Rantai samping: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579167; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kimia organik]] dan [[biokimia]], sebuah '''rantai samping''' adalah [[substituen|gugus kimia]] yang melekat pada bagian inti dari molekul yang disebut "rantai utama" atau [[rantai tulang punggung|tulang punggung]]. Rantai samping adalah unsur percabangan hidrokarbon dari molekul yang melekat pada tulang punggung hidrokarbon yang lebih besar. Rantai samping adalah salah satu faktor dalam menentukan sifat dan reaktivitas molekul. Suatu rantai samping juga dikenal sebagai '''rantai ikutan''' (''pendant chain''), tetapi [[gugus ikutan]] (gugus samping) memiliki definisi yang berbeda. | Dalam [[kimia organik]] dan [[biokimia]], sebuah '''rantai samping''' adalah [[substituen|gugus kimia]] yang melekat pada bagian inti dari molekul yang disebut "rantai utama" atau [[rantai tulang punggung|tulang punggung]]. Rantai samping adalah unsur percabangan hidrokarbon dari molekul yang melekat pada tulang punggung hidrokarbon yang lebih besar. Rantai samping adalah salah satu faktor dalam menentukan sifat dan reaktivitas molekul.<ref>L.G. Wade. [https://archive.org/details/organicchemistry0000wade_j8o9 Organic Chemistry]. Pearson Prentice Hall. 2010. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry0000wade_j8o9/page/70 70]–78. ISBN 978-0-321-59231-6.</ref> Suatu rantai samping juga dikenal sebagai '''rantai ikutan''' (''pendant chain''), tetapi [[gugus ikutan]] (gugus samping) memiliki definisi yang berbeda. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Simbol ''R'' diperkenalkan oleh [[kimiawan]] Prancis abad ke-19 [[Charles Frédéric Gerhardt]], yang menganjurkan adopsi simbol tersebut dengan alasan bahwa simbol tersebut dapat dikenali dan dimengerti secara luas mengingat korespondensinya dalam beberapa bahasa [[Eropa]] dari awal huruf pada satu atau lebih kata sudah digunakan untuk menunjukkan konsep dan berbagi makna "akar" atau "residu": [[Bahasa Prancis|Prancis]] ''racine'' ("akar") dan ''résidu'' ("residu"), terjemahan bahasa Inggrisnya dari masing-masing istilah ini bersama dengan ''[[radikal (kimia)|radikal]]'' (berasal dari [[bahasa Latin]] ''radix'' di bawah), Latin ''radix'' ("akar") dan ''residuum'' ("residu"), serta [[Bahasa Jerman|Jerman]] ''Rest'' ("sisa" dan, dalam konteks kimia, baik "residu" dan "radikal").<ref>Jensen W.B. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2010-04_87_4/page/n27 Why is R used to symbolise Hydrocarbon substituents?]. ''Journal of Chemical Education''. 2010. Vol. 87 (4). hlm. 360. doi:10.1021/ed800139p.</ref> | |||
Simbol ''R'' diperkenalkan oleh [[kimiawan]] Prancis abad ke-19 [[Charles Frédéric Gerhardt]], yang menganjurkan adopsi simbol tersebut dengan alasan bahwa simbol tersebut dapat dikenali dan dimengerti secara luas mengingat korespondensinya dalam beberapa bahasa [[Eropa]] dari awal huruf pada satu atau lebih kata sudah digunakan untuk menunjukkan konsep dan berbagi makna "akar" atau "residu": [[Bahasa Prancis|Prancis]] ''racine'' ("akar") dan ''résidu'' ("residu"), terjemahan bahasa Inggrisnya dari masing-masing istilah ini bersama dengan ''[[radikal (kimia)|radikal]]'' (berasal dari [[bahasa Latin]] ''radix'' di bawah), Latin ''radix'' ("akar") dan ''residuum'' ("residu"), serta [[Bahasa Jerman|Jerman]] ''Rest'' ("sisa" dan, dalam konteks kimia, baik "residu" dan "radikal"). | |||
== Konvensi == | == Konvensi == | ||
| Baris 11: | Baris 9: | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Kimia organik === | === Kimia organik === | ||
Dalam [[Polimer|ilmu polimer]], rantai samping dari cabang [[oligomer]]ik atau [[polimer]]ik memanjang dari [[rantai tulang punggung]] dari sebuah polimer. Rantai samping memiliki pengaruh penting pada sifat polimer, terutama [[Polimer#Kristalinitas|kristalinitasnya]] serta [[kerapatan]]nya. Cabang [[oligomer]]ik dapat disebut cabang rantai pendek, dan cabang [[polimer]]ik dapat disebut cabang rantai panjang. [[Gugus samping]] berbeda dari rantai samping; mereka bukan oligomer atau polimer. | Dalam [[Polimer|ilmu polimer]], rantai samping dari cabang [[oligomer]]ik atau [[polimer]]ik memanjang dari [[rantai tulang punggung]] dari sebuah polimer. Rantai samping memiliki pengaruh penting pada sifat polimer, terutama [[Polimer#Kristalinitas|kristalinitasnya]] serta [[kerapatan]]nya. Cabang [[oligomer]]ik dapat disebut cabang rantai pendek, dan cabang [[polimer]]ik dapat disebut cabang rantai panjang. [[Gugus samping]] berbeda dari rantai samping; mereka bukan oligomer atau polimer.<ref>International Union of Pure and Applied Chemistry. [http://goldbook.iupac.org/B00720.html IUPAC Compendium of Chemical Terminology]. ''iupac.org''. IUPAC. doi:10.1351/goldbook.B00720.</ref> | ||
=== Biokimia === | === Biokimia === | ||
Dalam [[protein]], yang tersusun dari residu [[asam amino]], rantai samping melekat pada atom [[Karbon alfa|karbon-alfa]] dari tulang punggung [[amida]]. Rantai samping yang terhubung ke karbon-alfa spesifik untuk setiap asam amino dan bertanggung jawab untuk menentukan [[ion|muatan]] dan [[Polaritas (kimia)|polaritas kimia]] dari asam amino. Rantai samping asam amino juga bertanggung jawab untuk banyak interaksi yang mengarah kepada [[pelipatan protein]] yang tepat dan fungsinya.<ref>Donald Voet. ''Fundamentals of Biochemistry: Life at the Molecular Level''. John Wiley & Sons, Inc. 2013. ISBN 9781118129180.</ref> Asam amino dengan polaritas yang sama biasanya tertarik satu sama lain, sementara rantai samping nonpolar dan polar biasanya saling menolak. Interaksi nonpolar/polar masih dapat memainkan peran penting dalam menstabilkan struktur sekunder karena jumlah yang relatif besar dari mereka terjadi di seluruh protein.<ref>C. D. Andrew. ''Stabilizing nonpolar/polar side-chain interactions in the alpha-helix''. ''Proteins''. 2001-12-01. Vol. 45 (4). hlm. 449–455.</ref> | |||
Dalam [[protein]], yang tersusun dari residu [[asam amino]], rantai samping melekat pada atom [[Karbon alfa|karbon-alfa]] dari tulang punggung [[amida]]. Rantai samping yang terhubung ke karbon-alfa spesifik untuk setiap asam amino dan bertanggung jawab untuk menentukan [[ion|muatan]] dan [[Polaritas (kimia)|polaritas kimia]] dari asam amino. Rantai samping asam amino juga bertanggung jawab untuk banyak interaksi yang mengarah kepada [[pelipatan protein]] yang tepat dan fungsinya. Asam amino dengan polaritas yang sama biasanya tertarik satu sama lain, sementara rantai samping nonpolar dan polar biasanya saling menolak. Interaksi nonpolar/polar masih dapat memainkan peran penting dalam menstabilkan struktur sekunder karena jumlah yang relatif besar dari mereka terjadi di seluruh protein. | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 27: | Baris 23: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rantai+samping&oldid=29579167 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579167 (2026-08-14T23:25:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rantai+samping&oldid=29579167 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579167 (2026-08-14T23:25:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.01
Dalam kimia organik dan biokimia, sebuah rantai samping adalah gugus kimia yang melekat pada bagian inti dari molekul yang disebut "rantai utama" atau tulang punggung. Rantai samping adalah unsur percabangan hidrokarbon dari molekul yang melekat pada tulang punggung hidrokarbon yang lebih besar. Rantai samping adalah salah satu faktor dalam menentukan sifat dan reaktivitas molekul.[1] Suatu rantai samping juga dikenal sebagai rantai ikutan (pendant chain), tetapi gugus ikutan (gugus samping) memiliki definisi yang berbeda.
Sejarah
Simbol R diperkenalkan oleh kimiawan Prancis abad ke-19 Charles Frédéric Gerhardt, yang menganjurkan adopsi simbol tersebut dengan alasan bahwa simbol tersebut dapat dikenali dan dimengerti secara luas mengingat korespondensinya dalam beberapa bahasa Eropa dari awal huruf pada satu atau lebih kata sudah digunakan untuk menunjukkan konsep dan berbagi makna "akar" atau "residu": Prancis racine ("akar") dan résidu ("residu"), terjemahan bahasa Inggrisnya dari masing-masing istilah ini bersama dengan radikal (berasal dari bahasa Latin radix di bawah), Latin radix ("akar") dan residuum ("residu"), serta Jerman Rest ("sisa" dan, dalam konteks kimia, baik "residu" dan "radikal").[2]
Konvensi
Penempatan R sering digunakan sebagai tempatan generik untuk rantai samping gugus alkil (hidrokarbon jenuh) dalam diagram struktur kimia. Untuk menunjukkan gugus non-karbon lainnya dalam diagram struktur, X, Y, atau Z terkadang digunakan.
Penggunaan
Kimia organik
Dalam ilmu polimer, rantai samping dari cabang oligomerik atau polimerik memanjang dari rantai tulang punggung dari sebuah polimer. Rantai samping memiliki pengaruh penting pada sifat polimer, terutama kristalinitasnya serta kerapatannya. Cabang oligomerik dapat disebut cabang rantai pendek, dan cabang polimerik dapat disebut cabang rantai panjang. Gugus samping berbeda dari rantai samping; mereka bukan oligomer atau polimer.[3]
Biokimia
Dalam protein, yang tersusun dari residu asam amino, rantai samping melekat pada atom karbon-alfa dari tulang punggung amida. Rantai samping yang terhubung ke karbon-alfa spesifik untuk setiap asam amino dan bertanggung jawab untuk menentukan muatan dan polaritas kimia dari asam amino. Rantai samping asam amino juga bertanggung jawab untuk banyak interaksi yang mengarah kepada pelipatan protein yang tepat dan fungsinya.[4] Asam amino dengan polaritas yang sama biasanya tertarik satu sama lain, sementara rantai samping nonpolar dan polar biasanya saling menolak. Interaksi nonpolar/polar masih dapat memainkan peran penting dalam menstabilkan struktur sekunder karena jumlah yang relatif besar dari mereka terjadi di seluruh protein.[5]
Lihat pula
Referensi
- ↑ L.G. Wade. Organic Chemistry. Pearson Prentice Hall. 2010. hlm. 70–78. ISBN 978-0-321-59231-6.
- ↑ Jensen W.B. Why is R used to symbolise Hydrocarbon substituents?. Journal of Chemical Education. 2010. Vol. 87 (4). hlm. 360. doi:10.1021/ed800139p.
- ↑ International Union of Pure and Applied Chemistry. IUPAC Compendium of Chemical Terminology. iupac.org. IUPAC. doi:10.1351/goldbook.B00720.
- ↑ Donald Voet. Fundamentals of Biochemistry: Life at the Molecular Level. John Wiley & Sons, Inc. 2013. ISBN 9781118129180.
- ↑ C. D. Andrew. Stabilizing nonpolar/polar side-chain interactions in the alpha-helix. Proteins. 2001-12-01. Vol. 45 (4). hlm. 449–455.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579167 (2026-08-14T23:25:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.