Triklosan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011882; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Triclosan-3D-vdW.png|thumb|right|280px|Triclosan-3D-vdW]] | |||
Triklosan | '''Triklosan''' adalah agen [[antibakteri|antimikroba]] spektrum luas yang telah digunakan sebagai [[antiseptik]], [[disinfektan]], atau pengawet dalam lingkungan rumah sakit, dalam berbagai produk konsumen termasuk kosmetik, produk kebersihan rumah tangga, bahan plastik, mainan, cat, dan sebagainya.<ref>[https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_023.pdf Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance]. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.</ref> Triklosan [TCS, singkatan dari ''Triclosan''; ''5-chloro-2-(2,4- dichloro-phenoxy)-phenol''] adalah nama umum untuk turunan [[gugus fenil|fenil]] [[eter]] yang berbentuk serbuk kristal keputihan, dan merupakan [[bisphenol]] fenil eter terklorinasi sintetis.<ref>Fran Slone. [https://medcraveonline.com/MOJT/triclosan.html Triclosan]. MedCrave Group Kft. 1 Maret 2016. doi:10.15406/mojt.2016.02.00031.</ref><ref>Kyung-A. Hwang, Kyung-Chul Choi. [https://books.google.co.id/books?id=NSeiBQAAQBAJ&pg=PA17&lpg=PA17#v=onepage&q&f=false Advances in Molecular Toxicology: Volume 9]. Elsevier. 2015. hlm. 17. ISBN 978-0-12-802229-0.</ref> | ||
Triklosan banyak digunakan sebagai bahan antimikroba dalam [[penyanitasi tangan|penyanitasi]] dan pencucian tangan sebelum pembedahan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Dalam pasta gigi, triklosan dapat membantu membasmi bakteri penyebab [[gingivitis]]. Triklosan ditemukan dalam berbagai produk antiseptik konsumen yang dijual bebas seperti [[penyanitasi tangan]] dalam bentuk tisu basah, cair atau gel, yang dapat digunakan untuk membersihkan tangan ketika air tidak tersedia.<ref>[https://www.chemicalsafetyfacts.org/triclosan/ Triclosan]. ChemicalSafetyFacts.org.</ref> Triklosan juga dapat ditemukan dalam pakaian, peralatan dapur, dan mebel.<ref>[https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/5-things-know-about-triclosan 5 Things to Know About Triclosan]. U.S. Food & Drug Administration.</ref> | |||
Di Indonesia, aturan yang jelas tentang penggunaan triklosan belum ada sehingga masih bisa ditemukan berbagai produk dengan kandungan zat aktif ini. | Bersama [[triklokarban]], triklosan merupakan antiseptik yang mendapat peringatan karena potensi bahayanya.<ref>dr. Immanuela Hartono. [https://www.alomedika.com/bahaya-kandungan-triclosan-dan-triclocarban-pada-sabun-antiseptik Bahaya Kandungan Triclosan dan Triclocarban pada Sabun Antiseptik]. Alomedika.</ref> Pada Desember 2017, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mengeluarkan aturan final mengenai produk antiseptik perawatan kesehatan yang dijual bebas seperti pada sabun antibakteri. Akibatnya, perusahaan tidak dapat menggunakan triklosan atau 23 bahan aktif lainnya dalam produk tersebut tanpa tinjauan pra pemasaran karena data yang tidak memadai mengenai keamanan dan efektivitasnya.<ref>[https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/5-things-know-about-triclosan 5 Things to Know About Triclosan]. U.S. Food & Drug Administration.</ref> | ||
Di Indonesia, aturan yang jelas tentang penggunaan triklosan belum ada sehingga masih bisa ditemukan berbagai produk dengan kandungan zat aktif ini.<ref>Irene Anindyaputri. [https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/bahaya-kandungan-triclosan-dalam-sabun/ Bahaya Kandungan Triclosan dalam Produk Antibakteri]. Hello Sehat. 7 Oktober 2019.</ref> | |||
== Sejarah penggunaan == | == Sejarah penggunaan == | ||
Baru pada akhir tahun 1930-an dan awal tahun 1940-an, triklosan dan [[senyawa kimia]] yang mirip, triklokarban disintesis oleh para ahli kimia di laboratorium dengan mengganti atom [[hidrogen]] yang ada pada cincin aromatik [[fenol]] dengan atom [[klor]] untuk menghasilkan kelompok baru fenol terklorinasi yang dikenal sebagai [[organohalida]]. | Baru pada akhir tahun 1930-an dan awal tahun 1940-an, triklosan dan [[senyawa kimia]] yang mirip, triklokarban disintesis oleh para ahli kimia di laboratorium dengan mengganti atom [[hidrogen]] yang ada pada cincin aromatik [[fenol]] dengan atom [[klor]] untuk menghasilkan kelompok baru fenol terklorinasi yang dikenal sebagai [[organohalida]].<ref>Teri Shors, PhD. [https://books.google.co.id/books?id=06h8DwAAQBAJ&pg=PA89#v=onepage&q&f=false Krasner's Microbial Challenge]. Jones & Bartlett Learning. 2020. hlm. 89. ISBN 9781284159264.</ref> | ||
Paten pertama untuk triklosan dikeluarkan pada tahun 1966 untuk perusahaan kimia [[Ciba Specialty Chemicals|Ciba]]. Meskipun awalnya terbatas pada pengaturan medis, pada tahun 1972 triklosan mulai merintis jalannya masuk ke pasar konsumen. Pada tahun 1974, FDA pertama kali mengusulkan pembuatan peraturan untuk menyusun sebuah [[monograf]] bagi produk obat antimikroba topikal yang dijual bebas, termasuk triklosan. Namun, pembuatan peraturan belum selesai. Selama beberapa dasawarsa berikutnya, triklosan diizinkan menembus pasar konsumen dalam deodoran, mainan, plastik dan tekstil, sabun, pasta gigi, peralatan dapur, dan sebagainya yang pada dasarnya tanpa pengawasan pemerintah. | Paten pertama untuk triklosan dikeluarkan pada tahun 1966 untuk perusahaan kimia [[Ciba Specialty Chemicals|Ciba]]. Meskipun awalnya terbatas pada pengaturan medis, pada tahun 1972 triklosan mulai merintis jalannya masuk ke pasar konsumen. Pada tahun 1974, FDA pertama kali mengusulkan pembuatan peraturan untuk menyusun sebuah [[monograf]] bagi produk obat antimikroba topikal yang dijual bebas, termasuk triklosan. Namun, pembuatan peraturan belum selesai. Selama beberapa dasawarsa berikutnya, triklosan diizinkan menembus pasar konsumen dalam deodoran, mainan, plastik dan tekstil, sabun, pasta gigi, peralatan dapur, dan sebagainya yang pada dasarnya tanpa pengawasan pemerintah.<ref>[https://www.beyondpesticides.org/programs/antibacterials/triclosan/fda-2016-decision-and-history FDA 2016 Decision and History]. Beyond Pesticides.</ref> | ||
Pada tahun 1988, triklosan diketahui berbahaya. Dalam model hewan, banyak laporan menunjukkan bahwa ''5-Chloro-(2,4-dichlorophenoxy)phenol'' (triklosan) memengaruhi fungsi [[sistem endokrin|endokrin]], fungsi [[hormon tiroid]], dan [[resistansi antibiotik]]. | Pada tahun 1988, triklosan diketahui berbahaya. Dalam model hewan, banyak laporan menunjukkan bahwa ''5-Chloro-(2,4-dichlorophenoxy)phenol'' (triklosan) memengaruhi fungsi [[sistem endokrin|endokrin]], fungsi [[hormon tiroid]], dan [[resistansi antibiotik]].<ref>[https://books.google.co.id/books?id=i00ADQAAQBAJ&pg=PA120#v=onepage&q&f=false Green Chemistry: An Inclusive Approach]. Elsevier. 2018. hlm. 120. ISBN 978-0-12-809270-5.</ref> | ||
Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2009 pada tikus, paparan triklosan telah dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon [[testosteron]], [[hormon pelutein]], [[hormon perangsang folikel]], dan produksi [[sperma]]. | Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2009 pada tikus, paparan triklosan telah dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon [[testosteron]], [[hormon pelutein]], [[hormon perangsang folikel]], dan produksi [[sperma]].<ref>dr. Immanuela Hartono. [https://www.alomedika.com/bahaya-kandungan-triclosan-dan-triclocarban-pada-sabun-antiseptik Bahaya Kandungan Triclosan dan Triclocarban pada Sabun Antiseptik]. Alomedika.</ref><ref>Rolf U. Halden, Avery E. Lindeman, Allison E. Aiello, David Andrews, William A. Arnold, Patricia Fair, Rebecca E. Fuoco, Laura A. Geer, Paula I. Johnson, Rainer Lohmann, Kristopher McNeill, Victoria P. Sacks, Ted Schettler, Roland Weber, R. Thomas Zoeller, and Arlene Blum. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5644973/ The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban]. ''Environmental Health Perspectives''. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 20 Juni 2017. doi:10.1289/EHP1788.</ref> | ||
Pada tahun 2016, FDA melarang penggunaan triklosan dalam sabun cair, tetapi masih mengizinkan penggunaannya dalam pasta gigi, sementara penggunaan yang luas berlanjut pada produk-produk di bawah yurisdiksi [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] (EPA). FDA pada Desember 2017 mengumumkan telah mengeluarkan 24 bahan disinfektan atau antimikroba dari peredaran, termasuk triklosan, yang digunakan oleh para penyedia layanan kesehatan terutama dalam pengaturan medis, seperti rumah sakit, klinik perawatan kesehatan, dan kantor dokter. | Pada tahun 2016, FDA melarang penggunaan triklosan dalam sabun cair, tetapi masih mengizinkan penggunaannya dalam pasta gigi, sementara penggunaan yang luas berlanjut pada produk-produk di bawah yurisdiksi [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] (EPA). FDA pada Desember 2017 mengumumkan telah mengeluarkan 24 bahan disinfektan atau antimikroba dari peredaran, termasuk triklosan, yang digunakan oleh para penyedia layanan kesehatan terutama dalam pengaturan medis, seperti rumah sakit, klinik perawatan kesehatan, dan kantor dokter.<ref>[https://www.beyondpesticides.org/assets/media/documents/bp-37.4-w17-Triclosan.pdf Antibacterial Triclosan Banned by FDA for Medical Use]. Beyond Pesticides.</ref> | ||
== Sinonim dan nama dagang == | == Sinonim dan nama dagang == | ||
Bahan kimia triklosan ini dapat diidentifikasi dengan berbagai nama, beberapa antaranya merupakan nama dagang: | Bahan kimia triklosan ini dapat diidentifikasi dengan berbagai nama, beberapa antaranya merupakan nama dagang:<ref>[https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_023.pdf Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance]. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.</ref><ref>[http://www.dormer.com/Allergens/PDF/P_InfoEn/T-014.pdf PATIENT INFORMATION SHEET: Triclosan]. Dormer Laboratories Inc. 24 Maret 2009.</ref><ref>[https://oehha.ca.gov/media/downloads/proposition-65/crnr/comments/ciba1.pdf Triclosan]. NATIONAL INDUSTRIAL CHEMICALS NOTIFICATION AND ASSESSMENT SCHEME. 2009. ISBN 0-9803124-4-2.</ref> | ||
{| | |||
| | |||
* ''2,4,4‐Trichloro‐2‐hydroxydiphenyl ether'' | |||
* ''5‐Chloro‐2‐(2,4‐dichlorophenoxy)phenol'' | |||
* ''Chloro‐2‐(2,4‐dichlorophenoxy)phenol'' | |||
* ''Trichloro‐2'‐hydroxydiphenyl ether'' | |||
* ''Phenol, 5-chloro-2-(2,4-dichlorophenoxy)-'' | |||
* ''Ether, 2'-hydroxy-2,4,4'-trichlorodiphenyl'' | |||
* CH 3565 | |||
* CH 3635 | |||
* Cloxifenolum | |||
* Irgasan CH 3565 | |||
* Irgasan CH 3635 | |||
* Irgasan DP 30 | |||
| | |||
* Irgasan DP 300 | |||
* Irgasan DP 3000 | |||
* Irgasan PE 30 | |||
* Irgasan PG 60 | |||
* Irgacare MP | |||
* Irgacare CF100 | |||
* Irgacide LP 10 | |||
* Irgagard B 1000 | |||
* Lexol 300 | |||
* Microban Additive B | |||
* Microban B | |||
* NM 100 | |||
| | |||
* Sabun ''Bacti-Stat'' | |||
* Ster‐Zac | |||
* TCCP | |||
* THDP | |||
* Tinosan AM 100 | |||
* Tinosan AM 110 | |||
* Tinosan NW 500 | |||
* Tinosan CEL Liquid | |||
* Ultrafresh NM 100 | |||
* Vinyzene DP 7000 | |||
* Yujiexin | |||
* Zilesan UW | |||
|} | |||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Dalam kosmetik === | === Dalam kosmetik === | ||
Pada tahun 1986, Triklosan terdaftar pada ''European Community Cosmetics Directive'' untuk digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik dengan konsentrasi hingga 0,3%. Penilaian risiko yang dilakukan oleh [[Komite Ilmiah tentang Keamanan Konsumen|Komite Ilmiah tentang Produk Konsumen Uni Eropa]] (SCCP) tahun 2010 menyimpulkan bahwa meskipun penggunaannya pada konsentrasi maksimum 0,3% dalam pasta gigi, sabun cuci tangan, sabun mandi, dan deodoran dianggap aman dari sudut pandang [[toksikologi|toksikologis]] dalam produk-produk individu, besarnya paparan agregat triklosan dari semua produk kosmetik adalah tidak aman. | Pada tahun 1986, Triklosan terdaftar pada ''European Community Cosmetics Directive'' untuk digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik dengan konsentrasi hingga 0,3%. Penilaian risiko yang dilakukan oleh [[Komite Ilmiah tentang Keamanan Konsumen|Komite Ilmiah tentang Produk Konsumen Uni Eropa]] (SCCP) tahun 2010 menyimpulkan bahwa meskipun penggunaannya pada konsentrasi maksimum 0,3% dalam pasta gigi, sabun cuci tangan, sabun mandi, dan deodoran dianggap aman dari sudut pandang [[toksikologi|toksikologis]] dalam produk-produk individu, besarnya paparan agregat triklosan dari semua produk kosmetik adalah tidak aman.<ref>[https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_023.pdf Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance]. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.</ref> | ||
=== Dalam perawatan kesehatan dan peralatan medis === | === Dalam perawatan kesehatan dan peralatan medis === | ||
Triklosan telah secara efektif digunakan secara klinis untuk membasmi mikroorganisme seperti [[Staphylococcus aureus yang resisten metisilin|''Staphylococcus aureus'' yang resisten metisilin]] (MRSA), terutama dengan rekomendasi untuk menggunakan rendaman triklosan 2%. Triklosan digunakan sebagai penyanitasi tangan sebelum pembedahan, dan banyak digunakan dalam mencuci tangan dan sebagai pembersih tubuh untuk membasmi MRSA dari operator sebelum pembedahan. | Triklosan telah secara efektif digunakan secara klinis untuk membasmi mikroorganisme seperti [[Staphylococcus aureus yang resisten metisilin|''Staphylococcus aureus'' yang resisten metisilin]] (MRSA), terutama dengan rekomendasi untuk menggunakan rendaman triklosan 2%. Triklosan digunakan sebagai penyanitasi tangan sebelum pembedahan, dan banyak digunakan dalam mencuci tangan dan sebagai pembersih tubuh untuk membasmi MRSA dari operator sebelum pembedahan.<ref>[https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_023.pdf Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance]. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.</ref> | ||
=== Dalam rumah tangga dan produk konsumen lainnya === | === Dalam rumah tangga dan produk konsumen lainnya === | ||
Aktivitas antimikroba spektrum luas dari triklosan telah menyebabkan inkorporasinya dalam berbagai formulasi produk yang ditujukan untuk penggunaan di rumah seperti sabun cair, [[Detergen|deterjen]], talenan, mainan anak-anak, karpet, dan wadah penyimpanan makanan. | Aktivitas antimikroba spektrum luas dari triklosan telah menyebabkan inkorporasinya dalam berbagai formulasi produk yang ditujukan untuk penggunaan di rumah seperti sabun cair, [[Detergen|deterjen]], talenan, mainan anak-anak, karpet, dan wadah penyimpanan makanan.<ref>[https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_023.pdf Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance]. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.</ref> | ||
Pada tahun 1999/2000, triklosan atau [[triklokarban]] terdapat dalam 75% sabun cair dan 29% sabun batangan di pasar [[Amerika Serikat]]. | Pada tahun 1999/2000, triklosan atau [[triklokarban]] terdapat dalam 75% sabun cair dan 29% sabun batangan di pasar [[Amerika Serikat]].<ref>Rolf U. Halden. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3974611/ On the Need and Speed of Regulating Triclosan and Triclocarban in the United States]. ''Environmental Science & Technology''. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 3 Maret 2014. Vol. 48(7): 3603–3611. doi:10.1021/es500495p.</ref> | ||
== Mekanisme kerja == | == Mekanisme kerja == | ||
Triklosan merupakan senyawa [[biosida|biosidal]] dengan berbagai target dalam [[sitoplasma]] dan [[membran sel]]. Namun, pada konsentrasi yang lebih rendah, triklosan tampaknya bersifat [[bakteriostatik]] dan terlihat menargetkan bakteri terutama dengan menghambat sintesis [[asam lemak]]. Ketika digunakan pada konsentrasi rendah, triklosan berhasil menghambat pertumbuhan mikroorganisme, akan tetapi konsentrasi yang lebih tinggi dari bahan kimia ini secara langsung akan membunuh mikroorganisme. | Triklosan merupakan senyawa [[biosida|biosidal]] dengan berbagai target dalam [[sitoplasma]] dan [[membran sel]]. Namun, pada konsentrasi yang lebih rendah, triklosan tampaknya bersifat [[bakteriostatik]] dan terlihat menargetkan bakteri terutama dengan menghambat sintesis [[asam lemak]].<ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB08604 Triclosan]. DrugBank.ca.</ref> Ketika digunakan pada konsentrasi rendah, triklosan berhasil menghambat pertumbuhan mikroorganisme, akan tetapi konsentrasi yang lebih tinggi dari bahan kimia ini secara langsung akan membunuh mikroorganisme.<ref>Benedette Cuffari, M.Sc. [https://www.news-medical.net/health/What-is-Triclosan-and-Why-is-it-Banned.aspx What is Triclosan and Why is it Banned?]. News-Medical.net. 2 Juli 2019.</ref> | ||
Aktivitas antimikroba dari triklosan telah terbukti menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri dan jamur, bahkan menghambat pertumbuhan spesies parasit [[Apicomplexa]] ''[[Plasmodium falciparum]]'', yang menyebabkan malaria serebral, dan ''[[Toxoplasma gondii]]'' agen penyebab [[toksoplasmosis]]. | Aktivitas antimikroba dari triklosan telah terbukti menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri dan jamur, bahkan menghambat pertumbuhan spesies parasit [[Apicomplexa]] ''[[Plasmodium falciparum]]'', yang menyebabkan malaria serebral, dan ''[[Toxoplasma gondii]]'' agen penyebab [[toksoplasmosis]].<ref>Benedette Cuffari, M.Sc. [https://www.news-medical.net/health/What-is-Triclosan-and-Why-is-it-Banned.aspx What is Triclosan and Why is it Banned?]. News-Medical.net. 2 Juli 2019.</ref> | ||
Triklosan berfungsi sebagai agen antimikroba dengan mengganggu produksi [[lipid]] bakteri. Lebih khusus, triklosan memblokir tapak aktif dari enzim bakteri yang dikenal sebagai [[reduktase protein pembawa enoyl-acyl]]. Triklosan berikatan dengan enzim reduktase protein pembawa enoyl-acyl (ENR). [[Kompleks (kimia)|Kompleks]] ini telah meningkatkan afinitas untuk [[Nikotinamida adenina dinukleotida|NAD+]] dan membentuk [[kompleks terner]]. Kompleks ini tidak dapat berpartisipasi dalam sintesis asam lemak, melemahkan membran sel, dan menyebabkan kematian sel. Manusia tidak memiliki enzim ENR, dan karenanya tidak terpengaruh. | Triklosan berfungsi sebagai agen antimikroba dengan mengganggu produksi [[lipid]] bakteri. Lebih khusus, triklosan memblokir tapak aktif dari enzim bakteri yang dikenal sebagai [[reduktase protein pembawa enoyl-acyl]].<ref>Benedette Cuffari, M.Sc. [https://www.news-medical.net/health/What-is-Triclosan-and-Why-is-it-Banned.aspx What is Triclosan and Why is it Banned?]. News-Medical.net. 2 Juli 2019.</ref> Triklosan berikatan dengan enzim reduktase protein pembawa enoyl-acyl (ENR). [[Kompleks (kimia)|Kompleks]] ini telah meningkatkan afinitas untuk [[Nikotinamida adenina dinukleotida|NAD+]] dan membentuk [[kompleks terner]]. Kompleks ini tidak dapat berpartisipasi dalam sintesis asam lemak, melemahkan membran sel, dan menyebabkan kematian sel. Manusia tidak memiliki enzim ENR, dan karenanya tidak terpengaruh.<ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB08604 Triclosan]. DrugBank.ca.</ref> | ||
== Konsensus ''The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban'' == | == Konsensus ''The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban'' == | ||
''The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban'' atau "Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban" diperkenalkan pada Simposium Internasional ke-36 tentang Polutan Organik Persisten Halogenasi (DIOXIN 2016) di [[Firenze|Florence]], [[Italia]]. Pernyataan konsensus ini memiliki lebih dari 200 penandatangan dari 29 negara, yang mewakili keahlian tentang dampak kesehatan dan lingkungan serta efektivitas zat antimikroba. Pernyataan itu diterbitkan dalam ''[[Environmental Health Perspectives]]'' pada Juni 2017. | ''The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban'' atau "Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban" diperkenalkan pada Simposium Internasional ke-36 tentang Polutan Organik Persisten Halogenasi (DIOXIN 2016) di [[Firenze|Florence]], [[Italia]]. Pernyataan konsensus ini memiliki lebih dari 200 penandatangan dari 29 negara, yang mewakili keahlian tentang dampak kesehatan dan lingkungan serta efektivitas zat antimikroba. Pernyataan itu diterbitkan dalam ''[[Environmental Health Perspectives]]'' pada Juni 2017.<ref>[https://greensciencepolicy.org/florence-statement/ The Florence Statement]. Green Science Policy Institute.</ref> | ||
''The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban'' atau "Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban" mendokumentasikan konsensus lebih dari 200 ilmuwan dan profesional medis tentang bahaya dan kurangnya bukti dari manfaat penggunaan umum triklosan dan triklokarban. | ''The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban'' atau "Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban" mendokumentasikan konsensus lebih dari 200 ilmuwan dan profesional medis tentang bahaya dan kurangnya bukti dari manfaat penggunaan umum triklosan dan triklokarban.<ref>Rolf U. Halden, Avery E. Lindeman, Allison E. Aiello, David Andrews, William A. Arnold, Patricia Fair, Rebecca E. Fuoco, Laura A. Geer, Paula I. Johnson, Rainer Lohmann, Kristopher McNeill, Victoria P. Sacks, Ted Schettler, Roland Weber, R. Thomas Zoeller, and Arlene Blum. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5644973/ The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban]. ''Environmental Health Perspectives''. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 20 Juni 2017. doi:10.1289/EHP1788.</ref><ref>dr. Immanuela Hartono. [https://www.alomedika.com/bahaya-kandungan-triclosan-dan-triclocarban-pada-sabun-antiseptik Bahaya Kandungan Triclosan dan Triclocarban pada Sabun Antiseptik]. Alomedika.</ref> | ||
Berdasarkan penelitian [[penelaahan sejawat]] yang ekstensif, pernyataan ini menyimpulkan bahwa triklosan dan triklokarban adalah [[pengganggu endokrin]] berkajang terhadap lingkungan yang bersifat [[bioakumulasi]] dan toksik bagi organisme akuatik dan lainnya. | Berdasarkan penelitian [[penelaahan sejawat]] yang ekstensif, pernyataan ini menyimpulkan bahwa triklosan dan triklokarban adalah [[pengganggu endokrin]] berkajang terhadap lingkungan yang bersifat [[bioakumulasi]] dan toksik bagi organisme akuatik dan lainnya.<ref>Rolf U. Halden, Avery E. Lindeman, Allison E. Aiello, David Andrews, William A. Arnold, Patricia Fair, Rebecca E. Fuoco, Laura A. Geer, Paula I. Johnson, Rainer Lohmann, Kristopher McNeill, Victoria P. Sacks, Ted Schettler, Roland Weber, R. Thomas Zoeller, and Arlene Blum. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5644973/ The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban]. ''Environmental Health Perspectives''. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 20 Juni 2017. doi:10.1289/EHP1788.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Triklosan&oldid=29011882 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011882 (2026-03-05T15:01:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.02
Triklosan adalah agen antimikroba spektrum luas yang telah digunakan sebagai antiseptik, disinfektan, atau pengawet dalam lingkungan rumah sakit, dalam berbagai produk konsumen termasuk kosmetik, produk kebersihan rumah tangga, bahan plastik, mainan, cat, dan sebagainya.[1] Triklosan [TCS, singkatan dari Triclosan; 5-chloro-2-(2,4- dichloro-phenoxy)-phenol] adalah nama umum untuk turunan fenil eter yang berbentuk serbuk kristal keputihan, dan merupakan bisphenol fenil eter terklorinasi sintetis.[2][3]
Triklosan banyak digunakan sebagai bahan antimikroba dalam penyanitasi dan pencucian tangan sebelum pembedahan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Dalam pasta gigi, triklosan dapat membantu membasmi bakteri penyebab gingivitis. Triklosan ditemukan dalam berbagai produk antiseptik konsumen yang dijual bebas seperti penyanitasi tangan dalam bentuk tisu basah, cair atau gel, yang dapat digunakan untuk membersihkan tangan ketika air tidak tersedia.[4] Triklosan juga dapat ditemukan dalam pakaian, peralatan dapur, dan mebel.[5]
Bersama triklokarban, triklosan merupakan antiseptik yang mendapat peringatan karena potensi bahayanya.[6] Pada Desember 2017, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan aturan final mengenai produk antiseptik perawatan kesehatan yang dijual bebas seperti pada sabun antibakteri. Akibatnya, perusahaan tidak dapat menggunakan triklosan atau 23 bahan aktif lainnya dalam produk tersebut tanpa tinjauan pra pemasaran karena data yang tidak memadai mengenai keamanan dan efektivitasnya.[7]
Di Indonesia, aturan yang jelas tentang penggunaan triklosan belum ada sehingga masih bisa ditemukan berbagai produk dengan kandungan zat aktif ini.[8]
Sejarah penggunaan
Baru pada akhir tahun 1930-an dan awal tahun 1940-an, triklosan dan senyawa kimia yang mirip, triklokarban disintesis oleh para ahli kimia di laboratorium dengan mengganti atom hidrogen yang ada pada cincin aromatik fenol dengan atom klor untuk menghasilkan kelompok baru fenol terklorinasi yang dikenal sebagai organohalida.[9]
Paten pertama untuk triklosan dikeluarkan pada tahun 1966 untuk perusahaan kimia Ciba. Meskipun awalnya terbatas pada pengaturan medis, pada tahun 1972 triklosan mulai merintis jalannya masuk ke pasar konsumen. Pada tahun 1974, FDA pertama kali mengusulkan pembuatan peraturan untuk menyusun sebuah monograf bagi produk obat antimikroba topikal yang dijual bebas, termasuk triklosan. Namun, pembuatan peraturan belum selesai. Selama beberapa dasawarsa berikutnya, triklosan diizinkan menembus pasar konsumen dalam deodoran, mainan, plastik dan tekstil, sabun, pasta gigi, peralatan dapur, dan sebagainya yang pada dasarnya tanpa pengawasan pemerintah.[10]
Pada tahun 1988, triklosan diketahui berbahaya. Dalam model hewan, banyak laporan menunjukkan bahwa 5-Chloro-(2,4-dichlorophenoxy)phenol (triklosan) memengaruhi fungsi endokrin, fungsi hormon tiroid, dan resistansi antibiotik.[11]
Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2009 pada tikus, paparan triklosan telah dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon testosteron, hormon pelutein, hormon perangsang folikel, dan produksi sperma.[12][13]
Pada tahun 2016, FDA melarang penggunaan triklosan dalam sabun cair, tetapi masih mengizinkan penggunaannya dalam pasta gigi, sementara penggunaan yang luas berlanjut pada produk-produk di bawah yurisdiksi Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA). FDA pada Desember 2017 mengumumkan telah mengeluarkan 24 bahan disinfektan atau antimikroba dari peredaran, termasuk triklosan, yang digunakan oleh para penyedia layanan kesehatan terutama dalam pengaturan medis, seperti rumah sakit, klinik perawatan kesehatan, dan kantor dokter.[14]
Sinonim dan nama dagang
Bahan kimia triklosan ini dapat diidentifikasi dengan berbagai nama, beberapa antaranya merupakan nama dagang:[15][16][17]
|
|
|
Penggunaan
Dalam kosmetik
Pada tahun 1986, Triklosan terdaftar pada European Community Cosmetics Directive untuk digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik dengan konsentrasi hingga 0,3%. Penilaian risiko yang dilakukan oleh Komite Ilmiah tentang Produk Konsumen Uni Eropa (SCCP) tahun 2010 menyimpulkan bahwa meskipun penggunaannya pada konsentrasi maksimum 0,3% dalam pasta gigi, sabun cuci tangan, sabun mandi, dan deodoran dianggap aman dari sudut pandang toksikologis dalam produk-produk individu, besarnya paparan agregat triklosan dari semua produk kosmetik adalah tidak aman.[18]
Dalam perawatan kesehatan dan peralatan medis
Triklosan telah secara efektif digunakan secara klinis untuk membasmi mikroorganisme seperti Staphylococcus aureus yang resisten metisilin (MRSA), terutama dengan rekomendasi untuk menggunakan rendaman triklosan 2%. Triklosan digunakan sebagai penyanitasi tangan sebelum pembedahan, dan banyak digunakan dalam mencuci tangan dan sebagai pembersih tubuh untuk membasmi MRSA dari operator sebelum pembedahan.[19]
Dalam rumah tangga dan produk konsumen lainnya
Aktivitas antimikroba spektrum luas dari triklosan telah menyebabkan inkorporasinya dalam berbagai formulasi produk yang ditujukan untuk penggunaan di rumah seperti sabun cair, deterjen, talenan, mainan anak-anak, karpet, dan wadah penyimpanan makanan.[20]
Pada tahun 1999/2000, triklosan atau triklokarban terdapat dalam 75% sabun cair dan 29% sabun batangan di pasar Amerika Serikat.[21]
Mekanisme kerja
Triklosan merupakan senyawa biosidal dengan berbagai target dalam sitoplasma dan membran sel. Namun, pada konsentrasi yang lebih rendah, triklosan tampaknya bersifat bakteriostatik dan terlihat menargetkan bakteri terutama dengan menghambat sintesis asam lemak.[22] Ketika digunakan pada konsentrasi rendah, triklosan berhasil menghambat pertumbuhan mikroorganisme, akan tetapi konsentrasi yang lebih tinggi dari bahan kimia ini secara langsung akan membunuh mikroorganisme.[23]
Aktivitas antimikroba dari triklosan telah terbukti menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri dan jamur, bahkan menghambat pertumbuhan spesies parasit Apicomplexa Plasmodium falciparum, yang menyebabkan malaria serebral, dan Toxoplasma gondii agen penyebab toksoplasmosis.[24]
Triklosan berfungsi sebagai agen antimikroba dengan mengganggu produksi lipid bakteri. Lebih khusus, triklosan memblokir tapak aktif dari enzim bakteri yang dikenal sebagai reduktase protein pembawa enoyl-acyl.[25] Triklosan berikatan dengan enzim reduktase protein pembawa enoyl-acyl (ENR). Kompleks ini telah meningkatkan afinitas untuk NAD+ dan membentuk kompleks terner. Kompleks ini tidak dapat berpartisipasi dalam sintesis asam lemak, melemahkan membran sel, dan menyebabkan kematian sel. Manusia tidak memiliki enzim ENR, dan karenanya tidak terpengaruh.[26]
Konsensus The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban
The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban atau "Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban" diperkenalkan pada Simposium Internasional ke-36 tentang Polutan Organik Persisten Halogenasi (DIOXIN 2016) di Florence, Italia. Pernyataan konsensus ini memiliki lebih dari 200 penandatangan dari 29 negara, yang mewakili keahlian tentang dampak kesehatan dan lingkungan serta efektivitas zat antimikroba. Pernyataan itu diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives pada Juni 2017.[27]
The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban atau "Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban" mendokumentasikan konsensus lebih dari 200 ilmuwan dan profesional medis tentang bahaya dan kurangnya bukti dari manfaat penggunaan umum triklosan dan triklokarban.[28][29]
Berdasarkan penelitian penelaahan sejawat yang ekstensif, pernyataan ini menyimpulkan bahwa triklosan dan triklokarban adalah pengganggu endokrin berkajang terhadap lingkungan yang bersifat bioakumulasi dan toksik bagi organisme akuatik dan lainnya.[30]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.
- ↑ Fran Slone. Triclosan. MedCrave Group Kft. 1 Maret 2016. doi:10.15406/mojt.2016.02.00031.
- ↑ Kyung-A. Hwang, Kyung-Chul Choi. Advances in Molecular Toxicology: Volume 9. Elsevier. 2015. hlm. 17. ISBN 978-0-12-802229-0.
- ↑ Triclosan. ChemicalSafetyFacts.org.
- ↑ 5 Things to Know About Triclosan. U.S. Food & Drug Administration.
- ↑ dr. Immanuela Hartono. Bahaya Kandungan Triclosan dan Triclocarban pada Sabun Antiseptik. Alomedika.
- ↑ 5 Things to Know About Triclosan. U.S. Food & Drug Administration.
- ↑ Irene Anindyaputri. Bahaya Kandungan Triclosan dalam Produk Antibakteri. Hello Sehat. 7 Oktober 2019.
- ↑ Teri Shors, PhD. Krasner's Microbial Challenge. Jones & Bartlett Learning. 2020. hlm. 89. ISBN 9781284159264.
- ↑ FDA 2016 Decision and History. Beyond Pesticides.
- ↑ Green Chemistry: An Inclusive Approach. Elsevier. 2018. hlm. 120. ISBN 978-0-12-809270-5.
- ↑ dr. Immanuela Hartono. Bahaya Kandungan Triclosan dan Triclocarban pada Sabun Antiseptik. Alomedika.
- ↑ Rolf U. Halden, Avery E. Lindeman, Allison E. Aiello, David Andrews, William A. Arnold, Patricia Fair, Rebecca E. Fuoco, Laura A. Geer, Paula I. Johnson, Rainer Lohmann, Kristopher McNeill, Victoria P. Sacks, Ted Schettler, Roland Weber, R. Thomas Zoeller, and Arlene Blum. The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban. Environmental Health Perspectives. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 20 Juni 2017. doi:10.1289/EHP1788.
- ↑ Antibacterial Triclosan Banned by FDA for Medical Use. Beyond Pesticides.
- ↑ Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.
- ↑ PATIENT INFORMATION SHEET: Triclosan. Dormer Laboratories Inc. 24 Maret 2009.
- ↑ Triclosan. NATIONAL INDUSTRIAL CHEMICALS NOTIFICATION AND ASSESSMENT SCHEME. 2009. ISBN 0-9803124-4-2.
- ↑ Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.
- ↑ Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.
- ↑ Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS): Opinion on Triclosan Antimicrobial Resistance. European Comission: Directorate-General for Health & Consumers. 22 Juni 2010. doi:10.2772/11162. ISBN 978-92-79-12484-6.
- ↑ Rolf U. Halden. On the Need and Speed of Regulating Triclosan and Triclocarban in the United States. Environmental Science & Technology. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 3 Maret 2014. Vol. 48(7): 3603–3611. doi:10.1021/es500495p.
- ↑ Triclosan. DrugBank.ca.
- ↑ Benedette Cuffari, M.Sc. What is Triclosan and Why is it Banned?. News-Medical.net. 2 Juli 2019.
- ↑ Benedette Cuffari, M.Sc. What is Triclosan and Why is it Banned?. News-Medical.net. 2 Juli 2019.
- ↑ Benedette Cuffari, M.Sc. What is Triclosan and Why is it Banned?. News-Medical.net. 2 Juli 2019.
- ↑ Triclosan. DrugBank.ca.
- ↑ The Florence Statement. Green Science Policy Institute.
- ↑ Rolf U. Halden, Avery E. Lindeman, Allison E. Aiello, David Andrews, William A. Arnold, Patricia Fair, Rebecca E. Fuoco, Laura A. Geer, Paula I. Johnson, Rainer Lohmann, Kristopher McNeill, Victoria P. Sacks, Ted Schettler, Roland Weber, R. Thomas Zoeller, and Arlene Blum. The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban. Environmental Health Perspectives. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 20 Juni 2017. doi:10.1289/EHP1788.
- ↑ dr. Immanuela Hartono. Bahaya Kandungan Triclosan dan Triclocarban pada Sabun Antiseptik. Alomedika.
- ↑ Rolf U. Halden, Avery E. Lindeman, Allison E. Aiello, David Andrews, William A. Arnold, Patricia Fair, Rebecca E. Fuoco, Laura A. Geer, Paula I. Johnson, Rainer Lohmann, Kristopher McNeill, Victoria P. Sacks, Ted Schettler, Roland Weber, R. Thomas Zoeller, and Arlene Blum. The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban. Environmental Health Perspectives. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. 20 Juni 2017. doi:10.1289/EHP1788.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29011882 (2026-03-05T15:01:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.