Kimia klinik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28032513; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kimia klinik''' adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk menganalisis substansi yang terdapat di dalam jenis [[cairan tubuh]] (biasanya darah) yang mana di dalamnya terdapat “produk samping”. Produk samping ini seperti [[urine]], [[Serum darah|serum]], plasma, dll. Namun, tidak selalu darah yang biasanya dianalisis, tetapi bisa juga memakai urine. AnaIisis urin ini memakan waktu sampel biasanya 24 jam. [[Kimia|Ilmu kimia]] klinik ini biasanya dipakai dalam pemeriksaan kimia klinik di [[laboratorium]] guna mencari tahu [[penyakit]] dan dapat mendiagnosis penyakit serta dapat juga menyekrining sehingga dapat menentukan bentuk pengobatan yang tepat, mengawasi pengobatan, serta menentukan risiko dari pengobatan tersebut. | '''Kimia klinik''' adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk menganalisis substansi yang terdapat di dalam jenis [[cairan tubuh]] (biasanya darah) yang mana di dalamnya terdapat “produk samping”. Produk samping ini seperti [[urine]], [[Serum darah|serum]], plasma, dll.<ref>Bishop, Michael L., editor. Fody, Edward P., editor. Siclen, Carleen Van, editor. Mistler, James March, editor. Moy, Michelle, editor. [http://worldcat.org/oclc/1261774552 Clinical chemistry : principles, techniques, and correlations]. ISBN 978-1-284-23886-0.</ref> Namun, tidak selalu darah yang biasanya dianalisis, tetapi bisa juga memakai urine. AnaIisis urin ini memakan waktu sampel biasanya 24 jam.<ref>Bishop, Michael L., editor. Fody, Edward P., editor. Siclen, Carleen Van, editor. Mistler, James March, editor. Moy, Michelle, editor. [http://worldcat.org/oclc/1261774552 Clinical chemistry : principles, techniques, and correlations]. ISBN 978-1-284-23886-0.</ref> [[Kimia|Ilmu kimia]] klinik ini biasanya dipakai dalam pemeriksaan kimia klinik di [[laboratorium]] guna mencari tahu [[penyakit]] dan dapat mendiagnosis penyakit serta dapat juga menyekrining sehingga dapat menentukan bentuk pengobatan yang tepat, mengawasi pengobatan, serta menentukan risiko dari pengobatan tersebut. | ||
Kimia klinik juga dapat dikategorikan sebagai bagian dari laboratorium medis yang memiliki fokus untuk menguji makromolekul seperti [[lipoprotein]], [[protein]], protein spesifik, [[enzim]], dan marker diabetes, serta [[ion]]-[[ion]] penting seperti [[mineral]] dan [[Garam (kimia)|garam]]. Selain itu, kimia klinik juga bisa dikategorikan ke beberapa bidang seperti [[kimia analisis]], [[imunologi]], [[endokrinologi]], [[farmakologi]], dan [[Toksikologi|toksinologi]]. | Kimia klinik juga dapat dikategorikan sebagai bagian dari laboratorium medis yang memiliki fokus untuk menguji makromolekul seperti [[lipoprotein]], [[protein]], protein spesifik, [[enzim]], dan marker diabetes, serta [[ion]]-[[ion]] penting seperti [[mineral]] dan [[Garam (kimia)|garam]].<ref>Adryan Fristiohady, Ruslin. [http://karyailmiah.uho.ac.id/karya_ilmiah/Ruslin2/29.BUKU_pengantar_kimia_klinik.pdf Pengantar Kimia Klinik dan Diagnostik]. Wahana Resolusi. 2020. hlm. 2-3. ISBN 9786237639084.</ref> Selain itu, kimia klinik juga bisa dikategorikan ke beberapa bidang seperti [[kimia analisis]], [[imunologi]], [[endokrinologi]], [[farmakologi]], dan [[Toksikologi|toksinologi]].<ref>Adryan Fristiohady, Ruslin. [http://karyailmiah.uho.ac.id/karya_ilmiah/Ruslin2/29.BUKU_pengantar_kimia_klinik.pdf Pengantar Kimia Klinik dan Diagnostik]. Wahana Resolusi. 2020. hlm. 2-3. ISBN 9786237639084.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+klinik&oldid=28032513 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28032513 (2025-10-16T19:54:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+klinik&oldid=28032513 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28032513 (2025-10-16T19:54:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53
Kimia klinik adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk menganalisis substansi yang terdapat di dalam jenis cairan tubuh (biasanya darah) yang mana di dalamnya terdapat “produk samping”. Produk samping ini seperti urine, serum, plasma, dll.[1] Namun, tidak selalu darah yang biasanya dianalisis, tetapi bisa juga memakai urine. AnaIisis urin ini memakan waktu sampel biasanya 24 jam.[2] Ilmu kimia klinik ini biasanya dipakai dalam pemeriksaan kimia klinik di laboratorium guna mencari tahu penyakit dan dapat mendiagnosis penyakit serta dapat juga menyekrining sehingga dapat menentukan bentuk pengobatan yang tepat, mengawasi pengobatan, serta menentukan risiko dari pengobatan tersebut.
Kimia klinik juga dapat dikategorikan sebagai bagian dari laboratorium medis yang memiliki fokus untuk menguji makromolekul seperti lipoprotein, protein, protein spesifik, enzim, dan marker diabetes, serta ion-ion penting seperti mineral dan garam.[3] Selain itu, kimia klinik juga bisa dikategorikan ke beberapa bidang seperti kimia analisis, imunologi, endokrinologi, farmakologi, dan toksinologi.[4]
Referensi
- ↑ Bishop, Michael L., editor. Fody, Edward P., editor. Siclen, Carleen Van, editor. Mistler, James March, editor. Moy, Michelle, editor. Clinical chemistry : principles, techniques, and correlations. ISBN 978-1-284-23886-0.
- ↑ Bishop, Michael L., editor. Fody, Edward P., editor. Siclen, Carleen Van, editor. Mistler, James March, editor. Moy, Michelle, editor. Clinical chemistry : principles, techniques, and correlations. ISBN 978-1-284-23886-0.
- ↑ Adryan Fristiohady, Ruslin. Pengantar Kimia Klinik dan Diagnostik. Wahana Resolusi. 2020. hlm. 2-3. ISBN 9786237639084.
- ↑ Adryan Fristiohady, Ruslin. Pengantar Kimia Klinik dan Diagnostik. Wahana Resolusi. 2020. hlm. 2-3. ISBN 9786237639084.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28032513 (2025-10-16T19:54:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.