Lompat ke isi

Hemopoesis: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29008533; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hemopoesis''' atau sering juga dikenal dengan '''hematopoiesis''' adalah peristiwa pembuatan sel darah. Sel darah yang dimaksudkan adalah [[sel darah merah]], [[sel darah putih]], dan [[platelet]] (keping darah).
[[File:Hematopoiesis_simple.svg|thumb|right|280px|Hematopoiesis simple]]
 
'''Hemopoesis''' atau sering juga dikenal dengan '''hematopoiesis''' adalah peristiwa pembuatan sel darah.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Sel darah yang dimaksudkan adalah [[sel darah merah]], [[sel darah putih]], dan [[platelet]] (keping darah).<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref>


== Tempat ==
== Tempat ==
Sel-sel darah pada orang dewasa dibentuk di [[sumsum tulang]], yang membentuk tulang sumbu tubuh ([[kerangka aksial]]). Pada sumsum tulang, terdapat [[sel induk pluripotensial]] (yang bermakna banyak potensi). Sel induk adalah sumber semua sel darah. Sel-sel ini akan memperbarui diri dan berdiferensiasi terus menerus sepanjang hidup. Setelah beberapa tahap berdiferensiasi, sel induk mulai bekerja membentuk hanya satu jenis sel darah. Sel ini disebut [[sel progenitor]] yang akan tetap berada di sumsum tulang, kemudian dengan dipengaruhi faktor-faktor pertumbuhan, akan berdiferensiasi.
Sel-sel darah pada orang dewasa dibentuk di [[sumsum tulang]], yang membentuk tulang sumbu tubuh ([[kerangka aksial]]).<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Pada sumsum tulang, terdapat [[sel induk pluripotensial]] (yang bermakna banyak potensi).<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Sel induk adalah sumber semua sel darah.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Sel-sel ini akan memperbarui diri dan berdiferensiasi terus menerus sepanjang hidup.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Setelah beberapa tahap berdiferensiasi, sel induk mulai bekerja membentuk hanya satu jenis sel darah.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Sel ini disebut [[sel progenitor]] yang akan tetap berada di sumsum tulang, kemudian dengan dipengaruhi faktor-faktor pertumbuhan, akan berdiferensiasi.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref>


== Faktor ==
== Faktor ==
Sel progenitor akan distimulasi untuk ber[[proliferasi]] dan berdiferensiasi oleh berbagai [[hormon]] dan agens produk lokal yang secara kolektif mengendalikan proses ini. Contoh faktor pertumbuhan adalah sitokin. [[Sitokin]] akan dilepaskan oleh sel-sel yang mengalami inflamasi dan sel-sel imun menuju sel progenitor untuk pembuatan sel darah sehingga dapat membantu proses penyembuhan penyakit.
Sel progenitor akan distimulasi untuk ber[[proliferasi]] dan berdiferensiasi oleh berbagai [[hormon]] dan agens produk lokal yang secara kolektif mengendalikan proses ini.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> Contoh faktor pertumbuhan adalah sitokin.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref> [[Sitokin]] akan dilepaskan oleh sel-sel yang mengalami inflamasi dan sel-sel imun menuju sel progenitor untuk pembuatan sel darah sehingga dapat membantu proses penyembuhan penyakit.<ref>Corwin EJ. 2007. ''Buku Saku Patofisiologi''. Jakarta: EGC.</ref>


== Pada Janin ==
== Pada Janin ==
Pada [[janin]] terdapat pengaturan hemopoesis yang berbeda dari tahap ketika dewasa.
Pada [[janin]] terdapat pengaturan hemopoesis yang berbeda dari tahap ketika dewasa.
 
<ref>Wahab AS. 1996. ''Ilmu Kesehatan Anak Nelson''. Jakarta: EGC.</ref>


= Referensi =
= Referensi =


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hemopoesis&oldid=29008533 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29008533 (2026-03-04T03:03:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hemopoesis&oldid=29008533 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29008533 (2026-03-04T03:03:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53

Hematopoiesis simple

Hemopoesis atau sering juga dikenal dengan hematopoiesis adalah peristiwa pembuatan sel darah.[1] Sel darah yang dimaksudkan adalah sel darah merah, sel darah putih, dan platelet (keping darah).[2]

Tempat

Sel-sel darah pada orang dewasa dibentuk di sumsum tulang, yang membentuk tulang sumbu tubuh (kerangka aksial).[3] Pada sumsum tulang, terdapat sel induk pluripotensial (yang bermakna banyak potensi).[4] Sel induk adalah sumber semua sel darah.[5] Sel-sel ini akan memperbarui diri dan berdiferensiasi terus menerus sepanjang hidup.[6] Setelah beberapa tahap berdiferensiasi, sel induk mulai bekerja membentuk hanya satu jenis sel darah.[7] Sel ini disebut sel progenitor yang akan tetap berada di sumsum tulang, kemudian dengan dipengaruhi faktor-faktor pertumbuhan, akan berdiferensiasi.[8]

Faktor

Sel progenitor akan distimulasi untuk berproliferasi dan berdiferensiasi oleh berbagai hormon dan agens produk lokal yang secara kolektif mengendalikan proses ini.[9] Contoh faktor pertumbuhan adalah sitokin.[10] Sitokin akan dilepaskan oleh sel-sel yang mengalami inflamasi dan sel-sel imun menuju sel progenitor untuk pembuatan sel darah sehingga dapat membantu proses penyembuhan penyakit.[11]

Pada Janin

Pada janin terdapat pengaturan hemopoesis yang berbeda dari tahap ketika dewasa. [12]

Referensi

Referensi

  1. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  2. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  3. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  4. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  5. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  6. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  7. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  8. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  9. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  10. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  11. Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
  12. Wahab AS. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Jakarta: EGC.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29008533 (2026-03-04T03:03:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.