Lompat ke isi

Kimia bioorganik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28032512; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kimia bioorganik''' adalah [[ilmu]] yang berhubungan dengan penggunaan [[perkakas]] [[kimia]] guna memahami cara [[biokimia]] berproses. Hal ini dapat diketahui dengan cara menyintensis molekul-molekul secara kimia di [[laboratorium]]. Proses ini dapat memisahkan variabel-variabel yang berlangsung secara serentak di dalam sistem-sistem biologis.
'''Kimia bioorganik''' adalah [[ilmu]] yang berhubungan dengan penggunaan [[perkakas]] [[kimia]] guna memahami cara [[biokimia]] berproses. Hal ini dapat diketahui dengan cara menyintensis molekul-molekul secara kimia di [[laboratorium]]. Proses ini dapat memisahkan variabel-variabel yang berlangsung secara serentak di dalam sistem-sistem biologis.<ref>Hermann Dugas. [https://id1lib.org/book/2141066/16396b Bioorganic Chemistry: A Chemical Approach to Enzyme Action]. Springer-Verlag New York, Ine. 1999. hlm. 1. ISBN 9780387944944.</ref>


Kimia bioorganik berkaitan erat dengan [[kimia bioanorganik]]. Contoh seperti [[protein]] yang merupakan molekul organik, tetapi mengandung ion-ion logam yang berperan penting dalam fungsi molekul tersebut. Ion logam yang ada dalam protein digunakan untuk mendukung proses katalitik yang terjadi. Kimia bioorganik juga berkaitan dengan [[biologi molekuler]], [[Biologi Kimia|biologi kimia]], dan [[biokimia]]. Selain itu, kimia biofisik juga memiliki keterkaitan erat dengan kimia bioorganik dan kimia bioanorganik. Hal ini disebabkan karena kimia bioorganik, kimia biofisik, dan kimia bioanorganik memiliki kesamaan unsur atau senyawa. Namun, kimia biofisik memiliki fokus terhadap bidang pemakaian alat-alat yang canggih seperti [[Kristalografi sinar-X|kristalografi sinar-x]] dan resonansi magnetik nuklir.
Kimia bioorganik berkaitan erat dengan [[kimia bioanorganik]]. Contoh seperti [[protein]] yang merupakan molekul organik, tetapi mengandung ion-ion logam yang berperan penting dalam fungsi molekul tersebut. Ion logam yang ada dalam protein digunakan untuk mendukung proses katalitik yang terjadi. Kimia bioorganik juga berkaitan dengan [[biologi molekuler]], [[Biologi Kimia|biologi kimia]], dan [[biokimia]]. Selain itu, kimia biofisik juga memiliki keterkaitan erat dengan kimia bioorganik dan kimia bioanorganik. Hal ini disebabkan karena kimia bioorganik, kimia biofisik, dan kimia bioanorganik memiliki kesamaan unsur atau senyawa. Namun, kimia biofisik memiliki fokus terhadap bidang pemakaian alat-alat yang canggih seperti [[Kristalografi sinar-X|kristalografi sinar-x]] dan resonansi magnetik nuklir.<ref>Ronald Breslow. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ed075p705 Bioorganic Chemistry: A Natural and Unnatural Science]. ''Journal of Chemical Education''. 1998. Vol. 75 (6). hlm. 705-706. doi:10.1021/ed075p705.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+bioorganik&oldid=28032512 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28032512 (2025-10-16T19:54:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+bioorganik&oldid=28032512 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28032512 (2025-10-16T19:54:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53

Kimia bioorganik adalah ilmu yang berhubungan dengan penggunaan perkakas kimia guna memahami cara biokimia berproses. Hal ini dapat diketahui dengan cara menyintensis molekul-molekul secara kimia di laboratorium. Proses ini dapat memisahkan variabel-variabel yang berlangsung secara serentak di dalam sistem-sistem biologis.[1]

Kimia bioorganik berkaitan erat dengan kimia bioanorganik. Contoh seperti protein yang merupakan molekul organik, tetapi mengandung ion-ion logam yang berperan penting dalam fungsi molekul tersebut. Ion logam yang ada dalam protein digunakan untuk mendukung proses katalitik yang terjadi. Kimia bioorganik juga berkaitan dengan biologi molekuler, biologi kimia, dan biokimia. Selain itu, kimia biofisik juga memiliki keterkaitan erat dengan kimia bioorganik dan kimia bioanorganik. Hal ini disebabkan karena kimia bioorganik, kimia biofisik, dan kimia bioanorganik memiliki kesamaan unsur atau senyawa. Namun, kimia biofisik memiliki fokus terhadap bidang pemakaian alat-alat yang canggih seperti kristalografi sinar-x dan resonansi magnetik nuklir.[2]

Referensi

  1. Hermann Dugas. Bioorganic Chemistry: A Chemical Approach to Enzyme Action. Springer-Verlag New York, Ine. 1999. hlm. 1. ISBN 9780387944944.
  2. Ronald Breslow. Bioorganic Chemistry: A Natural and Unnatural Science. Journal of Chemical Education. 1998. Vol. 75 (6). hlm. 705-706. doi:10.1021/ed075p705.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28032512 (2025-10-16T19:54:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.