Farmakologi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29213730; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Pharmacologyprism.jpg|thumb|right|280px|200x200px]] | |||
Dalam farmakologi sistem hidup itu harus dipengaruhi obat, sehingga memunculkan prinsip dasar agar [[molekul]] obat harus bisa memengaruhi secara kimia pada satu atau lebih isi [[sel]] agar dapat menghasilkan respon farmakologik. Molekul-molekul obat harus mendekati molekul-molekul yang membentuk sel dalam jumlah yang cukup untuk menutup rapat sehingga fungsi molekul sel menjadi berubah. Obat-Obat pada zaman dahulu dibuat dari tumbuh-[[tumbuhan]], [[hewan]], dan [[mineral]]. Catatan pemakaian obat telah dilakukan sejak 2700 tahun sebelum masehi di [[Timur tengah]] dan [[Tiongkok]]. Obat-Obat yang sering dipakai pada waktu itu adalah emetik untuk memicu [[muntah]]. Pada tahun 1550 sebelum masehi, orang [[Mesir]] menuliskan pengamatan empiris ke dalam terapi obat pada ''Ebers Medical Papyrus''. Mereka menyarankan [[minyak]] kastroli sebagai [[laktasif]] dan candu untuk [[nyeri]]. Mereka juga menyarankan pemakaian roti berjamur untuk [[luka]] dan [[memar]] (3500 tahun sebelum [[Alexander Flemming]] menemukan [[penisilin]]) Dokter Romawi dan penulis Galen (131 201 sesudah masehil dianggap sebagai orang-orang yang berpengaruh dalam [[kedokteran]] dan [[farmasi]] selama ratusan tahun. Mereka memulai pemakaian resep secara umum dan menggunakan beberapa campuran untuk mengobati [[penyakit]] tertentu. | '''Farmakologi''' adalah Istilah yang berasal dari [[bahasa]] [[Yunani]] yaitu ''Farmakos'' yang memiliki arti [[obat]] dan ''Logos'' yang artinya [[ilmu]]. Jadi secara harfiah, farmakologi dapat ditafsirkan sebagai suatu ilmu yang mempelajari obat dan cara kerjanya pada sistem [[biologis]]. Terutama tentang obat yang berkaitan dengan respons bagian-bagian tubuh terhadap sifat obat, pengaruh sifat [[fisika]]-[[kimia]]winya terhadap tubuh, kegunaan obat bagi kesembuhan dan nasib yang dialami obat dalam [[tubuh]].<ref>Nuryati. [http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/FARMAKOLOGI-RMIK_FINAL_SC_26_10_2017.pdf Farmakologi: Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan]. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Oktober 2017. hlm. 1-2.</ref> Artinya farmakologi ini akan menelaah efek-efek dari [[senyawa kimia]] pada jaringan hidup makhluk hidup.<ref>Heyce dan Evelyn R. Hayes L. Kee. [https://books.google.co.id/books?id=BftFTitO30AC&pg=PA134&dq=farmakologi+adalah&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjf7oHQmartAhXbgUsFHWhMBOMQuwUwAHoECAIQCA#v=onepage&q=farmakologi%20adalah&f=false Farmakologi (Pendekatan Proses Keperawatan)]. EGC. 1993. hlm. 134. ISBN 978-979-448-324-4.</ref> | ||
Dalam farmakologi sistem hidup itu harus dipengaruhi obat, sehingga memunculkan prinsip dasar agar [[molekul]] obat harus bisa memengaruhi secara kimia pada satu atau lebih isi [[sel]] agar dapat menghasilkan respon farmakologik. Molekul-molekul obat harus mendekati molekul-molekul yang membentuk sel dalam jumlah yang cukup untuk menutup rapat sehingga fungsi molekul sel menjadi berubah.<ref>Moh Anief. [https://books.google.co.id/books?id=sZVjDwAAQBAJ&pg=RA1-PR3&dq=farmakologi+adalah&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjf7oHQmartAhXbgUsFHWhMBOMQ6AEwAXoECAQQAg#v=onepage&q=farmakologi%20adalah&f=false Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi]. UGM PRESS. 2018-07-11. hlm. 6. ISBN 978-979-420-343-9.</ref> Obat-Obat pada zaman dahulu dibuat dari tumbuh-[[tumbuhan]], [[hewan]], dan [[mineral]]. Catatan pemakaian obat telah dilakukan sejak 2700 tahun sebelum masehi di [[Timur tengah]] dan [[Tiongkok]]. Obat-Obat yang sering dipakai pada waktu itu adalah emetik untuk memicu [[muntah]]. Pada tahun 1550 sebelum masehi, orang [[Mesir]] menuliskan pengamatan empiris ke dalam terapi obat pada ''Ebers Medical Papyrus''. Mereka menyarankan [[minyak]] kastroli sebagai [[laktasif]] dan candu untuk [[nyeri]]. Mereka juga menyarankan pemakaian roti berjamur untuk [[luka]] dan [[memar]] (3500 tahun sebelum [[Alexander Flemming]] menemukan [[penisilin]]) Dokter Romawi dan penulis Galen (131 201 sesudah masehil dianggap sebagai orang-orang yang berpengaruh dalam [[kedokteran]] dan [[farmasi]] selama ratusan tahun. Mereka memulai pemakaian resep secara umum dan menggunakan beberapa campuran untuk mengobati [[penyakit]] tertentu.<ref>Heyce dan Evelyn R. Hayes L. Kee. [https://books.google.co.id/books?id=BftFTitO30AC&pg=PA134&dq=farmakologi+adalah&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjf7oHQmartAhXbgUsFHWhMBOMQuwUwAHoECAIQCA#v=onepage&q=farmakologi%20adalah&f=false Farmakologi (Pendekatan Proses Keperawatan)]. EGC. 1993. hlm. 134. ISBN 978-979-448-324-4.</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
=== Farmakologi periode kuno === | === Farmakologi periode kuno === | ||
Farmakologi periode kuno dimulai sebelum tahun 1700, ditandai dengan adanya observasi empirik yang dilakukan [[manusia]] terhadap penggunaan obat. Sejarah ini tercatat dalam Materia Medika yang disusun oleh Dioscorides (Pedanius). Sebelum masa ini, catatan mengenai penggunaan obat-obatan juga ditemukan pada zaman Cina dan Mesir kuno. Beberapa ahli Farmakologi kuno antara lain sebagai berikut. | Farmakologi periode kuno dimulai sebelum tahun 1700, ditandai dengan adanya observasi empirik yang dilakukan [[manusia]] terhadap penggunaan obat. Sejarah ini tercatat dalam Materia Medika yang disusun oleh Dioscorides (Pedanius). Sebelum masa ini, catatan mengenai penggunaan obat-obatan juga ditemukan pada zaman Cina dan Mesir kuno. Beberapa ahli Farmakologi kuno antara lain sebagai berikut. | ||
| Baris 10: | Baris 11: | ||
* [[Claudius Galen]] (129-200 sesudah masehi atau sebelum masehi) | * [[Claudius Galen]] (129-200 sesudah masehi atau sebelum masehi) | ||
* [[Theophrastus von Hohenheim]] (1493-1541 SM) | * [[Theophrastus von Hohenheim]] (1493-1541 SM) | ||
* [[Johann Jakob Wepfer]] (1620-1695 SM). | * [[Johann Jakob Wepfer]] (1620-1695 SM).<ref>Nina Hertiwi Putri. [https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-farmakologi-ilmu-tentang-segala-hal-yang-berkaitan-dengan-obat Pengertian Farmakologi dan Ruang Lingkup Keilmuannya]. ''SehatQ''. 06 September 2020.</ref> | ||
=== Farmakologi periode modern === | === Farmakologi periode modern === | ||
| Baris 18: | Baris 19: | ||
* [[Oswald Schmeideberg]] (1838-1921), salah satu dari penulis jurnal farmakologi pertama di dunia | * [[Oswald Schmeideberg]] (1838-1921), salah satu dari penulis jurnal farmakologi pertama di dunia | ||
* [[Bernhard Naunyn]] (1839-1925) bersama Oswald menulis jurnal farmakologi pertama di dunia | * [[Bernhard Naunyn]] (1839-1925) bersama Oswald menulis jurnal farmakologi pertama di dunia | ||
* [[John J. Abel]] (1857-1938), bapak [[farmasi]] [[Amerika Serikat]], pendiri ''The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics'', yang sampai sekarang selalu menjadi acuan di dunia farmakologi. | * [[John J. Abel]] (1857-1938), bapak [[farmasi]] [[Amerika Serikat]], pendiri ''The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics'', yang sampai sekarang selalu menjadi acuan di dunia farmakologi.<ref>Nita dan Vitri Nurilawati Noviani. [http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/Farmakologi_bab_1-3.pdf Farmakologi (Bahan Ajar Keperawatan Gigi)]. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Oktober 2017. hlm. 4-6.</ref> | ||
== Cabang Ilmu == | == Cabang Ilmu == | ||
* ''Ilmu [[Farmakokinetik]]'', adalah ilmu yang mempelajari tentang absorpsi, distribusi, [[metabolisme]] atau biotransformasi dan ekskresi obat (ADME). Secara singkat artinya pengaruh tubuh terhadap obat. | * ''Ilmu [[Farmakokinetik]]'', adalah ilmu yang mempelajari tentang absorpsi, distribusi, [[metabolisme]] atau biotransformasi dan ekskresi obat (ADME). Secara singkat artinya pengaruh tubuh terhadap obat. | ||
* ''Ilmu [[Farmakoterapi]]'', ilmu yang mempelajari penggunaan obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. | * ''Ilmu [[Farmakoterapi]]'', ilmu yang mempelajari penggunaan obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. | ||
* ''Ilmu [[Farmakodinamik]]'', adalah ilmu yang mempelajari efek obat terhadap fungsi berbagai [[organ]], cara kerja obat dan pengaruh obat terhadap reaksi [[biokimia]] serta struktur dan fungsi organ. | * ''Ilmu [[Farmakodinamik]]'', adalah ilmu yang mempelajari efek obat terhadap fungsi berbagai [[organ]], cara kerja obat dan pengaruh obat terhadap reaksi [[biokimia]] serta struktur dan fungsi organ. | ||
* ''llmu [[Toksikologi]]'', adalah ilmu yang mempelajari keracunan dan zat-zat yang menyebabkan keracunan. | * ''llmu [[Toksikologi]]'', adalah ilmu yang mempelajari keracunan dan zat-zat yang menyebabkan keracunan.<ref>Tim Admin. [https://biofar.id/farmakologi/ Farmakologi (Dasar-dasar dan Prinsip Umum)]. ''BioFar.ID''. 2019-03-13.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.pharmaceutical-business-review.com Pharmaceutical Business Review] | |||
* [http://www.pharmaceutical-business-review.com Pharmaceutical Business Review] | * [http://www.ich.org/ International Conference on Harmonisation] | ||
* [http://www.ich.org/ International Conference on Harmonisation] | |||
* [http://www.usp.org US Pharmocopea] | * [http://www.usp.org US Pharmocopea] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Farmakologi&oldid=29213730 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29213730 (2026-05-11T05:30:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.04

Farmakologi adalah Istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Farmakos yang memiliki arti obat dan Logos yang artinya ilmu. Jadi secara harfiah, farmakologi dapat ditafsirkan sebagai suatu ilmu yang mempelajari obat dan cara kerjanya pada sistem biologis. Terutama tentang obat yang berkaitan dengan respons bagian-bagian tubuh terhadap sifat obat, pengaruh sifat fisika-kimiawinya terhadap tubuh, kegunaan obat bagi kesembuhan dan nasib yang dialami obat dalam tubuh.[1] Artinya farmakologi ini akan menelaah efek-efek dari senyawa kimia pada jaringan hidup makhluk hidup.[2]
Dalam farmakologi sistem hidup itu harus dipengaruhi obat, sehingga memunculkan prinsip dasar agar molekul obat harus bisa memengaruhi secara kimia pada satu atau lebih isi sel agar dapat menghasilkan respon farmakologik. Molekul-molekul obat harus mendekati molekul-molekul yang membentuk sel dalam jumlah yang cukup untuk menutup rapat sehingga fungsi molekul sel menjadi berubah.[3] Obat-Obat pada zaman dahulu dibuat dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan mineral. Catatan pemakaian obat telah dilakukan sejak 2700 tahun sebelum masehi di Timur tengah dan Tiongkok. Obat-Obat yang sering dipakai pada waktu itu adalah emetik untuk memicu muntah. Pada tahun 1550 sebelum masehi, orang Mesir menuliskan pengamatan empiris ke dalam terapi obat pada Ebers Medical Papyrus. Mereka menyarankan minyak kastroli sebagai laktasif dan candu untuk nyeri. Mereka juga menyarankan pemakaian roti berjamur untuk luka dan memar (3500 tahun sebelum Alexander Flemming menemukan penisilin) Dokter Romawi dan penulis Galen (131 201 sesudah masehil dianggap sebagai orang-orang yang berpengaruh dalam kedokteran dan farmasi selama ratusan tahun. Mereka memulai pemakaian resep secara umum dan menggunakan beberapa campuran untuk mengobati penyakit tertentu.[4]
Sejarah
Farmakologi periode kuno
Farmakologi periode kuno dimulai sebelum tahun 1700, ditandai dengan adanya observasi empirik yang dilakukan manusia terhadap penggunaan obat. Sejarah ini tercatat dalam Materia Medika yang disusun oleh Dioscorides (Pedanius). Sebelum masa ini, catatan mengenai penggunaan obat-obatan juga ditemukan pada zaman Cina dan Mesir kuno. Beberapa ahli Farmakologi kuno antara lain sebagai berikut.
- Claudius Galen (129-200 sesudah masehi atau sebelum masehi)
- Theophrastus von Hohenheim (1493-1541 SM)
- Johann Jakob Wepfer (1620-1695 SM).[5]
Farmakologi periode modern
Farmakologi modern dimulai abad 18 sampai dengan 19. Periode ini ditandai dengan penelitian tentang perkembangan obat, serta tempat dan cara kerja obat pada tingkat organ maupun jaringan. Tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah farmakologi modern adalah sebagai berikut.
- Rudolf Buchheim (1820-1879), merupakan pendiri fakultas farmasi pertama di dunia. Fakultas tersebut didirikan di Universitas Dorpat, Tartu, Estonia.
- Oswald Schmeideberg (1838-1921), salah satu dari penulis jurnal farmakologi pertama di dunia
- Bernhard Naunyn (1839-1925) bersama Oswald menulis jurnal farmakologi pertama di dunia
- John J. Abel (1857-1938), bapak farmasi Amerika Serikat, pendiri The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics, yang sampai sekarang selalu menjadi acuan di dunia farmakologi.[6]
Cabang Ilmu
- Ilmu Farmakokinetik, adalah ilmu yang mempelajari tentang absorpsi, distribusi, metabolisme atau biotransformasi dan ekskresi obat (ADME). Secara singkat artinya pengaruh tubuh terhadap obat.
- Ilmu Farmakoterapi, ilmu yang mempelajari penggunaan obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
- Ilmu Farmakodinamik, adalah ilmu yang mempelajari efek obat terhadap fungsi berbagai organ, cara kerja obat dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia serta struktur dan fungsi organ.
- llmu Toksikologi, adalah ilmu yang mempelajari keracunan dan zat-zat yang menyebabkan keracunan.[7]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Nuryati. Farmakologi: Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Oktober 2017. hlm. 1-2.
- ↑ Heyce dan Evelyn R. Hayes L. Kee. Farmakologi (Pendekatan Proses Keperawatan). EGC. 1993. hlm. 134. ISBN 978-979-448-324-4.
- ↑ Moh Anief. Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi. UGM PRESS. 2018-07-11. hlm. 6. ISBN 978-979-420-343-9.
- ↑ Heyce dan Evelyn R. Hayes L. Kee. Farmakologi (Pendekatan Proses Keperawatan). EGC. 1993. hlm. 134. ISBN 978-979-448-324-4.
- ↑ Nina Hertiwi Putri. Pengertian Farmakologi dan Ruang Lingkup Keilmuannya. SehatQ. 06 September 2020.
- ↑ Nita dan Vitri Nurilawati Noviani. Farmakologi (Bahan Ajar Keperawatan Gigi). Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Oktober 2017. hlm. 4-6.
- ↑ Tim Admin. Farmakologi (Dasar-dasar dan Prinsip Umum). BioFar.ID. 2019-03-13.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29213730 (2026-05-11T05:30:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.