Lompat ke isi

Iodoform: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28020377; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
'''Iodoform''' merupakan suatu padatan atau serbuk berwarna kuning. Iodoform ini dihasilkan dari pemanasan [[etanol]] atau [[aseton]] dengan bantuan [[natrium hidroksida]] dan [[iodin]] atau [[natrium karbonat]] dengan [[iodin]] dalam air. Iodoform mungkin merupakan bahan [[farmasi]] yang paling tua. Bentuknya berupa [[kristal]] kuning dengan karakteristik [[anastetik]] [[odor]]. Biasanya digunakan dalam bentuk serbuk, terutama untuk [[antiinfeksi]] lokal untuk menggumpalan dan mengurangi kecenderungan [[infeksi]] dan luka. Namun, karena ia memiliki efek [[toksik]] dengan efek tidak bisa tidur, [[halusinasi]], dan [[kejang]], maka ia diganti dengan zat lain terutama yang mengandung [[iodofor]]. Aplikasi khusus yang masih digunakan yaitu dengan mengisi [[rongga mulut]] dalam [[kedokteran gigi]] dan dalam [[operasi]].
[[File:Iodoform.svg|thumb|right|280px|Iodoform]]


Iodoform (salah satu zat berkhasiat terkenal) merupakan [[antiseptik]] yang sangat efektif untuk [[kulit]], maka sebagai [[tinktur iod]] banyak digunakan sebelum [[injeksi]]. Efek sampingnya warna cokelatnya dan kadang terjadi [[dermatitis]] ([[alergi]] kulit) hampir semua [[kuman]] [[patogen]] termasuk [[fungi]] dan [[virus]] dimatikan oleh [[iodium]]. Begitu pula [[spora]], walaupun diperlukan waktu lebih lama.
'''Iodoform''' merupakan suatu padatan atau serbuk berwarna kuning.<ref>Srivastava, A. K.,Jain. ''Chemistry''. VK. 2008.</ref><ref>Seymor Stanton. ''Disinfection, Sterilization, and Preservation''. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.</ref> Iodoform ini dihasilkan dari pemanasan [[etanol]] atau [[aseton]] dengan bantuan [[natrium hidroksida]] dan [[iodin]] atau [[natrium karbonat]] dengan [[iodin]] dalam air.<ref>Srivastava, A. K.,Jain. ''Chemistry''. VK. 2008.</ref> Iodoform mungkin merupakan bahan [[farmasi]] yang paling tua. Bentuknya berupa [[kristal]] kuning dengan karakteristik [[anastetik]] [[odor]].<ref>Seymor Stanton. ''Disinfection, Sterilization, and Preservation''. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.</ref> Biasanya digunakan dalam bentuk serbuk, terutama untuk [[antiinfeksi]] lokal untuk menggumpalan dan mengurangi kecenderungan [[infeksi]] dan luka.<ref>Seymor Stanton. ''Disinfection, Sterilization, and Preservation''. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.</ref> Namun, karena ia memiliki efek [[toksik]] dengan efek tidak bisa tidur, [[halusinasi]], dan [[kejang]], maka ia diganti dengan zat lain terutama yang mengandung [[iodofor]].<ref>Seymor Stanton. ''Disinfection, Sterilization, and Preservation''. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.</ref> Aplikasi khusus yang masih digunakan yaitu dengan mengisi [[rongga mulut]] dalam [[kedokteran gigi]] dan dalam [[operasi]].<ref>Seymor Stanton. ''Disinfection, Sterilization, and Preservation''. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.</ref>


== Rujukan ==
Iodoform (salah satu zat berkhasiat terkenal) merupakan [[antiseptik]] yang sangat efektif untuk [[kulit]], maka sebagai [[tinktur iod]] banyak digunakan sebelum [[injeksi]].<ref>Tan Hoan Tjay, Et, Kirana Rahardja. ''Obat-obat Penting''. Gadja Mada University Press. 2007.</ref> Efek sampingnya warna cokelatnya dan kadang terjadi [[dermatitis]] ([[alergi]] kulit) hampir semua [[kuman]] [[patogen]] termasuk [[fungi]] dan [[virus]] dimatikan oleh [[iodium]].<ref>Tan Hoan Tjay, Et, Kirana Rahardja. ''Obat-obat Penting''. Gadja Mada University Press. 2007.</ref> Begitu pula [[spora]], walaupun diperlukan waktu lebih lama.<ref>Tan Hoan Tjay, Et, Kirana Rahardja. ''Obat-obat Penting''. Gadja Mada University Press. 2007.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iodoform&oldid=28020377 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28020377 (2025-10-16T13:38:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iodoform&oldid=28020377 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28020377 (2025-10-16T13:38:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 28 Agustus 2026 22.58

Iodoform

Iodoform merupakan suatu padatan atau serbuk berwarna kuning.[1][2] Iodoform ini dihasilkan dari pemanasan etanol atau aseton dengan bantuan natrium hidroksida dan iodin atau natrium karbonat dengan iodin dalam air.[3] Iodoform mungkin merupakan bahan farmasi yang paling tua. Bentuknya berupa kristal kuning dengan karakteristik anastetik odor.[4] Biasanya digunakan dalam bentuk serbuk, terutama untuk antiinfeksi lokal untuk menggumpalan dan mengurangi kecenderungan infeksi dan luka.[5] Namun, karena ia memiliki efek toksik dengan efek tidak bisa tidur, halusinasi, dan kejang, maka ia diganti dengan zat lain terutama yang mengandung iodofor.[6] Aplikasi khusus yang masih digunakan yaitu dengan mengisi rongga mulut dalam kedokteran gigi dan dalam operasi.[7]

Iodoform (salah satu zat berkhasiat terkenal) merupakan antiseptik yang sangat efektif untuk kulit, maka sebagai tinktur iod banyak digunakan sebelum injeksi.[8] Efek sampingnya warna cokelatnya dan kadang terjadi dermatitis (alergi kulit) hampir semua kuman patogen termasuk fungi dan virus dimatikan oleh iodium.[9] Begitu pula spora, walaupun diperlukan waktu lebih lama.[10]

Referensi

  1. Srivastava, A. K.,Jain. Chemistry. VK. 2008.
  2. Seymor Stanton. Disinfection, Sterilization, and Preservation. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.
  3. Srivastava, A. K.,Jain. Chemistry. VK. 2008.
  4. Seymor Stanton. Disinfection, Sterilization, and Preservation. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.
  5. Seymor Stanton. Disinfection, Sterilization, and Preservation. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.
  6. Seymor Stanton. Disinfection, Sterilization, and Preservation. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.
  7. Seymor Stanton. Disinfection, Sterilization, and Preservation. Lippincott Williams & Wilkins. 2001.
  8. Tan Hoan Tjay, Et, Kirana Rahardja. Obat-obat Penting. Gadja Mada University Press. 2007.
  9. Tan Hoan Tjay, Et, Kirana Rahardja. Obat-obat Penting. Gadja Mada University Press. 2007.
  10. Tan Hoan Tjay, Et, Kirana Rahardja. Obat-obat Penting. Gadja Mada University Press. 2007.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28020377 (2025-10-16T13:38:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.