Lompat ke isi

Fitoplankton: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28257821; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fitoplankton''' adalah komponen autotrof [[plankton]]. Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen.
'''Fitoplankton''' adalah komponen autotrof [[plankton]]. Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen.<ref>Anugerah Nontji. [https://books.google.co.id/books?id=gtGYKtH8MowC&printsec=frontcover&dq=buku+nekton+pdf&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwji8sb5r4KEAxU36zgGHXxTAAMQ6AF6BAgGEAI#v=onepage&q&f=false Plankton laut]. Yayasan Obor Indonesia. 2008. ISBN 978-979-799-085-5.</ref>


Nama fitoplankton diambil dari istilah [[bahasa Yunani|Yunani]], ''phyton'' atau "[[tanaman]]" dan πλαγκτος ("planktos"), berarti "pengembara" atau "penghanyut". Sebagian besar fitoplankton berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan [[mata]] telanjang. Akan tetapi, ketika berada dalam jumlah yang besar, mereka dapat tampak sebagai warna hijau di air karena mereka mengandung [[klorofil]] dalam sel-selnya (walaupun warna sebenarnya dapat bervariasi untuk setiap [[spesies]] fitoplankton karena kandungan klorofil yang berbeda beda atau memiliki tambahan [[pigmen]] seperti ''phycobiliprotein'').
Nama fitoplankton diambil dari istilah [[bahasa Yunani|Yunani]], ''phyton'' atau "[[tanaman]]" dan πλαγκτος ("planktos"), berarti "pengembara" atau "penghanyut".<ref>H. V. Thurman. [https://archive.org/details/introductoryocea08edthur Introductory Oceanography]. Prentice Hall College. 1997. ISBN 0132620723.</ref> Sebagian besar fitoplankton berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan [[mata]] telanjang. Akan tetapi, ketika berada dalam jumlah yang besar, mereka dapat tampak sebagai warna hijau di air karena mereka mengandung [[klorofil]] dalam sel-selnya (walaupun warna sebenarnya dapat bervariasi untuk setiap [[spesies]] fitoplankton karena kandungan klorofil yang berbeda beda atau memiliki tambahan [[pigmen]] seperti ''phycobiliprotein'').


== Ekologi ==
== Ekologi ==
Fitoplankton memperoleh energi melalui proses yang dinamakan [[fotosintesis]] sehingga mereka harus berada pada bagian permukaan permukaan (disebut sebagai zona ''euphotic'') [[laut]]an, [[danau]] atau kumpulan air yang lain. Melalui fotosintesis, fitoplankton menghasilkan banyak [[oksigen]] yang memenuhi [[atmosfer]] [[Bumi]] dan plankton ini yang menghasilkan oksigen lebih dari 70% di bumi.<ref>Anugerah Nontji. [https://books.google.co.id/books?id=gtGYKtH8MowC&printsec=frontcover&dq=buku+nekton+pdf&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwji8sb5r4KEAxU36zgGHXxTAAMQ6AF6BAgGEAI#v=onepage&q&f=false Plankton laut]. Yayasan Obor Indonesia. 2008. ISBN 978-979-799-085-5.</ref>


Fitoplankton memperoleh energi melalui proses yang dinamakan [[fotosintesis]] sehingga mereka harus berada pada bagian permukaan permukaan (disebut sebagai zona ''euphotic'') [[laut]]an, [[danau]] atau kumpulan air yang lain. Melalui fotosintesis, fitoplankton menghasilkan banyak [[oksigen]] yang memenuhi [[atmosfer]] [[Bumi]] dan plankton ini yang menghasilkan oksigen lebih dari 70% di bumi.
Kemampuan mereka untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar [[rantai makanan]] di ekosistem lautan dan di ekosistem air tawar. mana suksesi fitoplankton<ref>Anugerah Nontji. [https://books.google.co.id/books?id=gtGYKtH8MowC&printsec=frontcover&dq=buku+nekton+pdf&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwji8sb5r4KEAxU36zgGHXxTAAMQ6AF6BAgGEAI#v=onepage&q&f=false Plankton laut]. Yayasan Obor Indonesia. 2008. ISBN 978-979-799-085-5.</ref>


Kemampuan mereka untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar [[rantai makanan]] di ekosistem lautan dan di ekosistem air tawar. mana suksesi fitoplankton
Di samping cahaya, fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan [[nutrisi]] untuk pertumbuhannya. Nutrisi-nutrisi ini terutama makronutrisi seperti [[nitrat]], [[fosfat]] atau [[asam silikat]], yang ketersediaannya diatur oleh kesetimbangan antara mekanisme yang disebut [[pompa biologis]] dan ''[[upwelling]]'' pada air bernutrisi tinggi dan dalam. Akan tetapi, pada beberapa tempat di Samudra Dunia seperti di Samudra bagian Selatan, fitoplankton juga dipengaruhi oleh ketersediaan mironutrisi [[besi]]. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuan menyarankan penggunaan [[pupuk]] besi untuk membantu mengatasi [[karbondioksida]] akibat aktivitas manusia di atmosfer.<ref>M. Richtel. [http://www.nytimes.com/2007/05/01/business/01plankton.html?ref=science Recruiting Plankton to Fight Global Warming]. ''New York Times''. May 1, 2007.</ref>
 
Di samping cahaya, fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan [[nutrisi]] untuk pertumbuhannya. Nutrisi-nutrisi ini terutama makronutrisi seperti [[nitrat]], [[fosfat]] atau [[asam silikat]], yang ketersediaannya diatur oleh kesetimbangan antara mekanisme yang disebut [[pompa biologis]] dan ''[[upwelling]]'' pada air bernutrisi tinggi dan dalam. Akan tetapi, pada beberapa tempat di Samudra Dunia seperti di Samudra bagian Selatan, fitoplankton juga dipengaruhi oleh ketersediaan mironutrisi [[besi]]. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuan menyarankan penggunaan [[pupuk]] besi untuk membantu mengatasi [[karbondioksida]] akibat aktivitas manusia di atmosfer.


Walaupun hampir semua fitoplankton adalah fotoautotrof obligat, ada beberapa fitoplankton yang [[miksotrofik]] dan ada juga spesies tak berpigmen yang merupakan heterotrof (yang ini dinamakan sebagai [[zooplankton]]). Jenis-jenis ini, yang paling dikenal adalah [[dinoflagellata]] seperti genus ''[[Noctiluca]]'' dan ''[[Dinophyceae|Dinophysis]]'', memperoleh karbon organiknya dengan memakan organisme atau material ''[[detritus]]'' lainnya
Walaupun hampir semua fitoplankton adalah fotoautotrof obligat, ada beberapa fitoplankton yang [[miksotrofik]] dan ada juga spesies tak berpigmen yang merupakan heterotrof (yang ini dinamakan sebagai [[zooplankton]]). Jenis-jenis ini, yang paling dikenal adalah [[dinoflagellata]] seperti genus ''[[Noctiluca]]'' dan ''[[Dinophyceae|Dinophysis]]'', memperoleh karbon organiknya dengan memakan organisme atau material ''[[detritus]]'' lainnya
== Referensi ==


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 28: Baris 24:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://saga.pmel.noaa.gov/review/dms_climate.html NOAA, DMS and Climate]
* [http://saga.pmel.noaa.gov/review/dms_climate.html NOAA, DMS and Climate]  
* [http://planktonnet.sb-roscoff.fr/index.php Plankton*Net] : Images of planktonic species
* [http://planktonnet.sb-roscoff.fr/index.php Plankton*Net] : Images of planktonic species


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fitoplankton&oldid=28257821 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28257821 (2025-10-31T00:52:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fitoplankton&oldid=28257821 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28257821 (2025-10-31T00:52:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.06

Fitoplankton adalah komponen autotrof plankton. Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen.[1]

Nama fitoplankton diambil dari istilah Yunani, phyton atau "tanaman" dan πλαγκτος ("planktos"), berarti "pengembara" atau "penghanyut".[2] Sebagian besar fitoplankton berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi, ketika berada dalam jumlah yang besar, mereka dapat tampak sebagai warna hijau di air karena mereka mengandung klorofil dalam sel-selnya (walaupun warna sebenarnya dapat bervariasi untuk setiap spesies fitoplankton karena kandungan klorofil yang berbeda beda atau memiliki tambahan pigmen seperti phycobiliprotein).

Ekologi

Fitoplankton memperoleh energi melalui proses yang dinamakan fotosintesis sehingga mereka harus berada pada bagian permukaan permukaan (disebut sebagai zona euphotic) lautan, danau atau kumpulan air yang lain. Melalui fotosintesis, fitoplankton menghasilkan banyak oksigen yang memenuhi atmosfer Bumi dan plankton ini yang menghasilkan oksigen lebih dari 70% di bumi.[3]

Kemampuan mereka untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar rantai makanan di ekosistem lautan dan di ekosistem air tawar. mana suksesi fitoplankton[4]

Di samping cahaya, fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhannya. Nutrisi-nutrisi ini terutama makronutrisi seperti nitrat, fosfat atau asam silikat, yang ketersediaannya diatur oleh kesetimbangan antara mekanisme yang disebut pompa biologis dan upwelling pada air bernutrisi tinggi dan dalam. Akan tetapi, pada beberapa tempat di Samudra Dunia seperti di Samudra bagian Selatan, fitoplankton juga dipengaruhi oleh ketersediaan mironutrisi besi. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuan menyarankan penggunaan pupuk besi untuk membantu mengatasi karbondioksida akibat aktivitas manusia di atmosfer.[5]

Walaupun hampir semua fitoplankton adalah fotoautotrof obligat, ada beberapa fitoplankton yang miksotrofik dan ada juga spesies tak berpigmen yang merupakan heterotrof (yang ini dinamakan sebagai zooplankton). Jenis-jenis ini, yang paling dikenal adalah dinoflagellata seperti genus Noctiluca dan Dinophysis, memperoleh karbon organiknya dengan memakan organisme atau material detritus lainnya

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Anugerah Nontji. Plankton laut. Yayasan Obor Indonesia. 2008. ISBN 978-979-799-085-5.
  2. H. V. Thurman. Introductory Oceanography. Prentice Hall College. 1997. ISBN 0132620723.
  3. Anugerah Nontji. Plankton laut. Yayasan Obor Indonesia. 2008. ISBN 978-979-799-085-5.
  4. Anugerah Nontji. Plankton laut. Yayasan Obor Indonesia. 2008. ISBN 978-979-799-085-5.
  5. M. Richtel. Recruiting Plankton to Fight Global Warming. New York Times. May 1, 2007.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28257821 (2025-10-31T00:52:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.