Lompat ke isi

Reaksi aluminotermik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579294; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Reaksi aluminotermik''' adalah reaksi [[eksotermik]] yang menggunakan [[aluminium]] sebagai [[reduktor]] pada suhu yang tinggi. Proses ini digunakan dalam dunia perindustrian untuk menghasilkan [[logam paduan]] [[besi]], Contoh reaksi aluminotermik yang paling dikenal adalah reaksi [[termit]] antara [[besi oksida]] dengan aluminium untuk menghasilkan besi:
[[File:ThermiteReaction.jpg|thumb|right|280px|Reaksi aluminotermik dengan menggunakan besi(III) oksida]]
 
'''Reaksi aluminotermik''' adalah reaksi [[eksotermik]] yang menggunakan [[aluminium]] sebagai [[reduktor]] pada suhu yang tinggi. Proses ini digunakan dalam dunia perindustrian untuk menghasilkan [[logam paduan]] [[besi]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+aluminotermik&oldid=29579294 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Contoh reaksi aluminotermik yang paling dikenal adalah reaksi [[termit]] antara [[besi oksida]] dengan aluminium untuk menghasilkan besi:


: Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 2 Al → 2 Fe + Al<sub>2</sub>O<Sub>3</sub>
: Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 2 Al → 2 Fe + Al<sub>2</sub>O<Sub>3</sub>
Baris 6: Baris 8:


== Kegunaan ==
== Kegunaan ==
Untuk menghasilkan beberapa jenis logam paduan besi (seperti [[feroniobium]] dari [[niobium pentoksida]] dan [[ferovanadium]] dari besi, vanadium(V) oksida, dan aluminium), prosesnya dimulai dengan menggunakan aluminium untuk mereduksi oksida:
Untuk menghasilkan beberapa jenis logam paduan besi (seperti [[feroniobium]] dari [[niobium pentoksida]] dan [[ferovanadium]] dari besi, vanadium(V) oksida, dan aluminium),<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+aluminotermik&oldid=29579294 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Claude Dufresne and Ghislain Goyette. [http://www.cbmm.com.br/portug/sources/techlib/science_techno/table_content/sub_1/images/pdfs/start.pdf The Production of Ferroniobium at the Niobec Mine MINE 1981-2001].</ref> prosesnya dimulai dengan menggunakan aluminium untuk mereduksi oksida:
:3 V<sub>2</sub>O<sub>5</sub> + 10 Al → 5 Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 6 V
:3 V<sub>2</sub>O<sub>5</sub> + 10 Al → 5 Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 6 V


Logam-logam lain dapat dihasilkan dari bentuk oksidanya dengan cara yang sama.
Logam-logam lain dapat dihasilkan dari bentuk oksidanya dengan cara yang sama.<ref>Joseph R. Davis. [https://archive.org/details/aluminumaluminum0000unse Aluminum and Aluminum Alloys]. ASM International. 1993. ISBN 978-0-87170-496-2.</ref><ref>Chiranjib Kumar Gupta. [https://books.google.com/books?id=2PAarkWieIQC&pg=PA387 Chemical Metallurgy: Principles and Practice]. Wiley-VCH. 2006. ISBN 978-3-527-60525-5.</ref><ref>L. L. Wang. [https://archive.org/details/sim_journal-of-materials-science_1993-07-15_28_14/page/3693 Thermite reactions: their utilization in the synthesis and processing of materials]. ''Journal of Materials Science''. 1993. Vol. 28 (14). hlm. 3693–3708. doi:10.1007/BF00353167.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Baris 19: Baris 21:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+aluminotermik&oldid=29579294 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579294 (2026-08-15T00:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+aluminotermik&oldid=29579294 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579294 (2026-08-15T00:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.10

Reaksi aluminotermik dengan menggunakan besi(III) oksida

Reaksi aluminotermik adalah reaksi eksotermik yang menggunakan aluminium sebagai reduktor pada suhu yang tinggi. Proses ini digunakan dalam dunia perindustrian untuk menghasilkan logam paduan besi,[1] Contoh reaksi aluminotermik yang paling dikenal adalah reaksi termit antara besi oksida dengan aluminium untuk menghasilkan besi:

Fe2O3 + 2 Al → 2 Fe + Al2O3

Namun, reaksi ini tidak relevan untuk kegunaan reaksi aluminotermik yang paling penting, yaitu produksi logam paduan besi. Untuk memproduksi besi, kokas sebagai reduktor yang murah digunakan dalam reaksi karbotermik.

Kegunaan

Untuk menghasilkan beberapa jenis logam paduan besi (seperti feroniobium dari niobium pentoksida dan ferovanadium dari besi, vanadium(V) oksida, dan aluminium),[2][3] prosesnya dimulai dengan menggunakan aluminium untuk mereduksi oksida:

3 V2O5 + 10 Al → 5 Al2O3 + 6 V

Logam-logam lain dapat dihasilkan dari bentuk oksidanya dengan cara yang sama.[4][5][6]

Sejarah

Reaksi ini ditemukan dari percobaan yang dilakukan oleh ilmuwan Rusia Nikolay Beketov di Universitas Kharkiv. Proses ini dipatenkan pada tahun 1898 dan kemudian sering digunakan untuk mengelas jalur kereta api di tempat.

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Claude Dufresne and Ghislain Goyette. The Production of Ferroniobium at the Niobec Mine MINE 1981-2001.
  4. Joseph R. Davis. Aluminum and Aluminum Alloys. ASM International. 1993. ISBN 978-0-87170-496-2.
  5. Chiranjib Kumar Gupta. Chemical Metallurgy: Principles and Practice. Wiley-VCH. 2006. ISBN 978-3-527-60525-5.
  6. L. L. Wang. Thermite reactions: their utilization in the synthesis and processing of materials. Journal of Materials Science. 1993. Vol. 28 (14). hlm. 3693–3708. doi:10.1007/BF00353167.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579294 (2026-08-15T00:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.