Lompat ke isi

Hewan penyaring: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29451623; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Filterkrillkils2.gif|thumb|right|280px|Hewan penyaring]]
'''Hewan penyaring''' (''filter feeder'') adalah [[hewan]] yang memakan partikel dan materi organik dan makhluk hidup yang tersuspensi di air, umumnya dengan melewatkan air ke struktur penyaring yang dimiliki hewan tersebut. Beberapa menggunakan metode pengisapan (misal [[kerang]], [[ubur-ubur]], [[flamingo]], [[bebek]]), lainnya diam secara pasif dan memanfaatkan arus air yang ada (misal [[porifera]]), dan yang lainnya harus bergerak agar air masuk ke dalam tubuh (misal [[paus]]). Hewan penyaring memiliki peran penting di dalam ekosistem karena membersihkan air dari partikel tersuspensi dan menjaga air tetap jernih, tetapi mereka sangat rentan terhadap pencemaran. Limbah dapat terakumulasi di dalam tubuh hewan penyaring dengan efek yang beragam bagi hewan tersebut dan predator/manusia yang memakannya.
'''Hewan penyaring''' (''filter feeder'') adalah [[hewan]] yang memakan partikel dan materi organik dan makhluk hidup yang tersuspensi di air, umumnya dengan melewatkan air ke struktur penyaring yang dimiliki hewan tersebut. Beberapa menggunakan metode pengisapan (misal [[kerang]], [[ubur-ubur]], [[flamingo]], [[bebek]]), lainnya diam secara pasif dan memanfaatkan arus air yang ada (misal [[porifera]]), dan yang lainnya harus bergerak agar air masuk ke dalam tubuh (misal [[paus]]). Hewan penyaring memiliki peran penting di dalam ekosistem karena membersihkan air dari partikel tersuspensi dan menjaga air tetap jernih, tetapi mereka sangat rentan terhadap pencemaran. Limbah dapat terakumulasi di dalam tubuh hewan penyaring dengan efek yang beragam bagi hewan tersebut dan predator/manusia yang memakannya.


== Umum ==
== Umum ==
Spesies yang secara aktif menciptakan arus air untuk menangkap makanan juga dikenal sebagai "swirler". Hewan lain menyaring air saat berenang, seperti paus balin yang memakan plankton hewan (krill). Beberapa spesies, terutama yang bersifat sesil (menetap), adalah pemakan saring (filter-feeding suspension feeder). Mereka mendapatkan nutrisi dengan membiarkan suspensi air dan partikel makanan padat (materi tersuspensi) mengalir melalui mekanisme penyaringan mereka. Menariknya, beberapa spesies hanya memakan makanan yang didapatkan melalui filter feeding pada tahap remaja, contohnya adalah kecebong dari berbagai jenis katak. Namun, terumbu karang batu juga menelan [[mikroplastik]] dan [[nanoplastik]] bersama dengan makanannya, yang mereka saring dari air dan kemudian terperangkap dalam kerangka berkapur mereka. Peningkatan polusi partikel [[plastik]] berkorelasi dengan pertumbuhan karang yang lebih buruk. Selain itu, karang yang terpapar polusi plastik lebih rentan terhadap pemutihan karang yang mematikan. Beberapa [[Spesies|spesies burung]], seperti [[flamingo]] dan bebek, menggunakan paruh khusus mereka sebagai alat penyaring air. Bukti fosil menunjukkan bahwa pterosaurus dari genus ''Pterodaustro'' telah menggunakan metode makan ini sejak 120 juta tahun yang lalu. Ketika meneliti feses fosil burung pemakan asam, para paleontolog menemukan sejumlah besar organisme planktonik, yang merupakan indikasi khas dari hewan pemakan saringan.
Spesies yang secara aktif menciptakan arus air untuk menangkap makanan juga dikenal sebagai "swirler". Hewan lain menyaring air saat berenang, seperti paus balin yang memakan plankton hewan (krill). Beberapa spesies, terutama yang bersifat sesil (menetap), adalah pemakan saring (filter-feeding suspension feeder). Mereka mendapatkan nutrisi dengan membiarkan suspensi air dan partikel makanan padat (materi tersuspensi) mengalir melalui mekanisme penyaringan mereka.<ref>[https://www.spektrum.de/lexikon/biologie-kompakt/filtrierer/4189 Filtrierer]. ''www.spektrum.de''.</ref> Menariknya, beberapa spesies hanya memakan makanan yang didapatkan melalui filter feeding pada tahap remaja, contohnya adalah kecebong dari berbagai jenis katak. Namun, terumbu karang batu juga menelan [[mikroplastik]] dan [[nanoplastik]] bersama dengan makanannya, yang mereka saring dari air dan kemudian terperangkap dalam kerangka berkapur mereka.<ref>[https://www.derstandard.de/consent/tcf/story/2000131590331/korallen-filtern-mikroplastik-aus-dem-meer Korallen filtern Mikroplastik aus dem Meer]. ''DER STANDARD''.</ref> Peningkatan polusi partikel [[plastik]] berkorelasi dengan pertumbuhan karang yang lebih buruk. Selain itu, karang yang terpapar polusi plastik lebih rentan terhadap pemutihan karang yang mematikan. Beberapa [[Spesies|spesies burung]], seperti [[flamingo]] dan bebek, menggunakan paruh khusus mereka sebagai alat penyaring air.<ref>[https://www.bszwillbrock.de/de/biologische-vielfalt/flamingos/flamingofakten/ Flamingofakten: Biologische Station Zwillbrock]. ''www.bszwillbrock.de''.</ref> Bukti fosil menunjukkan bahwa pterosaurus dari genus ''Pterodaustro'' telah menggunakan metode makan ini sejak 120 juta tahun yang lalu.<ref>[https://pulsagram1.rssing.com/chan-6220296/all_p1.html Bisnis Pulsa Elektrik PulsaGram]. ''pulsagram1.rssing.com''.</ref> Ketika meneliti feses fosil burung pemakan asam, para paleontolog menemukan sejumlah besar organisme planktonik, yang merupakan indikasi khas dari hewan pemakan saringan.


== Spons ==
== Spons ==
 
Spons ([[porifera]]) tidak memiliki [[sistem sirkulasi]] yang sejati melainkan arus air laut yang tercipta melalui aliran di rongga tubuhnya. Gas dan makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sel didapatkan secara [[difusi]] langsung dari air laut. Limbah metabolisme juga didifusikan dari sel ke laut. Di dalam rongga tubuh sponge yang dialiri oleh air laut terdapat banyak silia yang berguna untuk menangkap partikel organik. Arus air di dalam rongga tubuh sponge relatif lebih lambat dibandingkan arus air di luar tubuh sponge sehingga memudahkan penangkapan partikel organik.<ref>Hickman and Roberts (2001) Integrated principles of zoology — 11th ed., p.247</ref>
Spons ([[porifera]]) tidak memiliki [[sistem sirkulasi]] yang sejati melainkan arus air laut yang tercipta melalui aliran di rongga tubuhnya. Gas dan makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sel didapatkan secara [[difusi]] langsung dari air laut. Limbah metabolisme juga didifusikan dari sel ke laut. Di dalam rongga tubuh sponge yang dialiri oleh air laut terdapat banyak silia yang berguna untuk menangkap partikel organik. Arus air di dalam rongga tubuh sponge relatif lebih lambat dibandingkan arus air di luar tubuh sponge sehingga memudahkan penangkapan partikel organik.


== Bivalvia ==
== Bivalvia ==
[[Bivalvia]] adalah moluska yang memiliki [[cangkang bivalvia|cangkang]], umumnya berjumlah dua, simetri, dan dapat menutup untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Bivalvia memiliki sekitar 30 ribu spesies, termasuk [[kerang]] dan [[tiram]]. Sebagian besar bivalvia adalah hewan penyaring yang mengekstrak materi organik dari air laut yang mereka isap.
[[Bivalvia]] adalah moluska yang memiliki [[cangkang bivalvia|cangkang]], umumnya berjumlah dua, simetri, dan dapat menutup untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Bivalvia memiliki sekitar 30 ribu spesies, termasuk [[kerang]] dan [[tiram]]. Sebagian besar bivalvia adalah hewan penyaring yang mengekstrak materi organik dari air laut yang mereka isap.


[[Tiram]] memompa air ke dalam tubuh mereka melalui insang mereka dengan menggunakan [[cilia]] yang berdenyut. Materi organik yang menjadi makanan mereka akan terperangkap di lendir yang terdapat di insang mereka yang lalu dipindahkan ke mulut untuk dimakan. Setiap tiram dapat menyaring hingga lima liter air per jam. Tiram menyerap nutrisi yang berlebih di muara sungai, termasuk limpasan dari lahan pertanian dan perkotaan. Bivalvia secara garis besar mampu dimanfaatkan sebagai organisme untuk melakukan bioremediasi ekosistem perairan. Cara ini dapat digunakan untuk mencegah [[eutrofikasi]] dan [[ledakan populasi alga]], juga [[hipoksia (lingkungan)|turunnya kadar oksigen]] di air akibat dekomposisi materi organik oleh bakteri. Bivalvia yang digunakan untuk remediasi tidak dapat dimakan tetapi dapat dijadikan pupuk dan pakan hewan ternak. Kerang mengandung 0.8-1.2 persen nitrogen dan 0.06-0.08 fosfor.
[[Tiram]] memompa air ke dalam tubuh mereka melalui insang mereka dengan menggunakan [[cilia]] yang berdenyut. Materi organik yang menjadi makanan mereka akan terperangkap di lendir yang terdapat di insang mereka yang lalu dipindahkan ke mulut untuk dimakan. Setiap tiram dapat menyaring hingga lima liter air per jam. Tiram menyerap nutrisi yang berlebih di muara sungai, termasuk limpasan dari lahan pertanian dan perkotaan.<ref>[http://habitat.noaa.gov/restorationtechniques/public/habitat.cfm?HabitatID=2&HabitatTopicID=11 Oyster Reefs: Ecological importance]. US National Oceanic and Atmospheric Administration.</ref> Bivalvia secara garis besar mampu dimanfaatkan sebagai organisme untuk melakukan bioremediasi ekosistem perairan.<ref>NOAA. "[http://longislandsoundstudy.net/issues-actions/water-quality/nutrient-bioextraction-overview/ Nutrient Bioextraction Overview]". Long Island Sound Study.</ref> Cara ini dapat digunakan untuk mencegah [[eutrofikasi]] dan [[ledakan populasi alga]], juga [[hipoksia (lingkungan)|turunnya kadar oksigen]] di air akibat dekomposisi materi organik oleh bakteri. Bivalvia yang digunakan untuk remediasi tidak dapat dimakan tetapi dapat dijadikan pupuk dan pakan hewan ternak. Kerang mengandung 0.8-1.2 persen nitrogen dan 0.06-0.08 fosfor.<ref>Stadmark and Conley. 2011. Mussel farming as a nutrient reduction measure in the Baltic Sea: consideration of nutrient biogeochemical cycles. Marine Pollution Bull. 62(7):1385-8</ref><ref>Lindahl, O, Hernroth, R., Kollberg, S., Loo, L.-O, Olrog, L., Rehnstam-Holm, A.-S., Svensson, J., Svensson S., Syversen, U. (2005). "Improving marine water quality by mussel farming: A profitable solution for Swedish society". Ambio 34 (2): 131–138.</ref><ref>Miller and Wands. [http://longislandsoundstudy.net/wp-content/uploads/2010/06/SWEMbiohrvstrprtv2_12_04_09.pdf Applying the System Wide Eutrophication Model (SWEM) for a Preliminary Quantitative Evaluation of Biomass Harvesting as a Nutrient Control Strategy for Long Island Sound]. HYDROQUAL, INC.</ref>


== Crustacea ==
== Crustacea ==
[[Mysidacea]] dari superordo [[Peracarida]] hidup dekat dengan pantai dan bergerak di atas dasar laut, menyaring partikel dari air. Mysidacea tergolong tahan terhadap pencemaran air dan mampu menimbun banyak limbah beracun di dalam tubuh mereka.
[[Mysidacea]] dari superordo [[Peracarida]] hidup dekat dengan pantai dan bergerak di atas dasar laut, menyaring partikel dari air. Mysidacea tergolong tahan terhadap pencemaran air dan mampu menimbun banyak limbah beracun di dalam tubuh mereka.


Kepiting dari famili [[Porcellanidae]] memiliki rambut di sekitar mulut mereka yang membantu menangkap partikel organik dari air yang mengalir melaluinya. Partikel organik ini dibawa langsung ke mulut untuk dimakan.
Kepiting dari famili [[Porcellanidae]] memiliki rambut di sekitar mulut mereka yang membantu menangkap partikel organik dari air yang mengalir melaluinya. Partikel organik ini dibawa langsung ke mulut untuk dimakan.<ref>Gerald R. Allen. [http://books.google.co.uk/books?id=vpMSjJ5DVDYC&pg=PA35 Tropical Marine Life]. Tuttle Publishing. hlm. 35. ISBN 978-962-593-157-9.</ref>


[[Krill Antartika]] menggunakan kaki-kaki depan mereka untuk menangkap plankton dari air dengan kecepatan tinggi. Kaki-kaki depan dari enam ruas tubuhnya ini berkembang membentuk semacam jaring untuk menyaring.
[[Krill Antartika]] menggunakan kaki-kaki depan mereka untuk menangkap plankton dari air dengan kecepatan tinggi. Kaki-kaki depan dari enam ruas tubuhnya ini berkembang membentuk semacam jaring untuk menyaring.<ref>Kils, U.: ''Swimming and feeding of Antarctic Krill, ''Euphausia superba'' - some outstanding energetics and dynamics - some unique morphological details''. In ''Berichte zur Polarforschung'', Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research, Special Issue 4 (1983): "On the biology of Krill ''Euphausia superba''", Proceedings of the Seminar and Report of Krill Ecology Group, Editor S. B. Schnack, 130-155 and title page image.</ref>


[[Teritip]] adalah kerang yang menetap di tempat yang sama sepanjang fase dewasanya secara koloni. Mereka menangkap plankton dari air dengan kaki yang telah termodifikasi.
[[Teritip]] adalah kerang yang menetap di tempat yang sama sepanjang fase dewasanya secara koloni. Mereka menangkap plankton dari air dengan kaki yang telah termodifikasi.<ref>P. Doyle, A. E. Mather, M. R. Bennett & A. Bussell. ''Miocene barnacle assemblages from southern Spain and their palaeoenvironmental significance''. ''Lethaia''. 1997. Vol. 29 (3). hlm. 267–274. doi:10.1111/j.1502-3931.1996.tb01659.x.</ref><ref>''Encarta Encyclopedia 2005 DVD''.</ref>


== Ikan ==
== Ikan ==
 
[[Ikan pakan]] (''forage fish''), yaitu ikan yang menjadi mangsa ikan yang lebih besar, sebagian besar merupakan hewan penyaring. Contohnya adalah ikan ''[[Brevoortia tyrannus]]'' yang memakan plankton di air. Ikan ini mengisap air dan menyaring plankton yang masuk. Ikan ini juga menjadi indikator alami bagi keberadaan [[pasang merah]].<ref>H. Bruce Franklin. [http://www.motherjones.com/news/feature/2006/03/net_losses.html Net Losses: Declaring War on the Menhaden]. Mother Jones. March 2006.</ref>
[[Ikan pakan]] (''forage fish''), yaitu ikan yang menjadi mangsa ikan yang lebih besar, sebagian besar merupakan hewan penyaring. Contohnya adalah ikan ''[[Brevoortia tyrannus]]'' yang memakan plankton di air. Ikan ini mengisap air dan menyaring plankton yang masuk. Ikan ini juga menjadi indikator alami bagi keberadaan [[pasang merah]].


Empat subkelas ikan [[hiu]] juga menjadi hewan penyaring:
Empat subkelas ikan [[hiu]] juga menjadi hewan penyaring:
* [[Hiu paus]] mengisap air laut sebanyak mungkin, lalu menutup mulutnya, dan mengeluarkan airnya melalui [[insang]]. Plankton akan tersangkut di geligi kecil yang halus di dalam mulut tepat di pintu keluar insang. Partikel berukuran 2 hingga 3&nbsp;mm akan tertangkap.
* [[Hiu paus]] mengisap air laut sebanyak mungkin, lalu menutup mulutnya, dan mengeluarkan airnya melalui [[insang]]. Plankton akan tersangkut di geligi kecil yang halus di dalam mulut tepat di pintu keluar insang. Partikel berukuran 2 hingga 3&nbsp;mm akan tertangkap.<ref>Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. [http://www.fishbase.org/Summary/SpeciesSummary.php?id=2081 Rhincodon typus]. FishBase.</ref><ref>Martin, R. Aidan. [http://www.elasmo-research.org/education/topics/d_filter_feeding.htm Elasmo Research]. ReefQuest.</ref><ref>[http://www.flmnh.ufl.edu/fish/Gallery/Descript/Whaleshark/whaleshark.html Whale shark]. Icthyology at the Florida Museum of Natural History.</ref>
* [[Hiu bermulut besar]] memiliki organ yang bercahaya (''photophore'') di sekitar mulutnya, yang diyakini untuk menarik perhatian plankton dan ikan kecil untuk masuk ke dalam mulutnya. Ikan ini mengisap air lalu mengeluarkannya ke insang. Ikan hiu ini juga berenang dengan mulut tetap terbuka sehingga plankton akan masuk, juga ubur-ubur.
* [[Hiu bermulut besar]] memiliki organ yang bercahaya (''photophore'') di sekitar mulutnya, yang diyakini untuk menarik perhatian plankton dan ikan kecil untuk masuk ke dalam mulutnya. Ikan ini mengisap air lalu mengeluarkannya ke insang. Ikan hiu ini juga berenang dengan mulut tetap terbuka sehingga plankton akan masuk, juga ubur-ubur.
* [[Hiu penjemur]] berenang dengan membuka mulutnya yang lebar dan menyaring plankton, ikan kecil, dan inverteberata. Hiu ini dapat menyaring hingga 2000 ton air per jam. Berbeda dengan hiu paus dan hiu bermulut besar, hiu ini tidak memompa air melainkan berenang dengan mulut terbuka sehingga air mengalir ke mulutnya dan keluar melalui insangnya.
* [[Hiu penjemur]] berenang dengan membuka mulutnya yang lebar dan menyaring plankton, ikan kecil, dan inverteberata. Hiu ini dapat menyaring hingga 2000 ton air per jam.<ref>C. Knickle, L. Billingsley & K. DiVittorio. [http://www.flmnh.ufl.edu/fish/Gallery/Descript/baskingshark/baskingshark.html Biological Profiles basking shark]. Florida Museum of Natural History.</ref> Berbeda dengan hiu paus dan hiu bermulut besar, hiu ini tidak memompa air melainkan berenang dengan mulut terbuka sehingga air mengalir ke mulutnya dan keluar melalui insangnya.<ref>C. Knickle, L. Billingsley & K. DiVittorio. [http://www.flmnh.ufl.edu/fish/Gallery/Descript/baskingshark/baskingshark.html Biological Profiles basking shark]. Florida Museum of Natural History.</ref>
* [[Pari manta]] memiliki pola penyaringan makanan yang sama seperti hiu paus.
* [[Pari manta]] memiliki pola penyaringan makanan yang sama seperti hiu paus.


== Paus balin ==
== Paus balin ==
 
[[Paus balin]] (subordo Mysticeti) adalah satu dari dua subordo di bawah [[Cetacea]] yang dicirikan dengan keberadaan piringan [[balin]] untuk menyaring makanan dari air. Piringan ini sebagai pengganti gigi, sehingga inilah yang membedakan mereka dengan paus bergigi ([[Odontoceti]]). Piringan ini terbuat dari keratin dengan sejumlah rambut, dan menempel di rahang atas. Paus balin bergerak dengan berdasarkan konsentrasi dari plankton dan berenang melaluinya dengan mulut terbuka. Di perairan selatan dekat Antarktika, mereka terlihat memangsa [[krill Antartika]]. Di perairan samudra Pasifik utara dan Atlantik utara, mereka juga terlihat menelan ikan kecil. [[Paus sikat]] dan [[paus biru]] merupakan dua paus yang paling terkenal dari subordo Mysticeti.<ref>John L. Bannister. [https://archive.org/details/encyclopediaofma0000unse_o4g9 Encyclopedia of Marine Mammals]. Academic Press. 2008. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofma0000unse_o4g9/page/80 80]–89. ISBN 978-0-12-373553-9.</ref>
 
[[Paus balin]] (subordo Mysticeti) adalah satu dari dua subordo di bawah [[Cetacea]] yang dicirikan dengan keberadaan piringan [[balin]] untuk menyaring makanan dari air. Piringan ini sebagai pengganti gigi, sehingga inilah yang membedakan mereka dengan paus bergigi ([[Odontoceti]]). Piringan ini terbuat dari keratin dengan sejumlah rambut, dan menempel di rahang atas. Paus balin bergerak dengan berdasarkan konsentrasi dari plankton dan berenang melaluinya dengan mulut terbuka. Di perairan selatan dekat Antarktika, mereka terlihat memangsa [[krill Antartika]]. Di perairan samudra Pasifik utara dan Atlantik utara, mereka juga terlihat menelan ikan kecil. [[Paus sikat]] dan [[paus biru]] merupakan dua paus yang paling terkenal dari subordo Mysticeti.


== Hewan penyaring lainnya ==
== Hewan penyaring lainnya ==
Baris 55: Baris 51:
* [[Sipuncula]]
* [[Sipuncula]]
* [[Urochordata]]
* [[Urochordata]]
== Referensi ==


== Bahan bacaan terkait ==
== Bahan bacaan terkait ==
*
*  
* Some aspects of water filtering activity of filter-feeders // Hydrobiologia. 2005. Vol. 542, No. 1. P. 275 – 286
* Some aspects of water filtering activity of filter-feeders // Hydrobiologia. 2005. Vol. 542, No. 1. P. 275 – 286


Baris 66: Baris 59:
* [http://www.ecoscope.com/krill/filter/index.htm Filter feeder of krill]
* [http://www.ecoscope.com/krill/filter/index.htm Filter feeder of krill]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hewan+penyaring&oldid=29451623 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451623 (2026-07-13T06:31:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hewan+penyaring&oldid=29451623 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451623 (2026-07-13T06:31:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.03

Berkas:Filterkrillkils2.gif
Hewan penyaring

Hewan penyaring (filter feeder) adalah hewan yang memakan partikel dan materi organik dan makhluk hidup yang tersuspensi di air, umumnya dengan melewatkan air ke struktur penyaring yang dimiliki hewan tersebut. Beberapa menggunakan metode pengisapan (misal kerang, ubur-ubur, flamingo, bebek), lainnya diam secara pasif dan memanfaatkan arus air yang ada (misal porifera), dan yang lainnya harus bergerak agar air masuk ke dalam tubuh (misal paus). Hewan penyaring memiliki peran penting di dalam ekosistem karena membersihkan air dari partikel tersuspensi dan menjaga air tetap jernih, tetapi mereka sangat rentan terhadap pencemaran. Limbah dapat terakumulasi di dalam tubuh hewan penyaring dengan efek yang beragam bagi hewan tersebut dan predator/manusia yang memakannya.

Umum

Spesies yang secara aktif menciptakan arus air untuk menangkap makanan juga dikenal sebagai "swirler". Hewan lain menyaring air saat berenang, seperti paus balin yang memakan plankton hewan (krill). Beberapa spesies, terutama yang bersifat sesil (menetap), adalah pemakan saring (filter-feeding suspension feeder). Mereka mendapatkan nutrisi dengan membiarkan suspensi air dan partikel makanan padat (materi tersuspensi) mengalir melalui mekanisme penyaringan mereka.[1] Menariknya, beberapa spesies hanya memakan makanan yang didapatkan melalui filter feeding pada tahap remaja, contohnya adalah kecebong dari berbagai jenis katak. Namun, terumbu karang batu juga menelan mikroplastik dan nanoplastik bersama dengan makanannya, yang mereka saring dari air dan kemudian terperangkap dalam kerangka berkapur mereka.[2] Peningkatan polusi partikel plastik berkorelasi dengan pertumbuhan karang yang lebih buruk. Selain itu, karang yang terpapar polusi plastik lebih rentan terhadap pemutihan karang yang mematikan. Beberapa spesies burung, seperti flamingo dan bebek, menggunakan paruh khusus mereka sebagai alat penyaring air.[3] Bukti fosil menunjukkan bahwa pterosaurus dari genus Pterodaustro telah menggunakan metode makan ini sejak 120 juta tahun yang lalu.[4] Ketika meneliti feses fosil burung pemakan asam, para paleontolog menemukan sejumlah besar organisme planktonik, yang merupakan indikasi khas dari hewan pemakan saringan.

Spons

Spons (porifera) tidak memiliki sistem sirkulasi yang sejati melainkan arus air laut yang tercipta melalui aliran di rongga tubuhnya. Gas dan makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sel didapatkan secara difusi langsung dari air laut. Limbah metabolisme juga didifusikan dari sel ke laut. Di dalam rongga tubuh sponge yang dialiri oleh air laut terdapat banyak silia yang berguna untuk menangkap partikel organik. Arus air di dalam rongga tubuh sponge relatif lebih lambat dibandingkan arus air di luar tubuh sponge sehingga memudahkan penangkapan partikel organik.[5]

Bivalvia

Bivalvia adalah moluska yang memiliki cangkang, umumnya berjumlah dua, simetri, dan dapat menutup untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Bivalvia memiliki sekitar 30 ribu spesies, termasuk kerang dan tiram. Sebagian besar bivalvia adalah hewan penyaring yang mengekstrak materi organik dari air laut yang mereka isap.

Tiram memompa air ke dalam tubuh mereka melalui insang mereka dengan menggunakan cilia yang berdenyut. Materi organik yang menjadi makanan mereka akan terperangkap di lendir yang terdapat di insang mereka yang lalu dipindahkan ke mulut untuk dimakan. Setiap tiram dapat menyaring hingga lima liter air per jam. Tiram menyerap nutrisi yang berlebih di muara sungai, termasuk limpasan dari lahan pertanian dan perkotaan.[6] Bivalvia secara garis besar mampu dimanfaatkan sebagai organisme untuk melakukan bioremediasi ekosistem perairan.[7] Cara ini dapat digunakan untuk mencegah eutrofikasi dan ledakan populasi alga, juga turunnya kadar oksigen di air akibat dekomposisi materi organik oleh bakteri. Bivalvia yang digunakan untuk remediasi tidak dapat dimakan tetapi dapat dijadikan pupuk dan pakan hewan ternak. Kerang mengandung 0.8-1.2 persen nitrogen dan 0.06-0.08 fosfor.[8][9][10]

Crustacea

Mysidacea dari superordo Peracarida hidup dekat dengan pantai dan bergerak di atas dasar laut, menyaring partikel dari air. Mysidacea tergolong tahan terhadap pencemaran air dan mampu menimbun banyak limbah beracun di dalam tubuh mereka.

Kepiting dari famili Porcellanidae memiliki rambut di sekitar mulut mereka yang membantu menangkap partikel organik dari air yang mengalir melaluinya. Partikel organik ini dibawa langsung ke mulut untuk dimakan.[11]

Krill Antartika menggunakan kaki-kaki depan mereka untuk menangkap plankton dari air dengan kecepatan tinggi. Kaki-kaki depan dari enam ruas tubuhnya ini berkembang membentuk semacam jaring untuk menyaring.[12]

Teritip adalah kerang yang menetap di tempat yang sama sepanjang fase dewasanya secara koloni. Mereka menangkap plankton dari air dengan kaki yang telah termodifikasi.[13][14]

Ikan

Ikan pakan (forage fish), yaitu ikan yang menjadi mangsa ikan yang lebih besar, sebagian besar merupakan hewan penyaring. Contohnya adalah ikan Brevoortia tyrannus yang memakan plankton di air. Ikan ini mengisap air dan menyaring plankton yang masuk. Ikan ini juga menjadi indikator alami bagi keberadaan pasang merah.[15]

Empat subkelas ikan hiu juga menjadi hewan penyaring:

  • Hiu paus mengisap air laut sebanyak mungkin, lalu menutup mulutnya, dan mengeluarkan airnya melalui insang. Plankton akan tersangkut di geligi kecil yang halus di dalam mulut tepat di pintu keluar insang. Partikel berukuran 2 hingga 3 mm akan tertangkap.[16][17][18]
  • Hiu bermulut besar memiliki organ yang bercahaya (photophore) di sekitar mulutnya, yang diyakini untuk menarik perhatian plankton dan ikan kecil untuk masuk ke dalam mulutnya. Ikan ini mengisap air lalu mengeluarkannya ke insang. Ikan hiu ini juga berenang dengan mulut tetap terbuka sehingga plankton akan masuk, juga ubur-ubur.
  • Hiu penjemur berenang dengan membuka mulutnya yang lebar dan menyaring plankton, ikan kecil, dan inverteberata. Hiu ini dapat menyaring hingga 2000 ton air per jam.[19] Berbeda dengan hiu paus dan hiu bermulut besar, hiu ini tidak memompa air melainkan berenang dengan mulut terbuka sehingga air mengalir ke mulutnya dan keluar melalui insangnya.[20]
  • Pari manta memiliki pola penyaringan makanan yang sama seperti hiu paus.

Paus balin

Paus balin (subordo Mysticeti) adalah satu dari dua subordo di bawah Cetacea yang dicirikan dengan keberadaan piringan balin untuk menyaring makanan dari air. Piringan ini sebagai pengganti gigi, sehingga inilah yang membedakan mereka dengan paus bergigi (Odontoceti). Piringan ini terbuat dari keratin dengan sejumlah rambut, dan menempel di rahang atas. Paus balin bergerak dengan berdasarkan konsentrasi dari plankton dan berenang melaluinya dengan mulut terbuka. Di perairan selatan dekat Antarktika, mereka terlihat memangsa krill Antartika. Di perairan samudra Pasifik utara dan Atlantik utara, mereka juga terlihat menelan ikan kecil. Paus sikat dan paus biru merupakan dua paus yang paling terkenal dari subordo Mysticeti.[21]

Hewan penyaring lainnya

Bahan bacaan terkait

  • Some aspects of water filtering activity of filter-feeders // Hydrobiologia. 2005. Vol. 542, No. 1. P. 275 – 286

Pranala luar

Referensi

  1. Filtrierer. www.spektrum.de.
  2. Korallen filtern Mikroplastik aus dem Meer. DER STANDARD.
  3. Flamingofakten: Biologische Station Zwillbrock. www.bszwillbrock.de.
  4. Bisnis Pulsa Elektrik PulsaGram. pulsagram1.rssing.com.
  5. Hickman and Roberts (2001) Integrated principles of zoology — 11th ed., p.247
  6. Oyster Reefs: Ecological importance. US National Oceanic and Atmospheric Administration.
  7. NOAA. "Nutrient Bioextraction Overview". Long Island Sound Study.
  8. Stadmark and Conley. 2011. Mussel farming as a nutrient reduction measure in the Baltic Sea: consideration of nutrient biogeochemical cycles. Marine Pollution Bull. 62(7):1385-8
  9. Lindahl, O, Hernroth, R., Kollberg, S., Loo, L.-O, Olrog, L., Rehnstam-Holm, A.-S., Svensson, J., Svensson S., Syversen, U. (2005). "Improving marine water quality by mussel farming: A profitable solution for Swedish society". Ambio 34 (2): 131–138.
  10. Miller and Wands. Applying the System Wide Eutrophication Model (SWEM) for a Preliminary Quantitative Evaluation of Biomass Harvesting as a Nutrient Control Strategy for Long Island Sound. HYDROQUAL, INC.
  11. Gerald R. Allen. Tropical Marine Life. Tuttle Publishing. hlm. 35. ISBN 978-962-593-157-9.
  12. Kils, U.: Swimming and feeding of Antarctic Krill, Euphausia superba - some outstanding energetics and dynamics - some unique morphological details. In Berichte zur Polarforschung, Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research, Special Issue 4 (1983): "On the biology of Krill Euphausia superba", Proceedings of the Seminar and Report of Krill Ecology Group, Editor S. B. Schnack, 130-155 and title page image.
  13. P. Doyle, A. E. Mather, M. R. Bennett & A. Bussell. Miocene barnacle assemblages from southern Spain and their palaeoenvironmental significance. Lethaia. 1997. Vol. 29 (3). hlm. 267–274. doi:10.1111/j.1502-3931.1996.tb01659.x.
  14. Encarta Encyclopedia 2005 DVD.
  15. H. Bruce Franklin. Net Losses: Declaring War on the Menhaden. Mother Jones. March 2006.
  16. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. Rhincodon typus. FishBase.
  17. Martin, R. Aidan. Elasmo Research. ReefQuest.
  18. Whale shark. Icthyology at the Florida Museum of Natural History.
  19. C. Knickle, L. Billingsley & K. DiVittorio. Biological Profiles basking shark. Florida Museum of Natural History.
  20. C. Knickle, L. Billingsley & K. DiVittorio. Biological Profiles basking shark. Florida Museum of Natural History.
  21. John L. Bannister. Encyclopedia of Marine Mammals. Academic Press. 2008. hlm. 80–89. ISBN 978-0-12-373553-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29451623 (2026-07-13T06:31:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.