Lompat ke isi

Senesens: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28680911; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 6: Baris 6:
Senesens organisme adalah penuaan organisme secara keseluruhan. Senesens aktuaria dapat didefinisikan sebagai peningkatan mortalitas atau penurunan fekunditas seiring bertambahnya usia. [[Hukum mortalitas Gompertz–Makeham]] menyatakan bahwa komponen tingkat mortalitas yang bergantung pada usia meningkat secara eksponensial seiring usia.
Senesens organisme adalah penuaan organisme secara keseluruhan. Senesens aktuaria dapat didefinisikan sebagai peningkatan mortalitas atau penurunan fekunditas seiring bertambahnya usia. [[Hukum mortalitas Gompertz–Makeham]] menyatakan bahwa komponen tingkat mortalitas yang bergantung pada usia meningkat secara eksponensial seiring usia.


Penuaan dicirikan oleh menurunnya kemampuan untuk merespons stres, meningkatnya ketidakseimbangan homeostatis, dan meningkatnya risiko penyakit terkait penuaan, termasuk [[kanker]] dan [[Sakit jantung|penyakit jantung]]. Penuaan telah didefinisikan sebagai “kemerosotan progresif fungsi fisiologis, proses intrinsik terkait usia berupa hilangnya viabilitas dan meningkatnya kerentanan.”
Penuaan dicirikan oleh menurunnya kemampuan untuk merespons stres, meningkatnya ketidakseimbangan homeostatis, dan meningkatnya risiko penyakit terkait penuaan, termasuk [[kanker]] dan [[Sakit jantung|penyakit jantung]]. Penuaan telah didefinisikan sebagai “kemerosotan progresif fungsi fisiologis, proses intrinsik terkait usia berupa hilangnya viabilitas dan meningkatnya kerentanan.”<ref>[https://www.senescence.info/glossary.html Glossary: Aging and Gerontology]. ''www.senescence.info''.</ref>


Pada tahun 2013, sekelompok ilmuwan menetapkan sembilan ciri utama penuaan (''hallmarks of aging'') yang umum di antara organisme, dengan penekanan pada mamalia:
Pada tahun 2013, sekelompok ilmuwan menetapkan sembilan ciri utama penuaan (''hallmarks of aging'') yang umum di antara organisme, dengan penekanan pada mamalia:
Baris 26: Baris 26:
* disbiosis.
* disbiosis.


Lingkungan menyebabkan kerusakan pada berbagai tingkat, misalnya kerusakan [[Asam deoksiribonukleat|DNA]], serta kerusakan jaringan dan sel oleh radikal oksigen (dikenal luas sebagai [[radikal bebas]]), dan sebagian kerusakan ini tidak diperbaiki sehingga menumpuk seiring waktu. Kloning dari sel somatik alih-alih sel germinal mungkin memulai kehidupan dengan beban kerusakan awal yang lebih tinggi. Domba Dolly mati muda akibat penyakit paru-paru menular, tetapi data dari seluruh populasi individu hasil [[kloning]] diperlukan untuk mengukur tingkat mortalitas dan mengkuantifikasi penuaan.
Lingkungan menyebabkan kerusakan pada berbagai tingkat, misalnya kerusakan [[Asam deoksiribonukleat|DNA]], serta kerusakan jaringan dan sel oleh radikal oksigen (dikenal luas sebagai [[radikal bebas]]), dan sebagian kerusakan ini tidak diperbaiki sehingga menumpuk seiring waktu. Kloning dari sel somatik alih-alih sel germinal mungkin memulai kehidupan dengan beban kerusakan awal yang lebih tinggi.<ref>George E. Holmes. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/092187349290034M Oxidative and other DNA damages as the basis of aging: a review]. ''Mutation Research/DNAging''. 1992-09-01. Vol. 275 (3). hlm. 305–315. doi:10.1016/0921-8734(92)90034-M.</ref> Domba Dolly mati muda akibat penyakit paru-paru menular, tetapi data dari seluruh populasi individu hasil [[kloning]] diperlukan untuk mengukur tingkat mortalitas dan mengkuantifikasi penuaan.


Ahli teori evolusi [[George Williams]] menulis, ''“Sungguh luar biasa bahwa setelah melakukan prestasi morfogenesis yang tampak ajaib, suatu metazoan kompleks tidak mampu melakukan tugas yang jauh lebih sederhana, yaitu sekadar mempertahankan apa yang telah terbentuk.”''
Ahli teori evolusi [[George Williams]] menulis, ''“Sungguh luar biasa bahwa setelah melakukan prestasi morfogenesis yang tampak ajaib, suatu metazoan kompleks tidak mampu melakukan tugas yang jauh lebih sederhana, yaitu sekadar mempertahankan apa yang telah terbentuk.”''<ref>George C. Williams. [https://www.jstor.org/stable/2406060 Pleiotropy, Natural Selection, and the Evolution of Senescence]. ''Evolution''. 1957. Vol. 11 (4). hlm. 398–411. doi:10.2307/2406060.</ref>


= Referensi =
= Referensi =


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senesens&oldid=28680911 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28680911 (2025-12-09T20:25:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senesens&oldid=28680911 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28680911 (2025-12-09T20:25:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.08

Senesens (/ˌsɪˈnɛsəns/) atau penuaan biologis adalah kemunduran bertahap dari karakteristik fungsional pada organisme hidup. Senesens organisme secara keseluruhan melibatkan peningkatan angka kematian atau penurunan fekunditas seiring bertambahnya usia, setidaknya pada bagian akhir dari siklus hidup organisme tersebut. Namun, efek senesens dapat ditunda. Penemuan pada tahun 1934 bahwa pembatasan kalori dapat memperpanjang usia hidup tikus hingga 50%, keberadaan spesies yang mengalami senesens dapat diabaikan, serta keberadaan organisme yang berpotensi abadi seperti anggota genus Hydra, telah mendorong penelitian untuk menunda senesens dan dengan demikian penyakit terkait usia. Mutasi manusia yang langka dapat menyebabkan penyakit penuaan yang dipercepat.

Faktor lingkungan dapat memengaruhi penuaan—misalnya, paparan berlebihan terhadap radiasi ultraviolet mempercepat penuaan kulit. Bagian tubuh yang berbeda dapat menua pada tingkat yang berbeda dan dengan cara yang berbeda, termasuk otak, sistem kardiovaskular, dan otot. Demikian pula, fungsi tubuh tertentu dapat menurun secara berbeda selama penuaan, termasuk pengendalian gerak dan memori. Dua organisme dari spesies yang sama juga dapat menua pada tingkat yang berbeda, menjadikan penuaan biologis dan penuaan kronologis sebagai konsep yang berbeda.

Definisi dan karakteristik

Senesens organisme adalah penuaan organisme secara keseluruhan. Senesens aktuaria dapat didefinisikan sebagai peningkatan mortalitas atau penurunan fekunditas seiring bertambahnya usia. Hukum mortalitas Gompertz–Makeham menyatakan bahwa komponen tingkat mortalitas yang bergantung pada usia meningkat secara eksponensial seiring usia.

Penuaan dicirikan oleh menurunnya kemampuan untuk merespons stres, meningkatnya ketidakseimbangan homeostatis, dan meningkatnya risiko penyakit terkait penuaan, termasuk kanker dan penyakit jantung. Penuaan telah didefinisikan sebagai “kemerosotan progresif fungsi fisiologis, proses intrinsik terkait usia berupa hilangnya viabilitas dan meningkatnya kerentanan.”[1]

Pada tahun 2013, sekelompok ilmuwan menetapkan sembilan ciri utama penuaan (hallmarks of aging) yang umum di antara organisme, dengan penekanan pada mamalia:

Dalam pembaruan dekadal, tiga ciri tambahan ditambahkan, sehingga total menjadi 12 ciri yang diusulkan:

  • makroautofagi yang terganggu,
  • peradangan kronis,
  • disbiosis.

Lingkungan menyebabkan kerusakan pada berbagai tingkat, misalnya kerusakan DNA, serta kerusakan jaringan dan sel oleh radikal oksigen (dikenal luas sebagai radikal bebas), dan sebagian kerusakan ini tidak diperbaiki sehingga menumpuk seiring waktu. Kloning dari sel somatik alih-alih sel germinal mungkin memulai kehidupan dengan beban kerusakan awal yang lebih tinggi.[2] Domba Dolly mati muda akibat penyakit paru-paru menular, tetapi data dari seluruh populasi individu hasil kloning diperlukan untuk mengukur tingkat mortalitas dan mengkuantifikasi penuaan.

Ahli teori evolusi George Williams menulis, “Sungguh luar biasa bahwa setelah melakukan prestasi morfogenesis yang tampak ajaib, suatu metazoan kompleks tidak mampu melakukan tugas yang jauh lebih sederhana, yaitu sekadar mempertahankan apa yang telah terbentuk.”[3]

Referensi

Referensi

  1. Glossary: Aging and Gerontology. www.senescence.info.
  2. George E. Holmes. Oxidative and other DNA damages as the basis of aging: a review. Mutation Research/DNAging. 1992-09-01. Vol. 275 (3). hlm. 305–315. doi:10.1016/0921-8734(92)90034-M.
  3. George C. Williams. Pleiotropy, Natural Selection, and the Evolution of Senescence. Evolution. 1957. Vol. 11 (4). hlm. 398–411. doi:10.2307/2406060.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28680911 (2025-12-09T20:25:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.