Golongan darah resus: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24114003; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Golongan darah''' '''Rhesus''' adalah penggolongan [[darah]] yang terinspirasi dari [[primata]] ''[[Rhesus macaque]]'' (''[[Macaca mulatta]]''). Rhesus merupakan jenis [[kera]] [[Endemisme|endemik]] dari [[India]] yang dahulu digunakan untuk mengetes darah orang. Penggolongan darah dengan sistem golongan darah Rhesus terbagi menjadi dua yaitu Rhesus + dan Rhesus -. Penggolongan darah Rhesus menghasilkan 3 kemungkinan susunan [[Genotipe|genotif]] dan 3 kemungkinan susunan [[Sel gamet|gamet]]. Golongan darah Rhesus digunakan dalam menentukan penyakit yang diderita oleh [[bayi]] hasil [[perkawinan]]. Bayi yang baru lahir kemungkinan akan terkena [[penyakit kuning]] bila seorang pria Rhesus + menikah dengan wanita Rhesus -. | [[File:Macaca_mulatta_in_Guiyang.jpg|thumb|right|280px|Macaca mulatta in Guiyang]] | ||
'''Golongan darah''' '''Rhesus''' adalah penggolongan [[darah]] yang terinspirasi dari [[primata]] ''[[Rhesus macaque]]'' (''[[Macaca mulatta]]'').<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Rhesus merupakan jenis [[kera]] [[Endemisme|endemik]] dari [[India]] yang dahulu digunakan untuk mengetes darah orang. Penggolongan darah dengan sistem golongan darah Rhesus terbagi menjadi dua yaitu Rhesus + dan Rhesus -. Penggolongan darah Rhesus menghasilkan 3 kemungkinan susunan [[Genotipe|genotif]] dan 3 kemungkinan susunan [[Sel gamet|gamet]]. Golongan darah Rhesus digunakan dalam menentukan penyakit yang diderita oleh [[bayi]] hasil [[perkawinan]]. Bayi yang baru lahir kemungkinan akan terkena [[penyakit kuning]] bila seorang pria Rhesus + menikah dengan wanita Rhesus -.<ref>Susilawati dan Bachtiar, N. [http://repository.uin-suska.ac.id/26091/1/Buku%20Biologi%20Dasar%20Terintegrasi.pdf Biologi Dasar Terintegrasi]. Kreasi Edukasi. 2018. hlm. 150. ISBN 978-602-6879-99-8.</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Penemu sistem golongan darah resus adalah [[Karl Landsteiner]] pada tahun 1939. Penemuan ini berlangsung setelah ia menemukan sistem golongan darah ABO pada awal tahun 1900-an. Hewan primata ini juga dikenal sebagai kera India. Dalam penelitiannya, Karl Landsteiner dibantu oleh [[A.S. Weiner]]. | Penemu sistem golongan darah resus adalah [[Karl Landsteiner]] pada tahun 1939.<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Penemuan ini berlangsung setelah ia menemukan sistem golongan darah ABO pada awal tahun 1900-an.<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Hewan primata ini juga dikenal sebagai kera India.<ref>Susilowarno G, ''et al.''. 2007. ''Biologi SMA untuk kelas XII''. Jakarta: Grasindo.</ref> Dalam penelitiannya, Karl Landsteiner dibantu oleh [[A.S. Weiner]].<ref>Susilowarno G, ''et al.''. 2007. ''Biologi SMA untuk kelas XII''. Jakarta: Grasindo.</ref> | ||
== Konsep == | == Konsep == | ||
Sistem penggolongan darah ini didasarkan atas ada atau tidaknya [[aglutinogen]] (senyawa yang menjadi faktor penggumpalan darah) [[resus]] di dalam darah. Pada sistem resus (rh) apabila orang tersebut memiliki aglutinogen resus maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus positif (rh). Namun apabila orang tersebut tidak memiliki aglutinogen resus, maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus negatif (rh). Sim penggolongan darah ini berguna untuk membantu [[transfusi darah]]. Jika dilakukan transfusi darah dari orang yang bergolongan darah resus positif kepada orang yang bergolongan darah resus negatif, maka akan terjadi rangsangan untuk pembentukan [[antibodi]] Rh. Bila [[resipien]] mendapatkan transfusi darah lagi dengan golongan resus positif, maka akan terjadi [[hemaglutinasi]] (penggumpalan darah) yang berakibat pada kematian. | Sistem penggolongan darah ini didasarkan atas ada atau tidaknya [[aglutinogen]] (senyawa yang menjadi faktor penggumpalan darah) [[resus]] di dalam darah.<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Pada sistem resus (rh) apabila orang tersebut memiliki aglutinogen resus maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus positif (rh).<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Namun apabila orang tersebut tidak memiliki aglutinogen resus, maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus negatif (rh).<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Sim penggolongan darah ini berguna untuk membantu [[transfusi darah]].<ref>Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. ''Mudah dan Aktif Belajar Biologi''. Jakarta: Grafindo Media Pratama.</ref> Jika dilakukan transfusi darah dari orang yang bergolongan darah resus positif kepada orang yang bergolongan darah resus negatif, maka akan terjadi rangsangan untuk pembentukan [[antibodi]] Rh.<ref>Susilowarno G, ''et al.''. 2007. ''Biologi SMA untuk kelas XII''. Jakarta: Grasindo.</ref> Bila [[resipien]] mendapatkan transfusi darah lagi dengan golongan resus positif, maka akan terjadi [[hemaglutinasi]] (penggumpalan darah) yang berakibat pada kematian.<ref>Susilowarno G, ''et al.''. 2007. ''Biologi SMA untuk kelas XII''. Jakarta: Grasindo.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Golongan+darah+resus&oldid=24114003 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24114003 (2023-09-01T10:03:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.51

Golongan darah Rhesus adalah penggolongan darah yang terinspirasi dari primata Rhesus macaque (Macaca mulatta).[1] Rhesus merupakan jenis kera endemik dari India yang dahulu digunakan untuk mengetes darah orang. Penggolongan darah dengan sistem golongan darah Rhesus terbagi menjadi dua yaitu Rhesus + dan Rhesus -. Penggolongan darah Rhesus menghasilkan 3 kemungkinan susunan genotif dan 3 kemungkinan susunan gamet. Golongan darah Rhesus digunakan dalam menentukan penyakit yang diderita oleh bayi hasil perkawinan. Bayi yang baru lahir kemungkinan akan terkena penyakit kuning bila seorang pria Rhesus + menikah dengan wanita Rhesus -.[2]
Sejarah
Penemu sistem golongan darah resus adalah Karl Landsteiner pada tahun 1939.[3] Penemuan ini berlangsung setelah ia menemukan sistem golongan darah ABO pada awal tahun 1900-an.[4] Hewan primata ini juga dikenal sebagai kera India.[5] Dalam penelitiannya, Karl Landsteiner dibantu oleh A.S. Weiner.[6]
Konsep
Sistem penggolongan darah ini didasarkan atas ada atau tidaknya aglutinogen (senyawa yang menjadi faktor penggumpalan darah) resus di dalam darah.[7] Pada sistem resus (rh) apabila orang tersebut memiliki aglutinogen resus maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus positif (rh).[8] Namun apabila orang tersebut tidak memiliki aglutinogen resus, maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus negatif (rh).[9] Sim penggolongan darah ini berguna untuk membantu transfusi darah.[10] Jika dilakukan transfusi darah dari orang yang bergolongan darah resus positif kepada orang yang bergolongan darah resus negatif, maka akan terjadi rangsangan untuk pembentukan antibodi Rh.[11] Bila resipien mendapatkan transfusi darah lagi dengan golongan resus positif, maka akan terjadi hemaglutinasi (penggumpalan darah) yang berakibat pada kematian.[12]
Referensi
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Susilawati dan Bachtiar, N. Biologi Dasar Terintegrasi. Kreasi Edukasi. 2018. hlm. 150. ISBN 978-602-6879-99-8.
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Susilowarno G, et al.. 2007. Biologi SMA untuk kelas XII. Jakarta: Grasindo.
- ↑ Susilowarno G, et al.. 2007. Biologi SMA untuk kelas XII. Jakarta: Grasindo.
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
- ↑ Susilowarno G, et al.. 2007. Biologi SMA untuk kelas XII. Jakarta: Grasindo.
- ↑ Susilowarno G, et al.. 2007. Biologi SMA untuk kelas XII. Jakarta: Grasindo.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24114003 (2023-09-01T10:03:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.