Lompat ke isi

Le Minerale: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29594300; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Le Minerale''' adalah [[merek]] [[Air botol|air minum dalam kemasan]] (AMDK) atau [[air mineral]] di [[Indonesia]] yang diproduksi oleh [[Mayora Indah|PT Tirta Fresindo Jaya]] yang merupakan anak perusahaan dari [[Mayora Indah]] yang bergerak di bidang minuman ringan. Selain Le Minerale, perusahaan ini juga memproduksi [[Teh Pucuk Harum]], Kopiko 78 dan Q Guava.
'''Le Minerale''' adalah [[merek]] [[Air botol|air minum dalam kemasan]] (AMDK) atau [[air mineral]] di [[Indonesia]]<ref>Redaksi Halodoc. [https://www.halodoc.com/artikel/le-minerale-air-segar-pegunungan-penuh-kebaikan-mineral Le Minerale: Air Segar Pegunungan Penuh Kebaikan Mineral]. ''halodoc''.</ref> yang diproduksi oleh [[Mayora Indah|PT Tirta Fresindo Jaya]] yang merupakan anak perusahaan dari [[Mayora Indah]] yang bergerak di bidang minuman ringan. Selain Le Minerale, perusahaan ini juga memproduksi [[Teh Pucuk Harum]], Kopiko 78 dan Q Guava.


Produk Le Minerale telah diproduksi untuk konsumen Indonesia sejak tahun 2015. Pabrik Le Minerale sendiri telah dibangun di beberapa daerah di Indonesia, antara lain lima pabrik yang sudah berdiri di Ciawi, Sukabumi, Pasuruan, Medan, dan Makassar. Serta dua pabrik baru dibangun di Cianjur dan Palembang pada akhir 2016.
Produk Le Minerale telah diproduksi untuk konsumen Indonesia sejak tahun 2015. Pabrik Le Minerale sendiri telah dibangun di beberapa daerah di Indonesia, antara lain lima pabrik yang sudah berdiri di Ciawi, Sukabumi, Pasuruan, Medan, dan Makassar. Serta dua pabrik baru dibangun di Cianjur dan Palembang pada akhir 2016.
Baris 18: Baris 18:
== Kontroversi ==
== Kontroversi ==
=== Isu sumber mata air ===
=== Isu sumber mata air ===
Laporan beberapa media massa pada 2017 menyebutkan penduduk di sekitar [[Gunung Karang]], [[Banten]], mengalami kesulitan air setelah PT Tirta Fresindo Jaya mengalihkan mata air di daerah tersebut untuk produksi Le Minerale. Masyarakat sekitar sempat memprotes keberadaan pabrik tersebut, yang berbuah surat penutupan pada 2014 dari Pemkab [[Pandeglang]] dan upaya penghentian operasional pabrik oleh Pemprov Banten pada 2017. Adapun pihak Mayora berkilah mereka sudah memenuhi aspek legalitas dari pabrik mereka. Hingga saat ini tidak jelas bagaimana resolusi dari kasus ini.
Laporan beberapa media massa pada 2017 menyebutkan penduduk di sekitar [[Gunung Karang]], [[Banten]], mengalami kesulitan air setelah PT Tirta Fresindo Jaya mengalihkan mata air di daerah tersebut untuk produksi Le Minerale. Masyarakat sekitar sempat memprotes keberadaan pabrik tersebut, yang berbuah surat penutupan pada 2014 dari Pemkab [[Pandeglang]] dan upaya penghentian operasional pabrik oleh Pemprov Banten pada 2017. Adapun pihak Mayora berkilah mereka sudah memenuhi aspek legalitas dari pabrik mereka.<ref>[https://kbr.id/berita/04-2017/merenggut_mata_air_gunung_karang_dari_mayora_group/89562.html MERENGGUT MATA AIR GUNUNG KARANG DARI MAYORA GROUP]</ref> Hingga saat ini tidak jelas bagaimana resolusi dari kasus ini.


=== Persaingan dengan AQUA ===
=== Persaingan dengan AQUA ===
[[Aqua (air mineral)|Aqua]] merupakan raja dari industri AMDK di Indonesia selama bertahun-tahun. Namun, kehadiran Le Minerale seolah membuyarkan kekokohan posisi Aqua. Pada saat diluncurkan memang Le Minerale menargetkan pasar yang hampir sama dengan Aqua, yaitu kelas menengah yang peduli akan kualitas air minum. "Perang dingin" antara kedua merek AMDK ini mulai menjadi perhatian publik ketika sejumlah pedagang partai besar dan eceran menggugat Aqua dan distributornya (PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa) ke [[Komisi Pengawas Persaingan Usaha]] (KPPU) lewat gugatan No. No.22/KPPU-L/2016. PT Tirta Fresindo Jaya kemudian juga melayangkan [[somasi]] pada PT Tirta Investama di sejumlah koran pada 1 Oktober 2017. Dalam somasi dan gugatan tersebut PT Tirta Investama dan PT BAP dituduh menekan para distributor dan pengecer untuk tidak menjual Le Minerale jika ingin terus mendapat suplai maupun keuntungan dari pemasaran produk Aqua. Pada 19 Desember 2017 KPPU memutuskan PT BAP dan PT Tirta Investama telah melakukan praktik yang melahirkan persaingan usaha tidak sehat, sehingga keduanya didenda masing-masing Rp6 miliar dan Rp13 miliar.
[[Aqua (air mineral)|Aqua]] merupakan raja dari industri AMDK di Indonesia selama bertahun-tahun. Namun, kehadiran Le Minerale seolah membuyarkan kekokohan posisi Aqua. Pada saat diluncurkan memang Le Minerale menargetkan pasar yang hampir sama dengan Aqua, yaitu kelas menengah yang peduli akan kualitas air minum.<ref>[https://tirto.id/le-minerale-versus-aqua-bertarung-di-pasar-berlanjut-di-pengadilan-c9Sa Le Minerale Versus Aqua: Bertarung di Pasar Berlanjut di Pengadilan]</ref> "Perang dingin" antara kedua merek AMDK ini mulai menjadi perhatian publik ketika sejumlah pedagang partai besar dan eceran menggugat Aqua dan distributornya (PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa) ke [[Komisi Pengawas Persaingan Usaha]] (KPPU) lewat gugatan No. No.22/KPPU-L/2016. PT Tirta Fresindo Jaya kemudian juga melayangkan [[somasi]] pada PT Tirta Investama di sejumlah koran pada 1 Oktober 2017. Dalam somasi dan gugatan tersebut PT Tirta Investama dan PT BAP dituduh menekan para distributor dan pengecer untuk tidak menjual Le Minerale jika ingin terus mendapat suplai maupun keuntungan dari pemasaran produk Aqua.<ref>[https://kabar24.bisnis.com/read/20170711/16/670224/persaingan-usaha-tidak-sehat-asal-mula-kasus-aqua-vs.-le-minerale Persaingan Usaha Tidak Sehat: Asal Mula Kasus Aqua vs. Le Minerale]</ref> Pada 19 Desember 2017 KPPU memutuskan PT BAP dan PT Tirta Investama telah melakukan praktik yang melahirkan persaingan usaha tidak sehat, sehingga keduanya didenda masing-masing Rp6 miliar dan Rp13 miliar.<ref>[https://bisnis.tempo.co/read/1044195/le-minerale-tanggapi-putusan-kppu-yang-jatuhkan-denda-ke-aqua Le Minerale Tanggapi Putusan KPPU yang Jatuhkan Denda ke Aqua]</ref>


Setelah bersaing di pengadilan, kedua merek lalu memainkan isu-isu lain, baik secara terbuka atau terselubung. Ketika Le Minerale melempar produk galon dari plastik [[Polietilena tereftalat|PET]] ke pasaran, Aqua menyindir Le Minerale sebagai produk yang tidak ramah lingkungan dan kemahalan, sedangkan Le Minerale mengklaim produknya lebih higienis dan praktis. Galon guna ulang (baca: Le Minerale) diklaim sebagai penyumbang problem sampah plastik yang saat ini belum terselesaikan, mudah meleleh dan diduga mengandung bahan kimia [[etilen glikol]]. Menepis isu tersebut, Le Minerale meluncurkan kampanye tandingan yang menekankan kemudahan galonnya untuk didaur ulang dan mendorong apa yang disebut "[[ekonomi sirkular]]". Menurut sebuah sumber pro-Le Minerale, "[[kampanye hitam]]" tersebut nyatanya tidak efektif, dan jika dibandingkan Aqua, produksi dan penjualan produk Le Minerale galon justru meningkat.
Setelah bersaing di pengadilan, kedua merek lalu memainkan isu-isu lain, baik secara terbuka atau terselubung. Ketika Le Minerale melempar produk galon dari plastik [[Polietilena tereftalat|PET]] ke pasaran, Aqua menyindir Le Minerale sebagai produk yang tidak ramah lingkungan dan kemahalan, sedangkan Le Minerale mengklaim produknya lebih higienis dan praktis.<ref>[https://www.hops.id/unik/2949631646/panas-saling-sindir-promosi-aqua-dan-le-minerale-terjadi-di-depan-gerai-alfamart Panas! Saling sindir promosi Aqua dan Le Minerale terjadi di depan gerai Alfamart]</ref> Galon guna ulang (baca: Le Minerale) diklaim sebagai penyumbang problem sampah plastik yang saat ini belum terselesaikan, mudah meleleh<ref>[https://wartaekonomi.co.id/read515115/heboh-kemasan-galon-sekali-pakai-gosong-saat-didistribusikan-pakar-bahaya-buat-kesehatan Heboh Kemasan Galon Sekali Pakai Gosong Saat Didistribusikan, Pakar: Bahaya buat Kesehatan]</ref> dan diduga mengandung bahan kimia [[etilen glikol]].<ref>[https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-015713107/galon-sekali-pakai-berpotensi-mengandung-etilen-glikol-bukan-solusi-tepat-tangani-sampah-plastik Galon Sekali Pakai Berpotensi Mengandung Etilen Glikol, Bukan Solusi Tepat Tangani Sampah Plastik]</ref> Menepis isu tersebut, Le Minerale meluncurkan kampanye tandingan yang menekankan kemudahan galonnya untuk didaur ulang dan mendorong apa yang disebut "[[ekonomi sirkular]]".<ref>[https://herstory.co.id/read126093/patahkan-stigma-galon-sekali-pakai-nyampah-le-minerale-menyediakan-drop-point-sampah-plastik-untuk-didaur-ulang-cuss-simak-caranya Patahkan Stigma ‘Galon Sekali Pakai Nyampah’, Le Minerale Menyediakan Drop Point Sampah Plastik untuk Didaur Ulang, Cuss Simak Caranya]</ref> Menurut sebuah sumber pro-Le Minerale, "[[kampanye hitam]]" tersebut nyatanya tidak efektif, dan jika dibandingkan Aqua, produksi dan penjualan produk Le Minerale galon justru meningkat.<ref>[https://voi.id/ekonomi/287731/kerap-dihajar-kampanye-negatif-produksi-le-minerale-justru-meningkat Kerap ‘Dihajar’ Kampanye Negatif, Produksi Le Minerale Justru Meningkat]</ref>


Isu yang paling mutakhir adalah perdebatan soal bahan kimia [[bisfenol A]] (BPA) yang diklaim banyak dikandung galon guna ulang (baca: Aqua). Tiba-tiba saja banyak publik figur, organisasi, pakar dan media massa yang membicarakan isu "bahaya BPA" dalam kemasan galon air minum sejak 2020. BPA pada galon guna ulang diklaim bisa menyebabkan penyakit seperti [[kanker]] hingga [[kemandulan]]. Le Minerale pun dengan percaya diri mengklaim galonnya sebagai bebas BPA, sementara Aqua mengklaim produknya aman dan sudah tersterilisasi (meskipun tidak menjawab apakah mengandung BPA atau tidak). Bahkan lembaga pemerintah pun ikut dalam kontroversi BPA, di mana [[BPOM]] merencanakan pelabelan pada produk-produk yang mengandung BPA, sementara pihak KPPU meminta khalayak tidak meniup-niupkan isu tersebut lebih dalam lagi karena mengandung aspek persaingan bisnis. Polemik lainnya yang tidak jauh berbeda adalah isu [[mikroplastik]] dalam galon air minum, di mana ada sumber yang menekankan bahaya kandungan mikroplastik dalam galon isi ulang atau sebaliknya (sekali pakai).
Isu yang paling mutakhir adalah perdebatan soal bahan kimia [[bisfenol A]] (BPA) yang diklaim banyak dikandung galon guna ulang (baca: Aqua). Tiba-tiba saja banyak publik figur, organisasi, pakar dan media massa yang membicarakan isu "bahaya BPA" dalam kemasan galon air minum<ref>[https://www.bbc.com/indonesia/articles/c51wrkrw70ko Isu BPA dalam air minum kemasan galon, ancaman nyata atau perang dagang?]</ref> sejak 2020.<ref>[https://ekonomi.bisnis.com/read/20230201/9/1623626/ada-gaduh-perang-galon-di-balik-isu-bpa Ada Gaduh Perang Galon di Balik Isu BPA]</ref> BPA pada galon guna ulang diklaim bisa menyebabkan penyakit seperti [[kanker]] hingga [[kemandulan]]. Le Minerale pun dengan percaya diri mengklaim galonnya sebagai bebas BPA,<ref>[https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6792382/galon-le-minerale-bebas-bpa-bening-kode-no-1 Galon Le Minerale Bebas BPA, Bening, Kode No 1]</ref> sementara Aqua mengklaim produknya aman dan sudah tersterilisasi (meskipun tidak menjawab apakah mengandung BPA atau tidak). Bahkan lembaga pemerintah pun ikut dalam kontroversi BPA, di mana [[BPOM]] merencanakan pelabelan pada produk-produk yang mengandung BPA,<ref>[https://ekonomi.bisnis.com/read/20231020/257/1706180/gunakan-galon-pet-guna-ulang-danone-aqua-klaim-aman Gunakan Galon PET Guna Ulang, Danone-Aqua Klaim Aman]</ref> sementara pihak KPPU meminta khalayak tidak meniup-niupkan isu tersebut lebih dalam lagi karena mengandung aspek persaingan bisnis.<ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/kppu-imbau-perdebatan-soal-bpa-pada-galon-guna-ulang-dihentikan--ini-alasannya-lt64f6f3b50c212/ KPPU Imbau Perdebatan Soal BPA Pada Galon Guna Ulang Dihentikan, Ini Alasannya!]</ref> Polemik lainnya yang tidak jauh berbeda adalah isu [[mikroplastik]] dalam galon air minum, di mana ada sumber yang menekankan bahaya kandungan mikroplastik dalam galon isi ulang<ref>[https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5755604/peneliti-kandungan-mikroplastik-galon-isi-ulang-lebih-tinggi Peneliti: Kandungan Mikroplastik Galon Isi Ulang Lebih Tinggi]</ref> atau sebaliknya (sekali pakai).<ref>[https://jurnalsumbar.com/2021/09/penelitian-ui-mikroplastik-hanya-ditemukan-di-galon-sekali-pakai-pet/ Penelitian UI: Mikroplastik Hanya Ditemukan di Galon Sekali Pakai PET]</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 36: Baris 36:


== Penghargaan dan nominasi ==
== Penghargaan dan nominasi ==
 
{| class="wikitable unsortable"
 
|-
== Rujukan ==
!style="background-color:#ECC850; color:"black"|Tahun
 
!style="background-color:#ECC850; color:"black"|Penghargaan
!style="background-color:#ECC850; color:"black"|Kategori
!style="background-color:#ECC850; color:"black"|Penerima
!style="background-color:#ECC850; color:"black"|Hasil
!style="background-color:#ECC850; color:"black"|
|-
|[[SCTV Awards|2022]]
|''[[SCTV Awards 2022]]''
|rowspan="2"|Iklan Paling Ngetop
|LeMinerale — Believe A
|
|align="center"|
|-
|[[SCTV Awards|2023]]
|''[[SCTV Awards 2023]]''
|Le Minerale (Versi Believe A — Testimonial & RTB)
|
|align="center"|
|-
|2025
|Marketeers Youth Choice Award 2025
|Mineral Water Brand
|LeMinerale
|Menang
|<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/6128032/amdk-favoritnya-gen-z-le-minerale-raih-penghargaan-gold-di-youth-choice-award-2025?page=3 AMDK Favoritnya Gen Z, Le Minerale Raih Penghargaan Gold di Youth Choice Award 2025]. ''Liputan6.com''. 9 Agustus 2025.</ref>
|}


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 45: Baris 70:
* [https://www.mayora.com/our-brands/beverages/le-minerale/ Situs Mayora]
* [https://www.mayora.com/our-brands/beverages/le-minerale/ Situs Mayora]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Le+Minerale&oldid=29594300 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594300 (2026-08-18T03:03:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Le+Minerale&oldid=29594300 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594300 (2026-08-18T03:03:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.00

Le Minerale adalah merek air minum dalam kemasan (AMDK) atau air mineral di Indonesia[1] yang diproduksi oleh PT Tirta Fresindo Jaya yang merupakan anak perusahaan dari Mayora Indah yang bergerak di bidang minuman ringan. Selain Le Minerale, perusahaan ini juga memproduksi Teh Pucuk Harum, Kopiko 78 dan Q Guava.

Produk Le Minerale telah diproduksi untuk konsumen Indonesia sejak tahun 2015. Pabrik Le Minerale sendiri telah dibangun di beberapa daerah di Indonesia, antara lain lima pabrik yang sudah berdiri di Ciawi, Sukabumi, Pasuruan, Medan, dan Makassar. Serta dua pabrik baru dibangun di Cianjur dan Palembang pada akhir 2016.

Produk Le Minerale

Le Minerale dijual dalam kemasan botol dengan volume mulai dari 330 ml, 600 ml dan 1500 ml, tersedia juga produk dalam kemasan galon (15 L).

Slogan

  • Beda Segarnya, Bukti Terlindung Mineralnya (2015-2016)
  • Terasa Segarnya, Terlindung Mineralnya (2016-2017)
  • Air Mineral, Jelas Le Minerale (2017-2020)
  • Anugerah Mineral Alami (2020-2022)
  • Galon Le Minerale - Bikin Tenang, Bikin Nyaman (2021-2023)
  • Pilih Sehat, Pilih Le Minerale (2022-2023)
  • Kebaikan Mineral Terlindungi (2023-2025)
  • Sehatnya Mineral Terlindungi (2025-sekarang)

Kontroversi

Isu sumber mata air

Laporan beberapa media massa pada 2017 menyebutkan penduduk di sekitar Gunung Karang, Banten, mengalami kesulitan air setelah PT Tirta Fresindo Jaya mengalihkan mata air di daerah tersebut untuk produksi Le Minerale. Masyarakat sekitar sempat memprotes keberadaan pabrik tersebut, yang berbuah surat penutupan pada 2014 dari Pemkab Pandeglang dan upaya penghentian operasional pabrik oleh Pemprov Banten pada 2017. Adapun pihak Mayora berkilah mereka sudah memenuhi aspek legalitas dari pabrik mereka.[2] Hingga saat ini tidak jelas bagaimana resolusi dari kasus ini.

Persaingan dengan AQUA

Aqua merupakan raja dari industri AMDK di Indonesia selama bertahun-tahun. Namun, kehadiran Le Minerale seolah membuyarkan kekokohan posisi Aqua. Pada saat diluncurkan memang Le Minerale menargetkan pasar yang hampir sama dengan Aqua, yaitu kelas menengah yang peduli akan kualitas air minum.[3] "Perang dingin" antara kedua merek AMDK ini mulai menjadi perhatian publik ketika sejumlah pedagang partai besar dan eceran menggugat Aqua dan distributornya (PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) lewat gugatan No. No.22/KPPU-L/2016. PT Tirta Fresindo Jaya kemudian juga melayangkan somasi pada PT Tirta Investama di sejumlah koran pada 1 Oktober 2017. Dalam somasi dan gugatan tersebut PT Tirta Investama dan PT BAP dituduh menekan para distributor dan pengecer untuk tidak menjual Le Minerale jika ingin terus mendapat suplai maupun keuntungan dari pemasaran produk Aqua.[4] Pada 19 Desember 2017 KPPU memutuskan PT BAP dan PT Tirta Investama telah melakukan praktik yang melahirkan persaingan usaha tidak sehat, sehingga keduanya didenda masing-masing Rp6 miliar dan Rp13 miliar.[5]

Setelah bersaing di pengadilan, kedua merek lalu memainkan isu-isu lain, baik secara terbuka atau terselubung. Ketika Le Minerale melempar produk galon dari plastik PET ke pasaran, Aqua menyindir Le Minerale sebagai produk yang tidak ramah lingkungan dan kemahalan, sedangkan Le Minerale mengklaim produknya lebih higienis dan praktis.[6] Galon guna ulang (baca: Le Minerale) diklaim sebagai penyumbang problem sampah plastik yang saat ini belum terselesaikan, mudah meleleh[7] dan diduga mengandung bahan kimia etilen glikol.[8] Menepis isu tersebut, Le Minerale meluncurkan kampanye tandingan yang menekankan kemudahan galonnya untuk didaur ulang dan mendorong apa yang disebut "ekonomi sirkular".[9] Menurut sebuah sumber pro-Le Minerale, "kampanye hitam" tersebut nyatanya tidak efektif, dan jika dibandingkan Aqua, produksi dan penjualan produk Le Minerale galon justru meningkat.[10]

Isu yang paling mutakhir adalah perdebatan soal bahan kimia bisfenol A (BPA) yang diklaim banyak dikandung galon guna ulang (baca: Aqua). Tiba-tiba saja banyak publik figur, organisasi, pakar dan media massa yang membicarakan isu "bahaya BPA" dalam kemasan galon air minum[11] sejak 2020.[12] BPA pada galon guna ulang diklaim bisa menyebabkan penyakit seperti kanker hingga kemandulan. Le Minerale pun dengan percaya diri mengklaim galonnya sebagai bebas BPA,[13] sementara Aqua mengklaim produknya aman dan sudah tersterilisasi (meskipun tidak menjawab apakah mengandung BPA atau tidak). Bahkan lembaga pemerintah pun ikut dalam kontroversi BPA, di mana BPOM merencanakan pelabelan pada produk-produk yang mengandung BPA,[14] sementara pihak KPPU meminta khalayak tidak meniup-niupkan isu tersebut lebih dalam lagi karena mengandung aspek persaingan bisnis.[15] Polemik lainnya yang tidak jauh berbeda adalah isu mikroplastik dalam galon air minum, di mana ada sumber yang menekankan bahaya kandungan mikroplastik dalam galon isi ulang[16] atau sebaliknya (sekali pakai).[17]

Lihat pula

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Penerima Hasil
2022 SCTV Awards 2022 Iklan Paling Ngetop LeMinerale — Believe A
2023 SCTV Awards 2023 Le Minerale (Versi Believe A — Testimonial & RTB)
2025 Marketeers Youth Choice Award 2025 Mineral Water Brand LeMinerale Menang [18]

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594300 (2026-08-18T03:03:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.