Lompat ke isi

Galena: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28008682; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Galena''' atau '''galenit''' merupakan [[mineral]] berwarna abu-abu kebiruan dengan kilap logam yang tersusun atas [[senyawa]] [[Timbal(II) sulfat|timbal sulfat]]. Kristalnya berbentuk [[kubus]]. Terdapat sebagai himpunan dalam [[batu gamping]], [[batu pasir]], atau [[batuan sedimen]] lain. Galena merupakan bijih [[timbal]] terpenting, juga merupakan sumber utama logam [[perak]].
[[File:Galena_-_Huallanca,_Bologesi,_Ancash,_Peru.jpg|thumb|right|280px|Galena - Huallanca, Bologesi, Ancash, Peru]]


Apabila [[unsur]] sulfida dominan pada batuan galena, aroma [[sulfida]] akan terasa dilokasi batuan tersebut. Mineral yang dapat ditemukan disekitar galena antara lain [[sphalerit]], [[pirit]] dan [[kalkopirit]]. Mineral galena ini banyak berguna dalam industri pengolahan [[besi]] dan [[baja]], terutama bila terdapat unsur [[tembaga]] (Cu) di dalamnya. Batuan galena [[Indonesia]] saat ini kebanyakan diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri di [[China]].
'''Galena''' atau '''galenit''' merupakan [[mineral]] berwarna abu-abu kebiruan dengan kilap logam yang tersusun atas [[senyawa]] [[Timbal(II) sulfat|timbal sulfat]].<ref>Shadily, Hasan. ''Ensiklopedia Indonesia''. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 1059.</ref><ref>PT. Geo Atlas Indonesia. [http://geoatlasindonesia.com/mineral.htm Pengetahuan Mineral di Indonesia]. hlm. 1169.</ref> Kristalnya berbentuk [[kubus]].<ref>Shadily, Hasan. ''Ensiklopedia Indonesia''. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 1059.</ref> Terdapat sebagai himpunan dalam [[batu gamping]], [[batu pasir]], atau [[batuan sedimen]] lain.<ref>Shadily, Hasan. ''Ensiklopedia Indonesia''. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 1059.</ref> Galena merupakan bijih [[timbal]] terpenting, juga merupakan sumber utama logam [[perak]].


Metode penambangan galena umumnya menggunakan peledakan atau membuka singkapan dengan alat berat kemudian mengambil secara manual. Galena juga merupakan salah satu [[mineral]] yang cukup berbahaya. Kandungan [[belerang]] dalam galena membuat mineral ini sangat rapuh dan reaktif untuk pengobatan [[kimia]]. Jika seseorang mengalami kontak dengan Galena dapat menghadapi risiko tinggi keracunan dengan [[mineral]] dan [[debu]] yang mematikan. Jika diekstrak, konten dari mineral ini akan berdampak serius pada [[lingkungan]] dan menimbulkan ancaman kesehatan.
Apabila [[unsur]] sulfida dominan pada batuan galena, aroma [[sulfida]] akan terasa dilokasi batuan tersebut.<ref>PT. Geo Atlas Indonesia. [http://geoatlasindonesia.com/mineral.htm Pengetahuan Mineral di Indonesia]. hlm. 1169.</ref> Mineral yang dapat ditemukan disekitar galena antara lain [[sphalerit]], [[pirit]] dan [[kalkopirit]].<ref>PT. Geo Atlas Indonesia. [http://geoatlasindonesia.com/mineral.htm Pengetahuan Mineral di Indonesia]. hlm. 1169.</ref> Mineral galena ini banyak berguna dalam industri pengolahan [[besi]] dan [[baja]], terutama bila terdapat unsur [[tembaga]] (Cu) di dalamnya.<ref>PT. Geo Atlas Indonesia. [http://geoatlasindonesia.com/mineral.htm Pengetahuan Mineral di Indonesia]. hlm. 1169.</ref> Batuan galena [[Indonesia]] saat ini kebanyakan diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri di [[China]].<ref>PT. Geo Atlas Indonesia. [http://geoatlasindonesia.com/mineral.htm Pengetahuan Mineral di Indonesia]. hlm. 1169.</ref>
 
Metode penambangan galena umumnya menggunakan peledakan atau membuka singkapan dengan alat berat kemudian mengambil secara manual.<ref>PT. Geo Atlas Indonesia. [http://geoatlasindonesia.com/mineral.htm Pengetahuan Mineral di Indonesia]. hlm. 1169.</ref> Galena juga merupakan salah satu [[mineral]] yang cukup berbahaya.<ref>Carapedia. [http://carapedia.com/batuan_mineral_paling_mematikan_info4119.html Batuan Mineral Paling Mematikan]. hlm. 1169.</ref> Kandungan [[belerang]] dalam galena membuat mineral ini sangat rapuh dan reaktif untuk pengobatan [[kimia]].<ref>Carapedia. [http://carapedia.com/batuan_mineral_paling_mematikan_info4119.html Batuan Mineral Paling Mematikan]. hlm. 1169.</ref> Jika seseorang mengalami kontak dengan Galena dapat menghadapi risiko tinggi keracunan dengan [[mineral]] dan [[debu]] yang mematikan.<ref>Carapedia. [http://carapedia.com/batuan_mineral_paling_mematikan_info4119.html Batuan Mineral Paling Mematikan]. hlm. 1169.</ref> Jika diekstrak, konten dari mineral ini akan berdampak serius pada [[lingkungan]] dan menimbulkan ancaman kesehatan.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galena&oldid=28008682 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28008682 (2025-10-16T08:18:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galena&oldid=28008682 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28008682 (2025-10-16T08:18:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.10

Galena - Huallanca, Bologesi, Ancash, Peru

Galena atau galenit merupakan mineral berwarna abu-abu kebiruan dengan kilap logam yang tersusun atas senyawa timbal sulfat.[1][2] Kristalnya berbentuk kubus.[3] Terdapat sebagai himpunan dalam batu gamping, batu pasir, atau batuan sedimen lain.[4] Galena merupakan bijih timbal terpenting, juga merupakan sumber utama logam perak.

Apabila unsur sulfida dominan pada batuan galena, aroma sulfida akan terasa dilokasi batuan tersebut.[5] Mineral yang dapat ditemukan disekitar galena antara lain sphalerit, pirit dan kalkopirit.[6] Mineral galena ini banyak berguna dalam industri pengolahan besi dan baja, terutama bila terdapat unsur tembaga (Cu) di dalamnya.[7] Batuan galena Indonesia saat ini kebanyakan diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri di China.[8]

Metode penambangan galena umumnya menggunakan peledakan atau membuka singkapan dengan alat berat kemudian mengambil secara manual.[9] Galena juga merupakan salah satu mineral yang cukup berbahaya.[10] Kandungan belerang dalam galena membuat mineral ini sangat rapuh dan reaktif untuk pengobatan kimia.[11] Jika seseorang mengalami kontak dengan Galena dapat menghadapi risiko tinggi keracunan dengan mineral dan debu yang mematikan.[12] Jika diekstrak, konten dari mineral ini akan berdampak serius pada lingkungan dan menimbulkan ancaman kesehatan.

Referensi

  1. Shadily, Hasan. Ensiklopedia Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 1059.
  2. PT. Geo Atlas Indonesia. Pengetahuan Mineral di Indonesia. hlm. 1169.
  3. Shadily, Hasan. Ensiklopedia Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 1059.
  4. Shadily, Hasan. Ensiklopedia Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 1059.
  5. PT. Geo Atlas Indonesia. Pengetahuan Mineral di Indonesia. hlm. 1169.
  6. PT. Geo Atlas Indonesia. Pengetahuan Mineral di Indonesia. hlm. 1169.
  7. PT. Geo Atlas Indonesia. Pengetahuan Mineral di Indonesia. hlm. 1169.
  8. PT. Geo Atlas Indonesia. Pengetahuan Mineral di Indonesia. hlm. 1169.
  9. PT. Geo Atlas Indonesia. Pengetahuan Mineral di Indonesia. hlm. 1169.
  10. Carapedia. Batuan Mineral Paling Mematikan. hlm. 1169.
  11. Carapedia. Batuan Mineral Paling Mematikan. hlm. 1169.
  12. Carapedia. Batuan Mineral Paling Mematikan. hlm. 1169.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28008682 (2025-10-16T08:18:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.