolakan sosial. Ketika diberikan oleh individu yang dominan, hal itu berbentuk pengakuan dan kepastian; | ||
ketika diberikan oleh seorang yang tunduk kepada individu yang dominan, itu berbentuk [[penghormatan]], [[kekaguman|kekaguman atau kegembiraan]], | ketika diberikan oleh seorang yang tunduk kepada individu yang dominan, itu berbentuk [[penghormatan]], [[kekaguman|kekaguman atau kegembiraan]],<ref>Joseph Sweetman. ''Admiration regulates social hierarchy: Antecedents, dispositions, and effects on intergroup behavior''. ''Journal of Experimental Social Psychology''. Elsevier BV. 2013. Vol. 49 (3). hlm. 534–542. doi:10.1016/j.jesp.2012.10.007.</ref> | ||
atau [[pendewaan]]. Pujian kepada [[dewa]] dapat menjadi bagian dari [[agama|keagamaan]] ritus dan praktik (lihat misalnya [[Hallel|doa pujian]] dan [[Pujian dan penyembahan (disambiguasi)|pujian dan penyembahan]]) . | atau [[pendewaan]]. Pujian kepada [[dewa]] dapat menjadi bagian dari [[agama|keagamaan]] ritus dan praktik (lihat misalnya [[Hallel|doa pujian]] dan [[Pujian dan penyembahan (disambiguasi)|pujian dan penyembahan]]) . | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pujian&oldid=29578824 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578824 (2026-08-14T21:15:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pujian&oldid=29578824 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578824 (2026-08-14T21:15:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.00
Pujian sebagai bentuk interaksi sosial mengungkapkan pengakuan, kepastian atau kekaguman. Pujian diungkapkan secara lisan maupun dengan bahasa tubuh (ekspresi wajah dan gerakan).
Pujian verbal terdiri dari evaluasi positif atas atribut atau tindakan orang lain, di mana evaluator menganggap validitas standar yang menjadi dasar evaluasi.[1]
Sebagai bentuk manipulasi sosial, pujian menjadi bentuk penghargaan dan memajukan penguatan perilaku melalui pengkondisian. pengaruh pujian pada individu dapat bergantung pada banyak faktor, termasuk konteks, makna yang dapat disampaikan pujian, dan karakteristik serta interpretasi penerima.[2] Sementara pujian mungkin berbagi beberapa hubungan prediktif (baik positif maupun negatif) dengan imbalan nyata (materi), pujian cenderung kurang menonjol dan diharapkan, menyampaikan lebih banyak informasi tentang kompetensi, dan biasanya diberikan segera setelah perilaku yang diinginkan.[3]
Pujian berbeda dari pengakuan atau umpan balik (bentuk pengakuan yang lebih netral) dan dari dorongan (secara tegas berorientasi pada masa depan).[4]
Pujian diberikan kepada hierarki sosial, baik di dalam ingroup maupun terhadap outgroup; itu adalah aspek penting dalam pengaturan hierarki sosial dan pemeliharaan kohesi kelompok, yang memengaruhi potensi aksi politik dan pergolakan sosial. Ketika diberikan oleh individu yang dominan, hal itu berbentuk pengakuan dan kepastian; ketika diberikan oleh seorang yang tunduk kepada individu yang dominan, itu berbentuk penghormatan, kekaguman atau kegembiraan,[5] atau pendewaan. Pujian kepada dewa dapat menjadi bagian dari keagamaan ritus dan praktik (lihat misalnya doa pujian dan pujian dan penyembahan) .
Referensi
- ↑ D.E. Kanouse. The semantics of praise. New Directions in Attribution Research. 1981. Vol. 3. hlm. 97–115.
- ↑ Jennifer Henderlong. The effects of praise on children's intrinsic motivation: A review and synthesis. Psychological Bulletin. 2002. Vol. 128 (5). hlm. 774–795. doi:10.1037/0033-2909.128.5.774.
- ↑ John Carton. The differential effects of tangible rewards and praise on intrinsic motivation: A comparison of cognitive evaluation theory and operant theory. Behavior Analyst. 19 June 1989. Vol. 19 (2). hlm. 237–255. doi:10.1007/BF03393167.
- ↑ Jennifer Henderlong. The effects of praise on children's intrinsic motivation: A review and synthesis. Psychological Bulletin. 2002. Vol. 128 (5). hlm. 774–795. doi:10.1037/0033-2909.128.5.774.
- ↑ Joseph Sweetman. Admiration regulates social hierarchy: Antecedents, dispositions, and effects on intergroup behavior. Journal of Experimental Social Psychology. Elsevier BV. 2013. Vol. 49 (3). hlm. 534–542. doi:10.1016/j.jesp.2012.10.007.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29578824 (2026-08-14T21:15:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.