Jaring hantu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29404883; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Marine_organisms_entangled_in_a_ghost_net_within_the_Maldives_(Olive_Ridley_Project).jpg|thumb|right|280px|Marine organisms entangled in a ghost net within the Maldives (Olive Ridley Project)]] | |||
Jaring ini disebut jaring hantu karena sampah yang mengapung dapat menjebak ikan, menyebabkan kematian atau cedera. Ikan yang terperangkap dapat menarik hewan laut lain, sehingga siklus penjebakan dan kematian dapat terus berlanjut dan berdampak pada populasi hewan laut secara berkelanjutan dan berdampak pada ekosistem laut. Sesuai fungsinya, jaring membatasi pergerakan makhluk yang terperangkap, menyebabkan kelaparan, luka, infeksi, dan sesak napas pada makhluk yang membutuhkan udara di permukaan. Diperkirakan sekitar 48 juta ton (48.000 kt) peralatan penangkapan ikan hilang setiap tahun, tidak termasuk yang ditinggalkan atau dibuang, dan jaring-jaring ini dapat tetap berada di laut dalam jangka waktu yang panjang sebelum mengalami penguraian. Terbuat dari plastik yang tahan lama dan sulit terurai, jaring hantu dapat tetap berada di lingkungan laut selama puluhan hingga ratusan tahun. | '''Jaring hantu''' adalah jaring ikan yang ditinggalkan, hilang, atau dibuang di laut, danau, atau sungai dan tetap berada di perairan, jaring hantu dapat menjebak dan membunuh organisme laut tanpa membedakan jenisnya.<ref>Graeme Macfadyen. ''Abandoned, lost or otherwise discarded fishing gear''. FAO. 2009. ISBN 978-92-5-106196-1.</ref> Contoh dari jaring hantu antara lain [[jaring ikan]], perangkap, ''longline'', tali, atau peralatan lain yang ditinggalkan oleh [[nelayan]].<ref>[https://engage.iucn.org/group/ocean-and-coasts/topic/ghost-fishing Ghost Fishing]. ''engage.iucn.org''.</ref> Jaring ini hampir tidak terlihat dalam cahaya redup maupun kondisi perairan keruh, dapat tersangkut di terumbu berbatu atau mengapung di laut lepas. Jaring tersebut dapat menjebak ikan, [[lumba-lumba]], [[penyu]] laut, hiu, [[duyung]], [[buaya]], [[burung laut]], [[kepiting]], sampai penyelam.<ref>[http://www.eurocbc.org/page54.html Tracking Down Ghost Nets]. ''www.eurocbc.org''.</ref> | ||
Jaring ini disebut jaring hantu karena sampah yang mengapung dapat menjebak ikan, menyebabkan kematian atau cedera. Ikan yang terperangkap dapat menarik hewan laut lain, sehingga siklus penjebakan dan kematian dapat terus berlanjut dan berdampak pada populasi hewan laut secara berkelanjutan dan berdampak pada ekosistem laut.<ref>[https://www.voaindonesia.com/a/jaring-hantu-pembunuh-diam-diam-kehidupan-laut/7859004.html Jaring Hantu, Pembunuh Diam-diam Kehidupan Laut]. ''VOA Indonesia''. 2024-11-11.</ref> Sesuai fungsinya, jaring membatasi pergerakan makhluk yang terperangkap, menyebabkan kelaparan, luka, infeksi, dan sesak napas pada makhluk yang membutuhkan udara di permukaan.<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/scotland/highlands_and_islands/6248366.stm 'Ghost fishing' killing seabirds]. 2007-06-28.</ref> Diperkirakan sekitar 48 juta ton (48.000 kt) peralatan penangkapan ikan hilang setiap tahun, tidak termasuk yang ditinggalkan atau dibuang, dan jaring-jaring ini dapat tetap berada di laut dalam jangka waktu yang panjang sebelum mengalami penguraian.<ref>Brandon Kuczenski. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/faf.12596 Plastic gear loss estimates from remote observation of industrial fishing activity]. ''Fish and Fisheries''. 2022. Vol. 23 (1). hlm. 22–33. doi:10.1111/faf.12596.</ref> Terbuat dari plastik yang tahan lama dan sulit terurai, jaring hantu dapat tetap berada di lingkungan laut selama puluhan hingga ratusan tahun.<ref>[https://www.seashepherdglobal.org/our-campaigns/ghostnet-campaign/ Ghostnet Campaign]. ''Sea Shepherd Global''.</ref> | |||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
Beberapa nelayan komersial menggunakan [[jaring insang]], yang digantung di laut menggunakan pelampung di salah satu sisinya. Dengan cara ini, jaring dapat membentuk dinding vertikal sepanjang ratusan meter, di mana ikan dalam rentang ukuran tertentu dapat tertangkap. Jaring ini dikumpulkan kembali oleh nelayan untuk diambil hasil tangkapannya. Jika jaring tidak diambil, jaring dapat terus menangkap ikan hingga berat tangkapan melebihi daya apung pelampung. Jaring kemudian tenggelam, dan ikan yang terperangkap dimakan oleh [[krustasea]] atau ikan dasar laut. Setelah itu pelampung menarik jaring kembali ke permukaan dan siklus ini dapat berulang.Bahan sintetis yang tahan lama memungkinkan jaring tetap berada di laut dan berfungsi selama jangka waktu yang panjang. | Beberapa nelayan komersial menggunakan [[jaring insang]], yang digantung di laut menggunakan pelampung di salah satu sisinya. Dengan cara ini, jaring dapat membentuk dinding vertikal sepanjang ratusan meter, di mana ikan dalam rentang ukuran tertentu dapat tertangkap. Jaring ini dikumpulkan kembali oleh nelayan untuk diambil hasil tangkapannya. Jika jaring tidak diambil, jaring dapat terus menangkap ikan hingga berat tangkapan melebihi daya apung pelampung. Jaring kemudian tenggelam, dan ikan yang terperangkap dimakan oleh [[krustasea]] atau ikan dasar laut. Setelah itu pelampung menarik jaring kembali ke permukaan dan siklus ini dapat berulang.Bahan sintetis yang tahan lama memungkinkan jaring tetap berada di laut dan berfungsi selama jangka waktu yang panjang.<ref>[https://www.msc.org/what-we-are-doing/our-approach/fishing-methods-and-gear-types/gillnets Gillnets And Trammel Nets]. ''MSC International''.</ref><ref>lppm. [https://dri.ipb.ac.id/ghost-nets-hurting-marine-environment/ Ghost nets hurting marine environment]. ''DRI IPB''. 2009-05-07.</ref><ref>David Vasquez. [https://wildnet.org/untangling-the-gillnet-problem/ Untangling the Gillnet Problem]. ''Wildlife Conservation Network''. 2020-10-12.</ref> | ||
Masalah tidak hanya terjadi pada jaring, tetapi juga pada peralatan penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, atau dibuang secara umum; Seperti pada perangkap kepiting tradisional, peralatan ini dapat terus menangkap hewan laut selama bertahun-tahun, termasuk burung dan [[mamalia laut]], sementara seiring waktu jaring menjadi semakin kusut dan kemungkinan ikan terperangkap menurun. Ketika kondisi tersebut terjadi, beberapa nelayan meninggalkan jaring yang sudah tidak digunakan begitu saja di lautan. | Masalah tidak hanya terjadi pada jaring, tetapi juga pada peralatan penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, atau dibuang secara umum;<ref>Hannah Gould. [https://www.theguardian.com/sustainable-business/2015/sep/10/fishing-industry-vows-to-tackle-wildlife-deaths-from-ghost-gear Hidden problem of 'ghost gear': the abandoned fishing nets clogging up oceans]. ''The Guardian''. 2015-09-10.</ref> Seperti pada perangkap kepiting tradisional, peralatan ini dapat terus menangkap hewan laut selama bertahun-tahun, termasuk burung dan [[mamalia laut]], sementara seiring waktu jaring menjadi semakin kusut dan kemungkinan ikan terperangkap menurun.<ref>Alexa J. Goodman. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0964569119303795 A Ghostly Issue: Managing abandoned, lost and discarded lobster fishing gear in the Bay of Fundy in Eastern Canada]. ''Ocean & Coastal Management''. 2019-11. Vol. 181. hlm. 104925. doi:10.1016/j.ocecoaman.2019.104925.</ref> Ketika kondisi tersebut terjadi, beberapa nelayan meninggalkan jaring yang sudah tidak digunakan begitu saja di lautan.<ref>Uğur Karadurmuş. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0025326X23013243 Environmental impacts of synthetic fishing nets from manufacturing to disposal: A case study of Türkiye in life cycle perspective]. ''Marine Pollution Bulletin''. 2024-01-01. Vol. 198. hlm. 115889. doi:10.1016/j.marpolbul.2023.115889.</ref> | ||
Pada September 2015, ''Global Ghost Gear Initiative'' (GGGI) didirikan oleh [[World Animal Protection]] untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap isu jaring hantu. Istilah ALDFG merupakan singkatan dari "''abandoned, lost and discarded fishing gear''" atau peralatan penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, dan dibuang. Istilah ini merujuk pada semua jenis peralatan penangkapan ikan yang tidak lagi digunakan dan tetap berada di lingkungan laut. Peralatan ini mencakup jaring, tali pancing, perangkap, dan alat lain yang hilang atau sengaja dibuang, yang dapat bertahan lama di ekosistem laut dan memengaruhi kehidupan organisme serta struktur [[ekologi]] di sekitarnya. ALDFG menjadi fokus pengamatan dan penelitian dalam bidang [[pengelolaan sampah]] laut karena potensi dampaknya terhadap [[keanekaragaman hayati]] dan keselamatan navigasi. | Pada September 2015, ''Global Ghost Gear Initiative'' (GGGI) didirikan oleh [[World Animal Protection]] untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap isu jaring hantu.<ref>[https://www.ghostgear.org/about About]. ''The Global Ghost Gear Initiative''.</ref><ref>[https://www.worldanimalprotection.ca/education/animal-welfare-issues/ghost-gear/ Ghost gear]. ''World Animal Protection''. 2017-11-05.</ref><ref>[https://www.worldanimalprotection.org.uk/latest/news/leading-fight-against-ghost-gear/ Leading the fight against Ghost Gear]. ''World Animal Protection''. 2019-06-07.</ref> Istilah ALDFG merupakan singkatan dari "''abandoned, lost and discarded fishing gear''" atau peralatan penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, dan dibuang. Istilah ini merujuk pada semua jenis peralatan penangkapan ikan yang tidak lagi digunakan dan tetap berada di lingkungan laut. Peralatan ini mencakup jaring, tali pancing, perangkap, dan alat lain yang hilang atau sengaja dibuang, yang dapat bertahan lama di ekosistem laut dan memengaruhi kehidupan organisme serta struktur [[ekologi]] di sekitarnya. ALDFG menjadi fokus pengamatan dan penelitian dalam bidang [[pengelolaan sampah]] laut karena potensi dampaknya terhadap [[keanekaragaman hayati]] dan keselamatan navigasi.<ref>Alexa J. Goodman. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0964569119303795 A Ghostly Issue: Managing abandoned, lost and discarded lobster fishing gear in the Bay of Fundy in Eastern Canada]. ''Ocean & Coastal Management''. 2019-11. Vol. 181. hlm. 104925. doi:10.1016/j.ocecoaman.2019.104925.</ref><ref>[https://www.fao.org/asfa/news/openasfa-highlights--abandoned--lost-or-otherwise-discarded-fishing-gear/en News Aquatic Sciences and Fisheries Abstracts (ASFA) Food and Agriculture Organization of the United Nations]. ''ASFA''.</ref><ref>Anthony Gallagher. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0308597X2200433X Abandoned, lost or otherwise discarded fishing gear (ALDFG) in Sri Lanka – A pilot study collecting baseline data]. ''Marine Policy''. 2023-02-01. Vol. 148. hlm. 105386. doi:10.1016/j.marpol.2022.105386.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaring+hantu&oldid=29404883 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29404883 (2026-06-30T16:29:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.04
Jaring hantu adalah jaring ikan yang ditinggalkan, hilang, atau dibuang di laut, danau, atau sungai dan tetap berada di perairan, jaring hantu dapat menjebak dan membunuh organisme laut tanpa membedakan jenisnya.[1] Contoh dari jaring hantu antara lain jaring ikan, perangkap, longline, tali, atau peralatan lain yang ditinggalkan oleh nelayan.[2] Jaring ini hampir tidak terlihat dalam cahaya redup maupun kondisi perairan keruh, dapat tersangkut di terumbu berbatu atau mengapung di laut lepas. Jaring tersebut dapat menjebak ikan, lumba-lumba, penyu laut, hiu, duyung, buaya, burung laut, kepiting, sampai penyelam.[3]
Jaring ini disebut jaring hantu karena sampah yang mengapung dapat menjebak ikan, menyebabkan kematian atau cedera. Ikan yang terperangkap dapat menarik hewan laut lain, sehingga siklus penjebakan dan kematian dapat terus berlanjut dan berdampak pada populasi hewan laut secara berkelanjutan dan berdampak pada ekosistem laut.[4] Sesuai fungsinya, jaring membatasi pergerakan makhluk yang terperangkap, menyebabkan kelaparan, luka, infeksi, dan sesak napas pada makhluk yang membutuhkan udara di permukaan.[5] Diperkirakan sekitar 48 juta ton (48.000 kt) peralatan penangkapan ikan hilang setiap tahun, tidak termasuk yang ditinggalkan atau dibuang, dan jaring-jaring ini dapat tetap berada di laut dalam jangka waktu yang panjang sebelum mengalami penguraian.[6] Terbuat dari plastik yang tahan lama dan sulit terurai, jaring hantu dapat tetap berada di lingkungan laut selama puluhan hingga ratusan tahun.[7]
Penggunaan
Beberapa nelayan komersial menggunakan jaring insang, yang digantung di laut menggunakan pelampung di salah satu sisinya. Dengan cara ini, jaring dapat membentuk dinding vertikal sepanjang ratusan meter, di mana ikan dalam rentang ukuran tertentu dapat tertangkap. Jaring ini dikumpulkan kembali oleh nelayan untuk diambil hasil tangkapannya. Jika jaring tidak diambil, jaring dapat terus menangkap ikan hingga berat tangkapan melebihi daya apung pelampung. Jaring kemudian tenggelam, dan ikan yang terperangkap dimakan oleh krustasea atau ikan dasar laut. Setelah itu pelampung menarik jaring kembali ke permukaan dan siklus ini dapat berulang.Bahan sintetis yang tahan lama memungkinkan jaring tetap berada di laut dan berfungsi selama jangka waktu yang panjang.[8][9][10]
Masalah tidak hanya terjadi pada jaring, tetapi juga pada peralatan penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, atau dibuang secara umum;[11] Seperti pada perangkap kepiting tradisional, peralatan ini dapat terus menangkap hewan laut selama bertahun-tahun, termasuk burung dan mamalia laut, sementara seiring waktu jaring menjadi semakin kusut dan kemungkinan ikan terperangkap menurun.[12] Ketika kondisi tersebut terjadi, beberapa nelayan meninggalkan jaring yang sudah tidak digunakan begitu saja di lautan.[13]
Pada September 2015, Global Ghost Gear Initiative (GGGI) didirikan oleh World Animal Protection untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap isu jaring hantu.[14][15][16] Istilah ALDFG merupakan singkatan dari "abandoned, lost and discarded fishing gear" atau peralatan penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, dan dibuang. Istilah ini merujuk pada semua jenis peralatan penangkapan ikan yang tidak lagi digunakan dan tetap berada di lingkungan laut. Peralatan ini mencakup jaring, tali pancing, perangkap, dan alat lain yang hilang atau sengaja dibuang, yang dapat bertahan lama di ekosistem laut dan memengaruhi kehidupan organisme serta struktur ekologi di sekitarnya. ALDFG menjadi fokus pengamatan dan penelitian dalam bidang pengelolaan sampah laut karena potensi dampaknya terhadap keanekaragaman hayati dan keselamatan navigasi.[17][18][19]
Referensi
- ↑ Graeme Macfadyen. Abandoned, lost or otherwise discarded fishing gear. FAO. 2009. ISBN 978-92-5-106196-1.
- ↑ Ghost Fishing. engage.iucn.org.
- ↑ Tracking Down Ghost Nets. www.eurocbc.org.
- ↑ Jaring Hantu, Pembunuh Diam-diam Kehidupan Laut. VOA Indonesia. 2024-11-11.
- ↑ 'Ghost fishing' killing seabirds. 2007-06-28.
- ↑ Brandon Kuczenski. Plastic gear loss estimates from remote observation of industrial fishing activity. Fish and Fisheries. 2022. Vol. 23 (1). hlm. 22–33. doi:10.1111/faf.12596.
- ↑ Ghostnet Campaign. Sea Shepherd Global.
- ↑ Gillnets And Trammel Nets. MSC International.
- ↑ lppm. Ghost nets hurting marine environment. DRI IPB. 2009-05-07.
- ↑ David Vasquez. Untangling the Gillnet Problem. Wildlife Conservation Network. 2020-10-12.
- ↑ Hannah Gould. Hidden problem of 'ghost gear': the abandoned fishing nets clogging up oceans. The Guardian. 2015-09-10.
- ↑ Alexa J. Goodman. A Ghostly Issue: Managing abandoned, lost and discarded lobster fishing gear in the Bay of Fundy in Eastern Canada. Ocean & Coastal Management. 2019-11. Vol. 181. hlm. 104925. doi:10.1016/j.ocecoaman.2019.104925.
- ↑ Uğur Karadurmuş. Environmental impacts of synthetic fishing nets from manufacturing to disposal: A case study of Türkiye in life cycle perspective. Marine Pollution Bulletin. 2024-01-01. Vol. 198. hlm. 115889. doi:10.1016/j.marpolbul.2023.115889.
- ↑ About. The Global Ghost Gear Initiative.
- ↑ Ghost gear. World Animal Protection. 2017-11-05.
- ↑ Leading the fight against Ghost Gear. World Animal Protection. 2019-06-07.
- ↑ Alexa J. Goodman. A Ghostly Issue: Managing abandoned, lost and discarded lobster fishing gear in the Bay of Fundy in Eastern Canada. Ocean & Coastal Management. 2019-11. Vol. 181. hlm. 104925. doi:10.1016/j.ocecoaman.2019.104925.
- ↑ News Aquatic Sciences and Fisheries Abstracts (ASFA) Food and Agriculture Organization of the United Nations. ASFA.
- ↑ Anthony Gallagher. Abandoned, lost or otherwise discarded fishing gear (ALDFG) in Sri Lanka – A pilot study collecting baseline data. Marine Policy. 2023-02-01. Vol. 148. hlm. 105386. doi:10.1016/j.marpol.2022.105386.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29404883 (2026-06-30T16:29:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.