Lompat ke isi

Air suling: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26739806; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Air suling''' adalah air yang berasal dari proses [[distilasi]] ([[penyulingan]]).
'''Air suling''' adalah air yang berasal dari proses [[distilasi]] ([[penyulingan]]).<ref>Hadi A. 2005. ''Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan''. Jakarta: Gramedia.</ref>


== Alternatif ==
== Alternatif ==
Air suling dengan tingkat kemurnian tinggi (''ultrapure distilled water'') dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan ulang air suling biasa. Kemudian air hasil penyulingan kedua kali tersebut dialirkan melalui sistem saringan dengan [[karbon aktif]] dan tabung [[deionisasi]].
Air suling dengan tingkat kemurnian tinggi (''ultrapure distilled water'') dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan ulang air suling biasa.<ref>Hadi A. 2005. ''Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan''. Jakarta: Gramedia.</ref> Kemudian air hasil penyulingan kedua kali tersebut dialirkan melalui sistem saringan dengan [[karbon aktif]] dan tabung [[deionisasi]].<ref>Hadi A. 2005. ''Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan''. Jakarta: Gramedia.</ref>


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Air suling dapat dimanfaatkan sebagai larutan [[elektrolit]] untuk mengisi [[tabung elektroliser]]. Larutan ini akan dicampur [[natrium hidroksida]] (NaOH). Volume air suling yang digunakan tergantung pada volume tabung yang digunakan. [[Air mineral]] juga dapat digunakan sebagai pengganti air suling, tetapi hal ini akan membuat risiko rusaknya [[elektrode]] semakin tinggi. Hal ini disebabkan kandungan logam dan [[Mineral (nutrisi)|mineral]] dalam air mineral masih cukup tinggi.
Air suling dapat dimanfaatkan sebagai larutan [[elektrolit]] untuk mengisi [[tabung elektroliser]].<ref>Sudirman U. 2008. ''Hemat BBM dengan Air''. Jakarta: Kawan Pustaka.</ref> Larutan ini akan dicampur [[natrium hidroksida]] (NaOH).<ref>Sudirman U. 2008. ''Hemat BBM dengan Air''. Jakarta: Kawan Pustaka.</ref> Volume air suling yang digunakan tergantung pada volume tabung yang digunakan.<ref>Sudirman U. 2008. ''Hemat BBM dengan Air''. Jakarta: Kawan Pustaka.</ref> [[Air mineral]] juga dapat digunakan sebagai pengganti air suling, tetapi hal ini akan membuat risiko rusaknya [[elektrode]] semakin tinggi.<ref>Sudirman U. 2008. ''Hemat BBM dengan Air''. Jakarta: Kawan Pustaka.</ref> Hal ini disebabkan kandungan logam dan [[Mineral (nutrisi)|mineral]] dalam air mineral masih cukup tinggi.<ref>Sudirman U. 2008. ''Hemat BBM dengan Air''. Jakarta: Kawan Pustaka.</ref>


Air suling juga digunakan untuk keperluan di berbagai industri seperti membilas berbagai peralatan untuk [[analisis]] [[laboratorium]], pendingin dan pemeliharaan mesin dalam pengolahan baja, keperluan praktikum di laboratorium, serta sebagai air aki.
Air suling juga digunakan untuk keperluan di berbagai industri seperti membilas berbagai peralatan untuk [[analisis]] [[laboratorium]],<ref>Hadi A. 2005. ''Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan''. Jakarta: Gramedia.</ref> pendingin dan pemeliharaan mesin dalam pengolahan baja, keperluan praktikum di laboratorium, serta sebagai air aki.<ref>jieteuk. [https://tan.co.id/air-aquades/ Kegunaan Air Aquades Dalam Kebutuhan Sehari hari - tan.co.id]. ''pengolahan air bersih dan air limbah''. 2020-05-08.</ref>


Pada budidaya [[ikan cupang]], [[kesadahan air]] tidak boleh melewati ambang batas tertentu. Untuk menurunkan kesadahan, dapat digunakan air suling yang merupakan HO murni sebagai salah satu alternatif penurun kesadahan.
Pada budidaya [[ikan cupang]], [[kesadahan air]] tidak boleh melewati ambang batas tertentu.<ref>Atmadjaja J. 2009. ''Cupang''. Jakarta: Penebar Swadaya.</ref> Untuk menurunkan kesadahan, dapat digunakan air suling yang merupakan HO murni sebagai salah satu alternatif penurun kesadahan.<ref>Atmadjaja J. 2009. ''Cupang''. Jakarta: Penebar Swadaya.</ref>


Dalam bidang [[kultur jaringan]], air suling dapat digunakan untuk melarutkan zat hara. Air suling juga digunakan untuk membilas [[eksplan]] ketika melakukan sterilisasi eksplan, tetapi air suling perlu disterilkan terlebih dahulu dengan [[autoklaf]] 30 menit.
Dalam bidang [[kultur jaringan]], air suling dapat digunakan untuk melarutkan zat hara.<ref>Sandra E. 2009. ''Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga''. Jakarta: AgroMedia Pustaka.</ref> Air suling juga digunakan untuk membilas [[eksplan]] ketika melakukan sterilisasi eksplan, tetapi air suling perlu disterilkan terlebih dahulu dengan [[autoklaf]] 30 menit.<ref>Sandra E. 2009. ''Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga''. Jakarta: AgroMedia Pustaka.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+suling&oldid=26739806 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26739806 (2025-01-05T03:48:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+suling&oldid=26739806 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26739806 (2025-01-05T03:48:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.52

Air suling adalah air yang berasal dari proses distilasi (penyulingan).[1]

Alternatif

Air suling dengan tingkat kemurnian tinggi (ultrapure distilled water) dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan ulang air suling biasa.[2] Kemudian air hasil penyulingan kedua kali tersebut dialirkan melalui sistem saringan dengan karbon aktif dan tabung deionisasi.[3]

Aplikasi

Air suling dapat dimanfaatkan sebagai larutan elektrolit untuk mengisi tabung elektroliser.[4] Larutan ini akan dicampur natrium hidroksida (NaOH).[5] Volume air suling yang digunakan tergantung pada volume tabung yang digunakan.[6] Air mineral juga dapat digunakan sebagai pengganti air suling, tetapi hal ini akan membuat risiko rusaknya elektrode semakin tinggi.[7] Hal ini disebabkan kandungan logam dan mineral dalam air mineral masih cukup tinggi.[8]

Air suling juga digunakan untuk keperluan di berbagai industri seperti membilas berbagai peralatan untuk analisis laboratorium,[9] pendingin dan pemeliharaan mesin dalam pengolahan baja, keperluan praktikum di laboratorium, serta sebagai air aki.[10]

Pada budidaya ikan cupang, kesadahan air tidak boleh melewati ambang batas tertentu.[11] Untuk menurunkan kesadahan, dapat digunakan air suling yang merupakan HO murni sebagai salah satu alternatif penurun kesadahan.[12]

Dalam bidang kultur jaringan, air suling dapat digunakan untuk melarutkan zat hara.[13] Air suling juga digunakan untuk membilas eksplan ketika melakukan sterilisasi eksplan, tetapi air suling perlu disterilkan terlebih dahulu dengan autoklaf 30 menit.[14]

Referensi

  1. Hadi A. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: Gramedia.
  2. Hadi A. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: Gramedia.
  3. Hadi A. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: Gramedia.
  4. Sudirman U. 2008. Hemat BBM dengan Air. Jakarta: Kawan Pustaka.
  5. Sudirman U. 2008. Hemat BBM dengan Air. Jakarta: Kawan Pustaka.
  6. Sudirman U. 2008. Hemat BBM dengan Air. Jakarta: Kawan Pustaka.
  7. Sudirman U. 2008. Hemat BBM dengan Air. Jakarta: Kawan Pustaka.
  8. Sudirman U. 2008. Hemat BBM dengan Air. Jakarta: Kawan Pustaka.
  9. Hadi A. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: Gramedia.
  10. jieteuk. Kegunaan Air Aquades Dalam Kebutuhan Sehari hari - tan.co.id. pengolahan air bersih dan air limbah. 2020-05-08.
  11. Atmadjaja J. 2009. Cupang. Jakarta: Penebar Swadaya.
  12. Atmadjaja J. 2009. Cupang. Jakarta: Penebar Swadaya.
  13. Sandra E. 2009. Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
  14. Sandra E. 2009. Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26739806 (2025-01-05T03:48:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.