Lompat ke isi

Sistem termodinamika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29460625; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Carnot_heat_engine_2.svg|thumb|right|280px|Carnot heat engine 2]]
'''Sistem termodinamika''' adalah tubuh [[materi]] dan/atau [[radiasi]], dibatasi dalam ruang oleh dinding, dengan permeabilitas tertentu, yang memisahkannya dari lingkungannya. Lingkungan mungkin termasuk sistem [[termodinamika]] lain, atau sistem fisik yang bukan sistem termodinamika. Sebuah dinding sistem termodinamika mungkin murni nosional, ketika digambarkan sebagai 'permeabel' untuk semua materi, semua radiasi, dan semua gaya. Keadaan sistem termodinamika dapat dijelaskan secara lengkap dalam beberapa cara berbeda, dengan beberapa set variabel keadaan termodinamika yang berbeda.
'''Sistem termodinamika''' adalah tubuh [[materi]] dan/atau [[radiasi]], dibatasi dalam ruang oleh dinding, dengan permeabilitas tertentu, yang memisahkannya dari lingkungannya. Lingkungan mungkin termasuk sistem [[termodinamika]] lain, atau sistem fisik yang bukan sistem termodinamika. Sebuah dinding sistem termodinamika mungkin murni nosional, ketika digambarkan sebagai 'permeabel' untuk semua materi, semua radiasi, dan semua gaya. Keadaan sistem termodinamika dapat dijelaskan secara lengkap dalam beberapa cara berbeda, dengan beberapa set variabel keadaan termodinamika yang berbeda.


Sistem termodinamika tunduk pada intervensi eksternal yang disebut [[operasi termodinamika]]; hal ini mengubah dinding sistem atau sekitarnya; akibatnya, sistem mengalami [[proses termodinamika]] sementara menurut prinsip-prinsip [[termodinamika]]. Operasi dan proses tersebut memengaruhi perubahan keadaan termodinamika sistem.
Sistem termodinamika tunduk pada intervensi eksternal yang disebut [[operasi termodinamika]]; hal ini mengubah dinding sistem atau sekitarnya; akibatnya, sistem mengalami [[proses termodinamika]] sementara menurut prinsip-prinsip [[termodinamika]]. Operasi dan proses tersebut memengaruhi perubahan keadaan termodinamika sistem.


Sistem termodinamika 'senyawa' dapat terdiri dari beberapa subsistem termodinamika sederhana, yang saling dipisahkan oleh satu atau beberapa dinding dengan permeabilitas tertentu. Sering kali lebih mudah untuk mempertimbangkan sistem senyawa seperti itu awalnya diisolasi dalam keadaan kesetimbangan termodinamika, kemudian dipengaruhi oleh operasi termodinamika peningkatan beberapa permeabilitas dinding antar-sub-sistem, untuk memulai proses termodinamika transien, sehingga menghasilkan hasil akhir. keadaan baru kesetimbangan termodinamika. Ide ini digunakan, dan mungkin diperkenalkan, oleh Carathéodory. Dalam sistem senyawa, awalnya terisolasi dalam keadaan kesetimbangan termodinamika, pengurangan permeabilitas dinding tidak memengaruhi proses termodinamika, atau perubahan keadaan termodinamika. Perbedaan ini menyatakan [[Hukum kedua termodinamika]]. Ini menggambarkan bahwa peningkatan ukuran entropi meningkatkan [[Entropi (penyebaran energi)|penyebaran energi]], karena peningkatan aksesibilitas keadaan mikro.
Sistem termodinamika 'senyawa' dapat terdiri dari beberapa subsistem termodinamika sederhana, yang saling dipisahkan oleh satu atau beberapa dinding dengan permeabilitas tertentu. Sering kali lebih mudah untuk mempertimbangkan sistem senyawa seperti itu awalnya diisolasi dalam keadaan kesetimbangan termodinamika, kemudian dipengaruhi oleh operasi termodinamika peningkatan beberapa permeabilitas dinding antar-sub-sistem, untuk memulai proses termodinamika transien, sehingga menghasilkan hasil akhir. keadaan baru kesetimbangan termodinamika. Ide ini digunakan, dan mungkin diperkenalkan, oleh Carathéodory. Dalam sistem senyawa, awalnya terisolasi dalam keadaan kesetimbangan termodinamika, pengurangan permeabilitas dinding tidak memengaruhi proses termodinamika, atau perubahan keadaan termodinamika. Perbedaan ini menyatakan [[Hukum kedua termodinamika]]. Ini menggambarkan bahwa peningkatan ukuran entropi meningkatkan [[Entropi (penyebaran energi)|penyebaran energi]], karena peningkatan aksesibilitas keadaan mikro.<ref>Guggenheim, E.A. (1949). Statistical basis of thermodynamics, ''Research: A Journal of Science and its Applications'', '''2''', Butterworths, London, hlm. 450–454.</ref>


Dalam termodinamika kesetimbangan, keadaan sistem termodinamika adalah keadaan [[keseimbangan termodinamika]], sebagai lawan dari keadaan non-kesetimbangan.
Dalam termodinamika kesetimbangan, keadaan sistem termodinamika adalah keadaan [[keseimbangan termodinamika]], sebagai lawan dari keadaan non-kesetimbangan.
Baris 10: Baris 11:
Menurut permeabilitas dinding suatu sistem, transfer energi dan materi terjadi antara sistem dan lingkungannya, yang dianggap tidak berubah dari waktu ke waktu, sampai keadaan kesetimbangan termodinamika tercapai. Satu-satunya keadaan yang dipertimbangkan dalam termodinamika kesetimbangan adalah keadaan kesetimbangan. Termodinamika klasik meliputi (a) termodinamika kesetimbangan; (b) sistem dipertimbangkan dalam hal urutan siklus proses daripada keadaan sistem; seperti itu secara historis penting dalam pengembangan konseptual subjek. Sistem yang dipertimbangkan dalam hal proses bertahan terus menerus yang dijelaskan oleh aliran tunak adalah penting dalam rekayasa.
Menurut permeabilitas dinding suatu sistem, transfer energi dan materi terjadi antara sistem dan lingkungannya, yang dianggap tidak berubah dari waktu ke waktu, sampai keadaan kesetimbangan termodinamika tercapai. Satu-satunya keadaan yang dipertimbangkan dalam termodinamika kesetimbangan adalah keadaan kesetimbangan. Termodinamika klasik meliputi (a) termodinamika kesetimbangan; (b) sistem dipertimbangkan dalam hal urutan siklus proses daripada keadaan sistem; seperti itu secara historis penting dalam pengembangan konseptual subjek. Sistem yang dipertimbangkan dalam hal proses bertahan terus menerus yang dijelaskan oleh aliran tunak adalah penting dalam rekayasa.


Keberadaan keseimbangan termodinamika, yang mendefinisikan keadaan sistem termodinamika, adalah postulat termodinamika yang esensial, karakteristik, dan paling mendasar, meskipun jarang disebut sebagai hukum bernomor. Menurut Bailyn, pernyataan [[hukum nol termodinamika]] yang biasa dilatih adalah konsekuensi dari postulat fundamental ini. Pada kenyataannya, praktis tidak ada di alam yang berada dalam kesetimbangan termodinamika yang ketat, tetapi postulat kesetimbangan termodinamika sering memberikan idealisasi atau perkiraan yang sangat berguna, baik secara teoretis maupun eksperimental; eksperimen dapat memberikan skenario kesetimbangan termodinamika praktis.
Keberadaan keseimbangan termodinamika, yang mendefinisikan keadaan sistem termodinamika, adalah postulat termodinamika yang esensial, karakteristik, dan paling mendasar, meskipun jarang disebut sebagai hukum bernomor.<ref>Bailyn, M. (1994). ''A Survey of Thermodynamics'', American Institute of Physics Press, New York, , hlm. 20.</ref><ref>Tisza, L. (1966). ''Generalized Thermodynamics'', M.I.T Press, Cambridge MA, hlm. 119.</ref><ref>Marsland, R. , Brown, H.R., Valente, G. (2015). [https://aapt.scitation.org/doi/abs/10.1119/1.4914528 Time and irreversibility in axiomatic thermodynamics], ''Am. J. Phys.'', '''83'''(7): 628–634.</ref> Menurut Bailyn, pernyataan [[hukum nol termodinamika]] yang biasa dilatih adalah konsekuensi dari postulat fundamental ini.<ref>Bailyn, M. (1994). ''A Survey of Thermodynamics'', American Institute of Physics Press, New York, , hlm. 22.</ref> Pada kenyataannya, praktis tidak ada di alam yang berada dalam kesetimbangan termodinamika yang ketat, tetapi postulat kesetimbangan termodinamika sering memberikan idealisasi atau perkiraan yang sangat berguna, baik secara teoretis maupun eksperimental; eksperimen dapat memberikan skenario kesetimbangan termodinamika praktis.


Dalam termodinamika kesetimbangan, variabel keadaan tidak termasuk fluks karena dalam keadaan kesetimbangan termodinamika semua fluks memiliki nilai nol menurut definisi. Proses termodinamika kesetimbangan mungkin melibatkan fluks tetapi ini harus berhenti pada saat proses atau operasi termodinamika selesai membawa sistem ke keadaan termodinamika akhirnya. Termodinamika non-kesetimbangan memungkinkan variabel keadaannya untuk memasukkan fluks bukan-nol, yang menggambarkan transfer [[massa]] atau [[energi]] atau [[entropi]] antara [[sistem]] dan sekitarnya.
Dalam termodinamika kesetimbangan, variabel keadaan tidak termasuk fluks karena dalam keadaan kesetimbangan termodinamika semua fluks memiliki nilai nol menurut definisi. Proses termodinamika kesetimbangan mungkin melibatkan fluks tetapi ini harus berhenti pada saat proses atau operasi termodinamika selesai membawa sistem ke keadaan termodinamika akhirnya. Termodinamika non-kesetimbangan memungkinkan variabel keadaannya untuk memasukkan fluks bukan-nol, yang menggambarkan transfer [[massa]] atau [[energi]] atau [[entropi]] antara [[sistem]] dan sekitarnya.<ref>Eu, B.C. (2002). ''Generalized Thermodynamics. The Thermodynamics of Irreversible Processes and Generalized Hydrodynamics'', Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, .</ref>


Pada tahun 1824 [[Nicolas Léonard Sadi Carnot|Sadi Carnot]] menggambarkan sistem termodinamika sebagai '''zat yang bekerja''' (seperti volume uap) dari setiap mesin panas yang diteliti.
Pada tahun 1824 [[Nicolas Léonard Sadi Carnot|Sadi Carnot]] menggambarkan sistem termodinamika sebagai '''zat yang bekerja''' (seperti volume uap) dari setiap mesin panas yang diteliti.
Baris 26: Baris 27:
* [[Proses termodinamika]]
* [[Proses termodinamika]]
* [[Sistem kuantum dua keadaan]]
* [[Sistem kuantum dua keadaan]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*[[:en:Herbert Callen|Callen, H.B.]] (1960/1985). ''Thermodynamics and an Introduction to Thermostatistics'', (edisi ke-1 1960) edisi ke-2 1985, Wiley, New York, .
*[[:en:Herbert Callen|Callen, H.B.]] (1960/1985). ''Thermodynamics and an Introduction to Thermostatistics'', (edisi ke-1 1960) edisi ke-2 1985, Wiley, New York, .
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sistem+termodinamika&oldid=29460625 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29460625 (2026-07-15T06:12:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sistem+termodinamika&oldid=29460625 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29460625 (2026-07-15T06:12:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.05

Carnot heat engine 2

Sistem termodinamika adalah tubuh materi dan/atau radiasi, dibatasi dalam ruang oleh dinding, dengan permeabilitas tertentu, yang memisahkannya dari lingkungannya. Lingkungan mungkin termasuk sistem termodinamika lain, atau sistem fisik yang bukan sistem termodinamika. Sebuah dinding sistem termodinamika mungkin murni nosional, ketika digambarkan sebagai 'permeabel' untuk semua materi, semua radiasi, dan semua gaya. Keadaan sistem termodinamika dapat dijelaskan secara lengkap dalam beberapa cara berbeda, dengan beberapa set variabel keadaan termodinamika yang berbeda.

Sistem termodinamika tunduk pada intervensi eksternal yang disebut operasi termodinamika; hal ini mengubah dinding sistem atau sekitarnya; akibatnya, sistem mengalami proses termodinamika sementara menurut prinsip-prinsip termodinamika. Operasi dan proses tersebut memengaruhi perubahan keadaan termodinamika sistem.

Sistem termodinamika 'senyawa' dapat terdiri dari beberapa subsistem termodinamika sederhana, yang saling dipisahkan oleh satu atau beberapa dinding dengan permeabilitas tertentu. Sering kali lebih mudah untuk mempertimbangkan sistem senyawa seperti itu awalnya diisolasi dalam keadaan kesetimbangan termodinamika, kemudian dipengaruhi oleh operasi termodinamika peningkatan beberapa permeabilitas dinding antar-sub-sistem, untuk memulai proses termodinamika transien, sehingga menghasilkan hasil akhir. keadaan baru kesetimbangan termodinamika. Ide ini digunakan, dan mungkin diperkenalkan, oleh Carathéodory. Dalam sistem senyawa, awalnya terisolasi dalam keadaan kesetimbangan termodinamika, pengurangan permeabilitas dinding tidak memengaruhi proses termodinamika, atau perubahan keadaan termodinamika. Perbedaan ini menyatakan Hukum kedua termodinamika. Ini menggambarkan bahwa peningkatan ukuran entropi meningkatkan penyebaran energi, karena peningkatan aksesibilitas keadaan mikro.[1]

Dalam termodinamika kesetimbangan, keadaan sistem termodinamika adalah keadaan keseimbangan termodinamika, sebagai lawan dari keadaan non-kesetimbangan.

Menurut permeabilitas dinding suatu sistem, transfer energi dan materi terjadi antara sistem dan lingkungannya, yang dianggap tidak berubah dari waktu ke waktu, sampai keadaan kesetimbangan termodinamika tercapai. Satu-satunya keadaan yang dipertimbangkan dalam termodinamika kesetimbangan adalah keadaan kesetimbangan. Termodinamika klasik meliputi (a) termodinamika kesetimbangan; (b) sistem dipertimbangkan dalam hal urutan siklus proses daripada keadaan sistem; seperti itu secara historis penting dalam pengembangan konseptual subjek. Sistem yang dipertimbangkan dalam hal proses bertahan terus menerus yang dijelaskan oleh aliran tunak adalah penting dalam rekayasa.

Keberadaan keseimbangan termodinamika, yang mendefinisikan keadaan sistem termodinamika, adalah postulat termodinamika yang esensial, karakteristik, dan paling mendasar, meskipun jarang disebut sebagai hukum bernomor.[2][3][4] Menurut Bailyn, pernyataan hukum nol termodinamika yang biasa dilatih adalah konsekuensi dari postulat fundamental ini.[5] Pada kenyataannya, praktis tidak ada di alam yang berada dalam kesetimbangan termodinamika yang ketat, tetapi postulat kesetimbangan termodinamika sering memberikan idealisasi atau perkiraan yang sangat berguna, baik secara teoretis maupun eksperimental; eksperimen dapat memberikan skenario kesetimbangan termodinamika praktis.

Dalam termodinamika kesetimbangan, variabel keadaan tidak termasuk fluks karena dalam keadaan kesetimbangan termodinamika semua fluks memiliki nilai nol menurut definisi. Proses termodinamika kesetimbangan mungkin melibatkan fluks tetapi ini harus berhenti pada saat proses atau operasi termodinamika selesai membawa sistem ke keadaan termodinamika akhirnya. Termodinamika non-kesetimbangan memungkinkan variabel keadaannya untuk memasukkan fluks bukan-nol, yang menggambarkan transfer massa atau energi atau entropi antara sistem dan sekitarnya.[6]

Pada tahun 1824 Sadi Carnot menggambarkan sistem termodinamika sebagai zat yang bekerja (seperti volume uap) dari setiap mesin panas yang diteliti.

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

  • Callen, H.B. (1960/1985). Thermodynamics and an Introduction to Thermostatistics, (edisi ke-1 1960) edisi ke-2 1985, Wiley, New York, .

Referensi

  1. Guggenheim, E.A. (1949). Statistical basis of thermodynamics, Research: A Journal of Science and its Applications, 2, Butterworths, London, hlm. 450–454.
  2. Bailyn, M. (1994). A Survey of Thermodynamics, American Institute of Physics Press, New York, , hlm. 20.
  3. Tisza, L. (1966). Generalized Thermodynamics, M.I.T Press, Cambridge MA, hlm. 119.
  4. Marsland, R. , Brown, H.R., Valente, G. (2015). Time and irreversibility in axiomatic thermodynamics, Am. J. Phys., 83(7): 628–634.
  5. Bailyn, M. (1994). A Survey of Thermodynamics, American Institute of Physics Press, New York, , hlm. 22.
  6. Eu, B.C. (2002). Generalized Thermodynamics. The Thermodynamics of Irreversible Processes and Generalized Hydrodynamics, Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, .

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29460625 (2026-07-15T06:12:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.