Ilmu forensik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29517034; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
== Subdivisi == | == Subdivisi == | ||
* [[Pemalsuan karya seni#Otentikasi forensik|Forensik seni]] menyangkut kasus otentikasi seni untuk membantu penelitian keaslian karya. Metode pemastian seni digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi pemalsuan, dan penyalinan karya seni, mis. lukisan. | * [[Pemalsuan karya seni#Otentikasi forensik|Forensik seni]] menyangkut kasus otentikasi seni untuk membantu penelitian keaslian karya. Metode pemastian seni digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi pemalsuan, dan penyalinan karya seni, mis. lukisan. | ||
* [[Analisis pola noda darah]] adalah pemeriksaan ilmiah terhadap pola percikan darah yang ditemukan di TKP untuk merekonstruksi peristiwa kejahatan tersebut. | * [[Analisis pola noda darah]] adalah pemeriksaan ilmiah terhadap pola percikan darah yang ditemukan di TKP untuk merekonstruksi peristiwa kejahatan tersebut. | ||
| Baris 25: | Baris 23: | ||
== Demografis == | == Demografis == | ||
Di Amerika Serikat ada lebih dari 17.200 teknisi ilmu forensik, pada 2019. | Di Amerika Serikat ada lebih dari 17.200 teknisi ilmu forensik, pada 2019.<ref>"Forensic Science." ''U.S. Bureau of Labor Statistics''. U.S. Bureau of Labor Statistics, 22 Februari 2021. Web.</ref> | ||
== Dampak media == | == Dampak media == | ||
Penyelidik Tempat Kejadian Perkara dan ilmuwan forensik di kehidupan nyata memperingatkan bahwa acara televisi populer tidak memberikan gambaran yang realistis tentang karya tersebut, sering kali dengan liar mendistorsi sifatnya, dan melebih-lebihkan kemudahan, kecepatan, efektivitas, drama, kemewahan, tingkat pengaruh dan kenyamanan pekerjaan mereka—yang mereka gambarkan jauh lebih biasa, menjemukan, dan membosankan. | Penyelidik Tempat Kejadian Perkara dan ilmuwan forensik di kehidupan nyata memperingatkan bahwa acara televisi populer tidak memberikan gambaran yang realistis tentang karya tersebut, sering kali dengan liar mendistorsi sifatnya, dan melebih-lebihkan kemudahan, kecepatan, efektivitas, drama, kemewahan, tingkat pengaruh dan kenyamanan pekerjaan mereka—yang mereka gambarkan jauh lebih biasa, menjemukan, dan membosankan.<ref>Flavin, Brianna (quoting Brian McKenna, retired police Lieutenant and Crime Scene Investigator), [http://www.rasmussen.edu/degrees/justice-studies/blog/crime-show-myths-debunked-forensic-experts-tell-what-life-is-real/ "How Accurate are Crime Shows on TV? Debunking 7 Common Myths,"] 7 February 2017, ''Blog,'' School of Justice Studies, Rasmussen College, Inc., Oak Brook, IL, retrieved 31 May 2017</ref><ref>Stanton, Dawn (quoting Robert Shaler, Ph.D., prof. of biochemistry and molecular biology, dir., forensic science program, Penn. State Univ. formerly at Pittsburgh Crime Laboratory, New York City Office of Chief Medical Examiner, and Lifecodes Corp (nation's first forensic DNA laboratory)), [http://news.psu.edu/story/141207/2009/11/10/research/probing-question-forensic-science-tv-accurate "Probing Question: Is forensic science on TV accurate?,"] 10 November 2009, Eberly College of Science, Penn. State Univ., retrieved 31 May 2017</ref> | ||
Beberapa mengklaim acara TV modern ini telah mengubah ekspektasi individu terhadap ilmu forensik, terkadang tidak realistis—sebuah pengaruh disebut "[[efek CSI]]".<ref>Janne A. Holmgren. ''The CSI Effect and the Canadian and the Australian Jury''. ''Journal of Forensic Sciences''. January 2011. Vol. 56 (S1). hlm. S63–S71. doi:10.1111/j.1556-4029.2010.01621.x.</ref><ref>Alldredge, John [http://scholarworks.sjsu.edu/themis/vol3/iss1/6 "The 'CSI Effect' and Its Potential Impact on Juror Decisions,"] (2015) ''Themis: Research Journal of Justice Studies and Forensic Science'': Vol. 3: Iss. 1, Article 6., retrieved 31 May 2017</ref> | |||
Selanjutnya, penelitian telah menunjukkan bahwa kesalahpahaman publik tentang forensik kriminal dapat terjadi, dalam pikiran seorang juri, harapan yang tidak realistis dari bukti forensik—yang mereka harapkan untuk dilihat sebelum menghukum—secara implisit bias juri terhadap terdakwa. Mengutip "efek CSI," setidaknya satu peneliti telah menyarankan juri untuk menyaring tingkat pengaruh mereka dari program TV semacam itu.<ref>Alldredge, John [http://scholarworks.sjsu.edu/themis/vol3/iss1/6 "The 'CSI Effect' and Its Potential Impact on Juror Decisions,"] (2015) ''Themis: Research Journal of Justice Studies and Forensic Science'': Vol. 3: Iss. 1, Article 6., retrieved 31 May 2017</ref> | |||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* [http://www.anilaggrawal.com/ij/indexpapers.html Anil Aggrawal's Internet Journal of Forensic Medicine and Toxicology]. | * [http://www.anilaggrawal.com/ij/indexpapers.html Anil Aggrawal's Internet Journal of Forensic Medicine and Toxicology]. | ||
* ''Forensic Magazine'' – [http://www.forensicmag.com Forensicmag.com]. | * ''Forensic Magazine'' – [http://www.forensicmag.com Forensicmag.com]. | ||
| Baris 48: | Baris 42: | ||
* Bartos, Leah, [https://www.propublica.org/article/no-forensic-background-no-problem "No Forensic Background? No Problem"], ''[[ProPublica]]'', 17 April 2012. | * Bartos, Leah, [https://www.propublica.org/article/no-forensic-background-no-problem "No Forensic Background? No Problem"], ''[[ProPublica]]'', 17 April 2012. | ||
* Guatelli-Steinberg, Debbie; Mitchell, John C. [http://www.struers.com/default.asp?doc_id=404 Structure Magazine no. 40, "RepliSet: High Resolution Impressions of the Teeth of Human Ancestors"]. | * Guatelli-Steinberg, Debbie; Mitchell, John C. [http://www.struers.com/default.asp?doc_id=404 Structure Magazine no. 40, "RepliSet: High Resolution Impressions of the Teeth of Human Ancestors"]. | ||
* | * | ||
* Holt, Cynthia. [https://web.archive.org/web/20061031175558/https://lu.com/showbook.cfm?isbn=9781591582212 ''Guide to Information Sources in the Forensic Sciences''] Libraries Unlimited, 2006. . | * Holt, Cynthia. [https://web.archive.org/web/20061031175558/https://lu.com/showbook.cfm?isbn=9781591582212 ''Guide to Information Sources in the Forensic Sciences''] Libraries Unlimited, 2006. . | ||
* Jamieson, Allan; Moenssens, Andre (eds). [http://ca.wiley.com/WileyCDA/WileyTitle/productCd-0470018267,descCd-description.html ''Wiley Encyclopedia of Forensic Science''] John Wiley & Sons Ltd, 2009. . [https://archive.today/20121211065812/http://mrw.interscience.wiley.com/emrw/9780470061589/home/ Online version]. | * Jamieson, Allan; Moenssens, Andre (eds). [http://ca.wiley.com/WileyCDA/WileyTitle/productCd-0470018267,descCd-description.html ''Wiley Encyclopedia of Forensic Science''] John Wiley & Sons Ltd, 2009. . [https://archive.today/20121211065812/http://mrw.interscience.wiley.com/emrw/9780470061589/home/ Online version]. | ||
| Baris 57: | Baris 51: | ||
* Quinche, Nicolas, and Margot, Pierre, "Coulier, Paul-Jean (1824–1890): A precursor in the history of fingermark detection and their potential use for identifying their source (1863)", ''Journal of forensic identification'' (Californie), 60 (2), March–April 2010, pp. 129–134. | * Quinche, Nicolas, and Margot, Pierre, "Coulier, Paul-Jean (1824–1890): A precursor in the history of fingermark detection and their potential use for identifying their source (1863)", ''Journal of forensic identification'' (Californie), 60 (2), March–April 2010, pp. 129–134. | ||
* Silverman, Mike; Thompson, Tony. ''Written in Blood: A History of Forensic Science''. 2014. | * Silverman, Mike; Thompson, Tony. ''Written in Blood: A History of Forensic Science''. 2014. | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* [http://www.crime-scene-investigator.net Sumber daya pendidikan forensik] | * [http://www.crime-scene-investigator.net Sumber daya pendidikan forensik] | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu+forensik&oldid=29517034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29517034 (2026-08-02T23:17:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu+forensik&oldid=29517034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29517034 (2026-08-02T23:17:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.03
Forensik (berasal dari bahasa Latin forensis yang berarti "dari luar", dan serumpun dengan kata forum yang berarti "tempat umum") adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penyelidikan menyeluruh melalui proses penerapan ilmu atau sains. Dalam kelompok ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik, dan sebagainya.
Subdivisi
- Forensik seni menyangkut kasus otentikasi seni untuk membantu penelitian keaslian karya. Metode pemastian seni digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi pemalsuan, dan penyalinan karya seni, mis. lukisan.
- Analisis pola noda darah adalah pemeriksaan ilmiah terhadap pola percikan darah yang ditemukan di TKP untuk merekonstruksi peristiwa kejahatan tersebut.
- Forensik komparatif adalah penerapan teknik perbandingan visual untuk memverifikasi kesamaan bukti fisik. Ini termasuk analisis sidik jari, analisis tanda alat, dan analisis balistik.
- Forensik komputasi menyangkut pengembangan algoritma dan perangkat lunak untuk membantu pemeriksaan forensik.
- Kriminalistik adalah penerapan berbagai ilmu untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pemeriksaan dan perbandingan bukti biologis, bukti jejak, bukti kesan (seperti sidik jari, jejak alas kaki, dan jejak ban), zat yang dikendalikan, pemeriksaan balistik, senjata api dan tanda alat, dan bukti lainnya dalam investigasi kriminal. Dalam keadaan tertentu, bukti diproses di laboratorium kejahatan.
- Forensik digital adalah penerapan metode dan teknik ilmiah yang telah terbukti untuk memulihkan data dari media elektronik/digital. Spesialis Forensik Digital bekerja di lapangan maupun di laboratorium.
- Analisis sidik telinga digunakan sebagai alat identifikasi forensik yang dimaksudkan sebagai alat identifikasi yang mirip dengan sidik jari. Sidik telinga adalah reproduksi dua dimensi dari bagian-bagian telinga luar yang telah menyentuh permukaan tertentu (biasanya heliks, antiheliks, tragus, dan antitragus).
- Forensik pemilu adalah penggunaan statistik untuk menentukan apakah hasil pemilu normal atau tidak normal. Itu juga digunakan untuk melihat dan mendeteksi kasus-kasus tentang gerrymandering.
- Akuntansi forensik adalah studi dan interpretasi bukti akuntansi, laporan keuangan yaitu: Neraca, Laporan laba rugi, Laporan arus kas.
Tahap
Tahap-tahap forensik diantaranya ialah sebagai berikut:
- Pengumpulan (Acquisition)
- Pemeliharaan (Preservation)
- Analisis (Analysis)
- Presentasi (Presentation)
Kedokteran forensik
Ilmu kedokteran forensik secara sederhana dapat didefinisikan sebagai penerapan ilmu kedokteran dalam penegakan keadilan. Secara garis besar ilmu ini dapatdibagi dalam tiga kelompok bidang ilmu, yaitu ilmu patologi forensik, ilmu forensik klinik, dan ilmu laboratorium forensik.
Demografis
Di Amerika Serikat ada lebih dari 17.200 teknisi ilmu forensik, pada 2019.[1]
Dampak media
Penyelidik Tempat Kejadian Perkara dan ilmuwan forensik di kehidupan nyata memperingatkan bahwa acara televisi populer tidak memberikan gambaran yang realistis tentang karya tersebut, sering kali dengan liar mendistorsi sifatnya, dan melebih-lebihkan kemudahan, kecepatan, efektivitas, drama, kemewahan, tingkat pengaruh dan kenyamanan pekerjaan mereka—yang mereka gambarkan jauh lebih biasa, menjemukan, dan membosankan.[2][3]
Beberapa mengklaim acara TV modern ini telah mengubah ekspektasi individu terhadap ilmu forensik, terkadang tidak realistis—sebuah pengaruh disebut "efek CSI".[4][5]
Selanjutnya, penelitian telah menunjukkan bahwa kesalahpahaman publik tentang forensik kriminal dapat terjadi, dalam pikiran seorang juri, harapan yang tidak realistis dari bukti forensik—yang mereka harapkan untuk dilihat sebelum menghukum—secara implisit bias juri terhadap terdakwa. Mengutip "efek CSI," setidaknya satu peneliti telah menyarankan juri untuk menyaring tingkat pengaruh mereka dari program TV semacam itu.[6]
Bibliografi
- Anil Aggrawal's Internet Journal of Forensic Medicine and Toxicology.
- Forensic Magazine – Forensicmag.com.
- Forensic Science Communications, an open access journal of the FBI.
- Forensic sciences international – An international journal dedicated to the applications of medicine and science in the administration of justice – – Elsevier
- International Journal of Digital Crime and Forensics
- "The Real CSI", PBS Frontline documentary, 17 April 2012.
- Baden, Michael; Roach, Marion. Dead Reckoning: The New Science of Catching Killers, Simon & Schuster, 2001. .
- Bartos, Leah, "No Forensic Background? No Problem", ProPublica, 17 April 2012.
- Guatelli-Steinberg, Debbie; Mitchell, John C. Structure Magazine no. 40, "RepliSet: High Resolution Impressions of the Teeth of Human Ancestors".
- Holt, Cynthia. Guide to Information Sources in the Forensic Sciences Libraries Unlimited, 2006. .
- Jamieson, Allan; Moenssens, Andre (eds). Wiley Encyclopedia of Forensic Science John Wiley & Sons Ltd, 2009. . Online version.
- Kind, Stuart; Overman, Michael. Science Against Crime Doubleday, 1972. .
- Lewis, Peter Rhys; Gagg Colin; Reynolds, Ken. Forensic Materials Engineering: Case Studies CRC Press, 2004.
- Nickell, Joe; Fischer, John F. Crime Science: Methods of Forensic Detection, University Press of Kentucky, 1999. .
- Owen, D. (2000). Hidden Evidence: The Story of Forensic Science and how it Helped to Solve 40 of the World's Toughest Crimes Quintet Publishing, London. .
- Quinche, Nicolas, and Margot, Pierre, "Coulier, Paul-Jean (1824–1890): A precursor in the history of fingermark detection and their potential use for identifying their source (1863)", Journal of forensic identification (Californie), 60 (2), March–April 2010, pp. 129–134.
- Silverman, Mike; Thompson, Tony. Written in Blood: A History of Forensic Science. 2014.
Pranala luar
Referensi
- ↑ "Forensic Science." U.S. Bureau of Labor Statistics. U.S. Bureau of Labor Statistics, 22 Februari 2021. Web.
- ↑ Flavin, Brianna (quoting Brian McKenna, retired police Lieutenant and Crime Scene Investigator), "How Accurate are Crime Shows on TV? Debunking 7 Common Myths," 7 February 2017, Blog, School of Justice Studies, Rasmussen College, Inc., Oak Brook, IL, retrieved 31 May 2017
- ↑ Stanton, Dawn (quoting Robert Shaler, Ph.D., prof. of biochemistry and molecular biology, dir., forensic science program, Penn. State Univ. formerly at Pittsburgh Crime Laboratory, New York City Office of Chief Medical Examiner, and Lifecodes Corp (nation's first forensic DNA laboratory)), "Probing Question: Is forensic science on TV accurate?," 10 November 2009, Eberly College of Science, Penn. State Univ., retrieved 31 May 2017
- ↑ Janne A. Holmgren. The CSI Effect and the Canadian and the Australian Jury. Journal of Forensic Sciences. January 2011. Vol. 56 (S1). hlm. S63–S71. doi:10.1111/j.1556-4029.2010.01621.x.
- ↑ Alldredge, John "The 'CSI Effect' and Its Potential Impact on Juror Decisions," (2015) Themis: Research Journal of Justice Studies and Forensic Science: Vol. 3: Iss. 1, Article 6., retrieved 31 May 2017
- ↑ Alldredge, John "The 'CSI Effect' and Its Potential Impact on Juror Decisions," (2015) Themis: Research Journal of Justice Studies and Forensic Science: Vol. 3: Iss. 1, Article 6., retrieved 31 May 2017
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29517034 (2026-08-02T23:17:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.