Lompat ke isi

Keterleburan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29458884; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Keterleburan''' adalah kemudahan material yang dapat dileburkan atau pada suhu atau jumlah panas yang diperlukan untuk melelehkan suatu material.
[[File:Solder_on_spool.jpeg|thumb|right|280px|Gulungan tenol atau soldier dengan diameter 1,6 mm]]
 
'''Keterleburan''' adalah kemudahan material yang dapat dileburkan atau pada suhu atau jumlah panas yang diperlukan untuk melelehkan suatu material.<ref>Tony Atkins. [https://archive.org/details/dictionaryofmech0000atki A dictionary of mechanical engineering]. Oxford University Press. 2013. ISBN 9780199587438.</ref>


Material seperti [[solder]] memerlukan titik leleh yang relatif rendah sehingga ketika panas diterapkan pada sambungan, solder akan meleleh sebelum material yang disambung meleleh, yaitu memiliki keterleburan tinggi. Di sisi lain, bata tahan api (firebricks) yang digunakan untuk pelapis tungku hanya meleleh pada suhu yang sangat tinggi (dan kemudian menyusut, terurai, atau menjadi rapuh) sehingga memiliki keterleburan rendah. Material [[refraktori]] seringkali memiliki keterleburan rendah.
Material seperti [[solder]] memerlukan titik leleh yang relatif rendah sehingga ketika panas diterapkan pada sambungan, solder akan meleleh sebelum material yang disambung meleleh, yaitu memiliki keterleburan tinggi. Di sisi lain, bata tahan api (firebricks) yang digunakan untuk pelapis tungku hanya meleleh pada suhu yang sangat tinggi (dan kemudian menyusut, terurai, atau menjadi rapuh) sehingga memiliki keterleburan rendah. Material [[refraktori]] seringkali memiliki keterleburan rendah.


==Metode ilmiah==
==Metode ilmiah==
Untuk mengetahui keterleburan senyawa/material tertentu, ada 2 metode:
Untuk mengetahui keterleburan senyawa/material tertentu, ada 2 metode:


===Uji panas===
===Uji panas===
Uji yang paling umum digunakan untuk menentukan keterleburan adalah dengan menyambungkan dua bagian dengan sumber panas yang bervariasi, meningkatkan suhu atau daya yang digunakan secara bertahap, dan menguji kekuatan ikatan untuk setiap tahapan. Jika tidak ada tahapan dengan kekuatan ikatan yang baik setelah penyambungan, maka keterleburan dikatakan rendah.
Uji yang paling umum digunakan untuk menentukan keterleburan adalah dengan menyambungkan dua bagian dengan sumber panas yang bervariasi, meningkatkan suhu atau daya yang digunakan secara bertahap, dan menguji kekuatan ikatan untuk setiap tahapan. Jika tidak ada tahapan dengan kekuatan ikatan yang baik setelah penyambungan, maka keterleburan dikatakan rendah.


===Uji keterleburan abu===
===Uji keterleburan abu===
Dalam konteks analisis [[batu bara]], nilai keterleburan abu dari sisa [[abu batu bara]] suatu batu bara sering ditentukan. Nilai-nilai ini ditentukan menggunakan metode empiris berdasarkan perubahan geometris pada sampel abu berbentuk kerucut saat dipanaskan hingga suhu yang relevan. Keterleburan abu ini penting karena secara kasar mengindikasikan sifat [[Klinker (limbah)|klinker]] yang akan dihasilkan selama pembakaran.<ref>John T. Riley. [https://archive.org/details/routinecoalcokea0000rile Routine coal and coke analysis : collection, interpretation, and use of analytical data]. ASTM International. 2007. hlm. [https://archive.org/details/routinecoalcokea0000rile/page/61 61]-64. ISBN 978-0-8031-4515-3.</ref>


Dalam konteks analisis [[batu bara]], nilai keterleburan abu dari sisa [[abu batu bara]] suatu batu bara sering ditentukan. Nilai-nilai ini ditentukan menggunakan metode empiris berdasarkan perubahan geometris pada sampel abu berbentuk kerucut saat dipanaskan hingga suhu yang relevan. Keterleburan abu ini penting karena secara kasar mengindikasikan sifat [[Klinker (limbah)|klinker]] yang akan dihasilkan selama pembakaran.
== Referensi ==
<references />


==Referensi==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keterleburan&oldid=29458884 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29458884 (2026-07-14T18:21:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


 
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
== Sumber dan atribusi ==
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keterleburan&oldid=29458884 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29458884 (2026-07-14T18:21:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.15

Berkas:Solder on spool.jpeg
Gulungan tenol atau soldier dengan diameter 1,6 mm

Keterleburan adalah kemudahan material yang dapat dileburkan atau pada suhu atau jumlah panas yang diperlukan untuk melelehkan suatu material.[1]

Material seperti solder memerlukan titik leleh yang relatif rendah sehingga ketika panas diterapkan pada sambungan, solder akan meleleh sebelum material yang disambung meleleh, yaitu memiliki keterleburan tinggi. Di sisi lain, bata tahan api (firebricks) yang digunakan untuk pelapis tungku hanya meleleh pada suhu yang sangat tinggi (dan kemudian menyusut, terurai, atau menjadi rapuh) sehingga memiliki keterleburan rendah. Material refraktori seringkali memiliki keterleburan rendah.

Metode ilmiah

Untuk mengetahui keterleburan senyawa/material tertentu, ada 2 metode:

Uji panas

Uji yang paling umum digunakan untuk menentukan keterleburan adalah dengan menyambungkan dua bagian dengan sumber panas yang bervariasi, meningkatkan suhu atau daya yang digunakan secara bertahap, dan menguji kekuatan ikatan untuk setiap tahapan. Jika tidak ada tahapan dengan kekuatan ikatan yang baik setelah penyambungan, maka keterleburan dikatakan rendah.

Uji keterleburan abu

Dalam konteks analisis batu bara, nilai keterleburan abu dari sisa abu batu bara suatu batu bara sering ditentukan. Nilai-nilai ini ditentukan menggunakan metode empiris berdasarkan perubahan geometris pada sampel abu berbentuk kerucut saat dipanaskan hingga suhu yang relevan. Keterleburan abu ini penting karena secara kasar mengindikasikan sifat klinker yang akan dihasilkan selama pembakaran.[2]

Referensi

  1. Tony Atkins. A dictionary of mechanical engineering. Oxford University Press. 2013. ISBN 9780199587438.
  2. John T. Riley. Routine coal and coke analysis : collection, interpretation, and use of analytical data. ASTM International. 2007. hlm. 61-64. ISBN 978-0-8031-4515-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29458884 (2026-07-14T18:21:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.