Lompat ke isi

Keterlupaan abadi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27196233; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Keterlupaan abadi''' (juga disebut sebagai '''non-eksistensi''' atau '''ketiadaan''') adalah konsep [[filsafat]] atau [[religius]] bahwa [[kesadaran]] seseorang akan berhenti selamanya setelah [[kematian]]. Konsep ini sebagian besar terkait dengan [[skeptisisme]] [[agama]], [[humanisme sekuler]], dan [[ateisme]]. Menurut sebagian besar teori [[kesadaran]] [[ilmu saraf]] modern, [[otak]] adalah dasar dari pengalaman subjektif, agensi, kesadaran diri, dan kesadaran akan dunia alami di sekitarnya. Oleh karena itu, ketika kematian otak terjadi, semua fungsi otak akan berhenti selamanya, termasuk kesadaran.
'''Keterlupaan abadi''' (juga disebut sebagai '''non-eksistensi''' atau '''ketiadaan''')<ref>Thomas W. Clark. [http://www.naturalism.org/death.htm Death, Nothingness, and Subjectivity]. ''Naturalism.org''. Cnter for Naturalism.</ref><ref>Jonathan Schell. [https://archive.org/details/jonathanschellre0000sche The Jonathan Schell Reader: On the United States at War, the Long Crisis of the American Republic, and the Fate of the Earth]. Nation Books. 2004. ISBN 978-1560254072.</ref> adalah konsep [[filsafat]] atau [[religius]] bahwa [[kesadaran]] seseorang akan berhenti selamanya setelah [[kematian]]. Konsep ini sebagian besar terkait dengan [[skeptisisme]] [[agama]], [[humanisme sekuler]], dan [[ateisme]].<ref>Pamela Heath. [https://books.google.com/books?id=fuKB8MPMdG4C&pg=PA18 Handbook to the Afterlife]. North Atlantic Books. 2010. hlm. 18. ISBN 978-1556438691.</ref> Menurut sebagian besar teori [[kesadaran]] [[ilmu saraf]] modern, [[otak]] adalah dasar dari pengalaman subjektif, agensi, kesadaran diri, dan kesadaran akan dunia alami di sekitarnya. Oleh karena itu, ketika kematian otak terjadi, semua fungsi otak akan berhenti selamanya, termasuk kesadaran.<ref>David John Chalmers. [https://www.worldcat.org/oclc/47011200 The conscious mind : in search of a fundamental theory]. Oxford University Press. 1996. ISBN 0-585-35313-1.</ref>
 
Banyak ahli ilmu saraf, atau filsuf ilmu saraf seperti [[Daniel Dennett]], berpandangan bahwa kesadaran bergantung pada fungsi otak dan kematian adalah penghentian atau penghapusan permanen kesadaran. Penelitian ilmiah telah menemukan bahwa beberapa area otak, seperti sistem pengaktif retikuler atau talamus, tampaknya diperlukan untuk menyokong kesadaran, karena disfungsi atau kerusakan pada struktur ini menyebabkan hilangnya kesadaran.
 
==Referensi==


Banyak ahli ilmu saraf, atau filsuf ilmu saraf seperti [[Daniel Dennett]], berpandangan bahwa kesadaran bergantung pada fungsi otak dan kematian adalah penghentian atau penghapusan permanen kesadaran. Penelitian ilmiah telah menemukan bahwa beberapa area otak, seperti sistem pengaktif retikuler atau talamus, tampaknya diperlukan untuk menyokong kesadaran, karena disfungsi atau kerusakan pada struktur ini menyebabkan hilangnya kesadaran.<ref>D. C. Dennett. [https://archive.org/details/consciousnessexp00denn Consciousness explained]. Little, Brown and Co. 1991. ISBN 0-316-18065-3.</ref>


==Bacaan lanjuan==
==Bacaan lanjuan==
* [[Michael Martin (philosopher)|Martin, Michael]]; Augustine, Keith. (2015). [https://books.google.com/books?id=dlRuBwAAQBAJ&printsec=frontcover ''The Myth of an Afterlife: The Case against Life After Death'']. Rowman & Littlefield.
* [[Michael Martin (philosopher)|Martin, Michael]]; Augustine, Keith. (2015). [https://books.google.com/books?id=dlRuBwAAQBAJ&printsec=frontcover ''The Myth of an Afterlife: The Case against Life After Death'']. Rowman & Littlefield.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keterlupaan+abadi&oldid=27196233 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27196233 (2025-04-27T01:24:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keterlupaan+abadi&oldid=27196233 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27196233 (2025-04-27T01:24:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.11

Keterlupaan abadi (juga disebut sebagai non-eksistensi atau ketiadaan)[1][2] adalah konsep filsafat atau religius bahwa kesadaran seseorang akan berhenti selamanya setelah kematian. Konsep ini sebagian besar terkait dengan skeptisisme agama, humanisme sekuler, dan ateisme.[3] Menurut sebagian besar teori kesadaran ilmu saraf modern, otak adalah dasar dari pengalaman subjektif, agensi, kesadaran diri, dan kesadaran akan dunia alami di sekitarnya. Oleh karena itu, ketika kematian otak terjadi, semua fungsi otak akan berhenti selamanya, termasuk kesadaran.[4]

Banyak ahli ilmu saraf, atau filsuf ilmu saraf seperti Daniel Dennett, berpandangan bahwa kesadaran bergantung pada fungsi otak dan kematian adalah penghentian atau penghapusan permanen kesadaran. Penelitian ilmiah telah menemukan bahwa beberapa area otak, seperti sistem pengaktif retikuler atau talamus, tampaknya diperlukan untuk menyokong kesadaran, karena disfungsi atau kerusakan pada struktur ini menyebabkan hilangnya kesadaran.[5]

Bacaan lanjuan

Referensi

  1. Thomas W. Clark. Death, Nothingness, and Subjectivity. Naturalism.org. Cnter for Naturalism.
  2. Jonathan Schell. The Jonathan Schell Reader: On the United States at War, the Long Crisis of the American Republic, and the Fate of the Earth. Nation Books. 2004. ISBN 978-1560254072.
  3. Pamela Heath. Handbook to the Afterlife. North Atlantic Books. 2010. hlm. 18. ISBN 978-1556438691.
  4. David John Chalmers. The conscious mind : in search of a fundamental theory. Oxford University Press. 1996. ISBN 0-585-35313-1.
  5. D. C. Dennett. Consciousness explained. Little, Brown and Co. 1991. ISBN 0-316-18065-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27196233 (2025-04-27T01:24:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.