Lompat ke isi

Zat antiketuk: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18624625; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Ketukan dan bilangan oktan ==
== Ketukan dan bilangan oktan ==
Bahan bakar bensin yang terjadi dari berbagai [[alkana]], termasuk alkana berantai lurus yang cenderung terbakar tidak merata, menyebabkan fenomena ketukan (''knocking'') atau [[detonasi]] yang dapat merusak mesin. [[Bilangan oktan]] adalah angka yang menunjukkan kualitas bensin dari segi kehalusan pembakaran, semakin sedikit ketukan, semakin tinggi bilangan oktannya.
Bahan bakar bensin yang terjadi dari berbagai [[alkana]], termasuk alkana berantai lurus yang cenderung terbakar tidak merata, menyebabkan fenomena ketukan (''knocking'') atau [[detonasi]] yang dapat merusak mesin. [[Bilangan oktan]] adalah angka yang menunjukkan kualitas bensin dari segi kehalusan pembakaran, semakin sedikit ketukan, semakin tinggi bilangan oktannya.<ref>[https://books.google.com/books?id=sfHquVdOGSAC&pg=PA117 Prinsip-Prinsip Kimia Modern]. Erlangga. Vol. Jilid 2. hlm. 117–118. ISBN 978-979-688-268-7.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=cqFsbi7tgX4C&pg=PT234 Kimia SMA/MA Kls X (Diknas)]. Grasindo. hlm. 234. ISBN 978-979-025-025-3.</ref>


== Zat anti ketuk ==
== Zat anti ketuk ==
Untuk mengurangi ketukan (atau menaikkan bilangan oktana), dapat digunakan zat-zat tambahan (aditif). Salah satu yang termurah adalah [[tetra etil timbal]] (TET. disebut juga TEL dari ''tetraethyllead'') senyawa yang terdiri dari atom [[timbal]] yang terikat dengan empat gugus [[etil]]. Walaupun meningkatkan kualitas bensin, penggunaan TET mengakibatkan pelepasan timbal yang terbakar ke udara, karena [[timbal]] merupakan unsur berbahaya, hal ini menimbulkan bahaya dari segi kesehatan. Karena itu, TET mulai ditinggalkan dan dicari senyawa lainnya yang berongkos murah dan dapat mengurangi ketukan.
Untuk mengurangi ketukan (atau menaikkan bilangan oktana), dapat digunakan zat-zat tambahan (aditif). Salah satu yang termurah adalah [[tetra etil timbal]] (TET. disebut juga TEL dari ''tetraethyllead'') senyawa yang terdiri dari atom [[timbal]] yang terikat dengan empat gugus [[etil]]. Walaupun meningkatkan kualitas bensin, penggunaan TET mengakibatkan pelepasan timbal yang terbakar ke udara, karena [[timbal]] merupakan unsur berbahaya, hal ini menimbulkan bahaya dari segi kesehatan. Karena itu, TET mulai ditinggalkan dan dicari senyawa lainnya yang berongkos murah dan dapat mengurangi ketukan.<ref>[https://books.google.com/books?id=sfHquVdOGSAC&pg=PA117 Prinsip-Prinsip Kimia Modern]. Erlangga. Vol. Jilid 2. hlm. 117–118. ISBN 978-979-688-268-7.</ref>


[[Ferosena]] dan senyawa-senyawa turunannya adalah contoh zat anti ketuk yang digunakan selain tetra etil timbal.
[[Ferosena]] dan senyawa-senyawa turunannya adalah contoh zat anti ketuk yang digunakan selain tetra etil timbal.<ref>[http://www.osd.org.tr/14.pdf Application of fuel additives].</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zat+antiketuk&oldid=18624625 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18624625 (2021-07-07T07:42:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zat+antiketuk&oldid=18624625 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18624625 (2021-07-07T07:42:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53

Zat anti ketuk (antiknock agent) adalah zat tambahan yang digunakan pada bensin untuk mengurangi detonasi (disebut juga ketukan) pada mesin.

Ketukan dan bilangan oktan

Bahan bakar bensin yang terjadi dari berbagai alkana, termasuk alkana berantai lurus yang cenderung terbakar tidak merata, menyebabkan fenomena ketukan (knocking) atau detonasi yang dapat merusak mesin. Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan kualitas bensin dari segi kehalusan pembakaran, semakin sedikit ketukan, semakin tinggi bilangan oktannya.[1][2]

Zat anti ketuk

Untuk mengurangi ketukan (atau menaikkan bilangan oktana), dapat digunakan zat-zat tambahan (aditif). Salah satu yang termurah adalah tetra etil timbal (TET. disebut juga TEL dari tetraethyllead) senyawa yang terdiri dari atom timbal yang terikat dengan empat gugus etil. Walaupun meningkatkan kualitas bensin, penggunaan TET mengakibatkan pelepasan timbal yang terbakar ke udara, karena timbal merupakan unsur berbahaya, hal ini menimbulkan bahaya dari segi kesehatan. Karena itu, TET mulai ditinggalkan dan dicari senyawa lainnya yang berongkos murah dan dapat mengurangi ketukan.[3]

Ferosena dan senyawa-senyawa turunannya adalah contoh zat anti ketuk yang digunakan selain tetra etil timbal.[4]

Referensi

  1. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Erlangga. Vol. Jilid 2. hlm. 117–118. ISBN 978-979-688-268-7.
  2. Kimia SMA/MA Kls X (Diknas). Grasindo. hlm. 234. ISBN 978-979-025-025-3.
  3. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Erlangga. Vol. Jilid 2. hlm. 117–118. ISBN 978-979-688-268-7.
  4. Application of fuel additives.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18624625 (2021-07-07T07:42:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.