Lompat ke isi

Air sadah: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28497226; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Air sadah''' adalah [[air]] yang mempunyai kandungan [[mineral]] tinggi (berbeda dengan “air lunak”). Air sadah terbentuk ketika air [[Perkolasi|meresap]] melalui endapan [[Gamping|batu kapur]], [[kapur]] atau [[gipsum]], yang sebagian besar terdiri dari [[kalsium]] dan [[magnesium]] [[karbonat]], [[bikarbonat]], dan [[sulfat]].
'''Air sadah''' adalah [[air]] yang mempunyai kandungan [[mineral]] tinggi (berbeda dengan “air lunak”). Air sadah terbentuk ketika air [[Perkolasi|meresap]] melalui endapan [[Gamping|batu kapur]], [[kapur]] atau [[gipsum]], <ref>[http://wellowner.org/water-quality/ground-water-quality-basics/ Hard water]. National Groundwater Association.</ref> yang sebagian besar terdiri dari [[kalsium]] dan [[magnesium]] [[karbonat]], [[bikarbonat]], dan [[sulfat]].


[[Air minum]] sadah mungkin memiliki manfaat kesehatan yang moderat. Hal ini dapat menimbulkan masalah kritis dalam lingkungan industri, di mana kesadahan air dipantau untuk menghindari kerusakan yang merugikan pada [[Pendidih|boiler]], [[menara pendingin]], dan peralatan lain yang menangani air. Di lingkungan rumah tangga, air sadah sering kali ditandai dengan kurangnya pembentukan [[busa]] saat [[sabun]] diaduk dalam air, dan dengan terbentuknya [[kerak kapur]] di ketel dan pemanas air. Jika kesadahan air menjadi perhatian, [[pelunakan air]] biasanya digunakan untuk mengurangi dampak buruk air sadah.
[[Air minum]] sadah mungkin memiliki manfaat kesehatan yang moderat. Hal ini dapat menimbulkan masalah kritis dalam lingkungan industri, di mana kesadahan air dipantau untuk menghindari kerusakan yang merugikan pada [[Pendidih|boiler]], [[menara pendingin]], dan peralatan lain yang menangani air. Di lingkungan rumah tangga, air sadah sering kali ditandai dengan kurangnya pembentukan [[busa]] saat [[sabun]] diaduk dalam air, dan dengan terbentuknya [[kerak kapur]] di ketel dan pemanas air. <ref>World Health Organization [https://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/chemicals/hardness.pdf Hardness in Drinking-Water] , 2003</ref> Jika kesadahan air menjadi perhatian, [[pelunakan air]] biasanya digunakan untuk mengurangi dampak buruk air sadah.


== Asal ==
== Asal ==
Air hujan alami, salju, dan bentuk [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]] lainnya biasanya memiliki konsentrasi [[Ion|kation]] [[Valensi|divalen]] yang rendah seperti kalsium dan magnesium. Mereka mungkin memiliki konsentrasi kecil ion seperti [[natrium]], [[klorida]] dan [[sulfat]] yang berasal dari angin di atas laut. Jika curah hujan turun di cekungan drainase yang terbentuk dari batuan keras, kedap air, dan miskin kalsium, hanya ditemukan konsentrasi kation divalen yang sangat rendah dan air tersebut disebut ''air lunak''. Contohnya termasuk [[Eryri|Snowdonia]] di Wales dan Dataran Tinggi Barat di Skotlandia.
Air hujan alami, salju, dan bentuk [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]] lainnya biasanya memiliki konsentrasi [[Ion|kation]] [[Valensi|divalen]] yang rendah seperti kalsium dan magnesium. Mereka mungkin memiliki konsentrasi kecil ion seperti [[natrium]], [[klorida]] dan [[sulfat]] yang berasal dari angin di atas laut. Jika curah hujan turun di cekungan drainase yang terbentuk dari batuan keras, kedap air, dan miskin kalsium, hanya ditemukan konsentrasi kation divalen yang sangat rendah dan air tersebut disebut ''air lunak''. <ref>Herman] Weingärtner. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry - Water''. Wiley–VCH. December 2006. doi:10.1002/14356007.a28_001.</ref> Contohnya termasuk [[Eryri|Snowdonia]] di Wales dan Dataran Tinggi Barat di Skotlandia.


Daerah dengan geologi yang kompleks dapat menghasilkan tingkat kesadahan air yang bervariasi dalam jarak pendek.
Daerah dengan geologi yang kompleks dapat menghasilkan tingkat kesadahan air yang bervariasi dalam jarak pendek. <ref>[http://dwi.defra.gov.uk/consumers/advice-leaflets/hardness_map.pdf Map showing the rate of hardness in mg/L as Calcium carbonate in England and Wales]. DEFRA/ Drinking Water Inspectorate. 2009.</ref> <ref>USGS - U.S. Geological Survey Office of Water Quality. [http://water.usgs.gov/owq/hardness-alkalinity.html USGS Water-Quality Information: Water Hardness and Alkalinity]. ''usgs.gov''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+sadah&oldid=28497226 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28497226 (2025-11-15T03:51:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+sadah&oldid=28497226 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28497226 (2025-11-15T03:51:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.57

Air sadah adalah air yang mempunyai kandungan mineral tinggi (berbeda dengan “air lunak”). Air sadah terbentuk ketika air meresap melalui endapan batu kapur, kapur atau gipsum, [1] yang sebagian besar terdiri dari kalsium dan magnesium karbonat, bikarbonat, dan sulfat.

Air minum sadah mungkin memiliki manfaat kesehatan yang moderat. Hal ini dapat menimbulkan masalah kritis dalam lingkungan industri, di mana kesadahan air dipantau untuk menghindari kerusakan yang merugikan pada boiler, menara pendingin, dan peralatan lain yang menangani air. Di lingkungan rumah tangga, air sadah sering kali ditandai dengan kurangnya pembentukan busa saat sabun diaduk dalam air, dan dengan terbentuknya kerak kapur di ketel dan pemanas air. [2] Jika kesadahan air menjadi perhatian, pelunakan air biasanya digunakan untuk mengurangi dampak buruk air sadah.

Asal

Air hujan alami, salju, dan bentuk presipitasi lainnya biasanya memiliki konsentrasi kation divalen yang rendah seperti kalsium dan magnesium. Mereka mungkin memiliki konsentrasi kecil ion seperti natrium, klorida dan sulfat yang berasal dari angin di atas laut. Jika curah hujan turun di cekungan drainase yang terbentuk dari batuan keras, kedap air, dan miskin kalsium, hanya ditemukan konsentrasi kation divalen yang sangat rendah dan air tersebut disebut air lunak. [3] Contohnya termasuk Snowdonia di Wales dan Dataran Tinggi Barat di Skotlandia.

Daerah dengan geologi yang kompleks dapat menghasilkan tingkat kesadahan air yang bervariasi dalam jarak pendek. [4] [5]

Referensi

  1. Hard water. National Groundwater Association.
  2. World Health Organization Hardness in Drinking-Water , 2003
  3. Herman] Weingärtner. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry - Water. Wiley–VCH. December 2006. doi:10.1002/14356007.a28_001.
  4. Map showing the rate of hardness in mg/L as Calcium carbonate in England and Wales. DEFRA/ Drinking Water Inspectorate. 2009.
  5. USGS - U.S. Geological Survey Office of Water Quality. USGS Water-Quality Information: Water Hardness and Alkalinity. usgs.gov.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28497226 (2025-11-15T03:51:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.