Titrasi obat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25148417; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Titrated_doses.svg|thumb|right|280px|Titrated doses]] | |||
'''Titrasi obat''' adalah proses penyesuaian [[dosis]] suatu [[medikasi|obat]] untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa [[efek samping]].<ref>[https://books.google.com/books?id=W-5kAgAAQBAJ&pg=PA34 Davidson's Principles and Practice of Medicine]. Elsevier Health Sciences. 2013. hlm. 34. ISBN 978-0-7020-5103-6.</ref> | |||
Ketika suatu obat memiliki [[indeks terapeutik]] yang sempit, titrasi sangatlah penting, karena kisaran antara dosis efektif suatu obat dan dosis terjadinya efek samping kecil.<ref>[https://archive.org/details/clinicalpharmaco0000benn_v5q7 Clinical Pharmacology]. Elsevier. 2012. hlm. [https://archive.org/details/clinicalpharmaco0000benn_v5q7/page/74 74]–109. ISBN 978-0-7020-4084-9.</ref> Beberapa contoh jenis obat yang umumnya memerlukan titrasi antara lain [[insulin]], [[antikejang|antikonvulsan]], [[antikoagulan|pengencer darah]], [[antidepresan]], dan [[sedatif|obat penenang]].<ref>''Principles of Clinical Pharmacology''. McGraw-Hill. 2014. ISBN 978-0-07-180215-4.</ref><ref>''Poisoning & Drug Overdose''. McGraw-Hill. 11 Desember 2017. ISBN 978-0-07-183979-2.</ref><ref>''Basic & Clinical Pharmacology''. McGraw-Hill. 30 November 2017. ISBN 978-1-259-64115-2.</ref> | |||
Titrasi obat juga digunakan dalam [[uji klinis]] [[Tahap-tahap penelitian klinis#Tahap I|tahap I]]. [[Obat eksperimental]] diberikan dalam dosis yang meningkat hingga efek samping menjadi tidak dapat ditoleransi. Uji klinis yang menemukan dosis yang sesuai disebut [[studi rentang dosis]] (''dose-ranging study''). | Disarankan untuk melakukan titrasi obat dibandingkan menghentikannya secara tiba-tiba dalam beberapa situasi. [[Glukokortikoid]] harus dikurangi setelah penggunaan jangka panjang untuk menghindari insufisiensi adrenal.<ref>[https://www.uptodate.com/contents/glucocorticoid-withdrawal Treatment Issues in Rheumatology]. ''UpToDate''.</ref> | ||
Titrasi obat juga digunakan dalam [[uji klinis]] [[Tahap-tahap penelitian klinis#Tahap I|tahap I]]. [[Obat eksperimental]] diberikan dalam dosis yang meningkat hingga efek samping menjadi tidak dapat ditoleransi.<ref>[https://www.fda.gov/downloads/Drugs/GuidanceComplianceRegulatoryInformation/Guidances/UCM073115.pdf Dose-Response Information to Support Drug Registration]. ''Guideline for Industry''. FDA. November 1994.</ref> Uji klinis yang menemukan dosis yang sesuai disebut [[studi rentang dosis]] (''dose-ranging study''). | |||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Pemantauan obat terapeutik]] | * [[Pemantauan obat terapeutik]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titrasi+obat&oldid=25148417 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25148417 (2024-01-09T23:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.09

Titrasi obat adalah proses penyesuaian dosis suatu obat untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa efek samping.[1]
Ketika suatu obat memiliki indeks terapeutik yang sempit, titrasi sangatlah penting, karena kisaran antara dosis efektif suatu obat dan dosis terjadinya efek samping kecil.[2] Beberapa contoh jenis obat yang umumnya memerlukan titrasi antara lain insulin, antikonvulsan, pengencer darah, antidepresan, dan obat penenang.[3][4][5]
Disarankan untuk melakukan titrasi obat dibandingkan menghentikannya secara tiba-tiba dalam beberapa situasi. Glukokortikoid harus dikurangi setelah penggunaan jangka panjang untuk menghindari insufisiensi adrenal.[6]
Titrasi obat juga digunakan dalam uji klinis tahap I. Obat eksperimental diberikan dalam dosis yang meningkat hingga efek samping menjadi tidak dapat ditoleransi.[7] Uji klinis yang menemukan dosis yang sesuai disebut studi rentang dosis (dose-ranging study).
Lihat pula
Referensi
- ↑ Davidson's Principles and Practice of Medicine. Elsevier Health Sciences. 2013. hlm. 34. ISBN 978-0-7020-5103-6.
- ↑ Clinical Pharmacology. Elsevier. 2012. hlm. 74–109. ISBN 978-0-7020-4084-9.
- ↑ Principles of Clinical Pharmacology. McGraw-Hill. 2014. ISBN 978-0-07-180215-4.
- ↑ Poisoning & Drug Overdose. McGraw-Hill. 11 Desember 2017. ISBN 978-0-07-183979-2.
- ↑ Basic & Clinical Pharmacology. McGraw-Hill. 30 November 2017. ISBN 978-1-259-64115-2.
- ↑ Treatment Issues in Rheumatology. UpToDate.
- ↑ Dose-Response Information to Support Drug Registration. Guideline for Industry. FDA. November 1994.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25148417 (2024-01-09T23:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.