Lompat ke isi

TORCH: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29589680; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:CMV_placentitis1_mini.jpg|thumb|right|280px|CMV placentitis1 mini]]
'''TORCH''' adalah istilah yang mengacu kepada sejumlah infeksi yang mengakibatkan gangguan kehamilan. Istilah TORCH merupakan singkatan dari [[toksoplasmosis]], [[Rubela|rubella]], [[sitomegalovirus]], [[Herpes|herpes simplex virus II (HSV-II)]], dan infeksi lainnya.
'''TORCH''' adalah istilah yang mengacu kepada sejumlah infeksi yang mengakibatkan gangguan kehamilan. Istilah TORCH merupakan singkatan dari [[toksoplasmosis]], [[Rubela|rubella]], [[sitomegalovirus]], [[Herpes|herpes simplex virus II (HSV-II)]], dan infeksi lainnya.


== Dampak ==
== Dampak ==
Infeksi TORCH sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguguran dini. Infeksi TORCH bersama dengan paparan [[radiasi]] dan obat-obatan [[teratogenik]] dapat mengakibatkan kerusakan pada [[embrio]]. Beberapa kecacatan janin yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil antara lain kelainan pada saraf, mata, otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosefalus, dan lain sebagainya dengan tingkat kecacatan bawaan mencapai 15 persen dari yang terinfeksi. Kekurangan gizi dapat memperberat risiko infeksi perinatal.
Infeksi TORCH sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguguran dini. Infeksi TORCH bersama dengan paparan [[radiasi]] dan obat-obatan [[teratogenik]] dapat mengakibatkan kerusakan pada [[embrio]]. Beberapa kecacatan janin yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil antara lain kelainan pada saraf, mata, otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosefalus, dan lain sebagainya dengan tingkat kecacatan bawaan mencapai 15 persen dari yang terinfeksi. Kekurangan gizi dapat memperberat risiko infeksi perinatal.<ref>Goldenberg RL. [http://jn.nutrition.org/cgi/pmidlookup?view=long&pmid=12730479 The plausibility of micronutrient deficiency in relationship to perinatal infection]. ''J. Nutr''. May 2003. Vol. 133 (5 Suppl 2). hlm. 1645S–1648S.</ref>


Infeksi TORCH tidak hanya berkaitan dengan masalah kehamilan saja tetapi juga bisa meyerang orang tua, anak muda, dari berbagai kalangan, usia, dan jenis kelamin. TORCH bisa menyerang otak (misalnya timbul gejala sering sakit kepala), menyebabkan sering timbul radang tenggorokan, flu berkepanjangan, sakit pada otot, persendian, pinggang, sakit pada kaki, lambung, mata, dan sebagainya.
Infeksi TORCH tidak hanya berkaitan dengan masalah kehamilan saja tetapi juga bisa meyerang orang tua, anak muda, dari berbagai kalangan, usia, dan jenis kelamin. TORCH bisa menyerang otak (misalnya timbul gejala sering sakit kepala), menyebabkan sering timbul radang tenggorokan, flu berkepanjangan, sakit pada otot, persendian, pinggang, sakit pada kaki, lambung, mata, dan sebagainya.


== Klasifikasi ==
== Klasifikasi ==
Penularan terjadi secara vertikal atau dari ibu ke anak (''mother-to-child transmission''). Infeksinya dapat disebut infeksi perinatal jika ditularkan pada [[:en:perinatal period|periode perinatal]], yaitu periode yang dimulai pada [[:en:gestational age|masa gestasional]] antara 22 sampai 28 minggu (dengan variasi regional untuk definisi) dan berakhir tujuh hari penuh setelah kelahiran.
Penularan terjadi secara vertikal atau dari ibu ke anak (''mother-to-child transmission''). Infeksinya dapat disebut infeksi perinatal jika ditularkan pada [[:en:perinatal period|periode perinatal]], yaitu periode yang dimulai pada [[:en:gestational age|masa gestasional]] antara 22<ref>[http://test.cp.euro.who.int/document/e68459.pdf Definitions and Indicators in Family Planning. Maternal & Child Health and Reproductive Health.] By European Regional Office, World Health Organization. Revised March 1999 & January 2001. In turn citing: WHO Geneva, WHA20.19, WHA43.27, Article 23</ref> sampai 28 minggu<ref>Singh, Meharban (2010). Care of the Newborn. p. 7. Edition 7. ISBN 978-81-7082-053-6</ref> (dengan variasi regional untuk definisi) dan berakhir tujuh hari penuh setelah kelahiran.<ref>[http://test.cp.euro.who.int/document/e68459.pdf Definitions and Indicators in Family Planning. Maternal & Child Health and Reproductive Health.] By European Regional Office, World Health Organization. Revised March 1999 & January 2001. In turn citing: WHO Geneva, WHA20.19, WHA43.27, Article 23</ref>


Istilah infeksi kongenital dapat digunakan jika infeksi yang ditularkan vertikal itu masih terus dialami setelah melahirkan.
Istilah infeksi kongenital dapat digunakan jika infeksi yang ditularkan vertikal itu masih terus dialami setelah melahirkan.
Baris 23: Baris 25:
* [[Cacar air|''Chickenpox'' atau cacar air]] (disebabkan oleh [[:en:varicella zoster virus|''varicella zoster virus'']])
* [[Cacar air|''Chickenpox'' atau cacar air]] (disebabkan oleh [[:en:varicella zoster virus|''varicella zoster virus'']])
* [[:en:Parvovirus B19|Parvovirus B19]]
* [[:en:Parvovirus B19|Parvovirus B19]]
* ''[[:en:Chlamydia infection|Chlamydia]]''
* ''[[:en:Chlamydia infection|Chlamydia]]''<ref>Yu J, Wu S, Li F, Hu L. ''Vertical transmission of Chlamydia trachomatis in Chongqing China''. ''Curr Microbiol''. January 2009. Vol. 58 (4). hlm. 315–320. doi:10.1007/s00284-008-9331-5.</ref>
* [[HIV]]
* [[HIV]]<ref>K E Ugen, J J Goedert, J Boyer, Y Refaeli, I Frank, W V Williams, A Willoughby, S Landesman, H Mendez, A Rubinstein. ''Vertical transmission of human immunodeficiency virus (HIV) infection. Reactivity of maternal sera with glycoprotein 120 and 41 peptides from HIV type 1''. ''J Clin Invest''. June 1992. Vol. 89 (6). hlm. 1923–1930. doi:10.1172/JCI115798.</ref><ref>Fawzi WW, Msamanga G, Hunter D, Urassa E, Renjifo B, Mwakagile D, Hertzmark E, Coley J, Garland M, Kapiga S, Antelman G, Essex M, Spiegelman D. ''Randomized trial of vitamin supplements in relation to vertical transmission of HIV-1 in Tanzania''. ''Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes''. 1999. Vol. 23 (3). hlm. 246–254.</ref>
* [[:en:Human T-lymphotropic virus|''Human T-lymphotropic virus'']]
* [[:en:Human T-lymphotropic virus|''Human T-lymphotropic virus'']]<ref>Hisada M, Maloney EM, Sawada T, Miley WJ, Palmer P, Hanchard B, Goedert JJ, Manns A. ''Virus markers associated with vertical transmission of human T lymphotropic virus type 1 in Jamaica''. ''Clin Infect Dis''. 2002. Vol. 34 (12). hlm. 1551–1557. doi:10.1086/340537.</ref>
* [[Sifilis]]
* [[Sifilis]]<ref>Lee MJ, Hallmark RJ, Frenkel LM, Del Priore G. [https://archive.org/details/sim_international-journal-of-gynecology-obstetrics_1998-12_63_3/page/246 Maternal syphilis and vertical perinatal transmission of human immunodeficiency virus type-1 infection]. ''International Journal of Gynaecology and Obstetrics: the Official Organ of the International Federation of Gynaecology and Obstetrics''. 1998. Vol. 63 (3). hlm. 246–254. doi:10.1016/S0020-7292(98)00165-9.</ref>


[[Hepatitis B]] juga dapat digolongkan sebagai infeksi yang ditularkan vertikal, tetapi [[virus hepatitis B]] berukuran besar dan tidak dapat menembus ke plasenta, sehingga tidak dapat menginfeksi janin kecuali ada kebocoran pada [[:en:maternal-fetal barrier|barier ibu-bayi]], misalnya pendarahan pada waktu melahirkan atau [[amniocentesis]].
[[Hepatitis B]] juga dapat digolongkan sebagai infeksi yang ditularkan vertikal, tetapi [[virus hepatitis B]] berukuran besar dan tidak dapat menembus ke plasenta, sehingga tidak dapat menginfeksi janin kecuali ada kebocoran pada [[:en:maternal-fetal barrier|barier ibu-bayi]], misalnya pendarahan pada waktu melahirkan atau [[amniocentesis]].<ref>[http://www.who.int/csr/disease/hepatitis/whocdscsrlyo20022/en/index1.html Hepatitis B] by World Health Organization (WHO), retrieved November, 2011</ref>


Kompleks TORCH asalnya dianggap terdiri dari empat kondisi yang disebutkan di atas, with the "TO" merujuk kepada ''Toxoplasma''. Format empat istilah ini masih digunakan pada banyak rujukan modern, dan cara penulisan huruf besar/kecil "ToRCH" juga kadang digunakan dalam konteks ini. Akronim ini juga disebut sebagai '''TORCHES''', untuk '''''TO'''xoplasmosis'', '''''R'''ubella'', '''''C'''ytomegalovirus'', '''''HE'''rpes simplex'', dan '''''S'''yphilis''.
Kompleks TORCH asalnya dianggap terdiri dari empat kondisi yang disebutkan di atas,<ref>Kinney JS, Kumar ML. [https://archive.org/details/sim_clinics-in-perinatology_1988-12_15_4/page/727 Should we expand the TORCH complex? A description of clinical and diagnostic aspects of selected old and new agents]. ''Clin Perinatol''. December 1988. Vol. 15 (4). hlm. 727–44.</ref> with the "TO" merujuk kepada ''Toxoplasma''. Format empat istilah ini masih digunakan pada banyak rujukan modern,<ref>Abdel-Fattah SA, Bhat A, Illanes S, Bartha JL, Carrington D. [https://archive.org/details/sim_prenatal-diagnosis_2005-11_25_11/page/1028 TORCH test for fetal medicine indications: only CMV is necessary in the United Kingdom]. ''Prenat. Diagn''. November 2005. Vol. 25 (11). hlm. 1028–31. doi:10.1002/pd.1242.</ref> dan cara penulisan huruf besar/kecil "ToRCH" juga kadang digunakan dalam konteks ini.<ref>Li D, Yang H, Zhang WH, ''et al.''. [http://content.karger.com/produktedb/produkte.asp?typ=fulltext&file=GOI2006062004220 A simple parallel analytical method of prenatal screening]. ''Gynecol. Obstet. Invest''. 2006. Vol. 62 (4). hlm. 220–5. doi:10.1159/000094092.</ref> Akronim ini juga disebut sebagai '''TORCHES''', untuk '''''TO'''xoplasmosis'', '''''R'''ubella'', '''''C'''ytomegalovirus'', '''''HE'''rpes simplex'', dan '''''S'''yphilis''.


Perpanjangan dari akronim ini menjadi CHEAPTORCHES diusulkan oleh Ford-Jones dan Kellner pada tahun 1995:
Perpanjangan dari akronim ini menjadi CHEAPTORCHES diusulkan oleh Ford-Jones dan Kellner pada tahun 1995:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=TORCH&oldid=29589680 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
* '''C''' – '''C'''hickenpox ([[cacar air]]) dan shingles
* '''C''' – '''C'''hickenpox ([[cacar air]]) dan shingles
* '''H''' – [[:en:Viral hepatitis|'''H'''epatitis]] B, C, (D), E
* '''H''' – [[:en:Viral hepatitis|'''H'''epatitis]] B, C, (D), E
Baris 53: Baris 55:


== Tambahan gambar ==
== Tambahan gambar ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
*  [[:en:Group B streptococcal infection|Infeksi streptokokus grup B]]
*  [[:en:Group B streptococcal infection|Infeksi streptokokus grup B]]


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=TORCH&oldid=29589680 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589680 (2026-08-16T17:11:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=TORCH&oldid=29589680 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589680 (2026-08-16T17:11:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.03

CMV placentitis1 mini

TORCH adalah istilah yang mengacu kepada sejumlah infeksi yang mengakibatkan gangguan kehamilan. Istilah TORCH merupakan singkatan dari toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes simplex virus II (HSV-II), dan infeksi lainnya.

Dampak

Infeksi TORCH sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguguran dini. Infeksi TORCH bersama dengan paparan radiasi dan obat-obatan teratogenik dapat mengakibatkan kerusakan pada embrio. Beberapa kecacatan janin yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil antara lain kelainan pada saraf, mata, otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosefalus, dan lain sebagainya dengan tingkat kecacatan bawaan mencapai 15 persen dari yang terinfeksi. Kekurangan gizi dapat memperberat risiko infeksi perinatal.[1]

Infeksi TORCH tidak hanya berkaitan dengan masalah kehamilan saja tetapi juga bisa meyerang orang tua, anak muda, dari berbagai kalangan, usia, dan jenis kelamin. TORCH bisa menyerang otak (misalnya timbul gejala sering sakit kepala), menyebabkan sering timbul radang tenggorokan, flu berkepanjangan, sakit pada otot, persendian, pinggang, sakit pada kaki, lambung, mata, dan sebagainya.

Klasifikasi

Penularan terjadi secara vertikal atau dari ibu ke anak (mother-to-child transmission). Infeksinya dapat disebut infeksi perinatal jika ditularkan pada periode perinatal, yaitu periode yang dimulai pada masa gestasional antara 22[2] sampai 28 minggu[3] (dengan variasi regional untuk definisi) dan berakhir tujuh hari penuh setelah kelahiran.[4]

Istilah infeksi kongenital dapat digunakan jika infeksi yang ditularkan vertikal itu masih terus dialami setelah melahirkan.

Contoh

Beberapa infeksi yang ditularkan vertikal dimasukkan ke dalam kompleks TORCH, yang merupakan singkatan dari:

  1. TToksoplasmosis/Toxoplasma gondii
  2. OOther infections (infeksi lainnya)
  3. RRubela
  4. CCytomegalovirus
  5. HHerpes simplex virus-2 atau neonatal herpes simplex

Huruf "O" merujuk kepada other agents (penyebab lain), termasuk:

Hepatitis B juga dapat digolongkan sebagai infeksi yang ditularkan vertikal, tetapi virus hepatitis B berukuran besar dan tidak dapat menembus ke plasenta, sehingga tidak dapat menginfeksi janin kecuali ada kebocoran pada barier ibu-bayi, misalnya pendarahan pada waktu melahirkan atau amniocentesis.[10]

Kompleks TORCH asalnya dianggap terdiri dari empat kondisi yang disebutkan di atas,[11] with the "TO" merujuk kepada Toxoplasma. Format empat istilah ini masih digunakan pada banyak rujukan modern,[12] dan cara penulisan huruf besar/kecil "ToRCH" juga kadang digunakan dalam konteks ini.[13] Akronim ini juga disebut sebagai TORCHES, untuk TOxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, HErpes simplex, dan Syphilis.

Perpanjangan dari akronim ini menjadi CHEAPTORCHES diusulkan oleh Ford-Jones dan Kellner pada tahun 1995:[14]

Pencegahan

Pencegahan mutlak dilakukan 3-6 bulan sebelum wanita hamil dengan vaksinasi MMR atau Rubella saja, jika ada dan vaksinasi Varicella untuk mengurangi kemungkinan keaktifan Herpes, jika sampai terkena dan sebaiknya diberikan tidak bersamaan, tetapi selang satu bulan. Dilanjutkan dengan pemeriksaan IgM dan IgG satu bulan setelah vaksinasi terakhir, jika hasil IgG positip berarti telah terjadi kekebalan dan jika IgM juga positip berarti positip terjadi infeksi (tetapi bukan karena vaksinasi) dan infeksinya harus diobati dahulu hingga hasil IgM negatip, baru boleh hamil. Jika lebih dahulu hamil, maka IgM dan IgG harus secepatnya diperiksa, jika IgM positip, maka selain harus diobati infeksinya juga dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat kemungkinan terjadinya cacat bawaan, tetapi USG tidak dapat menjamin sepenuhnya bahwa bayi yang akan dilahirkan akan sepenuhnya bebas cacat bawaan, sehingga kadang-kadang perlu dilakukan pengguguran kandungan di mana pilihan tersebut harus dilakukan oleh pasien, setelah dokter memberikan penjelasan yang cukup.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan dengan tes ELISA. Ditemukan bahwa antibodi IgM menunjukkan hasil positif 40 (10.52%) untuk toksoplasma, 102 (26.8%) untuk Rubella, 32 (8.42%) untuk CMV dan 14 (3.6%) untuk HSV-II. Antibodi IgG menunjukkan hasil positif 160 (42.10%) untuk Toxoplasma, 233 (61.3%) untuk Rubella, 346 (91.05%) untuk CMV dan 145 (33.58%) untuk HSV-II.

Tambahan gambar

Lihat pula

Referensi

  1. Goldenberg RL. The plausibility of micronutrient deficiency in relationship to perinatal infection. J. Nutr. May 2003. Vol. 133 (5 Suppl 2). hlm. 1645S–1648S.
  2. Definitions and Indicators in Family Planning. Maternal & Child Health and Reproductive Health. By European Regional Office, World Health Organization. Revised March 1999 & January 2001. In turn citing: WHO Geneva, WHA20.19, WHA43.27, Article 23
  3. Singh, Meharban (2010). Care of the Newborn. p. 7. Edition 7. ISBN 978-81-7082-053-6
  4. Definitions and Indicators in Family Planning. Maternal & Child Health and Reproductive Health. By European Regional Office, World Health Organization. Revised March 1999 & January 2001. In turn citing: WHO Geneva, WHA20.19, WHA43.27, Article 23
  5. Yu J, Wu S, Li F, Hu L. Vertical transmission of Chlamydia trachomatis in Chongqing China. Curr Microbiol. January 2009. Vol. 58 (4). hlm. 315–320. doi:10.1007/s00284-008-9331-5.
  6. K E Ugen, J J Goedert, J Boyer, Y Refaeli, I Frank, W V Williams, A Willoughby, S Landesman, H Mendez, A Rubinstein. Vertical transmission of human immunodeficiency virus (HIV) infection. Reactivity of maternal sera with glycoprotein 120 and 41 peptides from HIV type 1. J Clin Invest. June 1992. Vol. 89 (6). hlm. 1923–1930. doi:10.1172/JCI115798.
  7. Fawzi WW, Msamanga G, Hunter D, Urassa E, Renjifo B, Mwakagile D, Hertzmark E, Coley J, Garland M, Kapiga S, Antelman G, Essex M, Spiegelman D. Randomized trial of vitamin supplements in relation to vertical transmission of HIV-1 in Tanzania. Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes. 1999. Vol. 23 (3). hlm. 246–254.
  8. Hisada M, Maloney EM, Sawada T, Miley WJ, Palmer P, Hanchard B, Goedert JJ, Manns A. Virus markers associated with vertical transmission of human T lymphotropic virus type 1 in Jamaica. Clin Infect Dis. 2002. Vol. 34 (12). hlm. 1551–1557. doi:10.1086/340537.
  9. Lee MJ, Hallmark RJ, Frenkel LM, Del Priore G. Maternal syphilis and vertical perinatal transmission of human immunodeficiency virus type-1 infection. International Journal of Gynaecology and Obstetrics: the Official Organ of the International Federation of Gynaecology and Obstetrics. 1998. Vol. 63 (3). hlm. 246–254. doi:10.1016/S0020-7292(98)00165-9.
  10. Hepatitis B by World Health Organization (WHO), retrieved November, 2011
  11. Kinney JS, Kumar ML. Should we expand the TORCH complex? A description of clinical and diagnostic aspects of selected old and new agents. Clin Perinatol. December 1988. Vol. 15 (4). hlm. 727–44.
  12. Abdel-Fattah SA, Bhat A, Illanes S, Bartha JL, Carrington D. TORCH test for fetal medicine indications: only CMV is necessary in the United Kingdom. Prenat. Diagn. November 2005. Vol. 25 (11). hlm. 1028–31. doi:10.1002/pd.1242.
  13. Li D, Yang H, Zhang WH, et al.. A simple parallel analytical method of prenatal screening. Gynecol. Obstet. Invest. 2006. Vol. 62 (4). hlm. 220–5. doi:10.1159/000094092.
  14. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29589680 (2026-08-16T17:11:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.