Halogenasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24010471; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Halogenasi''' adalah suatu [[reaksi kimia]] yang melibatkan [[reaksi adisi|penambahan]] satu atau lebih [[halogen]] pada suatu [[senyawa kimia|senyawa]] atau [[bahan|material]]. '''Dehalogenasi''' adalah kebalikan dari halogenasi dan menghasilkan pelepasan halogen dari suatu molekul. Jalur reaksi dan [[stoikiometri]] halogenasi bergantung pada struktur dan [[gugus fungsional]] pada [[substrat]] [[senyawa organik|organik]], serta pada halogen yang spesifik. [[Senyawa anorganik]] seperti logam juga mengalami reaksi halogenasi. | '''Halogenasi''' adalah suatu [[reaksi kimia]] yang melibatkan [[reaksi adisi|penambahan]] satu atau lebih [[halogen]] pada suatu [[senyawa kimia|senyawa]] atau [[bahan|material]]. '''Dehalogenasi''' adalah kebalikan dari halogenasi dan menghasilkan pelepasan halogen dari suatu molekul.<ref>Yoel Sasson "Formation of Carbon–Halogen Bonds (Cl, Br, I)" dalam ''Patai's Chemistry of Functional Groups'', 2009, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Jalur reaksi dan [[stoikiometri]] halogenasi bergantung pada struktur dan [[gugus fungsional]] pada [[substrat]] [[senyawa organik|organik]], serta pada halogen yang spesifik. [[Senyawa anorganik]] seperti logam juga mengalami reaksi halogenasi. | ||
== Kimia organik == | == Kimia organik == | ||
=== Halogenasi berdasarkan jenis halogen === | === Halogenasi berdasarkan jenis halogen === | ||
==== Fluorinasi ==== | ==== Fluorinasi ==== | ||
Senyawa organik, jenuh dan tak jenuh, mudah bereaksi, biasanya eksplosif, dengan fluor. Fluorinasi dengan fluor elemental (F<sub>2</sub>) memerlukan kondisi dan peralatan yang sangat khusus. | Senyawa organik, jenuh dan tak jenuh, mudah bereaksi, biasanya eksplosif, dengan fluor. Fluorinasi dengan fluor elemental (F<sub>2</sub>) memerlukan kondisi dan peralatan yang sangat khusus. | ||
| Baris 17: | Baris 16: | ||
==== Brominasi ==== | ==== Brominasi ==== | ||
'''Brominasi''' lebih [[selektivitas kimia|selektif]] dibandingkan klorinasi karena reaksinya yang kurang [[eksotermik]]. Brominasi umumnya dilakukan melalui adisi Br<sub>2</sub> pada [[alkena]]. Sebagai contoh brominasi adalah [[sintesis organik]] pada halotana [[anestesi|anestetik]] dari [[trikloroetilena]]: | '''Brominasi''' lebih [[selektivitas kimia|selektif]] dibandingkan klorinasi karena reaksinya yang kurang [[eksotermik]]. Brominasi umumnya dilakukan melalui adisi Br<sub>2</sub> pada [[alkena]]. Sebagai contoh brominasi adalah [[sintesis organik]] pada halotana [[anestesi|anestetik]] dari [[trikloroetilena]]:<ref>''Synthesis of essential drugs'', Ruben Vardanyan, Victor Hruby; Elsevier 2005 ISBN 0-444-52166-6</ref> | ||
: | : | ||
Senyawa organobromin merupakan organohalida yang paling umum di alam. Penbentukannya di[[katalisis]] oleh enzim [[bromoperoksidase]] yang memanfaatkan bromida dikombinasikan dengan oksigen sebagai oksidan. Lautan diperkirakan melepaskan 1-2 juta ton bromoform dan 56.000 ton bromometana per tahun. | Senyawa organobromin merupakan organohalida yang paling umum di alam. Penbentukannya di[[katalisis]] oleh enzim [[bromoperoksidase]] yang memanfaatkan bromida dikombinasikan dengan oksigen sebagai oksidan. Lautan diperkirakan melepaskan 1-2 juta ton bromoform dan 56.000 ton bromometana per tahun.<ref>Gordon W. Gribble “The diversity of naturally occurring organobromine compounds” ''Chemical Society Reviews'', 1999, volume 28, pp 335–346.</ref> | ||
==== Iodinasi ==== | ==== Iodinasi ==== | ||
| Baris 27: | Baris 26: | ||
== Kimia anorganik == | == Kimia anorganik == | ||
Seluruh [[unsur kimia]] selain [[argon]], [[neon]], dan [[helium]] membentuk fluorida melalui reaksi langsung dengan [[fluor]]. [[Klor]] agak lebih selektif, tapi masih bereaksi dengan kebanyakan logam dan non logam yang lebih berat. Mengikuti tren biasanya, brom kurang reaktif dan iodin paling tidak dari semua. Dari sekian banyak reaksi yang mungkin, penggambarannya adalah pembentukan emas (III) klorida melalui klorinasi [[emas]]. Klorinasi logam biasanya tidak terlalu penting secara [[industri]] karena klorida lebih mudah dibuat dari oksida dan halida hidrogen. Klorinasi [[senyawa anorganik]] dipraktikkan pada skala yang relatif besar, untuk memproduksi [[fosfor]] triklorida dan [[belerang|sulfur]] monoklorida. | Seluruh [[unsur kimia]] selain [[argon]], [[neon]], dan [[helium]] membentuk fluorida melalui reaksi langsung dengan [[fluor]]. [[Klor]] agak lebih selektif, tapi masih bereaksi dengan kebanyakan logam dan non logam yang lebih berat. Mengikuti tren biasanya, brom kurang reaktif dan iodin paling tidak dari semua. Dari sekian banyak reaksi yang mungkin, penggambarannya adalah pembentukan emas (III) klorida melalui klorinasi [[emas]]. Klorinasi logam biasanya tidak terlalu penting secara [[industri]] karena klorida lebih mudah dibuat dari oksida dan halida hidrogen. Klorinasi [[senyawa anorganik]] dipraktikkan pada skala yang relatif besar, untuk memproduksi [[fosfor]] triklorida dan [[belerang|sulfur]] monoklorida.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halogenasi&oldid=24010471 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Dehalogenasi kimia == | == Dehalogenasi kimia == | ||
'''Dehalogenasi''' kimia adalah suatu perlakuan untuk menghilangkan [[halogen]] dari [[zat kimia|bahan kimia]] berbahaya atau area terkontaminasi dengan membuat bahan tersebut kurang [[racun|toksik]]. Terdapat dua tipe dehalogenasi: dehalogenasi [[asam glikolat|glikolat]] dan dekomposisi yang di-[[katalisis]] oleh [[basa]].<ref>[http://www.epa.gov/superfund/community/pdfs/suppmaterials/treatmenttech/chemical_dehalo.pdf A Citizen’s Guide to Chemical Dehalogenation] by U.S. EPA</ref> | |||
'''Dehalogenasi''' kimia adalah suatu perlakuan untuk menghilangkan [[halogen]] dari [[zat kimia|bahan kimia]] berbahaya atau area terkontaminasi dengan membuat bahan tersebut kurang [[racun|toksik]]. Terdapat dua tipe dehalogenasi: dehalogenasi [[asam glikolat|glikolat]] dan dekomposisi yang di-[[katalisis]] oleh [[basa]]. | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Haloalkana]] (Alkil halida) | * [[Haloalkana]] (Alkil halida) | ||
* [[Aril halida|Halogenoarena]] (Aril halida) | * [[Aril halida|Halogenoarena]] (Aril halida) | ||
| Baris 41: | Baris 38: | ||
* [[Substitusi nukleofilik]] | * [[Substitusi nukleofilik]] | ||
* [[Substitusi elektrofilik]] | * [[Substitusi elektrofilik]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halogenasi&oldid=24010471 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24010471 (2023-08-13T12:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halogenasi&oldid=24010471 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24010471 (2023-08-13T12:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.06
Halogenasi adalah suatu reaksi kimia yang melibatkan penambahan satu atau lebih halogen pada suatu senyawa atau material. Dehalogenasi adalah kebalikan dari halogenasi dan menghasilkan pelepasan halogen dari suatu molekul.[1] Jalur reaksi dan stoikiometri halogenasi bergantung pada struktur dan gugus fungsional pada substrat organik, serta pada halogen yang spesifik. Senyawa anorganik seperti logam juga mengalami reaksi halogenasi.
Kimia organik
Halogenasi berdasarkan jenis halogen
Fluorinasi
Senyawa organik, jenuh dan tak jenuh, mudah bereaksi, biasanya eksplosif, dengan fluor. Fluorinasi dengan fluor elemental (F2) memerlukan kondisi dan peralatan yang sangat khusus.
Banyak senyawa organik penting secara komersial difluorinasi secara elektrokimia menggunakan hidrogen fluorida sebagai sumber fluor. Metode ini disebut fluorinasi elektrokimia. Selain F2 dan sejenisnya secara elektrokimia yang dihasilkan, berbagai reagen pengfluorinasi yang dikenal seperti xenon difluorida dan kobalt(III) fluorida.
Klorinasi
Klorinasi secara umum sangat eksotermik. Baik senyawa jenuh dan tak jenuh bereaksi secara langsung dengan klor, yang pertama biasanya membutuhkan cahaya UV untuk memulai homolisis klor.
Klorinasi dilakukan dalam skala besar secara industri; proses utama termasuk rute pada 1,2-dikloroetana (prekursor bagi PVC), serta beragam etana terklorinasi, sebagai pelarut.
Brominasi
Brominasi lebih selektif dibandingkan klorinasi karena reaksinya yang kurang eksotermik. Brominasi umumnya dilakukan melalui adisi Br2 pada alkena. Sebagai contoh brominasi adalah sintesis organik pada halotana anestetik dari trikloroetilena:[2]
Senyawa organobromin merupakan organohalida yang paling umum di alam. Penbentukannya dikatalisis oleh enzim bromoperoksidase yang memanfaatkan bromida dikombinasikan dengan oksigen sebagai oksidan. Lautan diperkirakan melepaskan 1-2 juta ton bromoform dan 56.000 ton bromometana per tahun.[3]
Iodinasi
Iodin adalah halogen paling reaktif dan enggan untuk bereaksi dengan sebagian besar senyawa organik. Penambahan iodin pada alkena merupakan dasar dari metode analisis yang disebut bilangan iodin, ukuran tingkat ketidakjenuhan pada lemak. Reaksi iodoform melibatkan degradasi metil keton.
Kimia anorganik
Seluruh unsur kimia selain argon, neon, dan helium membentuk fluorida melalui reaksi langsung dengan fluor. Klor agak lebih selektif, tapi masih bereaksi dengan kebanyakan logam dan non logam yang lebih berat. Mengikuti tren biasanya, brom kurang reaktif dan iodin paling tidak dari semua. Dari sekian banyak reaksi yang mungkin, penggambarannya adalah pembentukan emas (III) klorida melalui klorinasi emas. Klorinasi logam biasanya tidak terlalu penting secara industri karena klorida lebih mudah dibuat dari oksida dan halida hidrogen. Klorinasi senyawa anorganik dipraktikkan pada skala yang relatif besar, untuk memproduksi fosfor triklorida dan sulfur monoklorida.[4]
Dehalogenasi kimia
Dehalogenasi kimia adalah suatu perlakuan untuk menghilangkan halogen dari bahan kimia berbahaya atau area terkontaminasi dengan membuat bahan tersebut kurang toksik. Terdapat dua tipe dehalogenasi: dehalogenasi glikolat dan dekomposisi yang di-katalisis oleh basa.[5]
Lihat pula
- Haloalkana (Alkil halida)
- Halogenoarena (Aril halida)
- Radikal bebas
- Halogen
- Substitusi nukleofilik
- Substitusi elektrofilik
Pranala luar
Referensi
- ↑ Yoel Sasson "Formation of Carbon–Halogen Bonds (Cl, Br, I)" dalam Patai's Chemistry of Functional Groups, 2009, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ Synthesis of essential drugs, Ruben Vardanyan, Victor Hruby; Elsevier 2005 ISBN 0-444-52166-6
- ↑ Gordon W. Gribble “The diversity of naturally occurring organobromine compounds” Chemical Society Reviews, 1999, volume 28, pp 335–346.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ A Citizen’s Guide to Chemical Dehalogenation by U.S. EPA
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24010471 (2023-08-13T12:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.