Lompat ke isi

Paradoks temporal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29574054; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Paradoks temporal''', '''Paradoks waktu''', atau '''Paradoks perjalanan waktu''' adalah sebuah [[paradoks]], suatu kontradiksi nyata, atau kontradiksi [[logis]] yang berkaitan dengan gagasan waktu dan perjalanan waktu. Dalam ilmu [[fisika]], paradoks temporal ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni paradoks konsistensi yang dicontohkan oleh [[paradoks kakek]]; dan juga [[Lingkaran kasual|lingkaran kausal]]. Paradoks lain yang terkait dengan perjalanan waktu adalah variasi dari [[paradoks Fermi]] dan paradoks [[kehendak bebas]] yang berasal dari lingkaran kausal seperti [[paradoks newcorb|paradoks sisir baru]].
'''Paradoks temporal''', '''Paradoks waktu''', atau '''Paradoks perjalanan waktu''' adalah sebuah [[paradoks]], suatu kontradiksi nyata, atau kontradiksi [[logis]] yang berkaitan dengan gagasan waktu dan perjalanan waktu. Dalam ilmu [[fisika]], paradoks temporal ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni paradoks konsistensi yang dicontohkan oleh [[paradoks kakek]]; dan juga [[Lingkaran kasual|lingkaran kausal]].<ref>Francisco Lobo. ''Time, Closed Timelike Curves and Causality''. ''Nato Science Series II''. 2003. Vol. 95. hlm. 289–296.</ref> Paradoks lain yang terkait dengan perjalanan waktu adalah variasi dari [[paradoks Fermi]] dan paradoks [[kehendak bebas]] yang berasal dari lingkaran kausal seperti [[paradoks newcorb|paradoks sisir baru]].<ref>Jan Faye. [https://plato.stanford.edu/entries/causation-backwards/ Backward Causation]. November 18, 2015.</ref>


== Lingkaran kasual ==
== Lingkaran kasual ==
 
Lingkaran kasual (''Loop casual'') adalah sebuah [[paradoks]] sederhana dari perjalanan waktu yang terjadi ketika peristiwa masa depan adalah penyebab peristiwa masa lalu, yang pada gilirannya adalah merupakan penyebab peristiwa masa depan. Kedua peristiwa itu kemudian ada di [[ruang-waktu]], tetapi asal-usulnya tidak dapat ditentukan. Lingkaran kausal dapat melibatkan suatu peristiwa, [[manusia]] atau suatu [[objek]], atau juga suatu [[informasi]].<ref>Francisco Lobo. ''Time, Closed Timelike Curves and Causality''. ''Nato Science Series II''. 2003. Vol. 95. hlm. 289–296.</ref><ref>Nicholas J.J. Smith. [http://plato.stanford.edu/entries/time-travel/index.html#CauLoo Time Travel]. 2013.</ref> Istilah paradoks boot-strap ([[paradoks tali sepatu]]), paradoks [[predestinasi]] atau paradoks ontologis kadang-kadang digunakan dalam [[fiksi]] untuk merujuk pada lingkaran kausal.<ref>Leora Morgenstern. [http://cs.nyu.edu/web/Research/TechReports/TR2013-950/TR2013-950.pdf Foundations of a Formal Theory of Time Travel]. 2010. hlm. 6.</ref><ref>Chuck Klosterman. [https://archive.org/details/eatingdinosaur00klos Eating the Dinosaur]. Scribner. 2009. hlm. [https://archive.org/details/eatingdinosaur00klos/page/n73 60]. ISBN 9781439168486.</ref>
Lingkaran kasual (''Loop casual'') adalah sebuah [[paradoks]] sederhana dari perjalanan waktu yang terjadi ketika peristiwa masa depan adalah penyebab peristiwa masa lalu, yang pada gilirannya adalah merupakan penyebab peristiwa masa depan. Kedua peristiwa itu kemudian ada di [[ruang-waktu]], tetapi asal-usulnya tidak dapat ditentukan. Lingkaran kausal dapat melibatkan suatu peristiwa, [[manusia]] atau suatu [[objek]], atau juga suatu [[informasi]]. Istilah paradoks boot-strap ([[paradoks tali sepatu]]), paradoks [[predestinasi]] atau paradoks ontologis kadang-kadang digunakan dalam [[fiksi]] untuk merujuk pada lingkaran kausal.


== Paradoks kakek ==
== Paradoks kakek ==
Paradoks konsistensi atau paradoks kakek terjadi ketika masa lalu diubah dengan cara apa pun, sehingga menciptakan [[kontradiksi]]. Apabila seorang penjelajah waktu pernah kembali ke [[masa lalu]] dan membunuh kakek mereka pada masa kecilnya, itu akan mengakibatkan salah satu orang tua penjelajah waktu, dan ergo penjelajah waktu, tidak ada atau tidak dilahirkan. Bila penjelajah waktu tidak dilahirkan, maka tidak akan mungkin bagi mereka untuk membunuh kakek sejak awal. Oleh karena itu, kakek tetap hidup untuk keturunan orang tua penjelajah waktu, dan karena itu penjelajah waktu ada. Sehingga, tidak ada hasil yang dapat diprediksi untuk hal ini.<ref>Nicholas J.J. Smith. [http://plato.stanford.edu/entries/time-travel/index.html#CauLoo Time Travel]. 2013.</ref> Paradoks konsistensi terjadi setiap kali mengubah masa lalu adalah suatu kemungkinan.<ref>Francisco Lobo. ''Time, Closed Timelike Curves and Causality''. ''Nato Science Series II''. 2003. Vol. 95. hlm. 289–296.</ref>


Paradoks konsistensi atau paradoks kakek terjadi ketika masa lalu diubah dengan cara apa pun, sehingga menciptakan [[kontradiksi]]. Apabila seorang penjelajah waktu pernah kembali ke [[masa lalu]] dan membunuh kakek mereka pada masa kecilnya, itu akan mengakibatkan salah satu orang tua penjelajah waktu, dan ergo penjelajah waktu, tidak ada atau tidak dilahirkan. Bila penjelajah waktu tidak dilahirkan, maka tidak akan mungkin bagi mereka untuk membunuh kakek sejak awal. Oleh karena itu, kakek tetap hidup untuk keturunan orang tua penjelajah waktu, dan karena itu penjelajah waktu ada. Sehingga, tidak ada hasil yang dapat diprediksi untuk hal ini. Paradoks konsistensi terjadi setiap kali mengubah masa lalu adalah suatu kemungkinan.
Suatu resolusi yang mungkin dapat terjadi adalah bahwa seorang penjelajah waktu ''bisa'' melakukan apapun yang ''sudah'' terjadi, tetapi ''tidak bisa'' melakukan sesuatu yang ''tidak'' terjadi. Melakukan sesuatu yang tidak terjadi akan menghasilkan suatu [[kontradiksi]].<ref>Nicholas J.J. Smith. [http://plato.stanford.edu/entries/time-travel/index.html#CauLoo Time Travel]. 2013.</ref>
 
Suatu resolusi yang mungkin dapat terjadi adalah bahwa seorang penjelajah waktu ''bisa'' melakukan apapun yang ''sudah'' terjadi, tetapi ''tidak bisa'' melakukan sesuatu yang ''tidak'' terjadi. Melakukan sesuatu yang tidak terjadi akan menghasilkan suatu [[kontradiksi]].


== Paradoks Fermi ==
== Paradoks Fermi ==
 
[[Paradoks Fermi]] dapat diadaptasi untuk perjalanan waktu, dan diutarakan "jika perjalanan waktu memungkinkan, di mana semua pengunjung dari masa depan?" Jawabannya beragam, mulai dari perjalanan waktu yang tidak memungkinkan, hingga kemungkinan bahwa pengunjung dari masa depan tidak dapat mencapai titik sembarang di [[masa lalu]], atau bahwa mereka menyamar untuk menghindari deteksi.<ref>[http://www.pbs.org/wgbh/nova/time/sagan.html Carl Sagan Ponders Time Travel]. ''NOVA''. PBS. Desember 10, 1999.</ref>
[[Paradoks Fermi]] dapat diadaptasi untuk perjalanan waktu, dan diutarakan "jika perjalanan waktu memungkinkan, di mana semua pengunjung dari masa depan?" Jawabannya beragam, mulai dari perjalanan waktu yang tidak memungkinkan, hingga kemungkinan bahwa pengunjung dari masa depan tidak dapat mencapai titik sembarang di [[masa lalu]], atau bahwa mereka menyamar untuk menghindari deteksi.


==Paradoks sisir baru ==
==Paradoks sisir baru ==
 
Paradoks sisir baru (''Newcomb's paradox'') adalah [[eksperimen pemikiran]] yang menunjukkan kontradiksi nyata antara prinsip [[Hipotesis utilitas yang diharapkan|utilitas yang diharapkan]] dan prinsip [[dominasi strategis]].<ref>D. H. Wolpert. ''The lesson of Newcomb's paradox''. ''Synthese''. June 2013. Vol. 190 (9). hlm. 1637–1646. doi:10.1007/s11229-011-9899-3.</ref> Eksperimen pemikiran sering diperluas untuk mengeksplorasi [[kausalitas]] dan [[kehendak bebas]] dengan memungkinkan "prediktor sempurna": jika prediktor yang sempurna masa depan ada, misalnya jika perjalanan waktu ada sebagai mekanisme untuk membuat prediksi sempurna, kemudian prediksi sempurna tampaknya bertentangan dengan kehendak bebas karena keputusan yang tampaknya dibuat dengan kehendak bebas sudah diketahui oleh prediktor yang sempurna.<ref>Craig. [http://www.leaderu.com/offices/billcraig/docs/newcomb.html Divine Foreknowledge and Newcomb's Paradox]. ''Philosophia''. 1987. Vol. 17 (3). hlm. 331–350. doi:10.1007/BF02455055.</ref><ref>William Lane Craig. [https://archive.org/details/journal-of-philosophy_1988-03_85_3/page/135 Tachyons, Time Travel, and Divine Omniscience]. ''The Journal of Philosophy''. 1988. Vol. 85 (3). hlm. 135–150. doi:10.2307/2027068.</ref>
Paradoks sisir baru (''Newcomb's paradox'') adalah [[eksperimen pemikiran]] yang menunjukkan kontradiksi nyata antara prinsip [[Hipotesis utilitas yang diharapkan|utilitas yang diharapkan]] dan prinsip [[dominasi strategis]]. Eksperimen pemikiran sering diperluas untuk mengeksplorasi [[kausalitas]] dan [[kehendak bebas]] dengan memungkinkan "prediktor sempurna": jika prediktor yang sempurna masa depan ada, misalnya jika perjalanan waktu ada sebagai mekanisme untuk membuat prediksi sempurna, kemudian prediksi sempurna tampaknya bertentangan dengan kehendak bebas karena keputusan yang tampaknya dibuat dengan kehendak bebas sudah diketahui oleh prediktor yang sempurna.


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paradoks+temporal&oldid=29574054 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29574054 (2026-08-14T00:40:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paradoks+temporal&oldid=29574054 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29574054 (2026-08-14T00:40:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.05

Paradoks temporal, Paradoks waktu, atau Paradoks perjalanan waktu adalah sebuah paradoks, suatu kontradiksi nyata, atau kontradiksi logis yang berkaitan dengan gagasan waktu dan perjalanan waktu. Dalam ilmu fisika, paradoks temporal ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni paradoks konsistensi yang dicontohkan oleh paradoks kakek; dan juga lingkaran kausal.[1] Paradoks lain yang terkait dengan perjalanan waktu adalah variasi dari paradoks Fermi dan paradoks kehendak bebas yang berasal dari lingkaran kausal seperti paradoks sisir baru.[2]

Lingkaran kasual

Lingkaran kasual (Loop casual) adalah sebuah paradoks sederhana dari perjalanan waktu yang terjadi ketika peristiwa masa depan adalah penyebab peristiwa masa lalu, yang pada gilirannya adalah merupakan penyebab peristiwa masa depan. Kedua peristiwa itu kemudian ada di ruang-waktu, tetapi asal-usulnya tidak dapat ditentukan. Lingkaran kausal dapat melibatkan suatu peristiwa, manusia atau suatu objek, atau juga suatu informasi.[3][4] Istilah paradoks boot-strap (paradoks tali sepatu), paradoks predestinasi atau paradoks ontologis kadang-kadang digunakan dalam fiksi untuk merujuk pada lingkaran kausal.[5][6]

Paradoks kakek

Paradoks konsistensi atau paradoks kakek terjadi ketika masa lalu diubah dengan cara apa pun, sehingga menciptakan kontradiksi. Apabila seorang penjelajah waktu pernah kembali ke masa lalu dan membunuh kakek mereka pada masa kecilnya, itu akan mengakibatkan salah satu orang tua penjelajah waktu, dan ergo penjelajah waktu, tidak ada atau tidak dilahirkan. Bila penjelajah waktu tidak dilahirkan, maka tidak akan mungkin bagi mereka untuk membunuh kakek sejak awal. Oleh karena itu, kakek tetap hidup untuk keturunan orang tua penjelajah waktu, dan karena itu penjelajah waktu ada. Sehingga, tidak ada hasil yang dapat diprediksi untuk hal ini.[7] Paradoks konsistensi terjadi setiap kali mengubah masa lalu adalah suatu kemungkinan.[8]

Suatu resolusi yang mungkin dapat terjadi adalah bahwa seorang penjelajah waktu bisa melakukan apapun yang sudah terjadi, tetapi tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak terjadi. Melakukan sesuatu yang tidak terjadi akan menghasilkan suatu kontradiksi.[9]

Paradoks Fermi

Paradoks Fermi dapat diadaptasi untuk perjalanan waktu, dan diutarakan "jika perjalanan waktu memungkinkan, di mana semua pengunjung dari masa depan?" Jawabannya beragam, mulai dari perjalanan waktu yang tidak memungkinkan, hingga kemungkinan bahwa pengunjung dari masa depan tidak dapat mencapai titik sembarang di masa lalu, atau bahwa mereka menyamar untuk menghindari deteksi.[10]

Paradoks sisir baru

Paradoks sisir baru (Newcomb's paradox) adalah eksperimen pemikiran yang menunjukkan kontradiksi nyata antara prinsip utilitas yang diharapkan dan prinsip dominasi strategis.[11] Eksperimen pemikiran sering diperluas untuk mengeksplorasi kausalitas dan kehendak bebas dengan memungkinkan "prediktor sempurna": jika prediktor yang sempurna masa depan ada, misalnya jika perjalanan waktu ada sebagai mekanisme untuk membuat prediksi sempurna, kemudian prediksi sempurna tampaknya bertentangan dengan kehendak bebas karena keputusan yang tampaknya dibuat dengan kehendak bebas sudah diketahui oleh prediktor yang sempurna.[12][13]

Referensi

  1. Francisco Lobo. Time, Closed Timelike Curves and Causality. Nato Science Series II. 2003. Vol. 95. hlm. 289–296.
  2. Jan Faye. Backward Causation. November 18, 2015.
  3. Francisco Lobo. Time, Closed Timelike Curves and Causality. Nato Science Series II. 2003. Vol. 95. hlm. 289–296.
  4. Nicholas J.J. Smith. Time Travel. 2013.
  5. Leora Morgenstern. Foundations of a Formal Theory of Time Travel. 2010. hlm. 6.
  6. Chuck Klosterman. Eating the Dinosaur. Scribner. 2009. hlm. 60. ISBN 9781439168486.
  7. Nicholas J.J. Smith. Time Travel. 2013.
  8. Francisco Lobo. Time, Closed Timelike Curves and Causality. Nato Science Series II. 2003. Vol. 95. hlm. 289–296.
  9. Nicholas J.J. Smith. Time Travel. 2013.
  10. Carl Sagan Ponders Time Travel. NOVA. PBS. Desember 10, 1999.
  11. D. H. Wolpert. The lesson of Newcomb's paradox. Synthese. June 2013. Vol. 190 (9). hlm. 1637–1646. doi:10.1007/s11229-011-9899-3.
  12. Craig. Divine Foreknowledge and Newcomb's Paradox. Philosophia. 1987. Vol. 17 (3). hlm. 331–350. doi:10.1007/BF02455055.
  13. William Lane Craig. Tachyons, Time Travel, and Divine Omniscience. The Journal of Philosophy. 1988. Vol. 85 (3). hlm. 135–150. doi:10.2307/2027068.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574054 (2026-08-14T00:40:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.