Skema stok penyangga: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29583727; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Skema stok penyangga''' (biasanya diterapkan sebagai penyimpanan intervensi, "lumbung yang selalu normal") adalah skema stabilisasi harga di mana komoditas surplus dibeli dan disimpan untuk dijual nanti saat terjadi kekurangan, biasanya untuk pasar komoditas individu atau seluruh perekonomian. | '''Skema stok penyangga''' (biasanya diterapkan sebagai penyimpanan intervensi, "lumbung yang selalu normal") adalah skema stabilisasi harga di mana komoditas surplus dibeli dan disimpan untuk dijual nanti saat terjadi kekurangan, biasanya untuk pasar komoditas individu atau seluruh perekonomian.<ref>Daniel T. Morrow. [https://books.google.com/books?id=czEts2pPxq4C The economics of the international stockholding of wheat]. International Food Policy Research Institute. 1980. ISBN 978-0-89629-019-8.</ref> | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Banyak skema pertanian telah dilaksanakan selama bertahun-tahun, meskipun banyak yang gagal. Skema [[karet alami]] dan [[kayu balok]] juga telah dibuat untuk menjamin harga bagi para produsen. | Banyak skema pertanian telah dilaksanakan selama bertahun-tahun, meskipun banyak yang gagal. Skema [[karet alami]] dan [[kayu balok]] juga telah dibuat untuk menjamin harga bagi para produsen. | ||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
Bentuk stok penyangga "lumbung yang selalu normal" telah ditetapkan di [[Timur Tengah]] | Bentuk stok penyangga "lumbung yang selalu normal" telah ditetapkan di [[Timur Tengah]] | ||
Berdasarkan pendahulu dan konsep yang lebih sederhana, lumbung yang selalu normal pertama dibangun pada tahun 54 SM. Namanya adalah "Chang-ping can", dan terjemahannya memberikan nama dalam [[bahasa Inggris]]. Sistem ini dipromosikan oleh [[Wang Anshi]] selama periode [[Dinasti Song]] Utara dan setelahnya. Contoh lain lumbung yang selalu normal adalah selama [[dinasti Sui]] di Tiongkok (abad ketujuh M). Sistem ini digunakan pada [[dinasti Han]], Jin, Sui, dan Tang. Ketika sistem tersebut runtuh selama Pemberontakan [[An Lushan]], kelaparan besar-besaran dan kanibalisme pun terjadi. Meskipun bukan yang pertama menerapkan konsep ini, tidak ada tempat lain di dunia yang menerapkan sistem seperti itu dalam skala besar dan rentang waktu yang begitu lama. Pada masa [[Dinasti Qing]] (1644-1911), pemerintah menetapkan sistem lumbung negara di seluruh negeri, yang melibatkan total 2,2-3,3 juta ton biji-bijian, menjadikannya sistem terbesar di dunia. Lebih dari 100 juta jiwa diselamatkan oleh skema distribusi biji-bijian. Pada [[Pemberontakan Taiping]] tahun 1850-an, sistem lumbung hancur dan tidak pernah dipulihkan sepenuhnya. | Berdasarkan pendahulu dan konsep yang lebih sederhana, lumbung yang selalu normal pertama dibangun pada tahun 54 SM. Namanya adalah "Chang-ping can", dan terjemahannya memberikan nama dalam [[bahasa Inggris]]. Sistem ini dipromosikan oleh [[Wang Anshi]] selama periode [[Dinasti Song]] Utara dan setelahnya.<ref>Derk Bodde, "Henry A. Wallace and the Ever-Normal Granary," The Far Eastern Quarterly 5.4(Aug 1946): 411-426</ref> Contoh lain lumbung yang selalu normal adalah selama [[dinasti Sui]] di Tiongkok (abad ketujuh M).<ref>[http://www.bufferstock.org/introd.htm Introduction to Commodity Buffer Stocks]</ref> Sistem ini digunakan pada [[dinasti Han]], Jin, Sui, dan Tang. Ketika sistem tersebut runtuh selama Pemberontakan [[An Lushan]], kelaparan besar-besaran dan kanibalisme pun terjadi. Meskipun bukan yang pertama menerapkan konsep ini, tidak ada tempat lain di dunia yang menerapkan sistem seperti itu dalam skala besar dan rentang waktu yang begitu lama.<ref>Joseph Needham. ''Science and Civilisation in China: Spagyrical discovery and invention : magisteries of gold and immortality''. Cambridge University Press. 1974. hlm. 417–420. ISBN 0521085713.</ref> Pada masa [[Dinasti Qing]] (1644-1911), pemerintah menetapkan sistem lumbung negara di seluruh negeri, yang melibatkan total 2,2-3,3 juta ton biji-bijian, menjadikannya sistem terbesar di dunia. Lebih dari 100 juta jiwa diselamatkan oleh skema distribusi biji-bijian. Pada [[Pemberontakan Taiping]] tahun 1850-an, sistem lumbung hancur dan tidak pernah dipulihkan sepenuhnya.<ref>Michael Dillon. ''Encyclopedia of Chinese History''. Taylor & Francis. 2016. hlm. 242. ISBN 978-1317817161.</ref> | ||
Penyimpanan produk pertanian untuk stabilisasi harga telah digunakan di zaman modern di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Istilah "lumbung normal abadi" diadopsi dari disertasi [[Universitas Columbia]] tentang praktik ekonomi Konfusianisme yang dibacakan oleh calon [[Menteri Pertanian Amerika Serikat]], [[Henry A. Wallace]] sekitar tahun 1926, sebelum ia menjabat. Wallace membawa istilah tersebut ke arus utama pemikiran agropolitik Amerika setelah [[kekeringan]] tahun 1934. Salah satu contoh gagasan ini disajikan oleh [[Benjamin Graham]] dalam bukunya, ''Storage and Stability'', yang ditulis pada tahun 1937 selama [[Depresi Besar]]. Graham menyarankan bahwa seperti halnya tahun-tahun dengan hasil pertanian yang tinggi, tahun-tahun kelebihan produksi komoditas secara umum dapat dinetralkan dengan menyimpan komoditas hingga periode kekurangan produksi. Gagasan tersebut muncul sebagai respons terhadap kelebihan produksi barang selama depresi, serta keinginan untuk mempertahankan pekerjaan dan menstabilkan harga. | Penyimpanan produk pertanian untuk stabilisasi harga telah digunakan di zaman modern di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Istilah "lumbung normal abadi" diadopsi dari disertasi [[Universitas Columbia]] tentang praktik ekonomi Konfusianisme yang dibacakan oleh calon [[Menteri Pertanian Amerika Serikat]], [[Henry A. Wallace]] sekitar tahun 1926, sebelum ia menjabat.<ref>Derk Bodde, "Henry A. Wallace and the Ever-Normal Granary," The Far Eastern Quarterly 5.4(Aug 1946): 411-426</ref> Wallace membawa istilah tersebut ke arus utama pemikiran agropolitik Amerika setelah [[kekeringan]] tahun 1934.<ref>Joseph S. Davies. ''The Economics of the Ever-Normal Granary''. ''Journal of Farm Economics''. February 1938. Vol. 20. hlm. 8–21. doi:10.2307/1231507.</ref> Salah satu contoh gagasan ini disajikan oleh [[Benjamin Graham]] dalam bukunya, ''Storage and Stability'', yang ditulis pada tahun 1937 selama [[Depresi Besar]]. Graham menyarankan bahwa seperti halnya tahun-tahun dengan hasil pertanian yang tinggi, tahun-tahun kelebihan produksi komoditas secara umum dapat dinetralkan dengan menyimpan komoditas hingga periode kekurangan produksi. Gagasan tersebut muncul sebagai respons terhadap kelebihan produksi barang selama depresi, serta keinginan untuk mempertahankan pekerjaan dan menstabilkan harga.<ref>[http://www.bufferstock.org/introd.htm Introduction to Commodity Buffer Stocks]</ref> | ||
===Penyimpanan intervensi Uni Eropa=== | ===Penyimpanan intervensi Uni Eropa=== | ||
| Baris 23: | Baris 23: | ||
===Skema dua harga=== | ===Skema dua harga=== | ||
Sebagian besar skema stok penyangga bekerja dengan garis kasar yang sama: pertama, dua harga ditentukan, harga dasar dan harga tertinggi (harga minimum dan maksimum). Ketika harga turun mendekati harga dasar (misalnya setelah urat perak baru yang kaya ditemukan), operator skema (biasanya pemerintah) akan mulai membeli stok tersebut, memastikan bahwa harga tidak turun lebih jauh. Demikian pula, ketika harga naik mendekati harga tertinggi, operator menekan harga dengan menjual kepemilikannya. Sementara itu, operator harus menyimpan komoditas tersebut atau menyingkirkannya dari pasar (misalnya dengan menghancurkannya). | Sebagian besar skema stok penyangga bekerja dengan garis kasar yang sama: pertama, dua harga ditentukan, harga dasar dan harga tertinggi (harga minimum dan maksimum). Ketika harga turun mendekati harga dasar (misalnya setelah urat perak baru yang kaya ditemukan), operator skema (biasanya pemerintah) akan mulai membeli stok tersebut, memastikan bahwa harga tidak turun lebih jauh. Demikian pula, ketika harga naik mendekati harga tertinggi, operator menekan harga dengan menjual kepemilikannya. Sementara itu, operator harus menyimpan komoditas tersebut atau menyingkirkannya dari pasar (misalnya dengan menghancurkannya). | ||
Jika sekeranjang komoditas disimpan, stabilisasi harga komoditas tersebut pada gilirannya dapat menstabilkan tingkat harga keseluruhan, dan mencegah inflasi. Skenario ini diilustrasikan di sebelah kanan. Mengambil contoh pasar gandum, di sini pada tahun-tahun dengan panen normal (S1), harga berada dalam kisaran yang diizinkan dan operator tidak perlu bertindak. | Jika sekeranjang komoditas disimpan, stabilisasi harga komoditas tersebut pada gilirannya dapat menstabilkan tingkat harga keseluruhan, dan mencegah inflasi. Skenario ini diilustrasikan di sebelah kanan. Mengambil contoh pasar gandum, di sini pada tahun-tahun dengan panen normal (S1), harga berada dalam kisaran yang diizinkan dan operator tidak perlu bertindak. | ||
Stabilitas harga kemudian mengarah pada kesejahteraan bersama yang lebih besar (jumlah surplus konsumen dan produsen.) | Stabilitas harga kemudian mengarah pada kesejahteraan bersama yang lebih besar (jumlah surplus konsumen dan produsen.<ref>R. Edwards. [https://archive.org/details/sim_quarterly-journal-of-economics_1980-02_94_1/page/151 The Determination of Optimum Buffer Stock Intervention Rules]. ''The Quarterly Journal of Economics''. February 1980. Vol. 94. hlm. 151–166. doi:10.2307/1884609.</ref>) | ||
===Skema harga tunggal=== | ===Skema harga tunggal=== | ||
Seperti yang diilustrasikan, istilah "skema stok penyangga" juga dapat merujuk pada skema di mana harga dasar dan harga tertinggi sama, dengan kata lain intervensi di pasar untuk memastikan harga tetap. Agar penyimpanan tersebut efektif, angka untuk "pasokan rata-rata" harus disesuaikan secara berkala untuk mengikuti tren umum menuju peningkatan hasil panen. Artinya, itu harus benar-benar merupakan rata-rata hasil panen yang mungkin pada titik waktu tertentu. | Seperti yang diilustrasikan, istilah "skema stok penyangga" juga dapat merujuk pada skema di mana harga dasar dan harga tertinggi sama, dengan kata lain intervensi di pasar untuk memastikan harga tetap. Agar penyimpanan tersebut efektif, angka untuk "pasokan rata-rata" harus disesuaikan secara berkala untuk mengikuti tren umum menuju peningkatan hasil panen. Artinya, itu harus benar-benar merupakan rata-rata hasil panen yang mungkin pada titik waktu tertentu. | ||
| Baris 39: | Baris 37: | ||
Tindakan utama stok penyangga, yaitu menciptakan stabilitas harga, sering kali dikombinasikan dengan mekanisme lain untuk memenuhi tujuan lain seperti promosi industri dalam negeri. Hal itu dicapai dengan menetapkan harga minimum untuk produk tertentu di atas harga ekuilibrium, titik di mana kurva penawaran dan permintaan bersilangan, yang menjamin harga minimum bagi produsen, yang mendorong mereka untuk memproduksi lebih banyak, sehingga menciptakan surplus yang siap digunakan sebagai stok penyangga. Stabilitas harga itu sendiri juga dapat menggoda perusahaan untuk masuk ke pasar, yang selanjutnya meningkatkan pasokan. | Tindakan utama stok penyangga, yaitu menciptakan stabilitas harga, sering kali dikombinasikan dengan mekanisme lain untuk memenuhi tujuan lain seperti promosi industri dalam negeri. Hal itu dicapai dengan menetapkan harga minimum untuk produk tertentu di atas harga ekuilibrium, titik di mana kurva penawaran dan permintaan bersilangan, yang menjamin harga minimum bagi produsen, yang mendorong mereka untuk memproduksi lebih banyak, sehingga menciptakan surplus yang siap digunakan sebagai stok penyangga. Stabilitas harga itu sendiri juga dapat menggoda perusahaan untuk masuk ke pasar, yang selanjutnya meningkatkan pasokan. | ||
Keuntungan utamanya, jika dibandingkan dengan bentuk intervensi pemerintah lainnya di pasar, adalah bahwa skema tersebut merupakan mekanisme yang mencapai tujuannya "dengan cepat dan langsung". | Keuntungan utamanya, jika dibandingkan dengan bentuk intervensi pemerintah lainnya di pasar, adalah bahwa skema tersebut merupakan mekanisme yang mencapai tujuannya "dengan cepat dan langsung".<ref>Barry Bosworth. [https://archive.org/details/commoditypricesn0000bosw Commodity prices and the new inflation]. Brookings Institution Press. 1982. hlm. [https://archive.org/details/commoditypricesn0000bosw/page/152 152]–155. ISBN 978-0-8157-1033-2.</ref> | ||
==Stok penyangga tenaga kerja== | ==Stok penyangga tenaga kerja== | ||
Beberapa ekonom, terutama dari aliran Teori Moneter Modern, mendukung terciptanya stok penyangga tenaga kerja tidak terampil dalam bentuk jaminan pekerjaan yang didanai pemerintah. Setiap individu yang siap, bersedia, dan mampu bekerja akan dipekerjakan dengan upah nominal yang ditetapkan. Dengan mempekerjakan dan menstabilkan harga tenaga kerja tidak terampil, jaminan pekerjaan diklaim dapat memberikan stabilitas harga pada perekonomian secara keseluruhan, menurunkan tingkat pengangguran hingga nol secara permanen, dan menciptakan upah minimum yang efektif. | Beberapa ekonom, terutama dari aliran Teori Moneter Modern, mendukung terciptanya stok penyangga tenaga kerja tidak terampil dalam bentuk jaminan pekerjaan yang didanai pemerintah. Setiap individu yang siap, bersedia, dan mampu bekerja akan dipekerjakan dengan upah nominal yang ditetapkan. Dengan mempekerjakan dan menstabilkan harga tenaga kerja tidak terampil, jaminan pekerjaan diklaim dapat memberikan stabilitas harga pada perekonomian secara keseluruhan, menurunkan tingkat pengangguran hingga nol secara permanen, dan menciptakan upah minimum yang efektif.<ref>[http://bilbo.economicoutlook.net/blog/?p=23719 What is a Job Guarantee?]. 2013-05-05.</ref> | ||
= | |||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skema+stok+penyangga&oldid=29583727 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583727 (2026-08-15T15:47:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skema+stok+penyangga&oldid=29583727 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583727 (2026-08-15T15:47:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 28 Agustus 2026 09.07
Skema stok penyangga (biasanya diterapkan sebagai penyimpanan intervensi, "lumbung yang selalu normal") adalah skema stabilisasi harga di mana komoditas surplus dibeli dan disimpan untuk dijual nanti saat terjadi kekurangan, biasanya untuk pasar komoditas individu atau seluruh perekonomian.[1]
Sejarah
Banyak skema pertanian telah dilaksanakan selama bertahun-tahun, meskipun banyak yang gagal. Skema karet alami dan kayu balok juga telah dibuat untuk menjamin harga bagi para produsen.
Lumbung yang selalu normal
Bentuk stok penyangga "lumbung yang selalu normal" telah ditetapkan di Timur Tengah
Berdasarkan pendahulu dan konsep yang lebih sederhana, lumbung yang selalu normal pertama dibangun pada tahun 54 SM. Namanya adalah "Chang-ping can", dan terjemahannya memberikan nama dalam bahasa Inggris. Sistem ini dipromosikan oleh Wang Anshi selama periode Dinasti Song Utara dan setelahnya.[2] Contoh lain lumbung yang selalu normal adalah selama dinasti Sui di Tiongkok (abad ketujuh M).[3] Sistem ini digunakan pada dinasti Han, Jin, Sui, dan Tang. Ketika sistem tersebut runtuh selama Pemberontakan An Lushan, kelaparan besar-besaran dan kanibalisme pun terjadi. Meskipun bukan yang pertama menerapkan konsep ini, tidak ada tempat lain di dunia yang menerapkan sistem seperti itu dalam skala besar dan rentang waktu yang begitu lama.[4] Pada masa Dinasti Qing (1644-1911), pemerintah menetapkan sistem lumbung negara di seluruh negeri, yang melibatkan total 2,2-3,3 juta ton biji-bijian, menjadikannya sistem terbesar di dunia. Lebih dari 100 juta jiwa diselamatkan oleh skema distribusi biji-bijian. Pada Pemberontakan Taiping tahun 1850-an, sistem lumbung hancur dan tidak pernah dipulihkan sepenuhnya.[5]
Penyimpanan produk pertanian untuk stabilisasi harga telah digunakan di zaman modern di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Istilah "lumbung normal abadi" diadopsi dari disertasi Universitas Columbia tentang praktik ekonomi Konfusianisme yang dibacakan oleh calon Menteri Pertanian Amerika Serikat, Henry A. Wallace sekitar tahun 1926, sebelum ia menjabat.[6] Wallace membawa istilah tersebut ke arus utama pemikiran agropolitik Amerika setelah kekeringan tahun 1934.[7] Salah satu contoh gagasan ini disajikan oleh Benjamin Graham dalam bukunya, Storage and Stability, yang ditulis pada tahun 1937 selama Depresi Besar. Graham menyarankan bahwa seperti halnya tahun-tahun dengan hasil pertanian yang tinggi, tahun-tahun kelebihan produksi komoditas secara umum dapat dinetralkan dengan menyimpan komoditas hingga periode kekurangan produksi. Gagasan tersebut muncul sebagai respons terhadap kelebihan produksi barang selama depresi, serta keinginan untuk mempertahankan pekerjaan dan menstabilkan harga.[8]
Penyimpanan intervensi Uni Eropa
Pembentukan Kebijakan Pertanian Bersama UE merupakan pemicu pembentukan penyimpanan intervensi skala besar di Eropa modern. Dalam upaya untuk menstabilkan pasar, dan menetapkan harga di seluruh negara anggota Uni Eropa, Kebijakan Pertanian Bersama memungkinkan negara-negara untuk menempatkan cadangan hasil bumi yang besar ke dalam penyimpanan intervensi dalam upaya untuk meratakan kurva penawaran dan permintaan alami.
Selama tahun 1980-an, khususnya di Britania, masyarakat pertanian menerima insentif moneter yang besar untuk mengurangi produksi tanaman tertentu. Penetapan kuota susu merupakan salah satu mekanisme yang digunakan untuk menegakkan batasan produksi pada petani. Musim panas yang sangat baik selama periode 1985–86 menyaksikan banyaknya hasil bumi yang masuk ke pasar dan toko-toko intervensi pertama.
Salah satu toko tersebut yang dikelola oleh High Post Grain Silos menyewa 18 hanggar pesawat yang tidak terpakai di bekas lapangan terbang Bitteswell dan mengisinya dengan lebih dari 250.000 ton gandum pakan ternak. Solusi penyimpanannya sederhana, gandum dikirim ke hanggar langsung dari peternakan setelah terlebih dahulu melewati kriteria pengujian. Gandum yang disimpan didinginkan dengan memaksa udara masuk melalui tumpukan gandum, suatu proses yang mengawetkan gandum untuk sementara.
Beberapa penyimpanan intervensi masih dilakukan di UE, meskipun tidak dalam skala tahun 1980-an.
Contoh
Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat menyimpan 727 juta barel minyak mentah, yang dijual atau dipinjamkan selama kekurangan.
Skema dua harga
Sebagian besar skema stok penyangga bekerja dengan garis kasar yang sama: pertama, dua harga ditentukan, harga dasar dan harga tertinggi (harga minimum dan maksimum). Ketika harga turun mendekati harga dasar (misalnya setelah urat perak baru yang kaya ditemukan), operator skema (biasanya pemerintah) akan mulai membeli stok tersebut, memastikan bahwa harga tidak turun lebih jauh. Demikian pula, ketika harga naik mendekati harga tertinggi, operator menekan harga dengan menjual kepemilikannya. Sementara itu, operator harus menyimpan komoditas tersebut atau menyingkirkannya dari pasar (misalnya dengan menghancurkannya).
Jika sekeranjang komoditas disimpan, stabilisasi harga komoditas tersebut pada gilirannya dapat menstabilkan tingkat harga keseluruhan, dan mencegah inflasi. Skenario ini diilustrasikan di sebelah kanan. Mengambil contoh pasar gandum, di sini pada tahun-tahun dengan panen normal (S1), harga berada dalam kisaran yang diizinkan dan operator tidak perlu bertindak.
Stabilitas harga kemudian mengarah pada kesejahteraan bersama yang lebih besar (jumlah surplus konsumen dan produsen.[9])
Skema harga tunggal
Seperti yang diilustrasikan, istilah "skema stok penyangga" juga dapat merujuk pada skema di mana harga dasar dan harga tertinggi sama, dengan kata lain intervensi di pasar untuk memastikan harga tetap. Agar penyimpanan tersebut efektif, angka untuk "pasokan rata-rata" harus disesuaikan secara berkala untuk mengikuti tren umum menuju peningkatan hasil panen. Artinya, itu harus benar-benar merupakan rata-rata hasil panen yang mungkin pada titik waktu tertentu.
Diagram menunjukkan penawaran dan permintaan untuk pasar gandum. S3 dan S2 menunjukkan penawaran gandum pada tahun-tahun panen tinggi dan panen rendah, dan S1 menunjukkan penawaran rata-rata. Pemerintah membeli gandum selama tahun-tahun panen tinggi dan menjual gandum selama tahun-tahun panen rendah. Dengan demikian, harga distabilkan ke P3, daripada berfluktuasi antara P1 dan P2, seperti yang terjadi sebelumnya.
Efek samping
Tindakan utama stok penyangga, yaitu menciptakan stabilitas harga, sering kali dikombinasikan dengan mekanisme lain untuk memenuhi tujuan lain seperti promosi industri dalam negeri. Hal itu dicapai dengan menetapkan harga minimum untuk produk tertentu di atas harga ekuilibrium, titik di mana kurva penawaran dan permintaan bersilangan, yang menjamin harga minimum bagi produsen, yang mendorong mereka untuk memproduksi lebih banyak, sehingga menciptakan surplus yang siap digunakan sebagai stok penyangga. Stabilitas harga itu sendiri juga dapat menggoda perusahaan untuk masuk ke pasar, yang selanjutnya meningkatkan pasokan.
Keuntungan utamanya, jika dibandingkan dengan bentuk intervensi pemerintah lainnya di pasar, adalah bahwa skema tersebut merupakan mekanisme yang mencapai tujuannya "dengan cepat dan langsung".[10]
Stok penyangga tenaga kerja
Beberapa ekonom, terutama dari aliran Teori Moneter Modern, mendukung terciptanya stok penyangga tenaga kerja tidak terampil dalam bentuk jaminan pekerjaan yang didanai pemerintah. Setiap individu yang siap, bersedia, dan mampu bekerja akan dipekerjakan dengan upah nominal yang ditetapkan. Dengan mempekerjakan dan menstabilkan harga tenaga kerja tidak terampil, jaminan pekerjaan diklaim dapat memberikan stabilitas harga pada perekonomian secara keseluruhan, menurunkan tingkat pengangguran hingga nol secara permanen, dan menciptakan upah minimum yang efektif.[11]
Referensi
- ↑ Daniel T. Morrow. The economics of the international stockholding of wheat. International Food Policy Research Institute. 1980. ISBN 978-0-89629-019-8.
- ↑ Derk Bodde, "Henry A. Wallace and the Ever-Normal Granary," The Far Eastern Quarterly 5.4(Aug 1946): 411-426
- ↑ Introduction to Commodity Buffer Stocks
- ↑ Joseph Needham. Science and Civilisation in China: Spagyrical discovery and invention : magisteries of gold and immortality. Cambridge University Press. 1974. hlm. 417–420. ISBN 0521085713.
- ↑ Michael Dillon. Encyclopedia of Chinese History. Taylor & Francis. 2016. hlm. 242. ISBN 978-1317817161.
- ↑ Derk Bodde, "Henry A. Wallace and the Ever-Normal Granary," The Far Eastern Quarterly 5.4(Aug 1946): 411-426
- ↑ Joseph S. Davies. The Economics of the Ever-Normal Granary. Journal of Farm Economics. February 1938. Vol. 20. hlm. 8–21. doi:10.2307/1231507.
- ↑ Introduction to Commodity Buffer Stocks
- ↑ R. Edwards. The Determination of Optimum Buffer Stock Intervention Rules. The Quarterly Journal of Economics. February 1980. Vol. 94. hlm. 151–166. doi:10.2307/1884609.
- ↑ Barry Bosworth. Commodity prices and the new inflation. Brookings Institution Press. 1982. hlm. 152–155. ISBN 978-0-8157-1033-2.
- ↑ What is a Job Guarantee?. 2013-05-05.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29583727 (2026-08-15T15:47:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.