Lompat ke isi

Asam mikofenolat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302647; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Asam mikofenolat''' adalah obat [[imunosupresan]] yang digunakan untuk mencegah [[penolakan transplantasi|penolakan setelah transplantasi]] organ dan untuk mengobati [[penyakit autoimun|kondisi autoimun]] seperti [[penyakit Crohn]] dan [[lupus eritematosus sistemik]]. Secara khusus, obat ini digunakan setelah [[transplantasi organ|transplantasi]] ginjal, jantung, dan hati. Obat ini dapat diberikan melalui mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah. Obat ini tersedia sebagai '''natrium mikofenolat''' dan '''mikofenolat mofetil'''.
[[File:Mycophenolic_acid_ball-and-stick2.png|thumb|right|280px|Mycophenolic acid ball-and-stick2]]


Efek samping yang umum termasuk [[mual]], [[infeksi]], dan [[diare]]. Efek samping serius lainnya termasuk peningkatan risiko [[kanker]], [[leukoensefalopati multifokal progresif]], [[anemia]], dan [[pendarahan gastrointestinal]]. Penggunaan selama [[kehamilan]] dapat membahayakan bayi. Obat ini bekerja dengan cara memblokir inosina monofosfat dehidrogenase (IMPDH), yang dibutuhkan oleh [[limfosit]] untuk membuat guanosin.
'''Asam mikofenolat''' adalah obat [[imunosupresan]] yang digunakan untuk mencegah [[penolakan transplantasi|penolakan setelah transplantasi]] organ dan untuk mengobati [[penyakit autoimun|kondisi autoimun]] seperti [[penyakit Crohn]] dan [[lupus eritematosus sistemik]].<ref>''Systemic lupus erythematosus''. ''Lancet''. February 2007. Vol. 369 (9561). hlm. 587–96. doi:10.1016/S0140-6736(07)60279-7.</ref><ref>[https://www.drugs.com/monograph/mycophenolate.html Mycophenolate Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref> Secara khusus, obat ini digunakan setelah [[transplantasi organ|transplantasi]] ginjal, jantung, dan hati. Obat ini dapat diberikan melalui mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah. Obat ini tersedia sebagai '''natrium mikofenolat''' dan '''mikofenolat mofetil'''.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/mycophenolate.html Mycophenolate Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref>


Asam mikofenolat awalnya ditemukan oleh ilmuwan Italia Bartolomeo Gosio pada tahun 1893. Obat ini ditemukan kembali pada tahun 1945 dan 1968. Obat ini disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1995 setelah ditemukannya sifat imunosupresifnya pada tahun 1990-an. Obat ini tersedia sebagai [[obat generik]].
Efek samping yang umum termasuk [[mual]], [[infeksi]], dan [[diare]]. Efek samping serius lainnya termasuk peningkatan risiko [[kanker]], [[leukoensefalopati multifokal progresif]], [[anemia]], dan [[pendarahan gastrointestinal]]. Penggunaan selama [[kehamilan]] dapat membahayakan bayi. Obat ini bekerja dengan cara memblokir inosina monofosfat dehidrogenase (IMPDH), yang dibutuhkan oleh [[limfosit]] untuk membuat guanosin.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/mycophenolate.html Mycophenolate Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref>
 
Asam mikofenolat awalnya ditemukan oleh ilmuwan Italia Bartolomeo Gosio pada tahun 1893.<ref>[https://books.google.com/books?id=HsxFSx_B4sUC&pg=PT3219 Schiff's Diseases of the Liver]. John Wiley & Sons. 2011. hlm. PT3219. ISBN 978-1-119-95048-6.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=0WqTtYOVPTMC&pg=PA236 Advances in Applied Microbiology]. Gulf Professional Publishing. 2001. hlm. 236. ISBN 978-0-12-002648-7.</ref> Obat ini ditemukan kembali pada tahun 1945 dan 1968.<ref>[https://books.google.com/books?id=0WqTtYOVPTMC&pg=PA236 Advances in Applied Microbiology]. Gulf Professional Publishing. 2001. hlm. 236. ISBN 978-0-12-002648-7.</ref> Obat ini disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1995 setelah ditemukannya sifat imunosupresifnya pada tahun 1990-an.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/mycophenolate.html Mycophenolate Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=HsxFSx_B4sUC&pg=PT3219 Schiff's Diseases of the Liver]. John Wiley & Sons. 2011. hlm. PT3219. ISBN 978-1-119-95048-6.</ref> Obat ini tersedia sebagai [[obat generik]].<ref>''British national formulary : BNF 76''. Pharmaceutical Press. 2018. hlm. 826–827. ISBN 978-0-85711-338-2.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
Asam mikofenolat ditemukan oleh ilmuwan medis Italia Bartolomeo Gosio. Gosio mengumpulkan jamur dari jagung busuk dan menamainya ''Penicillium glaucum''. Pada tahun 1893 ia menemukan bahwa jamur tersebut memiliki aktivitas [[antibiotik|antibakteri]]. Pada tahun 1896 ia mengisolasi kristal senyawa tersebut, yang berhasil ia tunjukkan sebagai senyawa antibakteri aktif terhadap [[Bacillus anthracis|bakteri antraks]]. Ini adalah antibiotik pertama yang diisolasi dalam bentuk murni dan kristal. Namun penemuan itu terlupakan. Senyawa tersebut ditemukan kembali oleh dua ilmuwan Amerika Serikat, C.L. Alsberg dan O.M. Black, pada tahun 1912, dan diberi nama asam mikofenolat. Senyawa tersebut akhirnya ditunjukkan memiliki aktivitas [[obat antivirus|antivirus]], [[antijamur]], antibakteri, antikanker, dan antipsoriasis. Meskipun tidak dikomersialkan sebagai [[antibiotik]] karena efek sampingnya, senyawa yang dimodifikasi (turunan [[ester (kimia)|ester]]) merupakan obat [[imunosupresan]] yang disetujui dalam transplantasi ginjal, jantung, dan hati.
Asam mikofenolat ditemukan oleh ilmuwan medis Italia Bartolomeo Gosio. Gosio mengumpulkan jamur dari jagung busuk dan menamainya ''Penicillium glaucum''. Pada tahun 1893 ia menemukan bahwa jamur tersebut memiliki aktivitas [[antibiotik|antibakteri]]. Pada tahun 1896 ia mengisolasi kristal senyawa tersebut, yang berhasil ia tunjukkan sebagai senyawa antibakteri aktif terhadap [[Bacillus anthracis|bakteri antraks]].<ref>''Rediscovering mycophenolic acid: a review of its mechanism, side effects, and potential uses''. ''Journal of the American Academy of Dermatology''. September 1997. Vol. 37 (3 Pt 1). hlm. 445–9. doi:10.1016/S0190-9622(97)70147-6.</ref> Ini adalah antibiotik pertama yang diisolasi dalam bentuk murni dan kristal. Namun penemuan itu terlupakan.<ref>[https://books.google.com/books?id=iP0i7x_38ZwC Natural Products: Drug Discovery and Therapeutic Medicine]. Humana Press. 2005. hlm. 14. ISBN 978-1-59259-976-9.</ref> Senyawa tersebut ditemukan kembali oleh dua ilmuwan Amerika Serikat, C.L. Alsberg dan O.M. Black, pada tahun 1912, dan diberi nama asam mikofenolat. Senyawa tersebut akhirnya ditunjukkan memiliki aktivitas [[obat antivirus|antivirus]], [[antijamur]], antibakteri, antikanker, dan antipsoriasis.<ref>''Molecular basis for mycophenolic acid biosynthesis in Penicillium brevicompactum''. ''Applied and Environmental Microbiology''. May 2011. Vol. 77 (9). hlm. 3035–43. doi:10.1128/AEM.03015-10.</ref> Meskipun tidak dikomersialkan sebagai [[antibiotik]] karena efek sampingnya, senyawa yang dimodifikasi (turunan [[ester (kimia)|ester]]) merupakan obat [[imunosupresan]] yang disetujui dalam transplantasi ginjal, jantung, dan hati.<ref>''Mycophenolic Acid: a one hundred year odyssey from antibiotic to immunosuppressant''. ''Chemical Reviews''. October 2000. Vol. 100 (10). hlm. 3801–26. doi:10.1021/cr990097b.</ref>


Cellcept dikembangkan oleh seorang ahli genetika Afrika Selatan Anthony Allison dan istrinya Elsie M. Eugui. Pada tahun 1970-an saat bekerja di Medical Research Council, Allison menyelidiki penyebab biokimia dari defisiensi imun pada anak-anak. Ia menemukan jalur metabolisme yang melibatkan enzim, inosin monofosfat dehidrogenase, yang bertanggung jawab atas respons imun yang tidak diinginkan pada penyakit autoimun, serta untuk penolakan imun dalam transplantasi organ. Dia memiliki ide bahwa jika molekul yang dapat memblokir enzim ditemukan, maka itu akan menjadi obat imunosupresif yang dapat digunakan untuk [[penyakit autoimun]] dan [[transplantasi organ]]. Pada tahun 1981, dia memutuskan untuk mencoba penemuan obat dan mendekati beberapa perusahaan farmasi, yang menolaknya satu per satu karena dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian obat. Namun, Syntex menyukai rencananya dan memintanya untuk bergabung dengan perusahaan bersama istrinya. Dia menjadi wakil presiden untuk penelitian tersebut. Dalam salah satu percobaan mereka, keluarga Allison menggunakan senyawa antibakteri yakni mikofenolat mofetil, yang ditinggalkan dalam penggunaan klinis karena efek sampingnya. Mereka menemukan bahwa senyawa tersebut memiliki aktivitas imunosupresif. Mereka mensintesis varian kimia untuk meningkatkan aktivitas dan mengurangi efek samping. Mereka kemudian menunjukkan bahwa itu berguna dalam transplantasi organ pada tikus percobaan.  Setelah [[uji klinis]] berhasil, senyawa ini disetujui untuk digunakan dalam [[transplantasi ginjal]] oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] pada tanggal 3 Mei 1995, Senyawa ini disetujui untuk digunakan di Uni Eropa pada bulan Februari 1996.
Cellcept dikembangkan oleh seorang ahli genetika Afrika Selatan Anthony Allison dan istrinya Elsie M. Eugui. Pada tahun 1970-an saat bekerja di Medical Research Council, Allison menyelidiki penyebab biokimia dari defisiensi imun pada anak-anak. Ia menemukan jalur metabolisme yang melibatkan enzim, inosin monofosfat dehidrogenase, yang bertanggung jawab atas respons imun yang tidak diinginkan pada penyakit autoimun, serta untuk penolakan imun dalam transplantasi organ. Dia memiliki ide bahwa jika molekul yang dapat memblokir enzim ditemukan, maka itu akan menjadi obat imunosupresif yang dapat digunakan untuk [[penyakit autoimun]] dan [[transplantasi organ]]. Pada tahun 1981, dia memutuskan untuk mencoba penemuan obat dan mendekati beberapa perusahaan farmasi, yang menolaknya satu per satu karena dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian obat. Namun, Syntex menyukai rencananya dan memintanya untuk bergabung dengan perusahaan bersama istrinya.<ref>''Anthony Clifford Allison''. ''The Lancet''. 2014. Vol. 383 (9925). hlm. 1290. doi:10.1016/S0140-6736(14)60635-8.</ref> Dia menjadi wakil presiden untuk penelitian tersebut. Dalam salah satu percobaan mereka, keluarga Allison menggunakan senyawa antibakteri yakni mikofenolat mofetil, yang ditinggalkan dalam penggunaan klinis karena efek sampingnya. Mereka menemukan bahwa senyawa tersebut memiliki aktivitas imunosupresif.<ref>''Immunosuppressive drugs: the first 50 years and a glance forward''. ''Immunopharmacology''. May 2000. Vol. 47 (2–3). hlm. 63–83. doi:10.1016/S0162-3109(00)00186-7.</ref><ref>''Mechanisms of action of mycophenolic acid''. ''Annals of the New York Academy of Sciences''. November 1993. Vol. 696 (1). hlm. 63–87. doi:10.1111/j.1749-6632.1993.tb17143.x.</ref> Mereka mensintesis varian kimia untuk meningkatkan aktivitas dan mengurangi efek samping.<ref>''Synthesis and immunosuppressive activity of some side-chain variants of mycophenolic acid''. ''Journal of Medicinal Chemistry''. February 1990. Vol. 33 (2). hlm. 833–8. doi:10.1021/jm00164a057.</ref><ref>''Immunosuppressive activity of mycophenolate mofetil''. ''Annals of the New York Academy of Sciences''. June 1993. Vol. 685 (1). hlm. 309–29. doi:10.1111/j.1749-6632.1993.tb35881.x.</ref><ref>''Purine metabolism and immunosuppressive effects of mycophenolate mofetil (MMF)''. ''Clinical Transplantation''. February 1996. Vol. 10 (1 Pt 2). hlm. 77–84. doi:10.1111/j.1399-0012.1996.tb00651.x.</ref><ref>''The design and development of an immunosuppressive drug, mycophenolate mofetil''. ''Springer Seminars in Immunopathology''. 1993. Vol. 14 (4). hlm. 353–80. doi:10.1007/bf00192309.</ref><ref>''Immunosuppressive and other effects of mycophenolic acid and an ester prodrug, mycophenolate mofetil''. ''Immunological Reviews''. December 1993. Vol. 136 (1). hlm. 5–28. doi:10.1111/j.1600-065x.1993.tb00652.x.</ref> Mereka kemudian menunjukkan bahwa itu berguna dalam transplantasi organ pada tikus percobaan.<ref>''Low-dose combination therapy of DUP-785 and RS-61443 prolongs cardiac allograft survival in rats''. ''Transplant International''. 1992. Vol. 5 (Suppl 1). hlm. S482-3. doi:10.1111/tri.1992.5.s1.482.</ref><ref>''Enhancement of allograft survival by combination RS-61443 and DUP-785 therapy''. ''Transplantation''. April 1993. Vol. 55 (4). hlm. 691–4; discussion 694–5. doi:10.1097/00007890-199304000-00001.</ref> Setelah [[uji klinis]] berhasil,<ref>''Mycophenolate mofetil (RS-61443): preclinical, clinical, and three-year experience in heart transplantation''. ''The Journal of Heart and Lung Transplantation''. 1994. Vol. 13 (4). hlm. 571–82.</ref> senyawa ini disetujui untuk digunakan dalam [[transplantasi ginjal]] oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] pada tanggal 3 Mei 1995,<ref>[https://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm148735.htm Risk Evaluation and Mitigation Strategy (REMS) Under Review for Cellcept and Myfortic]. U.S. Food and Drug Administration.</ref><ref>[https://web.stanford.edu/dept/HPS/transplant/html/cell-cept.htm New Agent to Prevent Kidney Transplant Rejection Now Available]. Stanford University. 15 June 1995.</ref><ref>[http://www.roche.com/investors/ir_update/inv-update-2004-05-17a.htm Cellcept registry data demonstrated superior long-term organ transplant outcomes]. ''Roche.com''. F. Hoffmann-La Roche Ltd.</ref> Senyawa ini disetujui untuk digunakan di Uni Eropa pada bulan Februari 1996.<ref>[https://www.ema.europa.eu/en/medicines/human/EPAR/cellcept Cellcept EPAR]. ''European Medicines Agency (EMA)''. 17 September 2018.</ref>


==Kegunaan medis==
==Kegunaan medis==
===Transplantasi organ===
===Transplantasi organ===
Mikofenolat digunakan untuk pencegahan [[penolakan transplantasi]] organ. Mikofenolat mofetil diindikasikan untuk pencegahan penolakan [[transplantasi organ]] pada orang dewasa dan penolakan [[transplantasi ginjal]] pada anak-anak di atas 2 tahun; sedangkan natrium mikofenolat diindikasikan untuk pencegahan penolakan transplantasi ginjal pada orang dewasa. Natrium mikofenolat juga telah digunakan untuk pencegahan penolakan transplantasi hati, [[transplantasi Jantung|jantung]], atau [[transplantasi paru|paru-paru]] pada anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun.
Mikofenolat digunakan untuk pencegahan [[penolakan transplantasi]] organ. Mikofenolat mofetil diindikasikan untuk pencegahan penolakan [[transplantasi organ]] pada orang dewasa dan penolakan [[transplantasi ginjal]] pada anak-anak di atas 2 tahun; sedangkan natrium mikofenolat diindikasikan untuk pencegahan penolakan transplantasi ginjal pada orang dewasa. Natrium mikofenolat juga telah digunakan untuk pencegahan penolakan transplantasi hati, [[transplantasi Jantung|jantung]], atau [[transplantasi paru|paru-paru]] pada anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun.<ref>''Australian Medicines Handbook''. Australian Medicines Handbook. 2006. ISBN 978-0-9757919-2-9.</ref>


===Penyakit autoimun===
===Penyakit autoimun===
Mikofenolat semakin banyak digunakan sebagai pengobatan pengganti [[steroid]] pada [[penyakit autoimun]] dan gangguan yang dimediasi imun serupa termasuk [[penyakit Behçet]], pemfigus vulgaris, nefropati imunoglobulin A, [[vaskulitis]] pembuluh darah kecil, dan psoriasis. Obat ini juga digunakan untuk fibrosis retroperitoneal bersama dengan sejumlah obat lain. Secara khusus, obat ini juga telah digunakan untuk psoriasis yang tidak dapat diobati dengan metode lain.
Mikofenolat semakin banyak digunakan sebagai pengobatan pengganti [[steroid]] pada [[penyakit autoimun]] dan gangguan yang dimediasi imun serupa termasuk [[penyakit Behçet]], pemfigus vulgaris, nefropati imunoglobulin A, [[vaskulitis]] pembuluh darah kecil, dan psoriasis.<ref>''Systematic review and meta-analysis of randomised trials and cohort studies of mycophenolate mofetil in lupus nephritis''. ''Arthritis Research & Therapy''. 2006. Vol. 8 (6). hlm. R182. doi:10.1186/ar2093.</ref> Obat ini juga digunakan untuk fibrosis retroperitoneal bersama dengan sejumlah obat lain.<ref>[https://books.google.com/books?id=6GQgBAAAQBAJ&pg=PA449 Practical nephrology]. Springer. 2014. hlm. 449. ISBN 978-1-4471-5547-8.</ref> Secara khusus, obat ini juga telah digunakan untuk psoriasis yang tidak dapat diobati dengan metode lain.<ref>''Rediscovering mycophenolic acid: a review of its mechanism, side effects, and potential uses''. ''Journal of the American Academy of Dermatology''. September 1997. Vol. 37 (3 Pt 1). hlm. 445–9. doi:10.1016/S0190-9622(97)70147-6.</ref>


Peningkatan penggunaan obat ini dalam mengobati nefritis lupus telah menunjukkan respons lengkap yang lebih sering dan komplikasi yang lebih jarang dibandingkan dengan terapi bolus [[siklofosfamid]], yaitu suatu regimen yang berisiko menyebabkan supresi sumsum tulang, infertilitas, dan keganasan. Penelitian lebih lanjut yang membahas terapi pemeliharaan menunjukkan bahwa mikofenolat lebih unggul daripada siklofosfamid dalam hal respons dan efek samping. Walsh mengusulkan bahwa mikofenolat harus dipertimbangkan sebagai terapi induksi lini pertama untuk pengobatan nefritis lupus pada orang tanpa disfungsi ginjal.
Peningkatan penggunaan obat ini dalam mengobati nefritis lupus telah menunjukkan respons lengkap yang lebih sering dan komplikasi yang lebih jarang<ref>''Systematic review and meta-analysis of randomised trials and cohort studies of mycophenolate mofetil in lupus nephritis''. ''Arthritis Research & Therapy''. 2006. Vol. 8 (6). hlm. R182. doi:10.1186/ar2093.</ref> dibandingkan dengan terapi bolus [[siklofosfamid]], yaitu suatu regimen yang berisiko menyebabkan supresi sumsum tulang, infertilitas, dan keganasan.<ref>''Systemic lupus erythematosus''. ''Lancet''. February 2007. Vol. 369 (9561). hlm. 587–96. doi:10.1016/S0140-6736(07)60279-7.</ref> Penelitian lebih lanjut yang membahas terapi pemeliharaan menunjukkan bahwa mikofenolat lebih unggul daripada siklofosfamid dalam hal respons dan efek samping.<ref>''Systemic lupus erythematosus''. ''Lancet''. February 2007. Vol. 369 (9561). hlm. 587–96. doi:10.1016/S0140-6736(07)60279-7.</ref><ref>''Comparative effectiveness of immunosuppressive drugs and corticosteroids for lupus nephritis: a systematic review and network meta-analysis''. ''Systematic Reviews''. September 2016. Vol. 5 (1). hlm. 155. doi:10.1186/s13643-016-0328-z.</ref> Walsh mengusulkan bahwa mikofenolat harus dipertimbangkan sebagai terapi induksi lini pertama untuk pengobatan nefritis lupus pada orang tanpa disfungsi ginjal.<ref>''Mycophenolate mofetil for induction therapy of lupus nephritis: a systematic review and meta-analysis''. ''Clinical Journal of the American Society of Nephrology''. September 2007. Vol. 2 (5). hlm. 968–75. doi:10.2215/CJN.01200307.</ref>


===Perbandingan dengan agen lain===
===Perbandingan dengan agen lain===
Dibandingkan dengan [[azatioprin]], obat ini memiliki insiden [[diare]] yang lebih tinggi, dan tidak ada perbedaan risiko efek samping lainnya pada pasien transplantasi. Asam mikofenolat 15 kali lebih mahal daripada azatioprin.
Dibandingkan dengan [[azatioprin]], obat ini memiliki insiden [[diare]] yang lebih tinggi, dan tidak ada perbedaan risiko efek samping lainnya pada pasien transplantasi.<ref>''Mycophenolate mofetil decreases acute rejection and may improve graft survival in renal transplant recipients when compared with azathioprine: a systematic review''. ''Transplantation''. March 2009. Vol. 87 (6). hlm. 785–94. doi:10.1097/TP.0b013e3181952623.</ref> Asam mikofenolat 15 kali lebih mahal daripada azatioprin.<ref>''Mycophenolate mofetil versus azathioprine for prevention of acute rejection in renal transplantation (MYSS): a randomised trial''. ''Lancet''. 2004. Vol. 364 (9433). hlm. 503–12. doi:10.1016/S0140-6736(04)16808-6.</ref>


==Efek samping==
==Efek samping==
Reaksi obat yang merugikan yang umum (≥ 1% orang) meliputi [[diare]], [[mual]], [[muntah]], [[nyeri sendi]]; [[infeksi]], [[leukopenia]], atau [[anemia]] mencerminkan sifat imunosupresif dan mielosupresif obat ini. Natrium mikofenolat juga umumnya dikaitkan dengan [[kelelahan]], [[sakit kepala]], batuk dan/atau masalah pernapasan. Pemberian mikofenolat mofetil secara intravena (IV) juga umumnya dikaitkan dengan [[tromboflebitis]] dan [[trombosis]]. Efek samping yang jarang terjadi (0,1–1% orang) meliputi [[esofagitis]], [[maag|gastritis]], [[perdarahan]] saluran cerna, dan/atau infeksi ''[[Cytomegalovirus]]'' (CMV) invasif. Lebih jarang, [[fibrosis paru]] atau berbagai neoplasia terjadi: melanoma, [[limfoma]], keganasan lain yang memiliki kejadian 1 dari 20 hingga 1 dari 200, tergantung pada jenisnya, dengan [[neoplasma|neoplasia]] di kulit menjadi lokasi yang paling umum. Beberapa kasus aplasia sel darah merah murni (PRCA) juga telah dilaporkan.
Reaksi obat yang merugikan yang umum (≥ 1% orang) meliputi [[diare]], [[mual]], [[muntah]], [[nyeri sendi]]; [[infeksi]], [[leukopenia]], atau [[anemia]] mencerminkan sifat imunosupresif dan mielosupresif obat ini. Natrium mikofenolat juga umumnya dikaitkan dengan [[kelelahan]], [[sakit kepala]], batuk dan/atau masalah pernapasan. Pemberian mikofenolat mofetil secara intravena (IV) juga umumnya dikaitkan dengan [[tromboflebitis]] dan [[trombosis]]. Efek samping yang jarang terjadi (0,1–1% orang) meliputi [[esofagitis]], [[maag|gastritis]], [[perdarahan]] saluran cerna, dan/atau infeksi ''[[Cytomegalovirus]]'' (CMV) invasif.<ref>''Australian Medicines Handbook''. Australian Medicines Handbook. 2006. ISBN 978-0-9757919-2-9.</ref> Lebih jarang, [[fibrosis paru]] atau berbagai neoplasia terjadi: melanoma, [[limfoma]], keganasan lain yang memiliki kejadian 1 dari 20 hingga 1 dari 200, tergantung pada jenisnya, dengan [[neoplasma|neoplasia]] di kulit menjadi lokasi yang paling umum.<ref>[http://reference.medscape.com/drug/cellcept-myfortic-mycophenolate-343209#4 Cellcept, Myfortic (mycophenolate) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more]. ''reference.medscape.com''.</ref><ref>[http://www.bnf.org/ Homepage - BNF Publications]. ''www.bnf.org''.</ref> Beberapa kasus aplasia sel darah merah murni (PRCA) juga telah dilaporkan.<ref>[https://www.fda.gov/Safety/MedWatch/SafetyInformation/SafetyAlertsforHumanMedicalProducts/ucm177397.htm Cellcept (mycophenolate mofetil) August 2009]. U.S. Food and Drug Administration. 14 August 2009.</ref>


[[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mengeluarkan peringatan bahwa orang berisiko lebih tinggi terkena [[infeksi oportunistik]] seperti aktivasi infeksi virus laten termasuk [[herpes zoster]], infeksi [[herpes simpleks]], herpes lainnya, sitomegalovirus, dan nefropati terkait virus BK. Ini adalah infeksi [[virus JC|virus]] yang dikenal sebagai [[leukoensefalopati multifokal progresif]]; infeksi ini menyerang otak dan biasanya berakibat fatal.
[[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mengeluarkan peringatan bahwa orang berisiko lebih tinggi terkena [[infeksi oportunistik]] seperti aktivasi infeksi virus laten termasuk [[herpes zoster]], infeksi [[herpes simpleks]], herpes lainnya, sitomegalovirus, dan nefropati terkait virus BK. Ini adalah infeksi [[virus JC|virus]] yang dikenal sebagai [[leukoensefalopati multifokal progresif]]; infeksi ini menyerang otak dan biasanya berakibat fatal.<ref>[https://www.fda.gov/Safety/MedWatch/SafetyInformation/SafetyAlertsforHumanMedicalProducts/ucm177397.htm Cellcept (mycophenolate mofetil) August 2009]. U.S. Food and Drug Administration. 14 August 2009.</ref>


===Kehamilan===
===Kehamilan===
Asam mikofenolat dikaitkan dengan [[keguguran]] dan malformasi kongenital jika digunakan selama [[kehamilan]], dan harus dihindari sebisa mungkin oleh wanita yang mencoba untuk hamil.
Asam mikofenolat dikaitkan dengan [[keguguran]] dan malformasi kongenital jika digunakan selama [[kehamilan]], dan harus dihindari sebisa mungkin oleh wanita yang mencoba untuk hamil.<ref>[http://www.newsinferno.com/archive/fda-issues-second-cellcept-warning/ FDA Issues Second Cellcept Warning]. newsinferno.com. 18 May 2008.</ref><ref>[https://www.fda.gov/Safety/MedWatch/SafetyInformation/SafetyAlertsforHumanMedicalProducts/ucm092157.htm MedWatch Safety Alerts for Human Medical Products]. fda.gov. May 2008.</ref>


===Tes darah===
===Tes darah===
Di antara efek yang paling umum dari obat ini adalah [[hiperkolesterolemia|peningkatan kadar kolesterol darah]]. Perubahan lain dalam kimia darah seperti [[hipomagnesemia]], [[hipokalsemia]], [[hiperkalemia]], dan peningkatan [[nitrogen urea darah]] (BUN) dapat terjadi.
Di antara efek yang paling umum dari obat ini adalah [[hiperkolesterolemia|peningkatan kadar kolesterol darah]]. Perubahan lain dalam kimia darah seperti [[hipomagnesemia]], [[hipokalsemia]], [[hiperkalemia]], dan peningkatan [[nitrogen urea darah]] (BUN) dapat terjadi.<ref>''Austria-Codex''. Österreichischer Apothekerverlag. 2007. hlm. 1484–95. ISBN 978-3-85200-181-4.</ref><ref>Drugs.com: Mycophenolic acid</ref>


==Mekanisme kerja==
==Mekanisme kerja==
Purin (termasuk nukleosida guanosina dan adenosina) dapat disintesis secara ''de novo'' menggunakan ribosa 5-fosfat atau dapat diselamatkan dari [[nukleotida]] bebas. Asam mikofenolat adalah penghambat inosin-5′-monofosfat dehidrogenase (IMPDH) yang poten, reversibel, dan non-kompetitif, enzim yang penting untuk sintesis de novo guanosin-5'-monofosfat (GMP) dari inosin-5'-monofosfat (IMP). Penghambatan IMPDH khususnya memengaruhi limfosit karena mereka hampir secara eksklusif bergantung pada sintesis purin ''de novo''. Sebaliknya, banyak jenis sel lain menggunakan kedua jalur tersebut, dan beberapa sel seperti neuron yang berdiferensiasi secara terminal bergantung sepenuhnya pada penyelamatan nukleotida purin. Dengan demikian, penggunaan asam mikofenolat menyebabkan penghambatan [[replikasi DNA]] yang relatif selektif pada [[sel T]] dan [[sel B]].
Purin (termasuk nukleosida guanosina dan adenosina) dapat disintesis secara ''de novo'' menggunakan ribosa 5-fosfat atau dapat diselamatkan dari [[nukleotida]] bebas. Asam mikofenolat adalah penghambat inosin-5′-monofosfat dehidrogenase (IMPDH) yang poten, reversibel, dan non-kompetitif, enzim yang penting untuk sintesis de novo guanosin-5'-monofosfat (GMP) dari inosin-5'-monofosfat (IMP).<ref>[https://archive.org/details/isbn_9781451191776_6 Pharmacology North American Edition]. Lippincott Williams & Wilkins. 2014. hlm. [https://archive.org/details/isbn_9781451191776_6/page/n638 625]. ISBN 978-1-4511-9177-6.</ref> Penghambatan IMPDH khususnya memengaruhi limfosit karena mereka hampir secara eksklusif bergantung pada sintesis purin ''de novo''.<ref>[https://archive.org/details/principlesofimmu0000unse_f2p1 Principles of immunopharmacology]. Birkhèauser Verlag. 2005. hlm. [https://archive.org/details/principlesofimmu0000unse_f2p1/page/453 453]. ISBN 978-3764358044.</ref> Sebaliknya, banyak jenis sel lain menggunakan kedua jalur tersebut, dan beberapa sel seperti neuron yang berdiferensiasi secara terminal bergantung sepenuhnya pada penyelamatan nukleotida purin.<ref>''Genotype-phenotype correlations in neurogenetics: Lesch-Nyhan disease as a model disorder''. ''Brain''. May 2014. Vol. 137 (Pt 5). hlm. 1282–303. doi:10.1093/brain/awt202.</ref> Dengan demikian, penggunaan asam mikofenolat menyebabkan penghambatan [[replikasi DNA]] yang relatif selektif pada [[sel T]] dan [[sel B]].


==Farmakologi==
==Farmakologi==
Mikofenolat dapat berasal dari jamur ''[[Penicillium stoloniferum]], [[Penicillium brevicompactum]]'' dan ''[[Penicillium echinulatum]]''. Mikofenolat mofetil di[[metabolisme]] di hati menjadi asam mikofenolat yang aktif. Obat ini secara reversibel menghambat inosin monofosfat dehidrogenase, enzim yang mengendalikan laju sintesis guanin monofosfat dalam jalur [[sintesis de novo|''de novo'']] sintesis [[purina]] yang digunakan dalam proliferasi [[limfosit]] B dan T. Sel-sel lain memulihkan purin melalui jalur penyelamatan terpisah dan dengan demikian dapat terhindar dari efek tersebut.
Mikofenolat dapat berasal dari jamur ''[[Penicillium stoloniferum]], [[Penicillium brevicompactum]]'' dan ''[[Penicillium echinulatum]]''.<ref>''5-Hydroxymaltol and mycophenolic acid, secondary metabolites from Penicillium echinulatum''. ''Transactions of the British Mycological Society''. December 1988. Vol. 91 (4). hlm. 649–651. doi:10.1016/S0007-1536(88)80040-8.</ref> Mikofenolat mofetil di[[metabolisme]] di hati menjadi asam mikofenolat yang aktif. Obat ini secara reversibel menghambat inosin monofosfat dehidrogenase,<ref>''Mycophenolate mofetil. A review of its pharmacodynamic and pharmacokinetic properties and clinical efficacy in renal transplantation''. ''Drugs''. February 1996. Vol. 51 (2). hlm. 278–98. doi:10.2165/00003495-199651020-00007.</ref> enzim yang mengendalikan laju sintesis guanin monofosfat dalam jalur [[sintesis de novo|''de novo'']] sintesis [[purina]] yang digunakan dalam proliferasi [[limfosit]] B dan T.<ref>''Mechanism of action of mycophenolate mofetil''. ''Therapeutic Drug Monitoring''. December 1995. Vol. 17 (6). hlm. 681–4. doi:10.1097/00007691-199512000-00023.</ref> Sel-sel lain memulihkan purin melalui jalur penyelamatan terpisah dan dengan demikian dapat terhindar dari efek tersebut.<ref>''Austria-Codex''. Österreichischer Apothekerverlag. 2007. hlm. 1484–95. ISBN 978-3-85200-181-4.</ref>


Mikofenolat kuat, dan dalam banyak konteks, dapat digunakan sebagai pengganti [[azatioprin]] antiproliferatif yang lebih tua.  Biasanya digunakan sebagai bagian dari regimen tiga senyawa imunosupresan, juga termasuk penghambat kalsineurin ([[siklosporin]] atau [[takrolimus]]) dan [[glukokortikoid]] (misalnya [[deksametason]] atau [[prednison]]).
Mikofenolat kuat, dan dalam banyak konteks, dapat digunakan sebagai pengganti [[azatioprin]] antiproliferatif yang lebih tua.<ref>[https://cdr.lib.unc.edu/downloads/8623j6697 Mycophenolate versus azathioprine as maintenance therapy for lupus nephritis]. ''The New England Journal of Medicine''. November 2011. Vol. 365 (20). hlm. 1886–95. doi:10.1056/NEJMoa1014460.</ref> Biasanya digunakan sebagai bagian dari regimen tiga senyawa imunosupresan, juga termasuk penghambat kalsineurin ([[siklosporin]] atau [[takrolimus]]) dan [[glukokortikoid]] (misalnya [[deksametason]] atau [[prednison]]).<ref>''Enteric-coated mycophenolate sodium: an update''. ''International Journal of Clinical Practice. Supplement''. April 2014. Vol. 68 (181). hlm. 1–3. doi:10.1111/ijcp.12399.</ref>


==Kimia==
==Kimia==
 
Mikofenolat mofetil adalah [[ester (kimia)|ester]] [[gugus etil|etil]] morfolino dari asam mikofenolat; ester tersebut menutupi [[asam alkanoat|gugus karboksil]].<ref>''Mycophenolate mofetil''. ''Lancet''. November 1996. Vol. 348 (9038). hlm. 1357–9. doi:10.1016/S0140-6736(96)10310-X.</ref> Mikofenolat mofetil dilaporkan memiliki nilai [[Konstanta disosiasi asam|pKa]] sebesar 5,6 untuk gugus morfolino dan 8,5 untuk gugus fenolik.
Mikofenolat mofetil adalah [[ester (kimia)|ester]] [[gugus etil|etil]] morfolino dari asam mikofenolat; ester tersebut menutupi [[asam alkanoat|gugus karboksil]]. Mikofenolat mofetil dilaporkan memiliki nilai [[Konstanta disosiasi asam|pKa]] sebesar 5,6 untuk gugus morfolino dan 8,5 untuk gugus fenolik.


==Nama==
==Nama==
Awalnya diperkenalkan sebagai [[bakal obat]] mikofenolat mofetil (MMF) untuk meningkatkan [[bioavailabilitas]] oral. [[Garam (kimia)|Garam]] [[natrium]] mikofenolat juga telah diperkenalkan. Natrium mikofenolat berlapis enterik (EC-MPS) adalah formulasi MPA alternatif.
Awalnya diperkenalkan sebagai [[bakal obat]] mikofenolat mofetil (MMF) untuk meningkatkan [[bioavailabilitas]] oral. [[Garam (kimia)|Garam]] [[natrium]] mikofenolat juga telah diperkenalkan. Natrium mikofenolat berlapis enterik (EC-MPS) adalah formulasi MPA alternatif.


MMF dan EC-MPS tampaknya memiliki manfaat dan keamanan yang sama.
MMF dan EC-MPS tampaknya memiliki manfaat dan keamanan yang sama.<ref>''Mycophenolate revisited''. ''Transplant International''. May 2015. Vol. 28 (5). hlm. 508–15. doi:10.1111/tri.12554.</ref>


==Penelitian==
==Penelitian==
Mikofenolat mofetil mulai digunakan dalam penanganan gangguan autoimun seperti purpura trombositopenik idiopatik (ITP), [[lupus eritematosus sistemik]] (SLE), [[skleroderma]] (sklerosis sistemik atau SSc), dan pemfigus vulgaris (PV) dengan keberhasilan pada beberapa pasien.
Mikofenolat mofetil mulai digunakan dalam penanganan gangguan autoimun seperti purpura trombositopenik idiopatik (ITP), [[lupus eritematosus sistemik]] (SLE), [[skleroderma]] (sklerosis sistemik atau SSc), dan pemfigus vulgaris (PV) dengan keberhasilan pada beberapa pasien.<ref>''Treatment of pemphigus vulgaris and pemphigus foliaceus with mycophenolate mofetil''. ''Archives of Dermatology''. June 2003. Vol. 139 (6). hlm. 739–42. doi:10.1001/archderm.139.6.739.</ref>


Kombinasi mikofenolat dengan [[ribavirin]] ditemukan dapat menghentikan infeksi dan [[replikasi virus]] [[demam berdarah dengue|dengue]] secara ''[[in vitro]]''. Obat ini juga menunjukkan aktivitas antivirus yang menjanjikan terhadap [[Koronavirus terkait sindrom pernapasan Timur Tengah|MERS]], terutama bila dikombinasikan dengan [[interferon]].
Kombinasi mikofenolat dengan [[ribavirin]] ditemukan dapat menghentikan infeksi dan [[replikasi virus]] [[demam berdarah dengue|dengue]] secara ''[[in vitro]]''.<ref>''Mycophenolic acid inhibits dengue virus infection by preventing replication of viral RNA''. ''Virology''. December 2002. Vol. 304 (2). hlm. 211–21. doi:10.1006/viro.2002.1685.</ref><ref>''Inhibition of dengue virus replication by mycophenolic acid and ribavirin''. ''The Journal of General Virology''. July 2006. Vol. 87 (Pt 7). hlm. 1947–52. doi:10.1099/vir.0.81655-0.</ref> Obat ini juga menunjukkan aktivitas antivirus yang menjanjikan terhadap [[Koronavirus terkait sindrom pernapasan Timur Tengah|MERS]], terutama bila dikombinasikan dengan [[interferon]].<ref>''Broad-spectrum antivirals for the emerging Middle East respiratory syndrome coronavirus''. ''The Journal of Infection''. December 2013. Vol. 67 (6). hlm. 606–16. doi:10.1016/j.jinf.2013.09.029.</ref>


Data awal menunjukkan bahwa mikofenolat mofetil mungkin bermanfaat bagi penderita [[sklerosis multipel]]. Namun, bukti yang ada tidak cukup untuk menentukan efeknya sebagai terapi tambahan untuk interferon beta-1a pada penderita RRMS.
Data awal menunjukkan bahwa mikofenolat mofetil mungkin bermanfaat bagi penderita [[sklerosis multipel]]. Namun, bukti yang ada tidak cukup untuk menentukan efeknya sebagai terapi tambahan untuk interferon beta-1a pada penderita RRMS.<ref>''Mycophenolate mofetil for relapsing-remitting multiple sclerosis''. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. February 2014. Vol. 2014 (2). hlm. CD010242. doi:10.1002/14651858.CD010242.pub2.</ref>


==Referensi==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+mikofenolat&oldid=29302647 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302647 (2026-06-01T09:15:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+mikofenolat&oldid=29302647 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302647 (2026-06-01T09:15:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.15

Mycophenolic acid ball-and-stick2

Asam mikofenolat adalah obat imunosupresan yang digunakan untuk mencegah penolakan setelah transplantasi organ dan untuk mengobati kondisi autoimun seperti penyakit Crohn dan lupus eritematosus sistemik.[1][2] Secara khusus, obat ini digunakan setelah transplantasi ginjal, jantung, dan hati. Obat ini dapat diberikan melalui mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah. Obat ini tersedia sebagai natrium mikofenolat dan mikofenolat mofetil.[3]

Efek samping yang umum termasuk mual, infeksi, dan diare. Efek samping serius lainnya termasuk peningkatan risiko kanker, leukoensefalopati multifokal progresif, anemia, dan pendarahan gastrointestinal. Penggunaan selama kehamilan dapat membahayakan bayi. Obat ini bekerja dengan cara memblokir inosina monofosfat dehidrogenase (IMPDH), yang dibutuhkan oleh limfosit untuk membuat guanosin.[4]

Asam mikofenolat awalnya ditemukan oleh ilmuwan Italia Bartolomeo Gosio pada tahun 1893.[5][6] Obat ini ditemukan kembali pada tahun 1945 dan 1968.[7] Obat ini disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1995 setelah ditemukannya sifat imunosupresifnya pada tahun 1990-an.[8][9] Obat ini tersedia sebagai obat generik.[10]

Sejarah

Asam mikofenolat ditemukan oleh ilmuwan medis Italia Bartolomeo Gosio. Gosio mengumpulkan jamur dari jagung busuk dan menamainya Penicillium glaucum. Pada tahun 1893 ia menemukan bahwa jamur tersebut memiliki aktivitas antibakteri. Pada tahun 1896 ia mengisolasi kristal senyawa tersebut, yang berhasil ia tunjukkan sebagai senyawa antibakteri aktif terhadap bakteri antraks.[11] Ini adalah antibiotik pertama yang diisolasi dalam bentuk murni dan kristal. Namun penemuan itu terlupakan.[12] Senyawa tersebut ditemukan kembali oleh dua ilmuwan Amerika Serikat, C.L. Alsberg dan O.M. Black, pada tahun 1912, dan diberi nama asam mikofenolat. Senyawa tersebut akhirnya ditunjukkan memiliki aktivitas antivirus, antijamur, antibakteri, antikanker, dan antipsoriasis.[13] Meskipun tidak dikomersialkan sebagai antibiotik karena efek sampingnya, senyawa yang dimodifikasi (turunan ester) merupakan obat imunosupresan yang disetujui dalam transplantasi ginjal, jantung, dan hati.[14]

Cellcept dikembangkan oleh seorang ahli genetika Afrika Selatan Anthony Allison dan istrinya Elsie M. Eugui. Pada tahun 1970-an saat bekerja di Medical Research Council, Allison menyelidiki penyebab biokimia dari defisiensi imun pada anak-anak. Ia menemukan jalur metabolisme yang melibatkan enzim, inosin monofosfat dehidrogenase, yang bertanggung jawab atas respons imun yang tidak diinginkan pada penyakit autoimun, serta untuk penolakan imun dalam transplantasi organ. Dia memiliki ide bahwa jika molekul yang dapat memblokir enzim ditemukan, maka itu akan menjadi obat imunosupresif yang dapat digunakan untuk penyakit autoimun dan transplantasi organ. Pada tahun 1981, dia memutuskan untuk mencoba penemuan obat dan mendekati beberapa perusahaan farmasi, yang menolaknya satu per satu karena dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian obat. Namun, Syntex menyukai rencananya dan memintanya untuk bergabung dengan perusahaan bersama istrinya.[15] Dia menjadi wakil presiden untuk penelitian tersebut. Dalam salah satu percobaan mereka, keluarga Allison menggunakan senyawa antibakteri yakni mikofenolat mofetil, yang ditinggalkan dalam penggunaan klinis karena efek sampingnya. Mereka menemukan bahwa senyawa tersebut memiliki aktivitas imunosupresif.[16][17] Mereka mensintesis varian kimia untuk meningkatkan aktivitas dan mengurangi efek samping.[18][19][20][21][22] Mereka kemudian menunjukkan bahwa itu berguna dalam transplantasi organ pada tikus percobaan.[23][24] Setelah uji klinis berhasil,[25] senyawa ini disetujui untuk digunakan dalam transplantasi ginjal oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada tanggal 3 Mei 1995,[26][27][28] Senyawa ini disetujui untuk digunakan di Uni Eropa pada bulan Februari 1996.[29]

Kegunaan medis

Transplantasi organ

Mikofenolat digunakan untuk pencegahan penolakan transplantasi organ. Mikofenolat mofetil diindikasikan untuk pencegahan penolakan transplantasi organ pada orang dewasa dan penolakan transplantasi ginjal pada anak-anak di atas 2 tahun; sedangkan natrium mikofenolat diindikasikan untuk pencegahan penolakan transplantasi ginjal pada orang dewasa. Natrium mikofenolat juga telah digunakan untuk pencegahan penolakan transplantasi hati, jantung, atau paru-paru pada anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun.[30]

Penyakit autoimun

Mikofenolat semakin banyak digunakan sebagai pengobatan pengganti steroid pada penyakit autoimun dan gangguan yang dimediasi imun serupa termasuk penyakit Behçet, pemfigus vulgaris, nefropati imunoglobulin A, vaskulitis pembuluh darah kecil, dan psoriasis.[31] Obat ini juga digunakan untuk fibrosis retroperitoneal bersama dengan sejumlah obat lain.[32] Secara khusus, obat ini juga telah digunakan untuk psoriasis yang tidak dapat diobati dengan metode lain.[33]

Peningkatan penggunaan obat ini dalam mengobati nefritis lupus telah menunjukkan respons lengkap yang lebih sering dan komplikasi yang lebih jarang[34] dibandingkan dengan terapi bolus siklofosfamid, yaitu suatu regimen yang berisiko menyebabkan supresi sumsum tulang, infertilitas, dan keganasan.[35] Penelitian lebih lanjut yang membahas terapi pemeliharaan menunjukkan bahwa mikofenolat lebih unggul daripada siklofosfamid dalam hal respons dan efek samping.[36][37] Walsh mengusulkan bahwa mikofenolat harus dipertimbangkan sebagai terapi induksi lini pertama untuk pengobatan nefritis lupus pada orang tanpa disfungsi ginjal.[38]

Perbandingan dengan agen lain

Dibandingkan dengan azatioprin, obat ini memiliki insiden diare yang lebih tinggi, dan tidak ada perbedaan risiko efek samping lainnya pada pasien transplantasi.[39] Asam mikofenolat 15 kali lebih mahal daripada azatioprin.[40]

Efek samping

Reaksi obat yang merugikan yang umum (≥ 1% orang) meliputi diare, mual, muntah, nyeri sendi; infeksi, leukopenia, atau anemia mencerminkan sifat imunosupresif dan mielosupresif obat ini. Natrium mikofenolat juga umumnya dikaitkan dengan kelelahan, sakit kepala, batuk dan/atau masalah pernapasan. Pemberian mikofenolat mofetil secara intravena (IV) juga umumnya dikaitkan dengan tromboflebitis dan trombosis. Efek samping yang jarang terjadi (0,1–1% orang) meliputi esofagitis, gastritis, perdarahan saluran cerna, dan/atau infeksi Cytomegalovirus (CMV) invasif.[41] Lebih jarang, fibrosis paru atau berbagai neoplasia terjadi: melanoma, limfoma, keganasan lain yang memiliki kejadian 1 dari 20 hingga 1 dari 200, tergantung pada jenisnya, dengan neoplasia di kulit menjadi lokasi yang paling umum.[42][43] Beberapa kasus aplasia sel darah merah murni (PRCA) juga telah dilaporkan.[44]

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan bahwa orang berisiko lebih tinggi terkena infeksi oportunistik seperti aktivasi infeksi virus laten termasuk herpes zoster, infeksi herpes simpleks, herpes lainnya, sitomegalovirus, dan nefropati terkait virus BK. Ini adalah infeksi virus yang dikenal sebagai leukoensefalopati multifokal progresif; infeksi ini menyerang otak dan biasanya berakibat fatal.[45]

Kehamilan

Asam mikofenolat dikaitkan dengan keguguran dan malformasi kongenital jika digunakan selama kehamilan, dan harus dihindari sebisa mungkin oleh wanita yang mencoba untuk hamil.[46][47]

Tes darah

Di antara efek yang paling umum dari obat ini adalah peningkatan kadar kolesterol darah. Perubahan lain dalam kimia darah seperti hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperkalemia, dan peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dapat terjadi.[48][49]

Mekanisme kerja

Purin (termasuk nukleosida guanosina dan adenosina) dapat disintesis secara de novo menggunakan ribosa 5-fosfat atau dapat diselamatkan dari nukleotida bebas. Asam mikofenolat adalah penghambat inosin-5′-monofosfat dehidrogenase (IMPDH) yang poten, reversibel, dan non-kompetitif, enzim yang penting untuk sintesis de novo guanosin-5'-monofosfat (GMP) dari inosin-5'-monofosfat (IMP).[50] Penghambatan IMPDH khususnya memengaruhi limfosit karena mereka hampir secara eksklusif bergantung pada sintesis purin de novo.[51] Sebaliknya, banyak jenis sel lain menggunakan kedua jalur tersebut, dan beberapa sel seperti neuron yang berdiferensiasi secara terminal bergantung sepenuhnya pada penyelamatan nukleotida purin.[52] Dengan demikian, penggunaan asam mikofenolat menyebabkan penghambatan replikasi DNA yang relatif selektif pada sel T dan sel B.

Farmakologi

Mikofenolat dapat berasal dari jamur Penicillium stoloniferum, Penicillium brevicompactum dan Penicillium echinulatum.[53] Mikofenolat mofetil dimetabolisme di hati menjadi asam mikofenolat yang aktif. Obat ini secara reversibel menghambat inosin monofosfat dehidrogenase,[54] enzim yang mengendalikan laju sintesis guanin monofosfat dalam jalur de novo sintesis purina yang digunakan dalam proliferasi limfosit B dan T.[55] Sel-sel lain memulihkan purin melalui jalur penyelamatan terpisah dan dengan demikian dapat terhindar dari efek tersebut.[56]

Mikofenolat kuat, dan dalam banyak konteks, dapat digunakan sebagai pengganti azatioprin antiproliferatif yang lebih tua.[57] Biasanya digunakan sebagai bagian dari regimen tiga senyawa imunosupresan, juga termasuk penghambat kalsineurin (siklosporin atau takrolimus) dan glukokortikoid (misalnya deksametason atau prednison).[58]

Kimia

Mikofenolat mofetil adalah ester etil morfolino dari asam mikofenolat; ester tersebut menutupi gugus karboksil.[59] Mikofenolat mofetil dilaporkan memiliki nilai pKa sebesar 5,6 untuk gugus morfolino dan 8,5 untuk gugus fenolik.

Nama

Awalnya diperkenalkan sebagai bakal obat mikofenolat mofetil (MMF) untuk meningkatkan bioavailabilitas oral. Garam natrium mikofenolat juga telah diperkenalkan. Natrium mikofenolat berlapis enterik (EC-MPS) adalah formulasi MPA alternatif.

MMF dan EC-MPS tampaknya memiliki manfaat dan keamanan yang sama.[60]

Penelitian

Mikofenolat mofetil mulai digunakan dalam penanganan gangguan autoimun seperti purpura trombositopenik idiopatik (ITP), lupus eritematosus sistemik (SLE), skleroderma (sklerosis sistemik atau SSc), dan pemfigus vulgaris (PV) dengan keberhasilan pada beberapa pasien.[61]

Kombinasi mikofenolat dengan ribavirin ditemukan dapat menghentikan infeksi dan replikasi virus dengue secara in vitro.[62][63] Obat ini juga menunjukkan aktivitas antivirus yang menjanjikan terhadap MERS, terutama bila dikombinasikan dengan interferon.[64]

Data awal menunjukkan bahwa mikofenolat mofetil mungkin bermanfaat bagi penderita sklerosis multipel. Namun, bukti yang ada tidak cukup untuk menentukan efeknya sebagai terapi tambahan untuk interferon beta-1a pada penderita RRMS.[65]

Referensi

  1. Systemic lupus erythematosus. Lancet. February 2007. Vol. 369 (9561). hlm. 587–96. doi:10.1016/S0140-6736(07)60279-7.
  2. Mycophenolate Monograph for Professionals. Drugs.com.
  3. Mycophenolate Monograph for Professionals. Drugs.com.
  4. Mycophenolate Monograph for Professionals. Drugs.com.
  5. Schiff's Diseases of the Liver. John Wiley & Sons. 2011. hlm. PT3219. ISBN 978-1-119-95048-6.
  6. Advances in Applied Microbiology. Gulf Professional Publishing. 2001. hlm. 236. ISBN 978-0-12-002648-7.
  7. Advances in Applied Microbiology. Gulf Professional Publishing. 2001. hlm. 236. ISBN 978-0-12-002648-7.
  8. Mycophenolate Monograph for Professionals. Drugs.com.
  9. Schiff's Diseases of the Liver. John Wiley & Sons. 2011. hlm. PT3219. ISBN 978-1-119-95048-6.
  10. British national formulary : BNF 76. Pharmaceutical Press. 2018. hlm. 826–827. ISBN 978-0-85711-338-2.
  11. Rediscovering mycophenolic acid: a review of its mechanism, side effects, and potential uses. Journal of the American Academy of Dermatology. September 1997. Vol. 37 (3 Pt 1). hlm. 445–9. doi:10.1016/S0190-9622(97)70147-6.
  12. Natural Products: Drug Discovery and Therapeutic Medicine. Humana Press. 2005. hlm. 14. ISBN 978-1-59259-976-9.
  13. Molecular basis for mycophenolic acid biosynthesis in Penicillium brevicompactum. Applied and Environmental Microbiology. May 2011. Vol. 77 (9). hlm. 3035–43. doi:10.1128/AEM.03015-10.
  14. Mycophenolic Acid: a one hundred year odyssey from antibiotic to immunosuppressant. Chemical Reviews. October 2000. Vol. 100 (10). hlm. 3801–26. doi:10.1021/cr990097b.
  15. Anthony Clifford Allison. The Lancet. 2014. Vol. 383 (9925). hlm. 1290. doi:10.1016/S0140-6736(14)60635-8.
  16. Immunosuppressive drugs: the first 50 years and a glance forward. Immunopharmacology. May 2000. Vol. 47 (2–3). hlm. 63–83. doi:10.1016/S0162-3109(00)00186-7.
  17. Mechanisms of action of mycophenolic acid. Annals of the New York Academy of Sciences. November 1993. Vol. 696 (1). hlm. 63–87. doi:10.1111/j.1749-6632.1993.tb17143.x.
  18. Synthesis and immunosuppressive activity of some side-chain variants of mycophenolic acid. Journal of Medicinal Chemistry. February 1990. Vol. 33 (2). hlm. 833–8. doi:10.1021/jm00164a057.
  19. Immunosuppressive activity of mycophenolate mofetil. Annals of the New York Academy of Sciences. June 1993. Vol. 685 (1). hlm. 309–29. doi:10.1111/j.1749-6632.1993.tb35881.x.
  20. Purine metabolism and immunosuppressive effects of mycophenolate mofetil (MMF). Clinical Transplantation. February 1996. Vol. 10 (1 Pt 2). hlm. 77–84. doi:10.1111/j.1399-0012.1996.tb00651.x.
  21. The design and development of an immunosuppressive drug, mycophenolate mofetil. Springer Seminars in Immunopathology. 1993. Vol. 14 (4). hlm. 353–80. doi:10.1007/bf00192309.
  22. Immunosuppressive and other effects of mycophenolic acid and an ester prodrug, mycophenolate mofetil. Immunological Reviews. December 1993. Vol. 136 (1). hlm. 5–28. doi:10.1111/j.1600-065x.1993.tb00652.x.
  23. Low-dose combination therapy of DUP-785 and RS-61443 prolongs cardiac allograft survival in rats. Transplant International. 1992. Vol. 5 (Suppl 1). hlm. S482-3. doi:10.1111/tri.1992.5.s1.482.
  24. Enhancement of allograft survival by combination RS-61443 and DUP-785 therapy. Transplantation. April 1993. Vol. 55 (4). hlm. 691–4; discussion 694–5. doi:10.1097/00007890-199304000-00001.
  25. Mycophenolate mofetil (RS-61443): preclinical, clinical, and three-year experience in heart transplantation. The Journal of Heart and Lung Transplantation. 1994. Vol. 13 (4). hlm. 571–82.
  26. Risk Evaluation and Mitigation Strategy (REMS) Under Review for Cellcept and Myfortic. U.S. Food and Drug Administration.
  27. New Agent to Prevent Kidney Transplant Rejection Now Available. Stanford University. 15 June 1995.
  28. Cellcept registry data demonstrated superior long-term organ transplant outcomes. Roche.com. F. Hoffmann-La Roche Ltd.
  29. Cellcept EPAR. European Medicines Agency (EMA). 17 September 2018.
  30. Australian Medicines Handbook. Australian Medicines Handbook. 2006. ISBN 978-0-9757919-2-9.
  31. Systematic review and meta-analysis of randomised trials and cohort studies of mycophenolate mofetil in lupus nephritis. Arthritis Research & Therapy. 2006. Vol. 8 (6). hlm. R182. doi:10.1186/ar2093.
  32. Practical nephrology. Springer. 2014. hlm. 449. ISBN 978-1-4471-5547-8.
  33. Rediscovering mycophenolic acid: a review of its mechanism, side effects, and potential uses. Journal of the American Academy of Dermatology. September 1997. Vol. 37 (3 Pt 1). hlm. 445–9. doi:10.1016/S0190-9622(97)70147-6.
  34. Systematic review and meta-analysis of randomised trials and cohort studies of mycophenolate mofetil in lupus nephritis. Arthritis Research & Therapy. 2006. Vol. 8 (6). hlm. R182. doi:10.1186/ar2093.
  35. Systemic lupus erythematosus. Lancet. February 2007. Vol. 369 (9561). hlm. 587–96. doi:10.1016/S0140-6736(07)60279-7.
  36. Systemic lupus erythematosus. Lancet. February 2007. Vol. 369 (9561). hlm. 587–96. doi:10.1016/S0140-6736(07)60279-7.
  37. Comparative effectiveness of immunosuppressive drugs and corticosteroids for lupus nephritis: a systematic review and network meta-analysis. Systematic Reviews. September 2016. Vol. 5 (1). hlm. 155. doi:10.1186/s13643-016-0328-z.
  38. Mycophenolate mofetil for induction therapy of lupus nephritis: a systematic review and meta-analysis. Clinical Journal of the American Society of Nephrology. September 2007. Vol. 2 (5). hlm. 968–75. doi:10.2215/CJN.01200307.
  39. Mycophenolate mofetil decreases acute rejection and may improve graft survival in renal transplant recipients when compared with azathioprine: a systematic review. Transplantation. March 2009. Vol. 87 (6). hlm. 785–94. doi:10.1097/TP.0b013e3181952623.
  40. Mycophenolate mofetil versus azathioprine for prevention of acute rejection in renal transplantation (MYSS): a randomised trial. Lancet. 2004. Vol. 364 (9433). hlm. 503–12. doi:10.1016/S0140-6736(04)16808-6.
  41. Australian Medicines Handbook. Australian Medicines Handbook. 2006. ISBN 978-0-9757919-2-9.
  42. Cellcept, Myfortic (mycophenolate) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. reference.medscape.com.
  43. Homepage - BNF Publications. www.bnf.org.
  44. Cellcept (mycophenolate mofetil) August 2009. U.S. Food and Drug Administration. 14 August 2009.
  45. Cellcept (mycophenolate mofetil) August 2009. U.S. Food and Drug Administration. 14 August 2009.
  46. FDA Issues Second Cellcept Warning. newsinferno.com. 18 May 2008.
  47. MedWatch Safety Alerts for Human Medical Products. fda.gov. May 2008.
  48. Austria-Codex. Österreichischer Apothekerverlag. 2007. hlm. 1484–95. ISBN 978-3-85200-181-4.
  49. Drugs.com: Mycophenolic acid
  50. Pharmacology North American Edition. Lippincott Williams & Wilkins. 2014. hlm. 625. ISBN 978-1-4511-9177-6.
  51. Principles of immunopharmacology. Birkhèauser Verlag. 2005. hlm. 453. ISBN 978-3764358044.
  52. Genotype-phenotype correlations in neurogenetics: Lesch-Nyhan disease as a model disorder. Brain. May 2014. Vol. 137 (Pt 5). hlm. 1282–303. doi:10.1093/brain/awt202.
  53. 5-Hydroxymaltol and mycophenolic acid, secondary metabolites from Penicillium echinulatum. Transactions of the British Mycological Society. December 1988. Vol. 91 (4). hlm. 649–651. doi:10.1016/S0007-1536(88)80040-8.
  54. Mycophenolate mofetil. A review of its pharmacodynamic and pharmacokinetic properties and clinical efficacy in renal transplantation. Drugs. February 1996. Vol. 51 (2). hlm. 278–98. doi:10.2165/00003495-199651020-00007.
  55. Mechanism of action of mycophenolate mofetil. Therapeutic Drug Monitoring. December 1995. Vol. 17 (6). hlm. 681–4. doi:10.1097/00007691-199512000-00023.
  56. Austria-Codex. Österreichischer Apothekerverlag. 2007. hlm. 1484–95. ISBN 978-3-85200-181-4.
  57. Mycophenolate versus azathioprine as maintenance therapy for lupus nephritis. The New England Journal of Medicine. November 2011. Vol. 365 (20). hlm. 1886–95. doi:10.1056/NEJMoa1014460.
  58. Enteric-coated mycophenolate sodium: an update. International Journal of Clinical Practice. Supplement. April 2014. Vol. 68 (181). hlm. 1–3. doi:10.1111/ijcp.12399.
  59. Mycophenolate mofetil. Lancet. November 1996. Vol. 348 (9038). hlm. 1357–9. doi:10.1016/S0140-6736(96)10310-X.
  60. Mycophenolate revisited. Transplant International. May 2015. Vol. 28 (5). hlm. 508–15. doi:10.1111/tri.12554.
  61. Treatment of pemphigus vulgaris and pemphigus foliaceus with mycophenolate mofetil. Archives of Dermatology. June 2003. Vol. 139 (6). hlm. 739–42. doi:10.1001/archderm.139.6.739.
  62. Mycophenolic acid inhibits dengue virus infection by preventing replication of viral RNA. Virology. December 2002. Vol. 304 (2). hlm. 211–21. doi:10.1006/viro.2002.1685.
  63. Inhibition of dengue virus replication by mycophenolic acid and ribavirin. The Journal of General Virology. July 2006. Vol. 87 (Pt 7). hlm. 1947–52. doi:10.1099/vir.0.81655-0.
  64. Broad-spectrum antivirals for the emerging Middle East respiratory syndrome coronavirus. The Journal of Infection. December 2013. Vol. 67 (6). hlm. 606–16. doi:10.1016/j.jinf.2013.09.029.
  65. Mycophenolate mofetil for relapsing-remitting multiple sclerosis. The Cochrane Database of Systematic Reviews. February 2014. Vol. 2014 (2). hlm. CD010242. doi:10.1002/14651858.CD010242.pub2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302647 (2026-06-01T09:15:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.