Lompat ke isi

Asam fusidat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27827477; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Asam fusidat''' adalah sejenis [[antibiotik]] [[bakteriostatik]] yang bisa digunakan secara [[topikal]] dalam bentuk sediaan [[krim]], [[salep]], [[gel]], dan [[tetes mata]], serta bisa juga diberikan secara [[pengaturan sistemik|sistemik]] dalam bentuk [[tablet]] atau [[penyuntikan|suntikan]].
[[File:Fusidic_acid_structure.svg|thumb|right|280px|Fusidic acid structure]]


Munculnya masalah signifikan karena meningkatnya [[resistansi antimikroba]], komunitas ilmiah global telah berusaha untuk menemukan solusi alternatif, salah satu yang paling menjanjikan adalah evaluasi dan penggunaan senyawa-senyawa antibiotik lama. Hal ini dikarenakan penggunaan rendah dari banyak senyawa antibiotik lama, sehingga tetap aktif melawan sejumlah besar isolat bakteri yang lazim saat ini. Salah satu dari senyawa-senyawa antibiotik lama itu adalah asam fusidat.
'''Asam fusidat'''<ref>[https://hellosehat.com/obatan-suplemen/obat/asam-fusidat-fusidic-acid/ Asam Fusidat (Fusidic Acid)]. Hello Sehat. 11 Mei 2020.</ref> adalah sejenis [[antibiotik]] [[bakteriostatik]] yang bisa digunakan secara [[topikal]] dalam bentuk sediaan [[krim]], [[salep]], [[gel]], dan [[tetes mata]], serta bisa juga diberikan secara [[pengaturan sistemik|sistemik]] dalam bentuk [[tablet]] atau [[penyuntikan|suntikan]].<ref>[https://www.honestdocs.id/fusidic-acid Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping]. HonestDocs. 21 Januari 2020.</ref><ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB02703 Fusidic acid]. DrugBank.ca.</ref>
 
Munculnya masalah signifikan karena meningkatnya [[resistansi antimikroba]], komunitas ilmiah global telah berusaha untuk menemukan solusi alternatif, salah satu yang paling menjanjikan adalah evaluasi dan penggunaan senyawa-senyawa antibiotik lama. Hal ini dikarenakan penggunaan rendah dari banyak senyawa antibiotik lama, sehingga tetap aktif melawan sejumlah besar isolat bakteri yang lazim saat ini. Salah satu dari senyawa-senyawa antibiotik lama itu adalah asam fusidat.<ref>ME Falagas. ''Potential of old-generation antibiotics to address current need for new antibiotics''. ''Expert Rev Anti Infect Ther''. 2008. Vol. 6 (5). hlm. 593–600. doi:10.1586/14787210.6.5.593.</ref>


== Asal-usul ==
== Asal-usul ==
Asam fusidat berasal dari fungus ''[[Fusidium]] coccineum'' yang awalnya diisolasi dari kotoran monyet dan tersedia di pasaran sejak tahun 1962. Asam fusidat, yang merupakan agen anti-''[[Staphylococcus]]'' terakhir, muncul dalam periode yang sangat produktif pada awal tahun 1960-an berasal dari apa yang mungkin merupakan sumber antibiotik yang paling tidak terduga, yakni kotoran [[monyet jepang]]. Temuan ini dilakukan oleh para ilmuwan dalam sebuah perusahaan farmasi [[Denmark]] kecil, [[Leo Pharma]], di [[Ballerup|Ballerup, Denmark]], barat laut [[Kopenhagen]].
Asam fusidat berasal dari fungus ''[[Fusidium]] coccineum'' yang awalnya diisolasi dari kotoran monyet dan tersedia di pasaran sejak tahun 1962.<ref>Prashant B Musmade, Anil Tumkur, M. Trilok, and K. L. Bairy. [https://pdfs.semanticscholar.org/8bab/25d09278b227c6fff6095bfa94910512314f.pdf Fusidic Acid - Topical Antimicrobial in The Management of Staphylococcus Aureus]. ''International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences''. 9 Oktober 2013. Vol. 5, Suppl 4, 2013.</ref> Asam fusidat, yang merupakan agen anti-''[[Staphylococcus]]'' terakhir, muncul dalam periode yang sangat produktif pada awal tahun 1960-an berasal dari apa yang mungkin merupakan sumber antibiotik yang paling tidak terduga, yakni kotoran [[monyet jepang]]. Temuan ini dilakukan oleh para ilmuwan dalam sebuah perusahaan farmasi [[Denmark]] kecil, [[Leo Pharma]], di [[Ballerup|Ballerup, Denmark]], barat laut [[Kopenhagen]].<ref>David Greenwood. [https://books.google.co.id/books?id=i4_FZHmzjzwC&pg=PA245#v=onepage&q&f=false Antimicrobial Drugs: Chronicle of a Twentieth Century Medical Triumph]. Oxford University Press. 2008. hlm. 245. ISBN 978-0-19-953484-5.</ref>


Penemuan asam fusidat tahun 1960 merupakan suatu kebetulan. Kelompok penelitian tersebut sedang mencari enzim fungus yang akan menghilangkan rantai samping dari [[penisilin]] untuk memberikan struktur dasar yang diperlukan untuk pembuatan penisilin semisintetis. Sebagai bagian dari investigasi, strain fungi yang masuk genus ''[[Fusarium]]'' dibeli dari koleksi kultur tipe [[Belanda]], [[Institut Westerdijk|Centraalbureau voor Schimmelcultures]], di [[Baarn]], Belanda. Dalam daftar katalog Baarn menurut abjad, ''Fusarium'' diikuti oleh ''Fusidium'', salah satu spesiesnya adalah ''Fusidum coccineum''.
Penemuan asam fusidat tahun 1960 merupakan suatu kebetulan. Kelompok penelitian tersebut sedang mencari enzim fungus yang akan menghilangkan rantai samping dari [[penisilin]] untuk memberikan struktur dasar yang diperlukan untuk pembuatan penisilin semisintetis. Sebagai bagian dari investigasi, strain fungi yang masuk genus ''[[Fusarium]]'' dibeli dari koleksi kultur tipe [[Belanda]], [[Institut Westerdijk|Centraalbureau voor Schimmelcultures]], di [[Baarn]], Belanda. Dalam daftar katalog Baarn menurut abjad, ''Fusarium'' diikuti oleh ''Fusidium'', salah satu spesiesnya adalah ''Fusidum coccineum''.<ref>David Greenwood. [https://books.google.co.id/books?id=i4_FZHmzjzwC&pg=PA245#v=onepage&q&f=false Antimicrobial Drugs: Chronicle of a Twentieth Century Medical Triumph]. Oxford University Press. 2008. hlm. 245. ISBN 978-0-19-953484-5.</ref>


Ketika spesies ini dibeli—kelihatannya karena kesalahan atau keputusan yang mendadak—dan diuji, ditemukan tidak cocok sebagai sumber enzim yang dicari oleh para ahli kimia, tetapi pengujian rutin secara tak terduga menunjukkan aktivitas anti-''Staphlococcus'' yang kuat. ''Fusidum coccineum'' awalnya telah diisolasi pada tahun 1953 oleh ahli [[mikologi]] Jepang [[Keisuke Tubaki]] dari kotoran monyet liar yang ditangkap di [[Settu, Jepang]]. Namun, saat itu belum diketahui sebagai penghasil antibiotik. Ironisnya fungus ini kemudian direklasifikasi dan telah dideskripsikan sejak tahun 1971 dalam koleksi Baarn menjadi ''Acremonium fusidioides'', jauh dari ''Fusarium'' menurut abjad.
Ketika spesies ini dibeli—kelihatannya karena kesalahan atau keputusan yang mendadak—dan diuji, ditemukan tidak cocok sebagai sumber enzim yang dicari oleh para ahli kimia, tetapi pengujian rutin secara tak terduga menunjukkan aktivitas anti-''Staphlococcus'' yang kuat. ''Fusidum coccineum'' awalnya telah diisolasi pada tahun 1953 oleh ahli [[mikologi]] Jepang [[Keisuke Tubaki]] dari kotoran monyet liar yang ditangkap di [[Settu, Jepang]]. Namun, saat itu belum diketahui sebagai penghasil antibiotik. Ironisnya fungus ini kemudian direklasifikasi dan telah dideskripsikan sejak tahun 1971 dalam koleksi Baarn menjadi ''Acremonium fusidioides'', jauh dari ''Fusarium'' menurut abjad.<ref>David Greenwood. [https://books.google.co.id/books?id=i4_FZHmzjzwC&pg=PA245#v=onepage&q&f=false Antimicrobial Drugs: Chronicle of a Twentieth Century Medical Triumph]. Oxford University Press. 2008. hlm. 245. ISBN 978-0-19-953484-5.</ref>


== Mekanisme kerja ==
== Mekanisme kerja ==
Asam fusidat membantu mencegah pertumbuhan bakteri selagi sistem kekebalan membersihkan infeksi. Asam fusidat bekerja dengan mengganggu [[sintesis protein]] bakteri, khususnya dengan mencegah translokasi [[faktor elongasi G]] (EF-G) dari [[ribosom]]. Hal ini juga dapat menghambat enzim [[kloramfenikol asetiltransferase]]. Natrium fusidat, bentuk garam dari asam fusidat juga memiliki mekanisme aksi yang sama.
Asam fusidat membantu mencegah pertumbuhan bakteri selagi sistem kekebalan membersihkan infeksi. Asam fusidat bekerja dengan mengganggu [[sintesis protein]] bakteri, khususnya dengan mencegah translokasi [[faktor elongasi G]] (EF-G) dari [[ribosom]]. Hal ini juga dapat menghambat enzim [[kloramfenikol asetiltransferase]].<ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB02703 Fusidic acid]. DrugBank.ca.</ref> Natrium fusidat, bentuk garam dari asam fusidat juga memiliki mekanisme aksi yang sama.<ref>[https://www.honestdocs.id/fusidic-acid Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping]. HonestDocs. 21 Januari 2020.</ref>


Asam fusidat bersifat [[bakteriostatik]] karena tidak membunuh bakteri yang menyerang, tetapi hanya menghambat sintesis protein bakteri dengan menghalangi [[translasi (genetik)|translasi]].
Asam fusidat bersifat [[bakteriostatik]] karena tidak membunuh bakteri yang menyerang, tetapi hanya menghambat sintesis protein bakteri dengan menghalangi [[translasi (genetik)|translasi]].<ref>[https://microdok.com/fusidic-acid-its-mechanism-of-action/ Fusidic acid & its mechanism of action]. MicroDok.</ref>


== Penggunaan medis ==
== Penggunaan medis ==
Asam fusidat sering digunakan secara klinis dalam bentuk garam natriumnya yang dikenal sebagai natrium fusidat. Nama-nama kimia lain untuk asam fusidat meliputi ''Fusidine'', ''Ramycin'', ''Fucithalmic'', dan ''Fucidin acid''. Natrium fusidat adalah bahan aktif utama asam fusidat, yang merupakan turunan asam fusidat dan biasanya ditemukan dalam bahan salep.
Asam fusidat sering digunakan secara klinis dalam bentuk garam natriumnya yang dikenal sebagai natrium fusidat. Nama-nama kimia lain untuk asam fusidat meliputi ''Fusidine'', ''Ramycin'', ''Fucithalmic'', dan ''Fucidin acid''.<ref>[https://microdok.com/fusidic-acid-its-mechanism-of-action/ Fusidic acid & its mechanism of action]. MicroDok.</ref> Natrium fusidat adalah bahan aktif utama asam fusidat, yang merupakan turunan asam fusidat dan biasanya ditemukan dalam bahan salep.<ref>[https://hellosehat.com/obatan-suplemen/obat/asam-fusidat-fusidic-acid/ Asam Fusidat (Fusidic Acid)]. Hello Sehat. 11 Mei 2020.</ref><ref>[https://microdok.com/fusidic-acid-its-mechanism-of-action/ Fusidic acid & its mechanism of action]. MicroDok.</ref>


Penggunaan asam fusidat adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh [[gram-positif|bakteri gram positif]] seperti ''[[Staphylococcus]]'', ''[[Streptococcus]]'', ''[[Corynebacterium]]'', dan sebagian besar ''[[Clostridium]]''. Selain itu, juga termasuk sebagian besar ''Staphylococcus'' [[koagulase|koagulase-positif]], [[galur (mikrobiologi)|galur]] ''[[Staphylococcus aureus]]'' yang resistan terhadap [[metisilin]], dan spesies dari ''[[Corynebacterium]]''.
Penggunaan asam fusidat adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh [[gram-positif|bakteri gram positif]] seperti ''[[Staphylococcus]]'', ''[[Streptococcus]]'', ''[[Corynebacterium]]'', dan sebagian besar ''[[Clostridium]]''.<ref>[https://www.honestdocs.id/fusidic-acid Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping]. HonestDocs. 21 Januari 2020.</ref> Selain itu, juga termasuk sebagian besar ''Staphylococcus'' [[koagulase|koagulase-positif]], [[galur (mikrobiologi)|galur]] ''[[Staphylococcus aureus]]'' yang resistan terhadap [[metisilin]], dan spesies dari ''[[Corynebacterium]]''.<ref>[https://microdok.com/fusidic-acid-its-mechanism-of-action/ Fusidic acid & its mechanism of action]. MicroDok.</ref>


Penggunaan asam fusidat dalam sediaan salep, krim, dan gel terutama untuk pengobatan infeksi kulit dan jaringan lunak yang ringan sampai sedang, misalnya [[impetigo|impetigo kontagiosa]], [[folikulitis|folikullitis superfisial]], [[eritrasma]], [[furunkulosis]], [[abses]], [[paronikia]], [[sikosis vulgaris|sikosis barbae]], ''hidradenitis axillaris'', dan luka traumatis yang terinfeksi. Sediaan dalam bentuk tetes mata digunakan untuk mengobati [[konjungtivitis]]. Sementara untuk pengobatan infeksi parah dan mencakup area tubuh yang luas, digunakan sediaan oral dalam bentuk [[tablet]] atau [[suspensi]] dan melalui [[penyuntikan|suntikan]].
Penggunaan asam fusidat dalam sediaan salep, krim, dan gel terutama untuk pengobatan infeksi kulit dan jaringan lunak yang ringan sampai sedang, misalnya [[impetigo|impetigo kontagiosa]], [[folikulitis|folikullitis superfisial]], [[eritrasma]], [[furunkulosis]], [[abses]], [[paronikia]], [[sikosis vulgaris|sikosis barbae]], ''hidradenitis axillaris'', dan luka traumatis yang terinfeksi. Sediaan dalam bentuk tetes mata digunakan untuk mengobati [[konjungtivitis]]. Sementara untuk pengobatan infeksi parah dan mencakup area tubuh yang luas, digunakan sediaan oral dalam bentuk [[tablet]] atau [[suspensi]] dan melalui [[penyuntikan|suntikan]].<ref>[https://www.honestdocs.id/fusidic-acid Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping]. HonestDocs. 21 Januari 2020.</ref>


Biasanya krim atau salep asam fusidat dioleskan tiga atau empat kali sehari sementara tetes mata asam fusidat digunakan dua kali sehari.
Biasanya krim atau salep asam fusidat dioleskan tiga atau empat kali sehari sementara tetes mata asam fusidat digunakan dua kali sehari.<ref>[https://www.nhs.uk/medicines/fusidic-acid/ Fusidic acid]. NHS.uk.</ref>


Di Indonesia, obat oles dalam bentuk krim yang mengandung asam fusidat dipasarkan dengan nama ''Futaderm'', diproduksi oleh [[Interbat|PT Interbat]].
Di Indonesia, obat oles dalam bentuk krim yang mengandung asam fusidat dipasarkan dengan nama ''Futaderm'', diproduksi oleh [[Interbat|PT Interbat]].<ref>[https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/futaderm-cream-10-g FUTADERM CREAM 10 G]. Halodoc.</ref>


== Efek samping ==
== Efek samping ==
Efek samping yang paling umum dari tetes mata asam fusidic adalah mata kering, sakit, gatal, atau menyengat, serta kemungkinan terjadi penglihatan kabur. Tidak lazim terjadi efek samping penggunaan krim atau salep asam fusidat, tetapi beberapa orang mengalami iritasi kulit pada bagian kulit yang dioles.
Efek samping yang paling umum dari tetes mata asam fusidic adalah mata kering, sakit, gatal, atau menyengat, serta kemungkinan terjadi penglihatan kabur. Tidak lazim terjadi efek samping penggunaan krim atau salep asam fusidat, tetapi beberapa orang mengalami iritasi kulit pada bagian kulit yang dioles.<ref>[https://www.nhs.uk/medicines/fusidic-acid/ Fusidic acid]. NHS.uk.</ref>
 
Efek samping penggunaan asam fusidat dalam bentuk sediaan oral dan suntikan yang jarang terjadi adalah seperti kelelahan atau kelemahan yang tidak lazim, dan mata atau kulit kuning. Beberapa efek samping mungkin terjadi yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis. Efek samping ini dapat hilang selama perawatan karena tubuh menyesuaikan diri dengan obat.
 
Efek samping lainnya yang kurang lazim dari penggunaan asam fusidat dalam bentuk sediaan oral dan suntikan antara lain kehilangan selera makan, [[mual]], sakit perut, peningkatan gerakan usus, dan tinja yang lembek.


== Referensi ==
Efek samping penggunaan asam fusidat dalam bentuk sediaan oral dan suntikan yang jarang terjadi adalah seperti kelelahan atau kelemahan yang tidak lazim, dan mata atau kulit kuning. Beberapa efek samping mungkin terjadi yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis. Efek samping ini dapat hilang selama perawatan karena tubuh menyesuaikan diri dengan obat.<ref>[https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fusidic-acid-oral-route-injection-route/side-effects/drg-20067601 Fusidic Acid (Oral Route, Injection Route)]. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER).</ref>


Efek samping lainnya yang kurang lazim dari penggunaan asam fusidat dalam bentuk sediaan oral dan suntikan antara lain kehilangan selera makan, [[mual]], sakit perut, peningkatan gerakan usus, dan tinja yang lembek.<ref>[https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fusidic-acid-oral-route-injection-route/side-effects/drg-20067601 Fusidic Acid (Oral Route, Injection Route)]. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER).</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.ebi.ac.uk/pdbe-srv/PDBeXplore/ligand/?ligand=FUA Fusidic acid bound to proteins] in the [[Protein Data Bank|PDB]]
* [http://www.ebi.ac.uk/pdbe-srv/PDBeXplore/ligand/?ligand=FUA Fusidic acid bound to proteins] in the [[Protein Data Bank|PDB]]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+fusidat&oldid=27827477 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27827477 (2025-09-15T14:49:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+fusidat&oldid=27827477 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27827477 (2025-09-15T14:49:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.19

Berkas:Fusidic acid structure.svg
Fusidic acid structure

Asam fusidat[1] adalah sejenis antibiotik bakteriostatik yang bisa digunakan secara topikal dalam bentuk sediaan krim, salep, gel, dan tetes mata, serta bisa juga diberikan secara sistemik dalam bentuk tablet atau suntikan.[2][3]

Munculnya masalah signifikan karena meningkatnya resistansi antimikroba, komunitas ilmiah global telah berusaha untuk menemukan solusi alternatif, salah satu yang paling menjanjikan adalah evaluasi dan penggunaan senyawa-senyawa antibiotik lama. Hal ini dikarenakan penggunaan rendah dari banyak senyawa antibiotik lama, sehingga tetap aktif melawan sejumlah besar isolat bakteri yang lazim saat ini. Salah satu dari senyawa-senyawa antibiotik lama itu adalah asam fusidat.[4]

Asal-usul

Asam fusidat berasal dari fungus Fusidium coccineum yang awalnya diisolasi dari kotoran monyet dan tersedia di pasaran sejak tahun 1962.[5] Asam fusidat, yang merupakan agen anti-Staphylococcus terakhir, muncul dalam periode yang sangat produktif pada awal tahun 1960-an berasal dari apa yang mungkin merupakan sumber antibiotik yang paling tidak terduga, yakni kotoran monyet jepang. Temuan ini dilakukan oleh para ilmuwan dalam sebuah perusahaan farmasi Denmark kecil, Leo Pharma, di Ballerup, Denmark, barat laut Kopenhagen.[6]

Penemuan asam fusidat tahun 1960 merupakan suatu kebetulan. Kelompok penelitian tersebut sedang mencari enzim fungus yang akan menghilangkan rantai samping dari penisilin untuk memberikan struktur dasar yang diperlukan untuk pembuatan penisilin semisintetis. Sebagai bagian dari investigasi, strain fungi yang masuk genus Fusarium dibeli dari koleksi kultur tipe Belanda, Centraalbureau voor Schimmelcultures, di Baarn, Belanda. Dalam daftar katalog Baarn menurut abjad, Fusarium diikuti oleh Fusidium, salah satu spesiesnya adalah Fusidum coccineum.[7]

Ketika spesies ini dibeli—kelihatannya karena kesalahan atau keputusan yang mendadak—dan diuji, ditemukan tidak cocok sebagai sumber enzim yang dicari oleh para ahli kimia, tetapi pengujian rutin secara tak terduga menunjukkan aktivitas anti-Staphlococcus yang kuat. Fusidum coccineum awalnya telah diisolasi pada tahun 1953 oleh ahli mikologi Jepang Keisuke Tubaki dari kotoran monyet liar yang ditangkap di Settu, Jepang. Namun, saat itu belum diketahui sebagai penghasil antibiotik. Ironisnya fungus ini kemudian direklasifikasi dan telah dideskripsikan sejak tahun 1971 dalam koleksi Baarn menjadi Acremonium fusidioides, jauh dari Fusarium menurut abjad.[8]

Mekanisme kerja

Asam fusidat membantu mencegah pertumbuhan bakteri selagi sistem kekebalan membersihkan infeksi. Asam fusidat bekerja dengan mengganggu sintesis protein bakteri, khususnya dengan mencegah translokasi faktor elongasi G (EF-G) dari ribosom. Hal ini juga dapat menghambat enzim kloramfenikol asetiltransferase.[9] Natrium fusidat, bentuk garam dari asam fusidat juga memiliki mekanisme aksi yang sama.[10]

Asam fusidat bersifat bakteriostatik karena tidak membunuh bakteri yang menyerang, tetapi hanya menghambat sintesis protein bakteri dengan menghalangi translasi.[11]

Penggunaan medis

Asam fusidat sering digunakan secara klinis dalam bentuk garam natriumnya yang dikenal sebagai natrium fusidat. Nama-nama kimia lain untuk asam fusidat meliputi Fusidine, Ramycin, Fucithalmic, dan Fucidin acid.[12] Natrium fusidat adalah bahan aktif utama asam fusidat, yang merupakan turunan asam fusidat dan biasanya ditemukan dalam bahan salep.[13][14]

Penggunaan asam fusidat adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus, Streptococcus, Corynebacterium, dan sebagian besar Clostridium.[15] Selain itu, juga termasuk sebagian besar Staphylococcus koagulase-positif, galur Staphylococcus aureus yang resistan terhadap metisilin, dan spesies dari Corynebacterium.[16]

Penggunaan asam fusidat dalam sediaan salep, krim, dan gel terutama untuk pengobatan infeksi kulit dan jaringan lunak yang ringan sampai sedang, misalnya impetigo kontagiosa, folikullitis superfisial, eritrasma, furunkulosis, abses, paronikia, sikosis barbae, hidradenitis axillaris, dan luka traumatis yang terinfeksi. Sediaan dalam bentuk tetes mata digunakan untuk mengobati konjungtivitis. Sementara untuk pengobatan infeksi parah dan mencakup area tubuh yang luas, digunakan sediaan oral dalam bentuk tablet atau suspensi dan melalui suntikan.[17]

Biasanya krim atau salep asam fusidat dioleskan tiga atau empat kali sehari sementara tetes mata asam fusidat digunakan dua kali sehari.[18]

Di Indonesia, obat oles dalam bentuk krim yang mengandung asam fusidat dipasarkan dengan nama Futaderm, diproduksi oleh PT Interbat.[19]

Efek samping

Efek samping yang paling umum dari tetes mata asam fusidic adalah mata kering, sakit, gatal, atau menyengat, serta kemungkinan terjadi penglihatan kabur. Tidak lazim terjadi efek samping penggunaan krim atau salep asam fusidat, tetapi beberapa orang mengalami iritasi kulit pada bagian kulit yang dioles.[20]

Efek samping penggunaan asam fusidat dalam bentuk sediaan oral dan suntikan yang jarang terjadi adalah seperti kelelahan atau kelemahan yang tidak lazim, dan mata atau kulit kuning. Beberapa efek samping mungkin terjadi yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis. Efek samping ini dapat hilang selama perawatan karena tubuh menyesuaikan diri dengan obat.[21]

Efek samping lainnya yang kurang lazim dari penggunaan asam fusidat dalam bentuk sediaan oral dan suntikan antara lain kehilangan selera makan, mual, sakit perut, peningkatan gerakan usus, dan tinja yang lembek.[22]

Pranala luar

Referensi

  1. Asam Fusidat (Fusidic Acid). Hello Sehat. 11 Mei 2020.
  2. Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping. HonestDocs. 21 Januari 2020.
  3. Fusidic acid. DrugBank.ca.
  4. ME Falagas. Potential of old-generation antibiotics to address current need for new antibiotics. Expert Rev Anti Infect Ther. 2008. Vol. 6 (5). hlm. 593–600. doi:10.1586/14787210.6.5.593.
  5. Prashant B Musmade, Anil Tumkur, M. Trilok, and K. L. Bairy. Fusidic Acid - Topical Antimicrobial in The Management of Staphylococcus Aureus. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 9 Oktober 2013. Vol. 5, Suppl 4, 2013.
  6. David Greenwood. Antimicrobial Drugs: Chronicle of a Twentieth Century Medical Triumph. Oxford University Press. 2008. hlm. 245. ISBN 978-0-19-953484-5.
  7. David Greenwood. Antimicrobial Drugs: Chronicle of a Twentieth Century Medical Triumph. Oxford University Press. 2008. hlm. 245. ISBN 978-0-19-953484-5.
  8. David Greenwood. Antimicrobial Drugs: Chronicle of a Twentieth Century Medical Triumph. Oxford University Press. 2008. hlm. 245. ISBN 978-0-19-953484-5.
  9. Fusidic acid. DrugBank.ca.
  10. Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping. HonestDocs. 21 Januari 2020.
  11. Fusidic acid & its mechanism of action. MicroDok.
  12. Fusidic acid & its mechanism of action. MicroDok.
  13. Asam Fusidat (Fusidic Acid). Hello Sehat. 11 Mei 2020.
  14. Fusidic acid & its mechanism of action. MicroDok.
  15. Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping. HonestDocs. 21 Januari 2020.
  16. Fusidic acid & its mechanism of action. MicroDok.
  17. Fusidic Acid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping. HonestDocs. 21 Januari 2020.
  18. Fusidic acid. NHS.uk.
  19. FUTADERM CREAM 10 G. Halodoc.
  20. Fusidic acid. NHS.uk.
  21. Fusidic Acid (Oral Route, Injection Route). Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER).
  22. Fusidic Acid (Oral Route, Injection Route). Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER).

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27827477 (2025-09-15T14:49:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.