Abamektin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29122294; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Abamektin''' (juga disebut '''avermektin B<sub>1</sub>''') adalah [[insektisida]] dan [[antelmintik]] yang banyak digunakan. Abamektin adalah anggota keluarga avermektin dan merupakan produk fermentasi alami dari [[Actinomycetales]] tanah ''[[Streptomyces avermitilis]]''. Abamektin berbeda dari [[ivermektin]], anggota keluarga avermektin yang populer, dengan ikatan rangkap antara karbon 22 dan 23. Fermentasi ''Streptomyces avermitilis'' menghasilkan delapan homolog avermektin yang berkerabat dekat, dengan bentuk B<sub>1a</sub> dan B<sub>1b</sub> yang meliputi sebagian besar fermentasi. Nama non-eksklusif (abamektin) merujuk pada campuran B<sub>1a</sub> (~80%) dan B<sub>1b</sub> (~20%). Dari semua avermektin, abamektin adalah satu-satunya yang digunakan baik dalam [[pertanian]] maupun [[farmasi]]. | [[File:Avermectins.png|thumb|right|280px|Avermectins]] | ||
'''Abamektin''' (juga disebut '''avermektin B<sub>1</sub>''') adalah [[insektisida]] dan [[antelmintik]] yang banyak digunakan. Abamektin adalah anggota keluarga avermektin dan merupakan produk fermentasi alami dari [[Actinomycetales]] tanah<ref>''Complete genome sequence and comparative analysis of the industrial microorganism Streptomyces avermitilis''. ''Nature Biotechnology''. May 2003. Vol. 21 (5). hlm. 526–531. doi:10.1038/nbt820.</ref> ''[[Streptomyces avermitilis]]''. Abamektin berbeda dari [[ivermektin]], anggota keluarga avermektin yang populer, dengan ikatan rangkap antara karbon 22 dan 23.<ref>[https://books.google.com/books?id=LAHaBwAAQBAJ&pg=PA304 Ivermectin and Abamectin]. Springer Science & Business Media. 6 December 2012. hlm. 304–. ISBN 978-1-4612-3626-9.</ref> Fermentasi ''Streptomyces avermitilis'' menghasilkan delapan homolog avermektin yang berkerabat dekat, dengan bentuk B<sub>1a</sub> dan B<sub>1b</sub> yang meliputi sebagian besar fermentasi.<ref>[https://archive.org/details/bwb_O9-ABU-863 Insecticides with Novel Modes of Action: Mechanisms and Application]. Springer. 1998. hlm. [https://archive.org/details/bwb_O9-ABU-863/page/n171 152]–170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBN 978-3-662-03565-8.</ref> Nama non-eksklusif (abamektin) merujuk pada campuran B<sub>1a</sub> (~80%) dan B<sub>1b</sub> (~20%).<ref>[https://archive.org/details/bwb_O9-ABU-863 Insecticides with Novel Modes of Action: Mechanisms and Application]. Springer. 1998. hlm. [https://archive.org/details/bwb_O9-ABU-863/page/n171 152]–170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBN 978-3-662-03565-8.</ref> Dari semua avermektin, abamektin adalah satu-satunya yang digunakan baik dalam [[pertanian]] maupun [[farmasi]].<ref>''Structure and activity of avermectins and milbemycins in animal health''. ''Veterinary Parasitology''. September 1995. Vol. 59 (2). hlm. 139–156. doi:10.1016/0304-4017(94)00743-V.</ref> | |||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Avermektin ditemukan pada tahun 1967 dalam kaldu fermentasi kultur aktinomiset yang diterima dari Institut Kitasato di Jepang, setelah pencarian intensif yang dirancang untuk menemukan produk alami dengan aktivitas antelmintik. Baru pada tahun 1985 ivermektin pertama kali digunakan untuk mengobati infeksi dengan ''[[Onchocerca volvulus]]'' (''onchocerciasis'' atau ''river blindness'') pada manusia oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]]. Penemu avermektin, [[William C. Campbell]] dan [[Satoshi Ōmura]], berbagi [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran]] 2015. | Avermektin ditemukan pada tahun 1967 dalam kaldu fermentasi kultur aktinomiset yang diterima dari Institut Kitasato di Jepang, setelah pencarian intensif yang dirancang untuk menemukan produk alami dengan aktivitas antelmintik.<ref>''Avermectins, a novel class of compounds: implications for use in arthropod pest control''. ''Annual Review of Entomology''. 1991. Vol. 36 (1). hlm. 91–117. doi:10.1146/annurev.en.36.010191.000515.</ref> Baru pada tahun 1985 ivermektin pertama kali digunakan untuk mengobati infeksi dengan ''[[Onchocerca volvulus]]'' (''onchocerciasis'' atau ''river blindness'') pada manusia oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]].<ref>''Ivermectin, 'wonder drug' from Japan: the human use perspective''. ''Proceedings of the Japan Academy. Series B, Physical and Biological Sciences''. 2011. Vol. 87 (2). hlm. 13–28. doi:10.2183/pjab.87.13.</ref> Penemu avermektin, [[William C. Campbell]] dan [[Satoshi Ōmura]], berbagi [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran]] 2015.<ref>[https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2015/press-release/ The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2015]. ''NobelPrize.org''.</ref> | ||
==Cara kerja== | ==Cara kerja== | ||
Avermektin mengikat saluran klorida berpagar glutamat yang ditemukan di sel saraf dan otot manusia dan invertebrata. Mereka menyebabkan hiperpolarisasi sel-sel ini yang mengakibatkan kelumpuhan dan kematian. Manusia dan mamalia hanya memiliki saluran klorida berpagar glutamat di otak dan sumsum tulang belakang, dan karena avermektin memiliki afinitas rendah untuk saluran berpagar ligan manusia dan mamalia lain dan biasanya tidak melewati [[sawar darah otak]], mereka sangat aman bagi manusia dan mamalia. | Avermektin mengikat saluran klorida berpagar glutamat yang ditemukan di sel saraf dan otot manusia dan invertebrata. Mereka menyebabkan hiperpolarisasi sel-sel ini yang mengakibatkan kelumpuhan dan kematian.<ref>''Glutamate-gated chloride channels and the mode of action of the avermectin/milbemycin anthelmintics''. ''Parasitology''. 2006-03-29. Vol. 131 Suppl (S1). hlm. S85–S95. doi:10.1017/S0031182005008218.</ref> Manusia dan mamalia hanya memiliki saluran klorida berpagar glutamat di otak dan sumsum tulang belakang, dan karena avermektin memiliki afinitas rendah untuk saluran berpagar ligan manusia dan mamalia lain dan biasanya tidak melewati [[sawar darah otak]], mereka sangat aman bagi manusia dan mamalia.<ref>''Ivermectin: panacea for resource-poor communities?''. ''Trends in Parasitology''. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–455. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.</ref> | ||
==Aktivitas== | ==Aktivitas== | ||
Abamektin adalah insektisida sekaligus [[akarisida]] (mitisida) dan [[nematisida]]. Ia juga digunakan untuk mengendalikan semut api. Abamektin diberikan secara oral kepada kuda untuk membasmi cacing. | Abamektin adalah insektisida sekaligus [[akarisida]] (mitisida)<ref>[https://books.google.com/books?id=LAHaBwAAQBAJ&pg=PA304 Ivermectin and Abamectin]. Springer Science & Business Media. 6 December 2012. hlm. 304–. ISBN 978-1-4612-3626-9.</ref> dan [[nematisida]]. Ia juga digunakan untuk mengendalikan semut api.<ref>[https://fireant.tamu.edu/controlmethods/products/ascend_advance/ Ascend / Advance Texas Imported Fire Ant Research and Management Project]. ''fireant.tamu.edu''.</ref> Abamektin diberikan secara oral kepada kuda untuk membasmi cacing.<ref>[https://www.equine-mega-store.com/horse-wormer Equine Megastore - Horse Wormers]. ''www.equine-mega-store.com''.</ref> | ||
==Kegunaan== | ==Kegunaan== | ||
Avermektin telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh parasit pada manusia dan hewan. Avermektin termasuk abamektin dipelajari untuk digunakan sebagai terapi anti alkohol. Baru-baru ini, ivermektin sedang dipelajari untuk digunakan sebagai agen [[antiinflamasi]]. | Avermektin telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh parasit pada manusia dan hewan.<ref>''Avermectin Derivatives, Pharmacokinetics, Therapeutic and Toxic Dosages, Mechanism of Action, and Their Biological Effects''. ''Pharmaceuticals''. August 2020. Vol. 13 (8). hlm. 196. doi:10.3390/ph13080196.</ref> Avermektin termasuk abamektin dipelajari untuk digunakan sebagai terapi anti alkohol.<ref>''Avermectin Derivatives, Pharmacokinetics, Therapeutic and Toxic Dosages, Mechanism of Action, and Their Biological Effects''. ''Pharmaceuticals''. August 2020. Vol. 13 (8). hlm. 196. doi:10.3390/ph13080196.</ref><ref>''Multiday administration of ivermectin is effective in reducing alcohol intake in mice at doses shown to be safe in humans''. ''NeuroReport''. September 2014. Vol. 25 (13). hlm. 1018–1023. doi:10.1097/wnr.0000000000000211.</ref> Baru-baru ini, ivermektin sedang dipelajari untuk digunakan sebagai agen [[antiinflamasi]].<ref>''Topical ivermectin improves allergic skin inflammation''. ''Allergy''. August 2017. Vol. 72 (8). hlm. 1212–1221. doi:10.1111/all.13118.</ref> | ||
==Nasib abamektin di lingkungan== | ==Nasib abamektin di lingkungan== | ||
Abamektin terdegradasi dengan cepat saat terkena cahaya (fotodegradasi) pada permukaan tanaman, di tanah, kotoran dan air. Waktu paruh Avermectin (termasuk abamektin) bervariasi antara 0,5 dan 23 hari tergantung pada tingkat dan substrat (air, tanah, feses atau tanaman). Avermectin B<sub>1a</sub> yang diaplikasikan pada 0,02–0,03 lb ai/acre (50% lebih tinggi dari tingkat yang direkomendasikan) menghasilkan residu yang sangat rendah. | Abamektin terdegradasi dengan cepat saat terkena cahaya (fotodegradasi) pada permukaan tanaman, di tanah, kotoran dan air.<ref>''Environmental effects of the usage of avermectins in livestock''. ''Veterinary Parasitology''. June 1993. Vol. 48 (1–4). hlm. 109–125. doi:10.1016/0304-4017(93)90149-H.</ref> Waktu paruh Avermectin (termasuk abamektin) bervariasi antara 0,5 dan 23 hari tergantung pada tingkat dan substrat (air, tanah, feses atau tanaman).<ref>''Eco-toxicological effects of the avermectin family with a focus on abamectin and ivermectin''. ''Chemosphere''. July 2016. Vol. 154. hlm. 204–214. doi:10.1016/j.chemosphere.2016.03.113.</ref> Avermectin B<sub>1a</sub> yang diaplikasikan pada 0,02–0,03 lb ai/acre (50% lebih tinggi dari tingkat yang direkomendasikan) menghasilkan residu yang sangat rendah.<ref>''Residues of avermectin B1a in rotational crops and soils following soil treatment with [14C]avermectin B1a''. ''Journal of Agricultural and Food Chemistry''. 1987. Vol. 35 (6). hlm. 859–864. doi:10.1021/jf00078a003.</ref> | ||
==Toksisitas== | ==Toksisitas== | ||
Abamektin sangat beracun bagi lebah baik jika mereka mengonsumsinya atau bersentuhan langsung. Namun, bagian tanaman yang terkena penyemprotan abamektin tidak menyebabkan toksisitas pada lebah 24 jam setelah pengobatan. Alasan rendahnya toksisitas pada dedaunan adalah karena waktu paruh <24 jam di permukaan tanaman. | Abamektin sangat beracun bagi lebah baik jika mereka mengonsumsinya atau bersentuhan langsung.<ref>[https://archive.org/details/isbn_0387969446 Ivermectin and Abamectin]. Springer New York. 1989. hlm. [https://archive.org/details/isbn_0387969446/page/182 182]–200. doi:10.1007/978-1-4612-3626-9_13. ISBN 978-1-4612-8184-9.</ref> Namun, bagian tanaman yang terkena penyemprotan abamektin tidak menyebabkan toksisitas pada lebah 24 jam setelah pengobatan.<ref>[https://archive.org/details/isbn_0387969446 Ivermectin and Abamectin]. Springer New York. 1989. hlm. [https://archive.org/details/isbn_0387969446/page/182 182]–200. doi:10.1007/978-1-4612-3626-9_13. ISBN 978-1-4612-8184-9.</ref><ref>''A review on the toxicity and non-target effects of macrocyclic lactones in terrestrial and aquatic environments''. ''Current Pharmaceutical Biotechnology''. May 2012. Vol. 13 (6). hlm. 1004–1060. doi:10.2174/138920112800399257.</ref> Alasan rendahnya toksisitas pada dedaunan adalah karena waktu paruh <24 jam di permukaan tanaman.<ref>''Eco-toxicological effects of the avermectin family with a focus on abamectin and ivermectin''. ''Chemosphere''. July 2016. Vol. 154. hlm. 204–214. doi:10.1016/j.chemosphere.2016.03.113.</ref> | ||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
* | |||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abamektin&oldid=29122294 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29122294 (2026-04-12T04:36:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.02

Abamektin (juga disebut avermektin B1) adalah insektisida dan antelmintik yang banyak digunakan. Abamektin adalah anggota keluarga avermektin dan merupakan produk fermentasi alami dari Actinomycetales tanah[1] Streptomyces avermitilis. Abamektin berbeda dari ivermektin, anggota keluarga avermektin yang populer, dengan ikatan rangkap antara karbon 22 dan 23.[2] Fermentasi Streptomyces avermitilis menghasilkan delapan homolog avermektin yang berkerabat dekat, dengan bentuk B1a dan B1b yang meliputi sebagian besar fermentasi.[3] Nama non-eksklusif (abamektin) merujuk pada campuran B1a (~80%) dan B1b (~20%).[4] Dari semua avermektin, abamektin adalah satu-satunya yang digunakan baik dalam pertanian maupun farmasi.[5]
Sejarah
Avermektin ditemukan pada tahun 1967 dalam kaldu fermentasi kultur aktinomiset yang diterima dari Institut Kitasato di Jepang, setelah pencarian intensif yang dirancang untuk menemukan produk alami dengan aktivitas antelmintik.[6] Baru pada tahun 1985 ivermektin pertama kali digunakan untuk mengobati infeksi dengan Onchocerca volvulus (onchocerciasis atau river blindness) pada manusia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.[7] Penemu avermektin, William C. Campbell dan Satoshi Ōmura, berbagi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2015.[8]
Cara kerja
Avermektin mengikat saluran klorida berpagar glutamat yang ditemukan di sel saraf dan otot manusia dan invertebrata. Mereka menyebabkan hiperpolarisasi sel-sel ini yang mengakibatkan kelumpuhan dan kematian.[9] Manusia dan mamalia hanya memiliki saluran klorida berpagar glutamat di otak dan sumsum tulang belakang, dan karena avermektin memiliki afinitas rendah untuk saluran berpagar ligan manusia dan mamalia lain dan biasanya tidak melewati sawar darah otak, mereka sangat aman bagi manusia dan mamalia.[10]
Aktivitas
Abamektin adalah insektisida sekaligus akarisida (mitisida)[11] dan nematisida. Ia juga digunakan untuk mengendalikan semut api.[12] Abamektin diberikan secara oral kepada kuda untuk membasmi cacing.[13]
Kegunaan
Avermektin telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh parasit pada manusia dan hewan.[14] Avermektin termasuk abamektin dipelajari untuk digunakan sebagai terapi anti alkohol.[15][16] Baru-baru ini, ivermektin sedang dipelajari untuk digunakan sebagai agen antiinflamasi.[17]
Nasib abamektin di lingkungan
Abamektin terdegradasi dengan cepat saat terkena cahaya (fotodegradasi) pada permukaan tanaman, di tanah, kotoran dan air.[18] Waktu paruh Avermectin (termasuk abamektin) bervariasi antara 0,5 dan 23 hari tergantung pada tingkat dan substrat (air, tanah, feses atau tanaman).[19] Avermectin B1a yang diaplikasikan pada 0,02–0,03 lb ai/acre (50% lebih tinggi dari tingkat yang direkomendasikan) menghasilkan residu yang sangat rendah.[20]
Toksisitas
Abamektin sangat beracun bagi lebah baik jika mereka mengonsumsinya atau bersentuhan langsung.[21] Namun, bagian tanaman yang terkena penyemprotan abamektin tidak menyebabkan toksisitas pada lebah 24 jam setelah pengobatan.[22][23] Alasan rendahnya toksisitas pada dedaunan adalah karena waktu paruh <24 jam di permukaan tanaman.[24]
Bacaan lebih lanjut
Referensi
- ↑ Complete genome sequence and comparative analysis of the industrial microorganism Streptomyces avermitilis. Nature Biotechnology. May 2003. Vol. 21 (5). hlm. 526–531. doi:10.1038/nbt820.
- ↑ Ivermectin and Abamectin. Springer Science & Business Media. 6 December 2012. hlm. 304–. ISBN 978-1-4612-3626-9.
- ↑ Insecticides with Novel Modes of Action: Mechanisms and Application. Springer. 1998. hlm. 152–170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBN 978-3-662-03565-8.
- ↑ Insecticides with Novel Modes of Action: Mechanisms and Application. Springer. 1998. hlm. 152–170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBN 978-3-662-03565-8.
- ↑ Structure and activity of avermectins and milbemycins in animal health. Veterinary Parasitology. September 1995. Vol. 59 (2). hlm. 139–156. doi:10.1016/0304-4017(94)00743-V.
- ↑ Avermectins, a novel class of compounds: implications for use in arthropod pest control. Annual Review of Entomology. 1991. Vol. 36 (1). hlm. 91–117. doi:10.1146/annurev.en.36.010191.000515.
- ↑ Ivermectin, 'wonder drug' from Japan: the human use perspective. Proceedings of the Japan Academy. Series B, Physical and Biological Sciences. 2011. Vol. 87 (2). hlm. 13–28. doi:10.2183/pjab.87.13.
- ↑ The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2015. NobelPrize.org.
- ↑ Glutamate-gated chloride channels and the mode of action of the avermectin/milbemycin anthelmintics. Parasitology. 2006-03-29. Vol. 131 Suppl (S1). hlm. S85–S95. doi:10.1017/S0031182005008218.
- ↑ Ivermectin: panacea for resource-poor communities?. Trends in Parasitology. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–455. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.
- ↑ Ivermectin and Abamectin. Springer Science & Business Media. 6 December 2012. hlm. 304–. ISBN 978-1-4612-3626-9.
- ↑ Ascend / Advance Texas Imported Fire Ant Research and Management Project. fireant.tamu.edu.
- ↑ Equine Megastore - Horse Wormers. www.equine-mega-store.com.
- ↑ Avermectin Derivatives, Pharmacokinetics, Therapeutic and Toxic Dosages, Mechanism of Action, and Their Biological Effects. Pharmaceuticals. August 2020. Vol. 13 (8). hlm. 196. doi:10.3390/ph13080196.
- ↑ Avermectin Derivatives, Pharmacokinetics, Therapeutic and Toxic Dosages, Mechanism of Action, and Their Biological Effects. Pharmaceuticals. August 2020. Vol. 13 (8). hlm. 196. doi:10.3390/ph13080196.
- ↑ Multiday administration of ivermectin is effective in reducing alcohol intake in mice at doses shown to be safe in humans. NeuroReport. September 2014. Vol. 25 (13). hlm. 1018–1023. doi:10.1097/wnr.0000000000000211.
- ↑ Topical ivermectin improves allergic skin inflammation. Allergy. August 2017. Vol. 72 (8). hlm. 1212–1221. doi:10.1111/all.13118.
- ↑ Environmental effects of the usage of avermectins in livestock. Veterinary Parasitology. June 1993. Vol. 48 (1–4). hlm. 109–125. doi:10.1016/0304-4017(93)90149-H.
- ↑ Eco-toxicological effects of the avermectin family with a focus on abamectin and ivermectin. Chemosphere. July 2016. Vol. 154. hlm. 204–214. doi:10.1016/j.chemosphere.2016.03.113.
- ↑ Residues of avermectin B1a in rotational crops and soils following soil treatment with [14C]avermectin B1a. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 1987. Vol. 35 (6). hlm. 859–864. doi:10.1021/jf00078a003.
- ↑ Ivermectin and Abamectin. Springer New York. 1989. hlm. 182–200. doi:10.1007/978-1-4612-3626-9_13. ISBN 978-1-4612-8184-9.
- ↑ Ivermectin and Abamectin. Springer New York. 1989. hlm. 182–200. doi:10.1007/978-1-4612-3626-9_13. ISBN 978-1-4612-8184-9.
- ↑ A review on the toxicity and non-target effects of macrocyclic lactones in terrestrial and aquatic environments. Current Pharmaceutical Biotechnology. May 2012. Vol. 13 (6). hlm. 1004–1060. doi:10.2174/138920112800399257.
- ↑ Eco-toxicological effects of the avermectin family with a focus on abamectin and ivermectin. Chemosphere. July 2016. Vol. 154. hlm. 204–214. doi:10.1016/j.chemosphere.2016.03.113.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29122294 (2026-04-12T04:36:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.