Lompat ke isi

Betain: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18624390; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Betaine_Formula_V.1.svg|thumb|right|280px|Betaine Formula V.1]]
'''Betain''' atau '''betaine''' () dalam [[kimia]] adalah [[senyawa kimia]] netral apa pun dengan [[gugus fungsi]] [[kation]] yang bermuatan positif seperti [[kation amonium kuarterner|amonium kuaterner]] atau kation [[fosfonium]] (umumnya: ion [[senyawa Onium|onium]]) yang tidak mengandung [[atom hidrogen]] dan dengan gugus fungsi bermuatan negatif seperti kelompok [[karboksilat]] yang tidak berdekatan dengan situs kationik. Betain merupakan jenis [[ion zwitter]] yang spesifik. Secara historis, istilah ini hanya untuk TMG ([[trimetilglisina]]), tetapi secara biologis, TMG terlibat dalam reaksi [[metilasi]] dan detoksifikasi [[homosistein]].
'''Betain''' atau '''betaine''' () dalam [[kimia]] adalah [[senyawa kimia]] netral apa pun dengan [[gugus fungsi]] [[kation]] yang bermuatan positif seperti [[kation amonium kuarterner|amonium kuaterner]] atau kation [[fosfonium]] (umumnya: ion [[senyawa Onium|onium]]) yang tidak mengandung [[atom hidrogen]] dan dengan gugus fungsi bermuatan negatif seperti kelompok [[karboksilat]] yang tidak berdekatan dengan situs kationik. Betain merupakan jenis [[ion zwitter]] yang spesifik. Secara historis, istilah ini hanya untuk TMG ([[trimetilglisina]]), tetapi secara biologis, TMG terlibat dalam reaksi [[metilasi]] dan detoksifikasi [[homosistein]].


Pelafalan senyawa ini mencerminkan asal dan isolasi pertama yang ada pada [[bit gula]] ("Beta vulgaris" subsp. "vulgaris"), dan tidak berasal dari huruf Yunani beta (β), meskipun demikian senyawa ini sering diucapkan beta-INE atau BEE-tayn.
Pelafalan senyawa ini mencerminkan asal dan isolasi pertama yang ada pada [[bit gula]] ("Beta vulgaris" subsp. "vulgaris"), dan tidak berasal dari huruf Yunani beta (β), meskipun demikian senyawa ini sering diucapkan beta-INE atau BEE-tayn.<ref>Alex Nickon and Ernest F. Silversmith. [https://archive.org/details/organicchemistry0000nick Organic Chemistry, the Name Game: Modern Coined Terms and Their Origins]. Pergamon. 1987. ISBN 978-0080344812.</ref>


Dalam sistem biologis, banyak betain yang terjadi secara alami berfungsi sebagai organik osmolalitas, zat yang disintesis atau diambil dari lingkungan oleh sel untuk perlindungan terhadap [[tekanan osmotik]], [[keasinan|salinitas]] tinggi, kekeringan, atau suhu tinggi. Akumulasi betain intraseluler tidak mengganggu fungsi enzim, struktur protein, dan integritas membran, sehingga memungkinkan retensi air dalam sel untuk berlindung dari efek [[dehidrasi]]. Betain juga merupakan donor [[metil]] yang semakin diakui secara signifikan dalam biologi.
Dalam sistem biologis, banyak betain yang terjadi secara alami berfungsi sebagai organik osmolalitas, zat yang disintesis atau diambil dari lingkungan oleh sel untuk perlindungan terhadap [[tekanan osmotik]], [[keasinan|salinitas]] tinggi, kekeringan, atau suhu tinggi. Akumulasi betain intraseluler tidak mengganggu fungsi enzim, struktur protein, dan integritas membran, sehingga memungkinkan retensi air dalam sel untuk berlindung dari efek [[dehidrasi]]. Betain juga merupakan donor [[metil]] yang semakin diakui secara signifikan dalam biologi.


== Betain glisina ==
== Betain glisina ==
Senyawa betain yang asli, ''N'',''N'',''N''-trimethylglycine, dinamakan setelah ditemukan dalam [[bit gula]] ("Beta vulgaris" subsp. "vulgaris") pada abad ke-19. Sedangkan betain glisina merupakan [[asam amino]] ''N''-trimetilasi kecil dan memiliki [[ion zwitter]] yang tidak dapat mengisomerisasi karena tidak ada [[atom hidrogen]] labil yang melekat pada [[nitrogen#atom|atom nitrogen]]. Zat ini disebut ''betain glisina'' untuk membedakannya dari betain jenis lainnya.
Senyawa betain yang asli, ''N'',''N'',''N''-trimethylglycine, dinamakan setelah ditemukan dalam [[bit gula]] ("Beta vulgaris" subsp. "vulgaris") pada abad ke-19.<ref>[https://books.google.com/books?id=0zzLAwAAQBAJ&pg=PA431 DNA Methylation and Complex Human Disease], Michel Neidhart</ref> Sedangkan betain glisina merupakan [[asam amino]] ''N''-trimetilasi kecil dan memiliki [[ion zwitter]] yang tidak dapat mengisomerisasi karena tidak ada [[atom hidrogen]] labil yang melekat pada [[nitrogen#atom|atom nitrogen]]. Zat ini disebut ''betain glisina'' untuk membedakannya dari betain jenis lainnya.


== Penggunaan komersial ==
== Penggunaan komersial ==
Betain fosfonium adalah zat perantara dalam [[reaksi Wittig]].
Betain fosfonium adalah zat perantara dalam [[reaksi Wittig]].


Penambahan betain ke [[reaksi berantai polimerase]] meningkatkan amplifikasi DNA dengan mengurangi pembentukan struktur sekunder di daerah yang banyak mengandung [[guanin]]-[[sitosina]]. Penambahan betain telah diketahui untuk meningkatkan kekhususan reaksi berantai polimerase dengan menghilangkan ketergantungan komposisi pasangan [[basa]] dari pelelehan DNA.
Penambahan betain ke [[reaksi berantai polimerase]] meningkatkan amplifikasi DNA dengan mengurangi pembentukan struktur sekunder di daerah yang banyak mengandung [[guanin]]-[[sitosina]]. Penambahan betain telah diketahui untuk meningkatkan kekhususan reaksi berantai polimerase dengan menghilangkan ketergantungan komposisi pasangan [[basa]] dari pelelehan DNA.<ref>William A. Rees. ''Betaine can eliminate the base pair composition dependence of DNA melting''. ''Biochemistry''. 1993. Vol. 32 (1). hlm. 137–44. doi:10.1021/bi00052a019.</ref><ref>W Henke. ''Betaine improves the PCR amplification of GC-rich DNA sequences''. ''Nucleic Acids Research''. 1997. Vol. 25 (19). hlm. 3957–8. doi:10.1093/nar/25.19.3957.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Betain&oldid=18624390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18624390 (2021-07-07T07:15:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Betain&oldid=18624390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18624390 (2021-07-07T07:15:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.51

Betaine Formula V.1

Betain atau betaine () dalam kimia adalah senyawa kimia netral apa pun dengan gugus fungsi kation yang bermuatan positif seperti amonium kuaterner atau kation fosfonium (umumnya: ion onium) yang tidak mengandung atom hidrogen dan dengan gugus fungsi bermuatan negatif seperti kelompok karboksilat yang tidak berdekatan dengan situs kationik. Betain merupakan jenis ion zwitter yang spesifik. Secara historis, istilah ini hanya untuk TMG (trimetilglisina), tetapi secara biologis, TMG terlibat dalam reaksi metilasi dan detoksifikasi homosistein.

Pelafalan senyawa ini mencerminkan asal dan isolasi pertama yang ada pada bit gula ("Beta vulgaris" subsp. "vulgaris"), dan tidak berasal dari huruf Yunani beta (β), meskipun demikian senyawa ini sering diucapkan beta-INE atau BEE-tayn.[1]

Dalam sistem biologis, banyak betain yang terjadi secara alami berfungsi sebagai organik osmolalitas, zat yang disintesis atau diambil dari lingkungan oleh sel untuk perlindungan terhadap tekanan osmotik, salinitas tinggi, kekeringan, atau suhu tinggi. Akumulasi betain intraseluler tidak mengganggu fungsi enzim, struktur protein, dan integritas membran, sehingga memungkinkan retensi air dalam sel untuk berlindung dari efek dehidrasi. Betain juga merupakan donor metil yang semakin diakui secara signifikan dalam biologi.

Betain glisina

Senyawa betain yang asli, N,N,N-trimethylglycine, dinamakan setelah ditemukan dalam bit gula ("Beta vulgaris" subsp. "vulgaris") pada abad ke-19.[2] Sedangkan betain glisina merupakan asam amino N-trimetilasi kecil dan memiliki ion zwitter yang tidak dapat mengisomerisasi karena tidak ada atom hidrogen labil yang melekat pada atom nitrogen. Zat ini disebut betain glisina untuk membedakannya dari betain jenis lainnya.

Penggunaan komersial

Betain fosfonium adalah zat perantara dalam reaksi Wittig.

Penambahan betain ke reaksi berantai polimerase meningkatkan amplifikasi DNA dengan mengurangi pembentukan struktur sekunder di daerah yang banyak mengandung guanin-sitosina. Penambahan betain telah diketahui untuk meningkatkan kekhususan reaksi berantai polimerase dengan menghilangkan ketergantungan komposisi pasangan basa dari pelelehan DNA.[3][4]

Referensi

  1. Alex Nickon and Ernest F. Silversmith. Organic Chemistry, the Name Game: Modern Coined Terms and Their Origins. Pergamon. 1987. ISBN 978-0080344812.
  2. DNA Methylation and Complex Human Disease, Michel Neidhart
  3. William A. Rees. Betaine can eliminate the base pair composition dependence of DNA melting. Biochemistry. 1993. Vol. 32 (1). hlm. 137–44. doi:10.1021/bi00052a019.
  4. W Henke. Betaine improves the PCR amplification of GC-rich DNA sequences. Nucleic Acids Research. 1997. Vol. 25 (19). hlm. 3957–8. doi:10.1093/nar/25.19.3957.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18624390 (2021-07-07T07:15:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.