Hampiran Born–Oppenheimer: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29220260; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kimia kuantum]] dan [[fisika molekuler]], '''pendekatan Born–Oppenheimer (BO)''' adalah pendekatan matematika paling terkenal dalam dinamika molekuler. Secara khusus, pendekatan ini mengasumsikan bahwa [[fungsi gelombang]] [[inti atom]] dan [[elektron]] pada molekul dapat diperlakukan secara terpisah, merunut pada fakta bahwa inti jauh lebih berat daripada elektron. Karena massa relatif inti yang lebih besar jika dibandingkan dengan elektron, koordinat [[inti dalam]] suatu sistem diperkirakan bersifat tetap, sedangkan koordinat elektron bersifat dinamis. Pendekatan ini dinamai berdasarkan [[Max Born]] dan mahasiswa pascasarjananya yang berusia 23 tahun, [[J. Robert Oppenheimer]], yang memecahkannya pada tahun 1927 saat periode gejolak yang intens dalam pengembangan [[mekanika kuantum]]. | Dalam [[kimia kuantum]] dan [[fisika molekuler]], '''pendekatan Born–Oppenheimer (BO)''' adalah pendekatan matematika paling terkenal dalam dinamika molekuler. Secara khusus, pendekatan ini mengasumsikan bahwa [[fungsi gelombang]] [[inti atom]] dan [[elektron]] pada molekul dapat diperlakukan secara terpisah, merunut pada fakta bahwa inti jauh lebih berat daripada elektron. Karena massa relatif inti yang lebih besar jika dibandingkan dengan elektron, koordinat [[inti dalam]] suatu sistem diperkirakan bersifat tetap, sedangkan koordinat elektron bersifat dinamis.<ref>David Hanson. [https://chem.libretexts.org/Bookshelves/Physical_and_Theoretical_Chemistry_Textbook_Maps/Book%3A_Quantum_States_of_Atoms_and_Molecules_(Zielinksi_et_al)/10%3A_Theories_of_Electronic_Molecular_Structure/10.01%3A_The_Born-Oppenheimer_Approximation The Born-Oppenheimer Approximation]. ''Chemistry Libretexts''. Chemical Education Digital Library.</ref> Pendekatan ini dinamai berdasarkan [[Max Born]] dan mahasiswa pascasarjananya yang berusia 23 tahun, [[J. Robert Oppenheimer]], yang memecahkannya pada tahun 1927 saat periode gejolak yang intens dalam pengembangan [[mekanika kuantum]].<ref>Max Born. ''Zur Quantentheorie der Molekeln''. ''Annalen der Physik''. 1927. Vol. 389 (20). hlm. 457–484. doi:10.1002/andp.19273892002.</ref><ref>Kai Bird. [https://archive.org/details/americanpromethe0000bird_u3r2 American Prometheus: The Triumph and Tragedy of J. Robert Oppenheimer]. Vintage Books. 2006. hlm. [https://archive.org/details/americanpromethe0000bird_u3r2/page/64 65]-66. ISBN 978-0375726262.</ref> | ||
Pendekatan ini banyak digunakan dalam kimia kuantum untuk mempercepat perhitungan fungsi gelombang molekuler dan sifat-sifat lainnya pada molekul besar. Terdapat kasus ketika asumsi gerakan yang dapat dipisahkan tidak lagi berlaku, yang membuat pendekatan ini kehilangan validitas, tetapi pendekatan ini masih digunakan sebagai titik awal bagi metode yang lebih absah. | Pendekatan ini banyak digunakan dalam kimia kuantum untuk mempercepat perhitungan fungsi gelombang molekuler dan sifat-sifat lainnya pada molekul besar. Terdapat kasus ketika asumsi gerakan yang dapat dipisahkan tidak lagi berlaku, yang membuat pendekatan ini kehilangan validitas, tetapi pendekatan ini masih digunakan sebagai titik awal bagi metode yang lebih absah. | ||
| Baris 7: | Baris 7: | ||
Rumus tersebut berbeda urutan magnitudonya, dan spin energi nuklirnya sangat kecil sehingga sering kali dihilangkan. Energi elektronik <math>E_\text{elektronik}</math> terdiri dari [[energi kinetik]], repulsi interelektronik, repulsi internuklir, dan tarikan elektron–nuklir, yang merupakan unsur yang biasanya disertakan saat menghitung struktur elektronik molekul. | Rumus tersebut berbeda urutan magnitudonya, dan spin energi nuklirnya sangat kecil sehingga sering kali dihilangkan. Energi elektronik <math>E_\text{elektronik}</math> terdiri dari [[energi kinetik]], repulsi interelektronik, repulsi internuklir, dan tarikan elektron–nuklir, yang merupakan unsur yang biasanya disertakan saat menghitung struktur elektronik molekul. | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
| Baris 16: | Baris 13: | ||
* [http://www.tcm.phy.cam.ac.uk/%7Epdh1001/thesis/node13.html The Born–Oppenheimer approximation], a section from Peter Haynes' doctoral thesis | * [http://www.tcm.phy.cam.ac.uk/%7Epdh1001/thesis/node13.html The Born–Oppenheimer approximation], a section from Peter Haynes' doctoral thesis | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hampiran+Born%E2%80%93Oppenheimer&oldid=29220260 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29220260 (2026-05-12T14:52:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hampiran+Born%E2%80%93Oppenheimer&oldid=29220260 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29220260 (2026-05-12T14:52:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.08
Dalam kimia kuantum dan fisika molekuler, pendekatan Born–Oppenheimer (BO) adalah pendekatan matematika paling terkenal dalam dinamika molekuler. Secara khusus, pendekatan ini mengasumsikan bahwa fungsi gelombang inti atom dan elektron pada molekul dapat diperlakukan secara terpisah, merunut pada fakta bahwa inti jauh lebih berat daripada elektron. Karena massa relatif inti yang lebih besar jika dibandingkan dengan elektron, koordinat inti dalam suatu sistem diperkirakan bersifat tetap, sedangkan koordinat elektron bersifat dinamis.[1] Pendekatan ini dinamai berdasarkan Max Born dan mahasiswa pascasarjananya yang berusia 23 tahun, J. Robert Oppenheimer, yang memecahkannya pada tahun 1927 saat periode gejolak yang intens dalam pengembangan mekanika kuantum.[2][3]
Pendekatan ini banyak digunakan dalam kimia kuantum untuk mempercepat perhitungan fungsi gelombang molekuler dan sifat-sifat lainnya pada molekul besar. Terdapat kasus ketika asumsi gerakan yang dapat dipisahkan tidak lagi berlaku, yang membuat pendekatan ini kehilangan validitas, tetapi pendekatan ini masih digunakan sebagai titik awal bagi metode yang lebih absah.
Dalam spektroskopi inframerah molekuler, penggunaan pendekatan BO berarti mempertimbangkan energi molekuler sebagai penjumlahan unsur-unsur independen, misalnya:
Rumus tersebut berbeda urutan magnitudonya, dan spin energi nuklirnya sangat kecil sehingga sering kali dihilangkan. Energi elektronik terdiri dari energi kinetik, repulsi interelektronik, repulsi internuklir, dan tarikan elektron–nuklir, yang merupakan unsur yang biasanya disertakan saat menghitung struktur elektronik molekul.
Pranala luar
- The original article (in German)
- Translation by S. M. Blinder
- The Born–Oppenheimer approximation, a section from Peter Haynes' doctoral thesis
Referensi
- ↑ David Hanson. The Born-Oppenheimer Approximation. Chemistry Libretexts. Chemical Education Digital Library.
- ↑ Max Born. Zur Quantentheorie der Molekeln. Annalen der Physik. 1927. Vol. 389 (20). hlm. 457–484. doi:10.1002/andp.19273892002.
- ↑ Kai Bird. American Prometheus: The Triumph and Tragedy of J. Robert Oppenheimer. Vintage Books. 2006. hlm. 65-66. ISBN 978-0375726262.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29220260 (2026-05-12T14:52:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.