Lompat ke isi

Isopropil alkohol: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29303272; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Propan-2-ol-3D-balls.png|thumb|right|280px|Propan-2-ol-3D-balls]]
'''Isopropil alkohol''' (nama [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] '''propan-2-ol''' dan juga dikenal dengan '''isopropanol''') merupakan [[senyawa kimia]] dengan [[rumus molekul]] C<sub>3</sub>H<sub>8</sub>O atau C<sub>3</sub>H<sub>7</sub>OH. Senyawa ini merupakan senyawa tak berwarna dan mudah terbakar dengan bau menyengat.
'''Isopropil alkohol''' (nama [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] '''propan-2-ol''' dan juga dikenal dengan '''isopropanol''') merupakan [[senyawa kimia]] dengan [[rumus molekul]] C<sub>3</sub>H<sub>8</sub>O atau C<sub>3</sub>H<sub>7</sub>OH. Senyawa ini merupakan senyawa tak berwarna dan mudah terbakar dengan bau menyengat.


Baris 4: Baris 6:


== Sifat ==
== Sifat ==
Isopropil alkohol, sebagai senyawa polar, dapat bercampur dengan senyawa polar lain seperti [[air]], [[metanol]], dan [[etanol]]. Senyawa ini, bersama metanol, etanol, 1-propanol, dan [[Tert-Butil alkohol|''tert''-butanol]] merupakan senyawa alkohol sederhana yang bercampur sempurna dengan air.
Isopropil alkohol, sebagai senyawa polar, dapat bercampur dengan senyawa polar lain seperti [[air]], [[metanol]], dan [[etanol]]. Senyawa ini, bersama metanol, etanol, 1-propanol, dan [[Tert-Butil alkohol|''tert''-butanol]] merupakan senyawa alkohol sederhana yang bercampur sempurna dengan air.<ref>Allen L. Olsen. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ja01305a021 A Study of Solutions of Isopropyl Alcohol in Benzene, in Water and in Benzene and Water]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1935-02. Vol. 57 (2). hlm. 303–305. doi:10.1021/ja01305a021.</ref>


Isopropil alkohol membentuk [[azeotrop]] dengan air sehingga akan mendidih pada temperatur 80,37 °C dengan persen massa 87,7%. Selain itu, isopropanol dapat dibedakan dari alkohol yang lebih sederhana karena senyawa ini tidak bercampur dengan larutan garam sehingga dapat dipisahkan dari [[larutan berair]] dengan menambahkan garam seperti [[natrium klorida]] atau [[kalium klorida]]. Proses ini disebut sebagai ''salting out'' 'pengawagasan salinitas' yang menyebabkan isopropil alkohol dapat dimurnikan dari air.
Isopropil alkohol membentuk [[azeotrop]] dengan air sehingga akan mendidih pada temperatur 80,37 °C dengan persen massa 87,7%.<ref>[https://archive.org/details/merckindexencycl00wind The Merck index: an encyclopedia of chemicals, drugs, and biologicals]. Merck. 1983. hlm. [https://archive.org/details/merckindexencycl00wind/page/749 749]. ISBN 978-0-911910-27-8.</ref> Selain itu, isopropanol dapat dibedakan dari alkohol yang lebih sederhana karena senyawa ini tidak bercampur dengan larutan garam sehingga dapat dipisahkan dari [[larutan berair]] dengan menambahkan garam seperti [[natrium klorida]] atau [[kalium klorida]].<ref>Alejandro Gomis. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.iecr.0c05891 Operational Limits in Processes with Water, Salt, and Short-Chain Alcohol Mixtures as Aqueous Two-Phase Systems and Problems in Its Simulation]. ''Industrial & Engineering Chemistry Research''. 2021-02-17. Vol. 60 (6). hlm. 2578–2587. doi:10.1021/acs.iecr.0c05891.</ref><ref>S. I. Sinegubova. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11167-005-0194-2 Salting-out of isopropyl alcohol from aqueous solutions with potassium nitrate]. ''Russian Journal of Applied Chemistry''. 2004-12-01. Vol. 77 (12). hlm. 1924–1928. doi:10.1007/s11167-005-0194-2.</ref> Proses ini disebut sebagai ''salting out'' 'pengawagasan salinitas' yang menyebabkan isopropil alkohol dapat dimurnikan dari air.


== Reaksi ==
== Reaksi ==
Baris 12: Baris 14:


Isopropil alkohol dapat mengalami [[Redoks|oksidasi]] menjadi [[aseton]] dengan menggunakan oksidator seperti [[kalium dikromat]] dalam keadaan asam atau dehidrogenasi menggunakan katalis tembaga.<blockquote>(CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CHOH → (CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CO + H<sub>2</sub></blockquote>Baik aseton maupun isopropil alkohol, keduanya dapat menghasilkan reaksi positif apabila direaksikan dengan iodin dan [[natrium hidroksida]] dalam uji [[iodoform]].
Isopropil alkohol dapat mengalami [[Redoks|oksidasi]] menjadi [[aseton]] dengan menggunakan oksidator seperti [[kalium dikromat]] dalam keadaan asam atau dehidrogenasi menggunakan katalis tembaga.<blockquote>(CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CHOH → (CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CO + H<sub>2</sub></blockquote>Baik aseton maupun isopropil alkohol, keduanya dapat menghasilkan reaksi positif apabila direaksikan dengan iodin dan [[natrium hidroksida]] dalam uji [[iodoform]].
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/isopropylalcohol/recognition.html The US government's Occupational Safety and Health Administration's guidelines for isopropyl alcohol.]
* [http://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/isopropylalcohol/recognition.html The US government's Occupational Safety and Health Administration's guidelines for isopropyl alcohol.]  
* [http://msds.chem.ox.ac.uk/PR/2-propanol.html MSDS for Isopropyl Alcohol]
* [http://msds.chem.ox.ac.uk/PR/2-propanol.html MSDS for Isopropyl Alcohol]  
* [http://www.labmanager.com/stips.asp?ID=41 Lab Manager Article on Working with Isopropyl Alcohol]
* [http://www.labmanager.com/stips.asp?ID=41 Lab Manager Article on Working with Isopropyl Alcohol]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isopropil+alkohol&oldid=29303272 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29303272 (2026-06-01T11:21:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isopropil+alkohol&oldid=29303272 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29303272 (2026-06-01T11:21:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.58

Propan-2-ol-3D-balls

Isopropil alkohol (nama IUPAC propan-2-ol dan juga dikenal dengan isopropanol) merupakan senyawa kimia dengan rumus molekul C3H8O atau C3H7OH. Senyawa ini merupakan senyawa tak berwarna dan mudah terbakar dengan bau menyengat.

Isopropil alkohol termasuk ke dalam senyawa alkohol yang membuatnya bersifat polar. Di antara golongan alkohol, isopropanol merupakan contoh alkohol sekunder paling sederhana, yakni senyawa dengan atom karbon yang mengikat gugus alkohol dan 2 atom karbon lain. Senyawa ini merupakan isomer struktur dari 1-propanol dan etil metil eter.

Sifat

Isopropil alkohol, sebagai senyawa polar, dapat bercampur dengan senyawa polar lain seperti air, metanol, dan etanol. Senyawa ini, bersama metanol, etanol, 1-propanol, dan tert-butanol merupakan senyawa alkohol sederhana yang bercampur sempurna dengan air.[1]

Isopropil alkohol membentuk azeotrop dengan air sehingga akan mendidih pada temperatur 80,37 °C dengan persen massa 87,7%.[2] Selain itu, isopropanol dapat dibedakan dari alkohol yang lebih sederhana karena senyawa ini tidak bercampur dengan larutan garam sehingga dapat dipisahkan dari larutan berair dengan menambahkan garam seperti natrium klorida atau kalium klorida.[3][4] Proses ini disebut sebagai salting out 'pengawagasan salinitas' yang menyebabkan isopropil alkohol dapat dimurnikan dari air.

Reaksi

Isopropil alkohol dapat diubah menjadi 2-bromopropana dengan reagen fosfor tribromida (PBr3) melalui reaksi subsitusi nukleofilik. Senyawa ini juga dapat mengalami reaksi dehidrasi (eliminasi air) dengan asam sulfat menjadi propena pada keadaan panas.

Isopropil alkohol dapat mengalami oksidasi menjadi aseton dengan menggunakan oksidator seperti kalium dikromat dalam keadaan asam atau dehidrogenasi menggunakan katalis tembaga.

(CH3)2CHOH → (CH3)2CO + H2

Baik aseton maupun isopropil alkohol, keduanya dapat menghasilkan reaksi positif apabila direaksikan dengan iodin dan natrium hidroksida dalam uji iodoform.

Pranala luar

Referensi

  1. Allen L. Olsen. A Study of Solutions of Isopropyl Alcohol in Benzene, in Water and in Benzene and Water. Journal of the American Chemical Society. 1935-02. Vol. 57 (2). hlm. 303–305. doi:10.1021/ja01305a021.
  2. The Merck index: an encyclopedia of chemicals, drugs, and biologicals. Merck. 1983. hlm. 749. ISBN 978-0-911910-27-8.
  3. Alejandro Gomis. Operational Limits in Processes with Water, Salt, and Short-Chain Alcohol Mixtures as Aqueous Two-Phase Systems and Problems in Its Simulation. Industrial & Engineering Chemistry Research. 2021-02-17. Vol. 60 (6). hlm. 2578–2587. doi:10.1021/acs.iecr.0c05891.
  4. S. I. Sinegubova. Salting-out of isopropyl alcohol from aqueous solutions with potassium nitrate. Russian Journal of Applied Chemistry. 2004-12-01. Vol. 77 (12). hlm. 1924–1928. doi:10.1007/s11167-005-0194-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29303272 (2026-06-01T11:21:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.