Lompat ke isi

Laktoferin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28548334; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Laktoferin''' (atau '''laktotransferin''') adalah [[protein]] yang dapat mengikat dan mentransfer [[ion]] Fe<sup>3+</sup> dan terdapat dalam jumlah tinggi dalam [[susu]] dan [[kolostrum]]. [[Protein]] ini pertama kali diisolasi dari susu sapi pada tahun 1939 oleh Sorensen dan Sorensen. Laktoferin memiliki berat 82.600 Da dan secara spesifik dapat mengikat dua atom feri per molekulnya. Selain pada [[susu]] dan [[kolostrum]], protein ini juga dapat ditemukan pada [[neutrofil]], [[ginjal]], [[sel epitelial]], dan pada cairan [[mukosa]], seperti: [[saliva]], [[air mata]], sekresi [[usus kecil]], sekresi [[vagina]], dan lain-lain. Laktoferin memiliki aktivitas [[bakteriostatik]] (anti-bakteri) yang kuat karena kemungkinan disebabkan kemampuannya mengiat ion [[metal]] yang vital bagi [[makhluk hidup]], seperti besi. [[Bakteri]] dapat mati karena kekurangan ion [[besi]] untuk tumbuh.
[[File:Lactoferrin.png|thumb|right|280px|Struktur senyawa laktoferin]]
Laktoferin terdapat pada susu sebagai komponen bioaktif. setiap jenis ternak memiliki kandungan laktoferin yang berbeda-beda, kambing PE memiliki laktoferin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang.
 
'''Laktoferin''' (atau '''laktotransferin''') adalah [[protein]] yang dapat mengikat dan mentransfer [[ion]] Fe<sup>3+</sup> dan terdapat dalam jumlah tinggi dalam [[susu]] dan [[kolostrum]].<ref>L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna. [http://www.vri.cz/docs/vetmed/53-9-457.pdf Lactoferrin: a review]. ''Veterinarni Medicina''. 2008. Vol. 53 (9). hlm. 457–468.</ref> [[Protein]] ini pertama kali diisolasi dari susu sapi pada tahun 1939 oleh Sorensen dan Sorensen.<ref>L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna. [http://www.vri.cz/docs/vetmed/53-9-457.pdf Lactoferrin: a review]. ''Veterinarni Medicina''. 2008. Vol. 53 (9). hlm. 457–468.</ref> Laktoferin memiliki berat 82.600 Da dan secara spesifik dapat mengikat dua atom feri per molekulnya.<ref>Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó. ''Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications''. Informa Healthcare. 2003.Page.22</ref> Selain pada [[susu]] dan [[kolostrum]], protein ini juga dapat ditemukan pada [[neutrofil]], [[ginjal]], [[sel epitelial]], dan pada cairan [[mukosa]], seperti: [[saliva]], [[air mata]], sekresi [[usus kecil]], sekresi [[vagina]], dan lain-lain.<ref>L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna. [http://www.vri.cz/docs/vetmed/53-9-457.pdf Lactoferrin: a review]. ''Veterinarni Medicina''. 2008. Vol. 53 (9). hlm. 457–468.</ref> Laktoferin memiliki aktivitas [[bakteriostatik]] (anti-bakteri) yang kuat karena kemungkinan disebabkan kemampuannya mengiat ion [[metal]] yang vital bagi [[makhluk hidup]], seperti besi.<ref>Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó. ''Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications''. Informa Healthcare. 2003.Page.22</ref> [[Bakteri]] dapat mati karena kekurangan ion [[besi]] untuk tumbuh.<ref>Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó. ''Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications''. Informa Healthcare. 2003.Page.22</ref>
Laktoferin terdapat pada susu sebagai komponen bioaktif. setiap jenis ternak memiliki kandungan laktoferin yang berbeda-beda, kambing PE memiliki laktoferin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang.<ref>http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/3267/Mulyanto.%20Slamet_D2006.pdf?sequence=4 Skripsi Mulyanto</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laktoferin&oldid=28548334 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28548334 (2025-11-19T11:20:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laktoferin&oldid=28548334 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28548334 (2025-11-19T11:20:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 22.56

Struktur senyawa laktoferin

Laktoferin (atau laktotransferin) adalah protein yang dapat mengikat dan mentransfer ion Fe3+ dan terdapat dalam jumlah tinggi dalam susu dan kolostrum.[1] Protein ini pertama kali diisolasi dari susu sapi pada tahun 1939 oleh Sorensen dan Sorensen.[2] Laktoferin memiliki berat 82.600 Da dan secara spesifik dapat mengikat dua atom feri per molekulnya.[3] Selain pada susu dan kolostrum, protein ini juga dapat ditemukan pada neutrofil, ginjal, sel epitelial, dan pada cairan mukosa, seperti: saliva, air mata, sekresi usus kecil, sekresi vagina, dan lain-lain.[4] Laktoferin memiliki aktivitas bakteriostatik (anti-bakteri) yang kuat karena kemungkinan disebabkan kemampuannya mengiat ion metal yang vital bagi makhluk hidup, seperti besi.[5] Bakteri dapat mati karena kekurangan ion besi untuk tumbuh.[6] Laktoferin terdapat pada susu sebagai komponen bioaktif. setiap jenis ternak memiliki kandungan laktoferin yang berbeda-beda, kambing PE memiliki laktoferin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang.[7]

Referensi

  1. L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna. Lactoferrin: a review. Veterinarni Medicina. 2008. Vol. 53 (9). hlm. 457–468.
  2. L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna. Lactoferrin: a review. Veterinarni Medicina. 2008. Vol. 53 (9). hlm. 457–468.
  3. Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó. Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications. Informa Healthcare. 2003.Page.22
  4. L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna. Lactoferrin: a review. Veterinarni Medicina. 2008. Vol. 53 (9). hlm. 457–468.
  5. Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó. Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications. Informa Healthcare. 2003.Page.22
  6. Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó. Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications. Informa Healthcare. 2003.Page.22
  7. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/3267/Mulyanto.%20Slamet_D2006.pdf?sequence=4 Skripsi Mulyanto

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28548334 (2025-11-19T11:20:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.