Air radiator: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23664534; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
== Pengisian == | == Pengisian == | ||
Pengisian air radiator ke dalam tangki dilakukan ketika [[alat ukur]]<nowiki/>nya telah menunjukkan batas minimal pengisian. Tanda pengisian adalah pada tangki cadangan. | Pengisian air radiator ke dalam tangki dilakukan ketika [[alat ukur]]<nowiki/>nya telah menunjukkan batas minimal pengisian. Tanda pengisian adalah pada tangki cadangan.<ref>Hakim1, A. R., Wibowo, W., dan Astriawati, N. [https://ejurnal.plm.ac.id/index.php/Teknovasi/article/download/443/pdf Sistem Pendingin Mesin Diesel pada Whell Loader Komatsu WA120-3CS]. ''Jurnal Teknovasi''. 2020. Vol. 7 (2). hlm. 81.</ref> | ||
== Pengaturan kondisi == | == Pengaturan kondisi == | ||
Air radiator memiliki suhu yang semakin [[dingin]] bila jumlah bilah [[kipas angin]] bertambah. Ini karena aliran udara di sekitarnya menjadi lebih dingin. Kondisi air radiator yang dingin membuat [[mesin]] kendaraan dapat bekerja menjadi lebih optimal. Pada kondisi dingin, air radiator juga dapat mengurangi pemakaian bahan bakar. | Air radiator memiliki suhu yang semakin [[dingin]] bila jumlah bilah [[kipas angin]] bertambah. Ini karena aliran udara di sekitarnya menjadi lebih dingin. Kondisi air radiator yang dingin membuat [[mesin]] kendaraan dapat bekerja menjadi lebih optimal. Pada kondisi dingin, air radiator juga dapat mengurangi pemakaian bahan bakar.<ref>Jatmikoa, S., Ranto, dan Karno. [https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/680/599 Pengaruh Variasi Jumlah Bilah Kipas Pendingin Dan Jarak Pemasangan Radiator Terhadap Temperatur Air Radiator Pada Mesin Suzuki Katana]. ''Seminar Nasional Pascasarjana 2020''. 2020. hlm. 872-873.</ref> | ||
== Kinerja == | == Kinerja == | ||
Air radiator yang dicampur dengan cairan pendingin dengan komposisi 80%:20% akan menghasilkan pembuangan [[panas]] rata-rata sebesar 8,03784 watt. Sedangkan pembuangan panas pada radiator yang sepenuhnya menggunakan air sebagai [[fluida kerja]]<nowiki/>nya rata-rata adalah 6,83426 watt. Kedua nilai ini diperoleh pada kondisi mesin berkecepatan putaran 2000 rpm. | Air radiator yang dicampur dengan cairan pendingin dengan komposisi 80%:20% akan menghasilkan pembuangan [[panas]] rata-rata sebesar 8,03784 watt. Sedangkan pembuangan panas pada radiator yang sepenuhnya menggunakan air sebagai [[fluida kerja]]<nowiki/>nya rata-rata adalah 6,83426 watt. Kedua nilai ini diperoleh pada kondisi mesin berkecepatan putaran 2000 rpm.<ref>Hadi B., dan Muttaqin, A. Z. [https://jurnal.unej.ac.id/index.php/RTR/article/view/1602/1317 Efektivitas Variasi Campuran Radiator Coolant dengan Air Terhadap Laju Pembuangan Panas]. ''Jurnal Rotor''. 2014. Vol. 7 (1). hlm. 1.</ref> | ||
== Pengurasan == | == Pengurasan == | ||
Pengurasan air radiator merupakan langkah pertama dalam perawatan mesin [[alat berat]]. Air radiator dikuras dengan car membuka tutup dan keran pembuangan air radiator. Air radiator dapat keluar dengan cepat dengan cara membuka saluran karet yang berada di bagian bawah radiator. Pengurasan air radiator dilakukan hingga semua kotoran dan kerak telah dikeluarkan. | Pengurasan air radiator merupakan langkah pertama dalam perawatan mesin [[alat berat]]. Air radiator dikuras dengan car membuka tutup dan keran pembuangan air radiator. Air radiator dapat keluar dengan cepat dengan cara membuka saluran karet yang berada di bagian bawah radiator. Pengurasan air radiator dilakukan hingga semua kotoran dan kerak telah dikeluarkan.<ref>Hakim1, A. R., Wibowo, W., dan Astriawati, N. [https://ejurnal.plm.ac.id/index.php/Teknovasi/article/download/443/pdf Sistem Pendingin Mesin Diesel pada Whell Loader Komatsu WA120-3CS]. ''Jurnal Teknovasi''. 2020. Vol. 7 (2). hlm. 81.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+radiator&oldid=23664534 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23664534 (2023-06-12T03:48:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+radiator&oldid=23664534 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23664534 (2023-06-12T03:48:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.02
Air Radiator adalah sebuah cairan khusus yang dibuat dengan bahan tertentu yang berfungsi sebagai pendingin suhu mesin agar tidak terjadi overheating. Biasanya air radiator merupakan cairan dengan karakteristik yang bukan merupakan cairan kental dan dapat menyerap panas dalam waktu yang singkat. Pada kendaraan roda dua maupun roda empat, umumnya menggunakan air radiator pabrikan yang dijual bebas di pasaran.
Pengisian
Pengisian air radiator ke dalam tangki dilakukan ketika alat ukurnya telah menunjukkan batas minimal pengisian. Tanda pengisian adalah pada tangki cadangan.[1]
Pengaturan kondisi
Air radiator memiliki suhu yang semakin dingin bila jumlah bilah kipas angin bertambah. Ini karena aliran udara di sekitarnya menjadi lebih dingin. Kondisi air radiator yang dingin membuat mesin kendaraan dapat bekerja menjadi lebih optimal. Pada kondisi dingin, air radiator juga dapat mengurangi pemakaian bahan bakar.[2]
Kinerja
Air radiator yang dicampur dengan cairan pendingin dengan komposisi 80%:20% akan menghasilkan pembuangan panas rata-rata sebesar 8,03784 watt. Sedangkan pembuangan panas pada radiator yang sepenuhnya menggunakan air sebagai fluida kerjanya rata-rata adalah 6,83426 watt. Kedua nilai ini diperoleh pada kondisi mesin berkecepatan putaran 2000 rpm.[3]
Pengurasan
Pengurasan air radiator merupakan langkah pertama dalam perawatan mesin alat berat. Air radiator dikuras dengan car membuka tutup dan keran pembuangan air radiator. Air radiator dapat keluar dengan cepat dengan cara membuka saluran karet yang berada di bagian bawah radiator. Pengurasan air radiator dilakukan hingga semua kotoran dan kerak telah dikeluarkan.[4]
Referensi
- ↑ Hakim1, A. R., Wibowo, W., dan Astriawati, N. Sistem Pendingin Mesin Diesel pada Whell Loader Komatsu WA120-3CS. Jurnal Teknovasi. 2020. Vol. 7 (2). hlm. 81.
- ↑ Jatmikoa, S., Ranto, dan Karno. Pengaruh Variasi Jumlah Bilah Kipas Pendingin Dan Jarak Pemasangan Radiator Terhadap Temperatur Air Radiator Pada Mesin Suzuki Katana. Seminar Nasional Pascasarjana 2020. 2020. hlm. 872-873.
- ↑ Hadi B., dan Muttaqin, A. Z. Efektivitas Variasi Campuran Radiator Coolant dengan Air Terhadap Laju Pembuangan Panas. Jurnal Rotor. 2014. Vol. 7 (1). hlm. 1.
- ↑ Hakim1, A. R., Wibowo, W., dan Astriawati, N. Sistem Pendingin Mesin Diesel pada Whell Loader Komatsu WA120-3CS. Jurnal Teknovasi. 2020. Vol. 7 (2). hlm. 81.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23664534 (2023-06-12T03:48:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.