Lompat ke isi

Perbaikan DNA: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29599907; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Perbaikan DNA''' (atau '''pembenahan DNA''', [[bahasa Inggris|Ingg.]] '''''DNA repair''''') merujuk pada sekumpulan proses mengenali dan memperbaiki kerusakan pada molekul [[DNA]] yang berlangsung dalam [[sel]]. Dalam sel manusia, aktivitas [[metabolisme]] normal maupun faktor lingkungan seperti sinar [[ultraviolet]] dan pancaran [[radiasi]] dapat menyebabkan kerusakan DNA. Kerusakan ini dapat mencapai satu [[juta]] molekul per sel per hari. Banyak kerusakan ini berupa kerusakan struktural pada molekul DNA, sehingga dapat mengubah ataupun menghilangkan kemampuan [[transkripsi]] [[gen]]. Walaupun demikian, proses perbaikan DNA secara terus-menerus tidak selalu dapat memulihkan kerusakan tersebut. Ketika perbaikan normal mengalami kegagalan dan tidak terjadi [[apoptosis]] sel, maka akan terjadi "kerusakan DNA permanen".
[[File:Brokechromo.jpg|thumb|right|280px|DNA yang rusak, menyebabkan banyaknya kromosom yang terputus]]
 
'''Perbaikan DNA''' (atau '''pembenahan DNA''', [[bahasa Inggris|Ingg.]] '''''DNA repair''''') merujuk pada sekumpulan proses mengenali dan memperbaiki kerusakan pada molekul [[DNA]] yang berlangsung dalam [[sel]]. Dalam sel manusia, aktivitas [[metabolisme]] normal maupun faktor lingkungan seperti sinar [[ultraviolet]] dan pancaran [[radiasi]] dapat menyebabkan kerusakan DNA. Kerusakan ini dapat mencapai satu [[juta]] molekul per sel per hari.<ref>Lodish H, Berk A, Matsudaira P, Kaiser CA, Krieger M, Scott MP, Zipursky SL, Darnell J. (2004). Molecular Biology of the Cell, p963. WH Freeman: New York, NY. 5th ed.</ref> Banyak kerusakan ini berupa kerusakan struktural pada molekul DNA, sehingga dapat mengubah ataupun menghilangkan kemampuan [[transkripsi]] [[gen]]. Walaupun demikian, proses perbaikan DNA secara terus-menerus tidak selalu dapat memulihkan kerusakan tersebut. Ketika perbaikan normal mengalami kegagalan dan tidak terjadi [[apoptosis]] sel, maka akan terjadi "kerusakan DNA permanen".<ref>Acharya PV; The isolation and partial characterization of age-correlated oligo-deoxyribo-ribonucleotides with covalently linked aspartyl-glutamyl polypeptides.(June, 1971). Johns Hopkins Med J Suppl, p254-260. PMID 5055816.</ref><ref>Bjorksten, J; Acharya, PV; Ashman, S; Wetlaufer, DB. Gerogenic Fractions in the Tritiated Rat (July, 1971). Journal of the American Geriatrics Society, p561-574; PMID 5106728.</ref>


Laju perbaikan DNA bergantung pada banyak faktor, meliputi jenis sel, usia sel, dan lingkungan eksternal. Sel yang telah mengakumulasi banyak kerusakan DNA ataupun yang tidak dapat secara efektif memperbaiki kerusakan lagi dapat berakhir pada tiga keadaan:
Laju perbaikan DNA bergantung pada banyak faktor, meliputi jenis sel, usia sel, dan lingkungan eksternal. Sel yang telah mengakumulasi banyak kerusakan DNA ataupun yang tidak dapat secara efektif memperbaiki kerusakan lagi dapat berakhir pada tiga keadaan:
Baris 6: Baris 8:
# pembelahan sel yang tak teregulasi, menyebabkan pembentukan [[tumor]] ataupun [[kanker]]
# pembelahan sel yang tak teregulasi, menyebabkan pembentukan [[tumor]] ataupun [[kanker]]


Kemampuan suatu sel memperbaiki DNA sangatlah penting bagi integritas genom sel tersebut. Banyak gen yang pada awalnya menunjukkan pengaruh terhadap [[harapan hidup]] ternyata berhubungan dengan perlindungan dan perbaikan kerusakan DNA. Kegagalan memperbaiki kerusakan dalam sel yang membentuk [[gamet]] dapat mencetuskan mutasi pada genom keturunan, sehingga memengaruhi laju [[evolusi]].
Kemampuan suatu sel memperbaiki DNA sangatlah penting bagi integritas genom sel tersebut. Banyak gen yang pada awalnya menunjukkan pengaruh terhadap [[harapan hidup]] ternyata berhubungan dengan perlindungan dan perbaikan kerusakan DNA.<ref>Browner WS, Kahn AJ, Ziv E, Reiner AP, Oshima J, Cawthon RM, Hsueh WC, Cummings SR. (2004). The genetics of human longevity. ''Am J Med'' 117(11):851–60.</ref> Kegagalan memperbaiki kerusakan dalam sel yang membentuk [[gamet]] dapat mencetuskan mutasi pada genom keturunan, sehingga memengaruhi laju [[evolusi]].


[[Penghargaan Nobel dalam Kimia|Penghargaan Nobel]] bidang Kimia 2015 diberikan kepada [[Tomas Lindahl]], [[Paul L. Modrich|Paul Modrich]], dan [[Aziz Sancar]] untuk karya mereka pada mekanisme molekuler proses perbaikan DNA.
[[Penghargaan Nobel dalam Kimia|Penghargaan Nobel]] bidang Kimia 2015 diberikan kepada [[Tomas Lindahl]], [[Paul L. Modrich|Paul Modrich]], dan [[Aziz Sancar]] untuk karya mereka pada mekanisme molekuler proses perbaikan DNA.<ref>William J. Broad. [https://www.nytimes.com/2015/10/08/science/tomas-lindahl-paul-modrich-aziz-sancarn-nobel-chemistry.html Nobel Prize in Chemistry Awarded to Tomas Lindahl, Paul Modrich and Aziz Sancar for DNA Studies]. ''The New York Times''. 7 October 2015.</ref><ref>Staff. [https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/2015/popular-chemistryprize2015.pdf The Nobel Prize in Chemistry 2015 – DNA repair – providing chemical stability for life]. ''Nobel Prize''. 7 October 2015.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perbaikan+DNA&oldid=29599907 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599907 (2026-08-19T10:49:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perbaikan+DNA&oldid=29599907 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599907 (2026-08-19T10:49:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.10

DNA yang rusak, menyebabkan banyaknya kromosom yang terputus

Perbaikan DNA (atau pembenahan DNA, Ingg. DNA repair) merujuk pada sekumpulan proses mengenali dan memperbaiki kerusakan pada molekul DNA yang berlangsung dalam sel. Dalam sel manusia, aktivitas metabolisme normal maupun faktor lingkungan seperti sinar ultraviolet dan pancaran radiasi dapat menyebabkan kerusakan DNA. Kerusakan ini dapat mencapai satu juta molekul per sel per hari.[1] Banyak kerusakan ini berupa kerusakan struktural pada molekul DNA, sehingga dapat mengubah ataupun menghilangkan kemampuan transkripsi gen. Walaupun demikian, proses perbaikan DNA secara terus-menerus tidak selalu dapat memulihkan kerusakan tersebut. Ketika perbaikan normal mengalami kegagalan dan tidak terjadi apoptosis sel, maka akan terjadi "kerusakan DNA permanen".[2][3]

Laju perbaikan DNA bergantung pada banyak faktor, meliputi jenis sel, usia sel, dan lingkungan eksternal. Sel yang telah mengakumulasi banyak kerusakan DNA ataupun yang tidak dapat secara efektif memperbaiki kerusakan lagi dapat berakhir pada tiga keadaan:

  1. keadaan dormansi ireversibel, dikenal sebagai proses penuaan
  2. bunuh diri sel, dikenal sebagai apoptosis
  3. pembelahan sel yang tak teregulasi, menyebabkan pembentukan tumor ataupun kanker

Kemampuan suatu sel memperbaiki DNA sangatlah penting bagi integritas genom sel tersebut. Banyak gen yang pada awalnya menunjukkan pengaruh terhadap harapan hidup ternyata berhubungan dengan perlindungan dan perbaikan kerusakan DNA.[4] Kegagalan memperbaiki kerusakan dalam sel yang membentuk gamet dapat mencetuskan mutasi pada genom keturunan, sehingga memengaruhi laju evolusi.

Penghargaan Nobel bidang Kimia 2015 diberikan kepada Tomas Lindahl, Paul Modrich, dan Aziz Sancar untuk karya mereka pada mekanisme molekuler proses perbaikan DNA.[5][6]

Referensi

  1. Lodish H, Berk A, Matsudaira P, Kaiser CA, Krieger M, Scott MP, Zipursky SL, Darnell J. (2004). Molecular Biology of the Cell, p963. WH Freeman: New York, NY. 5th ed.
  2. Acharya PV; The isolation and partial characterization of age-correlated oligo-deoxyribo-ribonucleotides with covalently linked aspartyl-glutamyl polypeptides.(June, 1971). Johns Hopkins Med J Suppl, p254-260. PMID 5055816.
  3. Bjorksten, J; Acharya, PV; Ashman, S; Wetlaufer, DB. Gerogenic Fractions in the Tritiated Rat (July, 1971). Journal of the American Geriatrics Society, p561-574; PMID 5106728.
  4. Browner WS, Kahn AJ, Ziv E, Reiner AP, Oshima J, Cawthon RM, Hsueh WC, Cummings SR. (2004). The genetics of human longevity. Am J Med 117(11):851–60.
  5. William J. Broad. Nobel Prize in Chemistry Awarded to Tomas Lindahl, Paul Modrich and Aziz Sancar for DNA Studies. The New York Times. 7 October 2015.
  6. Staff. The Nobel Prize in Chemistry 2015 – DNA repair – providing chemical stability for life. Nobel Prize. 7 October 2015.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29599907 (2026-08-19T10:49:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.