Lompat ke isi

Cap Go Meh: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28902889; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Cap Go Meh''' (), juga disebut sebagai '''Festival Lampion''' (), adalah akhir dari rangkaian perayaan [[Tahun Baru Imlek|tahun baru Imlek]] yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama [[penanggalan Tionghoa]] saat [[bulan purnama]]. Perayaannya diawali dengan berdoa di [[kelenteng]], kemudian dilanjutkan dengan iringan [[kenong]] dan simbal serta pertunjukan [[barongsai]] dan pertunjukan tradisional Tionghoa.
[[File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Optocht_tijdens_het_Tjap_Go_Meh_feest_TMnr_3728-838.jpg|thumb|right|280px|COLLECTIE TROPENMUSEUM Optocht tijdens het Tjap Go Meh feest TMnr 3728-838]]
 
'''Cap Go Meh''' (), juga disebut sebagai '''Festival Lampion''' (), adalah akhir dari rangkaian perayaan [[Tahun Baru Imlek|tahun baru Imlek]] yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama [[penanggalan Tionghoa]] saat [[bulan purnama]].<ref>Tambunan, J.Br., Hutauruk, S., dan Pardede, Z.H.S. [https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/pantun/article/download/757/458 Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek]. ''Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya''. Desember 2017. Vol. 2 (2). hlm. 113.</ref> Perayaannya diawali dengan berdoa di [[kelenteng]], kemudian dilanjutkan dengan iringan [[kenong]] dan simbal serta pertunjukan [[barongsai]] dan pertunjukan tradisional Tionghoa.<ref>Syam, N.K., Khuzai, R., dan Maftuh. [http://proceeding.unisba.ac.id/index.php/sosial/article/download/117/pdf “Imlek” sebagai Pranata Sosial bagi Kerukunan Intra dan Antaretnik Tionghoa di Kabupaten Garut]. ''Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora''. 2012. Vol. 3 (1). hlm. 295.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Perayaan ''Cap Go Meh'' telah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi pada masa [[Dinasti Han]] di Tiongkok, terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok. Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya pada malam tanggal ke-15 bulan pertama penanggalan Tionghoa. Para petani memasang [[lampion]] berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir [[hama]] dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan. Selain itu, diadakan pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan. Setelah itu, ''Cap Go Meh'' kemudian diadakan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia.
Perayaan ''Cap Go Meh'' telah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi pada masa [[Dinasti Han]] di Tiongkok, terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok. Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya pada malam tanggal ke-15 bulan pertama penanggalan Tionghoa. Para petani memasang [[lampion]] berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir [[hama]] dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan. Selain itu, diadakan pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan. Setelah itu, ''Cap Go Meh'' kemudian diadakan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia.<ref>Iswara N Raditya. [https://tirto.id/sejarah-perayaan-cap-go-meh-dari-cina-ke-indonesia-dhmV Sejarah Perayaan Cap Go Meh: Dari Cina ke Indonesia]. ''Tirto.id''. 20 Februari 2019.</ref>


== Kegiatan ==
== Kegiatan ==
''Cap Go Meh'' dilakukan dengan mengadakan [[parade]] dan arak-arakan di sepanjang jalan. Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan [[Festival Lampion|festival lampion]]. Dalam perayaan ''Cap Go Meh'', pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa. Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk.
''Cap Go Meh'' dilakukan dengan mengadakan [[parade]] dan arak-arakan di sepanjang jalan. Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan [[Festival Lampion|festival lampion]].<ref>Rina Fitriyani. [https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/download/2398/2451 Peranan Paguyuban Tionghoa Purbalingga dalam Pelestarian Tradisi Cap Go Meh]. ''Komunitas''. 2012. Vol. 4 (1). hlm. 79. doi:10.15294/komunitas.v4i1.2398.</ref> Dalam perayaan ''Cap Go Meh'', pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa.<ref>Batari Oja Andini. [https://journal.ugm.ac.id/jks/article/download/11646/8651 Barongsai Cap Go Meh di Makassar: Sebuah Pemikiran tentang Tari, Ritual, dan Identitas]. ''Jurnal Kajian Seni''. November 2015. Vol. 2 (1). hlm. 23.</ref> Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk.<ref>Irwan. [https://jurnalwalasuji.kemdikbud.go.id/index.php/walasuji/article/download/34/19 Pertunjukan Barongsai pada Cap Go Meh oleh Masyarakat Tionghoa di Kota Makassar]. ''Walasuji''. Juni 2019. Vol. 10 (1). hlm. 3–4. doi:10.36869/wjsb.v10i1.34.</ref>


=== Festival lampion ===
=== Festival lampion ===
== Galeri ==
== Galeri ==


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cap+Go+Meh&oldid=28902889 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28902889 (2026-01-28T19:15:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cap+Go+Meh&oldid=28902889 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28902889 (2026-01-28T19:15:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.08

COLLECTIE TROPENMUSEUM Optocht tijdens het Tjap Go Meh feest TMnr 3728-838

Cap Go Meh (), juga disebut sebagai Festival Lampion (), adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa saat bulan purnama.[1] Perayaannya diawali dengan berdoa di kelenteng, kemudian dilanjutkan dengan iringan kenong dan simbal serta pertunjukan barongsai dan pertunjukan tradisional Tionghoa.[2]

Sejarah

Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi pada masa Dinasti Han di Tiongkok, terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok. Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya pada malam tanggal ke-15 bulan pertama penanggalan Tionghoa. Para petani memasang lampion berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan. Selain itu, diadakan pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan. Setelah itu, Cap Go Meh kemudian diadakan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia.[3]

Kegiatan

Cap Go Meh dilakukan dengan mengadakan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan. Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan festival lampion.[4] Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa.[5] Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk.[6]

Festival lampion

Galeri

Referensi

  1. Tambunan, J.Br., Hutauruk, S., dan Pardede, Z.H.S. Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek. Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya. Desember 2017. Vol. 2 (2). hlm. 113.
  2. Syam, N.K., Khuzai, R., dan Maftuh. “Imlek” sebagai Pranata Sosial bagi Kerukunan Intra dan Antaretnik Tionghoa di Kabupaten Garut. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora. 2012. Vol. 3 (1). hlm. 295.
  3. Iswara N Raditya. Sejarah Perayaan Cap Go Meh: Dari Cina ke Indonesia. Tirto.id. 20 Februari 2019.
  4. Rina Fitriyani. Peranan Paguyuban Tionghoa Purbalingga dalam Pelestarian Tradisi Cap Go Meh. Komunitas. 2012. Vol. 4 (1). hlm. 79. doi:10.15294/komunitas.v4i1.2398.
  5. Batari Oja Andini. Barongsai Cap Go Meh di Makassar: Sebuah Pemikiran tentang Tari, Ritual, dan Identitas. Jurnal Kajian Seni. November 2015. Vol. 2 (1). hlm. 23.
  6. Irwan. Pertunjukan Barongsai pada Cap Go Meh oleh Masyarakat Tionghoa di Kota Makassar. Walasuji. Juni 2019. Vol. 10 (1). hlm. 3–4. doi:10.36869/wjsb.v10i1.34.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28902889 (2026-01-28T19:15:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.