Batimung: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27011778; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Batimung''' adalah tradisi [[mandi uap]] khas masyarakat [[Banjar]] di [[Kalimantan Selatan]] yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang acara penting, terutama pernikahan. Ritual ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengeluaran keringat, sehingga tubuh tetap kering dan tidak berkeringat berlebihan selama acara berlangsung. Selain itu, batimung berperan dalam memberikan keharuman alami pada tubuh, khususnya bagi calon pengantin, agar tetap segar sepanjang prosesi [[pernikahan]]. | '''Batimung''' adalah tradisi [[mandi uap]] khas masyarakat [[Banjar]] di [[Kalimantan Selatan]] yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang acara penting, terutama pernikahan.<ref>Kompasiana.com. [https://www.kompasiana.com/anita33827/61801bca06310e70f067b1d2/adat-batimung-pengantin-banjar-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan Adat Batimung Pengantin Banjar dan Manfaatnya bagi Kesehatan]. ''KOMPASIANA''. 2021-11-01.</ref> Ritual ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengeluaran keringat, sehingga tubuh tetap kering dan tidak berkeringat berlebihan selama acara berlangsung. Selain itu, batimung berperan dalam memberikan keharuman alami pada tubuh, khususnya bagi calon pengantin, agar tetap segar sepanjang prosesi [[pernikahan]]. | ||
== Bahan dan Pelaksanaan == | == Bahan dan Pelaksanaan == | ||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batimung&oldid=27011778 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27011778 (2025-03-09T06:25:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batimung&oldid=27011778 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27011778 (2025-03-09T06:25:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.10
Batimung adalah tradisi mandi uap khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang acara penting, terutama pernikahan.[1] Ritual ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengeluaran keringat, sehingga tubuh tetap kering dan tidak berkeringat berlebihan selama acara berlangsung. Selain itu, batimung berperan dalam memberikan keharuman alami pada tubuh, khususnya bagi calon pengantin, agar tetap segar sepanjang prosesi pernikahan.
Bahan dan Pelaksanaan
Dalam pelaksanaannya, batimung menggunakan berbagai bahan alami yang memiliki aroma khas, seperti rempah-rempah, daun lengkuas, daun nilam, daun pandan, serai wangi, dan jeruk purut. Berbagai jenis bunga, seperti mawar, melati, kenanga, dan cempaka, turut dimanfaatkan, bersama dengan tumbuhan beraroma lainnya untuk menghasilkan keharuman yang khas.
Ritual batimung diawali dengan menyiapkan panci berisi air mendidih yang dicampur dengan berbagai bahan aromatik. Uap yang dihasilkan dari rebusan ini dipercaya dapat memberikan kesegaran serta keharuman bagi tubuh. Dalam prosesinya, calon pengantin duduk menghadap panci berisi air panas, sementara tubuhnya diselimuti tikar dan kain yang tebal untuk menahan uap agar terserap secara optimal. Proses ini merangsang keluarnya keringat dan dianggap sebagai simbol penyucian diri sebelum menjalani acara pernikahan. Ritual ini dipimpin oleh seorang perempuan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai adat dan tradisi masyarakat Banjar. Selain membimbing jalannya prosesi, juga melantunkan doa-doa untuk memohon keberkahan serta kelancaran bagi calon pengantin.
Manfaat Kesehatan
Selain menjadi bagian dari prosesi pernikahan, batimung juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Uap panas dari rebusan rempah-rempah berfungsi untuk merilekskan otot yang tegang, mengurangi stres, serta memperbaiki kualitas tidur. Selain itu, proses ini mendukung detoksifikasi tubuh dengan merangsang keluarnya keringat, sehingga membantu membersihkan kulit dan memberikan efek relaksasi.
Sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Banjar, batimung tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi, tetapi juga menjadi praktik perawatan tubuh yang memberikan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan individu.
Referensi
- ↑ Kompasiana.com. Adat Batimung Pengantin Banjar dan Manfaatnya bagi Kesehatan. KOMPASIANA. 2021-11-01.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27011778 (2025-03-09T06:25:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.