Lompat ke isi

Asam eikosapentaenoat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28734500; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Asam eikosapentaenoat''' ([[Bahasa Inggris]]: ''eicosapentaenoic acid'', disingkat '''EPA''') merupakan salah satu [[asam lemak omega-3]] esensial.
[[File:Omega-3-Säureenethylester_90.svg|thumb|right|280px|Omega-3-Säureenethylester 90]]
Asam eikosapentanoat disebut juga asam timnodonat. Berdasarkan struktur kimianya, asam eikosapentanoat merupakan asam karboksilat yang memiliki 20 rantai karbon dan lima ikatan ganda ''cis''(Collins, 2010).


Asam eikosapentanoat (20;5 ; n-3) adalah asam lemak omega-3 tidak jenuh yang penting dalam [[metabolisme]]. Asam lemak ini memiliki peran yang sangat penting dalam regulasi kardiovaskuler, [[pencernaan]], dan kekebalan tubuh mamalia (Dyal dkk,2005). Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular, [[kanker]], [[alzheimer]], dan [[schizofrenia]].
'''Asam eikosapentaenoat''' ([[Bahasa Inggris]]: ''eicosapentaenoic acid'', disingkat '''EPA''') merupakan salah satu [[asam lemak omega-3]] esensial.<ref>Collins,J.J. ''Omega-3 essential fatty acids''. Nutrinews. Vol. 8: 112-116.</ref>
Asam eikosapentanoat disebut juga asam timnodonat.<ref>Collins,J.J. ''Omega-3 essential fatty acids''. Nutrinews. Vol. 8: 112-116.</ref> Berdasarkan struktur kimianya, asam eikosapentanoat merupakan asam karboksilat yang memiliki 20 rantai karbon dan lima ikatan ganda ''cis''(Collins, 2010).<ref>Collins,J.J. ''Omega-3 essential fatty acids''. Nutrinews. Vol. 8: 112-116.</ref>


Sebagai lemak esensial bagi manusia, asam eikosapentanoat dibutuhkan sekitar 220&nbsp;mg per harinya (Boelsma dkk,2001). Akan tetapi, karena manusia tidak mampu memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah cukup melalui proses [[elongasi]] dan [[denaturasi]] rantai asam lemak yang lebih pendek, maka untuk mencukupi kebutuhan [[asam lemak]] ini peru dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.
Asam eikosapentanoat (20;5 ; n-3) adalah asam lemak omega-3 tidak jenuh yang penting dalam [[metabolisme]].<ref>Dyal,S.D dkk. ''Maximizing the production of gamma linolenic acid in mortiriella ramanniana as a function of pH,temperature and carbon source, nitrogen source, metal ions and oil supplementation''. Food research international. Vol. 38:815-829.</ref> Asam lemak ini memiliki peran yang sangat penting dalam regulasi kardiovaskuler, [[pencernaan]], dan kekebalan tubuh mamalia (Dyal dkk,2005).<ref>Dyal,S.D dkk. ''Maximizing the production of gamma linolenic acid in mortiriella ramanniana as a function of pH,temperature and carbon source, nitrogen source, metal ions and oil supplementation''. Food research international. Vol. 38:815-829.</ref> Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular, [[kanker]], [[alzheimer]], dan [[schizofrenia]].<ref>Dyal,S.D dkk. ''Maximizing the production of gamma linolenic acid in mortiriella ramanniana as a function of pH,temperature and carbon source, nitrogen source, metal ions and oil supplementation''. Food research international. Vol. 38:815-829.</ref>
 
Sebagai lemak esensial bagi manusia, asam eikosapentanoat dibutuhkan sekitar 220&nbsp;mg per harinya (Boelsma dkk,2001).<ref>Boelsma,E., Hendrik,H.F., Roza, L. ''Polyunsaturated fatty acids, dieting, intake and health effect''. Nutrition. Vol. 58: 98-108.</ref> Akan tetapi, karena manusia tidak mampu memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah cukup melalui proses [[elongasi]] dan [[denaturasi]] rantai asam lemak yang lebih pendek, maka untuk mencukupi kebutuhan [[asam lemak]] ini peru dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.<ref>Boelsma,E., Hendrik,H.F., Roza, L. ''Polyunsaturated fatty acids, dieting, intake and health effect''. Nutrition. Vol. 58: 98-108.</ref>


== Sumber Asam Eikosapentanoat ==
== Sumber Asam Eikosapentanoat ==
=== Minyak Ikan ===
=== Minyak Ikan ===
Saat ini, sumber utama asam eikosapentanoat adalah [[minyak ikan]].<ref>Gunstone,F.D. ''Fatty Acid and Lipid Chemistry''. Chapmann.</ref> Ikan Mackerel, [[sarden]], dan [[hering]] merupakan sumber utama dalam produksi asam eikosapentanoat dan [[asam dokosaheksanoat]] secara komersial (Gunstone, 1996).<ref>Gunstone,F.D. ''Fatty Acid and Lipid Chemistry''. Chapmann.</ref> Komposisi dan kuantitas asam lemak pada ikan tergantung pada spesies, musim dan lokasi geografis (shene dkk, 2010).<ref>Shene,C.,Leyton.,dkk. ''Microbial oil and fatty acids: effect of carbon source on docosahexanoic acid production''. Journal of fermentation and bioengineering. Vol. 85: 702-709.</ref> Minyak ikan yang menggunakan sumber utama dari asam eikosapentanoat yang tersedia luas, dapat dikonsumsi dalam bentuk ikan matang, kapsul minyak ikan atau makanan dengan tambahan minyak ikan (Alonso dan Maroto, 2000).<ref>Alonso,D dan F.G Maroto. ''Plants as "Chemical Factories" fpr the production of polyunsaturated fatty acid''. Biotechnology advanced. Vol. 18: 481-497.</ref>


Saat ini, sumber utama asam eikosapentanoat adalah [[minyak ikan]]. Ikan Mackerel, [[sarden]], dan [[hering]] merupakan sumber utama dalam produksi asam eikosapentanoat dan [[asam dokosaheksanoat]] secara komersial (Gunstone, 1996). Komposisi dan kuantitas asam lemak pada ikan tergantung pada spesies, musim dan lokasi geografis (shene dkk, 2010). Minyak ikan yang menggunakan sumber utama dari asam eikosapentanoat yang tersedia luas, dapat dikonsumsi dalam bentuk ikan matang, kapsul minyak ikan atau makanan dengan tambahan minyak ikan (Alonso dan Maroto, 2000).
Sejak 1984, produksi minyak ikan menjadi stabil, dengan rata-rata produksi tahunan hanya mencapai 1,3 juta ton, namun permintaan terhadap minyak ikan terus meningkat dan meningkatkan harga untuk komoditas ini (Tocher, 2009).<ref>Tocher, D. R. ''Issues sorrounding fish as a source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids''. Lipid Technology. Vol. 21: 13-16.</ref> Seiring dengan meningkatnya permintaan dan ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan tersebut, maka diperlukan usaha untuk mencari cara alternatif untuk memproduksi asam lemak omega-3 ini.<ref>Tocher, D. R. ''Issues sorrounding fish as a source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids''. Lipid Technology. Vol. 21: 13-16.</ref>
 
Sejak 1984, produksi minyak ikan menjadi stabil, dengan rata-rata produksi tahunan hanya mencapai 1,3 juta ton, namun permintaan terhadap minyak ikan terus meningkat dan meningkatkan harga untuk komoditas ini (Tocher, 2009). Seiring dengan meningkatnya permintaan dan ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan tersebut, maka diperlukan usaha untuk mencari cara alternatif untuk memproduksi asam lemak omega-3 ini.


=== Tanaman Transgenik ===
=== Tanaman Transgenik ===
 
[[Tanaman Transgenik]] dapat menjadi sumber asam eikosapentanoat alternatif.<ref>Tocher, D. R. ''Issues sorrounding fish as a source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids''. Lipid Technology. Vol. 21: 13-16.</ref> Robert dkk (2005) menemukan satu set [[gen]] yang berhubungan dengan [[elongasi]] dan [[denaturasi]] asam lemak pada ''Arabidopsis thaliana''.<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref> [[Ekspresi gen]] ini erat hubunganya dengan sintesis asam eikosapentanoat dan dokoseksanoat, yang ditemukan pada biji-bijian.<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref> Penelitian mengenai asam eikosapentanoat pada ''Arabidopsis thaliana'' ditemukan kandungan asam eikosapentanoat pada daun tumbuhan (Qi dkk, 2004).<ref>Qi et.,al. ''Production of very long chain polysaturated omega-3 and omega-6 fatty acids in plants''. Nature Biotechnology. Vol. 22: 739-745.</ref>
[[Tanaman Transgenik]] dapat menjadi sumber asam eikosapentanoat alternatif. Robert dkk (2005) menemukan satu set [[gen]] yang berhubungan dengan [[elongasi]] dan [[denaturasi]] asam lemak pada ''Arabidopsis thaliana''. [[Ekspresi gen]] ini erat hubunganya dengan sintesis asam eikosapentanoat dan dokoseksanoat, yang ditemukan pada biji-bijian. Penelitian mengenai asam eikosapentanoat pada ''Arabidopsis thaliana'' ditemukan kandungan asam eikosapentanoat pada daun tumbuhan (Qi dkk, 2004).


=== Hewan Transgenik ===
=== Hewan Transgenik ===
Hewan Transgenik juga dapat menjadi sumber asam eikosapentanoat alternatif. Pada umumnya, daging hanya mengandung asam eikosapentanoat dalam jumlah kecil tetapi dewasa ini telah ditemukan bahwa daging hewan transgenik mengandung asam lemak omega-3, khususya asam eikosapentanoat, dalam jumlah lebih tinggi (Zhu dkk.,2008). Ditemukan bahwa [[babi]] transgenik memiliki gen ''fat-I'' yang berperan dalam perubahan [[asam lemak omega-6]] menjadi asam lemak omega-3. Tanaman dan hewan transgenik merupakan sumber eikosapentanoat yang menjanjikan, tetapi hingga saat ini konsumsi tanaman maupun hewan transgenik masih terus diperdebatkan (Ethier,2010).
Hewan Transgenik juga dapat menjadi sumber asam eikosapentanoat alternatif.<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref> Pada umumnya, daging hanya mengandung asam eikosapentanoat dalam jumlah kecil tetapi dewasa ini telah ditemukan bahwa daging hewan transgenik mengandung asam lemak omega-3, khususya asam eikosapentanoat, dalam jumlah lebih tinggi (Zhu dkk.,2008).<ref>Qi et.,al. ''Production of very long chain polysaturated omega-3 and omega-6 fatty acids in plants''. Nature Biotechnology. Vol. 22: 739-745.</ref> Ditemukan bahwa [[babi]] transgenik memiliki gen ''fat-I'' yang berperan dalam perubahan [[asam lemak omega-6]] menjadi asam lemak omega-3.<ref>Ethier,A.E. ''Producing omega-3 polyunsaturated fatty acids from biodiesel waste glycerol by microalgae fermentation''. Virgina Polytectic Institute. Vol. 32: 473-479.</ref> Tanaman dan hewan transgenik merupakan sumber eikosapentanoat yang menjanjikan, tetapi hingga saat ini konsumsi tanaman maupun hewan transgenik masih terus diperdebatkan (Ethier,2010).<ref>Ethier,A.E. ''Producing omega-3 polyunsaturated fatty acids from biodiesel waste glycerol by microalgae fermentation''. Virgina Polytectic Institute. Vol. 32: 473-479.</ref>


=== Mikroorganisme ===
=== Mikroorganisme ===
 
[[Mikroorganisme]] seperti [[alga]] atau [[jamur]], memiliki jalur [[biosintesis]] asam lemak omega-3 seperti asam eikosapentanoat.<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref> Mikroorganisme ini telah banyak dipelajari sebagai penghasil asam lemak potensial.<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref> Asam lemak dari mikroorganisme dapat diekstraksi dan dimanfaatkan sebagai makana tambahan (Yang dkk.,2012).<ref>Yang, F et.,al. ''Value-added uses for crude glycerol-a byproduct of biodiesel production''. Biotechnology for biofuels. Vol. 5: 13.</ref> Asam eikosapentanoat yang dihasilkan oleh mikroorganisme melalui [[fermentasi]] dapat menjadi sumber alternatif asam eikosapentanoat yang baik dan terbarukan.<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref> Mikroorganisme yang menjadi sumber utama dari asam eikosapentanoat adalah alga, jamur, dan [[bakteri]](Gonzalez-Baro dan Pollero, 1998).<ref>Gonzalez-Baro et.,al. ''Fatty acid metabolism of Macrobrachium borelli: dietari origin of arachidonic and eicosapentanoic acids''. Comparative physiology. Vol. 119: 747-752.</ref> Asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat yang dihasilkan bakteri terakumulasi di antara membran [[fosfolipid]] (Nishida dkk.,2007) dalam bentuk ''Cardiolipin'', ''Phospatidhyl glycerol'' dan ''Phospatidhyl ethanolamine'' (Freese dkk.,2009).<ref>Robert et.,al. ''Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil''. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.</ref>
 
[[Mikroorganisme]] seperti [[alga]] atau [[jamur]], memiliki jalur [[biosintesis]] asam lemak omega-3 seperti asam eikosapentanoat. Mikroorganisme ini telah banyak dipelajari sebagai penghasil asam lemak potensial. Asam lemak dari mikroorganisme dapat diekstraksi dan dimanfaatkan sebagai makana tambahan (Yang dkk.,2012). Asam eikosapentanoat yang dihasilkan oleh mikroorganisme melalui [[fermentasi]] dapat menjadi sumber alternatif asam eikosapentanoat yang baik dan terbarukan. Mikroorganisme yang menjadi sumber utama dari asam eikosapentanoat adalah alga, jamur, dan [[bakteri]](Gonzalez-Baro dan Pollero, 1998). Asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat yang dihasilkan bakteri terakumulasi di antara membran [[fosfolipid]] (Nishida dkk.,2007) dalam bentuk ''Cardiolipin'', ''Phospatidhyl glycerol'' dan ''Phospatidhyl ethanolamine'' (Freese dkk.,2009).


=== Kelebihan produksi asam eikosapentanoat dari mikroorganisme ===
=== Kelebihan produksi asam eikosapentanoat dari mikroorganisme ===
Kelebihan '''produksi asam eikosapentanoat''' dari mikroorganisme dibandingkan dengan minyak ikan, yaitu (Gill dan Valivety):
Kelebihan '''produksi asam eikosapentanoat''' dari mikroorganisme dibandingkan dengan minyak ikan, yaitu (Gill dan Valivety):<ref>Gill,I. dan Valivety,R. ''Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications''. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.</ref>
# Produksi dapat dimanipulasi sedemikian rupa agar menghasilkan produk dalam jumlah maksimal
# Produksi dapat dimanipulasi sedemikian rupa agar menghasilkan produk dalam jumlah maksimal
# Produksi asam lemak tidak tergantung pada iklim (misal. musim ikan berlimpah)
# Produksi asam lemak tidak tergantung pada iklim (misal. musim ikan berlimpah)
Baris 33: Baris 31:
# Mikroorganisme dapat hidup pada berbagai substrat termasuk pada sampah dan limbah
# Mikroorganisme dapat hidup pada berbagai substrat termasuk pada sampah dan limbah


Banyak [[alga]] [[laut]], seperti halnya [[fungi]] dapat memproduksi asam lemak omega-3 dalam jumlah signifikan.<ref>Gill,I. dan Valivety,R. ''Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications''. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.</ref> Alga ''Nitzschia'' spp., ''Nannochloropsis''spp., ''Navicula''spp., ''Phaeodactylum''spp., dan ''Porphyruidium''spp diidentifikasi mengandung asam eikosapentanoat dalam jumlah yang tinggi pada [[membran sel]]. Mayoritas alga ini bersifat [[autotrofik]] dan harus dibiakkan di dalam [[bioreaktor cahaya]], yang menjadikan biaya produksi menjadi sangat mahal (Ward dan Singh,2005).<ref>Gill,I. dan Valivety,R. ''Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications''. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.</ref>


Banyak [[alga]] [[laut]], seperti halnya [[fungi]] dapat memproduksi asam lemak omega-3 dalam jumlah signifikan. Alga ''Nitzschia'' spp., ''Nannochloropsis''spp., ''Navicula''spp., ''Phaeodactylum''spp., dan ''Porphyruidium''spp diidentifikasi mengandung asam eikosapentanoat dalam jumlah yang tinggi pada [[membran sel]]. Mayoritas alga ini bersifat [[autotrofik]] dan harus dibiakkan di dalam [[bioreaktor cahaya]], yang menjadikan biaya produksi menjadi sangat mahal (Ward dan Singh,2005).
Beberapa spesies alga seperti ''Nitschia lavis'' dapat memproduksi asam eikosapentanoat di bawah kondisi [[heterotrof]]ik.<ref>Gill,I. dan Valivety,R. ''Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications''. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.</ref> ''Crypthecodinium cohnii'' dan ''Schizochytrium''spp.<ref>Gill,I. dan Valivety,R. ''Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications''. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.</ref> dapat memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah tinggi dan telah dipelajari sebagai penghasil asam eikosapentanoat oleh banyak peneliti dan telah banyak digunakan secara komersial.<ref>Gill,I. dan Valivety,R. ''Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications''. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.</ref>
 
Beberapa spesies alga seperti ''Nitschia lavis'' dapat memproduksi asam eikosapentanoat di bawah kondisi [[heterotrof]]ik. ''Crypthecodinium cohnii'' dan ''Schizochytrium''spp. dapat memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah tinggi dan telah dipelajari sebagai penghasil asam eikosapentanoat oleh banyak peneliti dan telah banyak digunakan secara komersial.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+eikosapentaenoat&oldid=28734500 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28734500 (2025-12-24T08:47:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+eikosapentaenoat&oldid=28734500 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28734500 (2025-12-24T08:47:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.19

Omega-3-Säureenethylester 90

Asam eikosapentaenoat (Bahasa Inggris: eicosapentaenoic acid, disingkat EPA) merupakan salah satu asam lemak omega-3 esensial.[1] Asam eikosapentanoat disebut juga asam timnodonat.[2] Berdasarkan struktur kimianya, asam eikosapentanoat merupakan asam karboksilat yang memiliki 20 rantai karbon dan lima ikatan ganda cis(Collins, 2010).[3]

Asam eikosapentanoat (20;5 ; n-3) adalah asam lemak omega-3 tidak jenuh yang penting dalam metabolisme.[4] Asam lemak ini memiliki peran yang sangat penting dalam regulasi kardiovaskuler, pencernaan, dan kekebalan tubuh mamalia (Dyal dkk,2005).[5] Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular, kanker, alzheimer, dan schizofrenia.[6]

Sebagai lemak esensial bagi manusia, asam eikosapentanoat dibutuhkan sekitar 220 mg per harinya (Boelsma dkk,2001).[7] Akan tetapi, karena manusia tidak mampu memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah cukup melalui proses elongasi dan denaturasi rantai asam lemak yang lebih pendek, maka untuk mencukupi kebutuhan asam lemak ini peru dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.[8]

Sumber Asam Eikosapentanoat

Minyak Ikan

Saat ini, sumber utama asam eikosapentanoat adalah minyak ikan.[9] Ikan Mackerel, sarden, dan hering merupakan sumber utama dalam produksi asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat secara komersial (Gunstone, 1996).[10] Komposisi dan kuantitas asam lemak pada ikan tergantung pada spesies, musim dan lokasi geografis (shene dkk, 2010).[11] Minyak ikan yang menggunakan sumber utama dari asam eikosapentanoat yang tersedia luas, dapat dikonsumsi dalam bentuk ikan matang, kapsul minyak ikan atau makanan dengan tambahan minyak ikan (Alonso dan Maroto, 2000).[12]

Sejak 1984, produksi minyak ikan menjadi stabil, dengan rata-rata produksi tahunan hanya mencapai 1,3 juta ton, namun permintaan terhadap minyak ikan terus meningkat dan meningkatkan harga untuk komoditas ini (Tocher, 2009).[13] Seiring dengan meningkatnya permintaan dan ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan tersebut, maka diperlukan usaha untuk mencari cara alternatif untuk memproduksi asam lemak omega-3 ini.[14]

Tanaman Transgenik

Tanaman Transgenik dapat menjadi sumber asam eikosapentanoat alternatif.[15] Robert dkk (2005) menemukan satu set gen yang berhubungan dengan elongasi dan denaturasi asam lemak pada Arabidopsis thaliana.[16] Ekspresi gen ini erat hubunganya dengan sintesis asam eikosapentanoat dan dokoseksanoat, yang ditemukan pada biji-bijian.[17] Penelitian mengenai asam eikosapentanoat pada Arabidopsis thaliana ditemukan kandungan asam eikosapentanoat pada daun tumbuhan (Qi dkk, 2004).[18]

Hewan Transgenik

Hewan Transgenik juga dapat menjadi sumber asam eikosapentanoat alternatif.[19] Pada umumnya, daging hanya mengandung asam eikosapentanoat dalam jumlah kecil tetapi dewasa ini telah ditemukan bahwa daging hewan transgenik mengandung asam lemak omega-3, khususya asam eikosapentanoat, dalam jumlah lebih tinggi (Zhu dkk.,2008).[20] Ditemukan bahwa babi transgenik memiliki gen fat-I yang berperan dalam perubahan asam lemak omega-6 menjadi asam lemak omega-3.[21] Tanaman dan hewan transgenik merupakan sumber eikosapentanoat yang menjanjikan, tetapi hingga saat ini konsumsi tanaman maupun hewan transgenik masih terus diperdebatkan (Ethier,2010).[22]

Mikroorganisme

Mikroorganisme seperti alga atau jamur, memiliki jalur biosintesis asam lemak omega-3 seperti asam eikosapentanoat.[23] Mikroorganisme ini telah banyak dipelajari sebagai penghasil asam lemak potensial.[24] Asam lemak dari mikroorganisme dapat diekstraksi dan dimanfaatkan sebagai makana tambahan (Yang dkk.,2012).[25] Asam eikosapentanoat yang dihasilkan oleh mikroorganisme melalui fermentasi dapat menjadi sumber alternatif asam eikosapentanoat yang baik dan terbarukan.[26] Mikroorganisme yang menjadi sumber utama dari asam eikosapentanoat adalah alga, jamur, dan bakteri(Gonzalez-Baro dan Pollero, 1998).[27] Asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat yang dihasilkan bakteri terakumulasi di antara membran fosfolipid (Nishida dkk.,2007) dalam bentuk Cardiolipin, Phospatidhyl glycerol dan Phospatidhyl ethanolamine (Freese dkk.,2009).[28]

Kelebihan produksi asam eikosapentanoat dari mikroorganisme

Kelebihan produksi asam eikosapentanoat dari mikroorganisme dibandingkan dengan minyak ikan, yaitu (Gill dan Valivety):[29]

  1. Produksi dapat dimanipulasi sedemikian rupa agar menghasilkan produk dalam jumlah maksimal
  2. Produksi asam lemak tidak tergantung pada iklim (misal. musim ikan berlimpah)
  3. Bebas dari bau dan rasa yang tidak enak
  4. Produksi asam eikosapentanoat dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai jalur bioseintesis asam eikosapentanoat
  5. Mikroorganisme dapat hidup pada berbagai substrat termasuk pada sampah dan limbah

Banyak alga laut, seperti halnya fungi dapat memproduksi asam lemak omega-3 dalam jumlah signifikan.[30] Alga Nitzschia spp., Nannochloropsisspp., Naviculaspp., Phaeodactylumspp., dan Porphyruidiumspp diidentifikasi mengandung asam eikosapentanoat dalam jumlah yang tinggi pada membran sel. Mayoritas alga ini bersifat autotrofik dan harus dibiakkan di dalam bioreaktor cahaya, yang menjadikan biaya produksi menjadi sangat mahal (Ward dan Singh,2005).[31]

Beberapa spesies alga seperti Nitschia lavis dapat memproduksi asam eikosapentanoat di bawah kondisi heterotrofik.[32] Crypthecodinium cohnii dan Schizochytriumspp.[33] dapat memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah tinggi dan telah dipelajari sebagai penghasil asam eikosapentanoat oleh banyak peneliti dan telah banyak digunakan secara komersial.[34]

Referensi

  1. Collins,J.J. Omega-3 essential fatty acids. Nutrinews. Vol. 8: 112-116.
  2. Collins,J.J. Omega-3 essential fatty acids. Nutrinews. Vol. 8: 112-116.
  3. Collins,J.J. Omega-3 essential fatty acids. Nutrinews. Vol. 8: 112-116.
  4. Dyal,S.D dkk. Maximizing the production of gamma linolenic acid in mortiriella ramanniana as a function of pH,temperature and carbon source, nitrogen source, metal ions and oil supplementation. Food research international. Vol. 38:815-829.
  5. Dyal,S.D dkk. Maximizing the production of gamma linolenic acid in mortiriella ramanniana as a function of pH,temperature and carbon source, nitrogen source, metal ions and oil supplementation. Food research international. Vol. 38:815-829.
  6. Dyal,S.D dkk. Maximizing the production of gamma linolenic acid in mortiriella ramanniana as a function of pH,temperature and carbon source, nitrogen source, metal ions and oil supplementation. Food research international. Vol. 38:815-829.
  7. Boelsma,E., Hendrik,H.F., Roza, L. Polyunsaturated fatty acids, dieting, intake and health effect. Nutrition. Vol. 58: 98-108.
  8. Boelsma,E., Hendrik,H.F., Roza, L. Polyunsaturated fatty acids, dieting, intake and health effect. Nutrition. Vol. 58: 98-108.
  9. Gunstone,F.D. Fatty Acid and Lipid Chemistry. Chapmann.
  10. Gunstone,F.D. Fatty Acid and Lipid Chemistry. Chapmann.
  11. Shene,C.,Leyton.,dkk. Microbial oil and fatty acids: effect of carbon source on docosahexanoic acid production. Journal of fermentation and bioengineering. Vol. 85: 702-709.
  12. Alonso,D dan F.G Maroto. Plants as "Chemical Factories" fpr the production of polyunsaturated fatty acid. Biotechnology advanced. Vol. 18: 481-497.
  13. Tocher, D. R. Issues sorrounding fish as a source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids. Lipid Technology. Vol. 21: 13-16.
  14. Tocher, D. R. Issues sorrounding fish as a source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids. Lipid Technology. Vol. 21: 13-16.
  15. Tocher, D. R. Issues sorrounding fish as a source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids. Lipid Technology. Vol. 21: 13-16.
  16. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  17. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  18. Qi et.,al. Production of very long chain polysaturated omega-3 and omega-6 fatty acids in plants. Nature Biotechnology. Vol. 22: 739-745.
  19. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  20. Qi et.,al. Production of very long chain polysaturated omega-3 and omega-6 fatty acids in plants. Nature Biotechnology. Vol. 22: 739-745.
  21. Ethier,A.E. Producing omega-3 polyunsaturated fatty acids from biodiesel waste glycerol by microalgae fermentation. Virgina Polytectic Institute. Vol. 32: 473-479.
  22. Ethier,A.E. Producing omega-3 polyunsaturated fatty acids from biodiesel waste glycerol by microalgae fermentation. Virgina Polytectic Institute. Vol. 32: 473-479.
  23. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  24. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  25. Yang, F et.,al. Value-added uses for crude glycerol-a byproduct of biodiesel production. Biotechnology for biofuels. Vol. 5: 13.
  26. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  27. Gonzalez-Baro et.,al. Fatty acid metabolism of Macrobrachium borelli: dietari origin of arachidonic and eicosapentanoic acids. Comparative physiology. Vol. 119: 747-752.
  28. Robert et.,al. Metabolic engineering of Arabidopsis to produce nurlly important DHA and EPA in seed oil. Fuctional Plant Biology. Vol. 32: 473-479.
  29. Gill,I. dan Valivety,R. Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.
  30. Gill,I. dan Valivety,R. Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.
  31. Gill,I. dan Valivety,R. Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.
  32. Gill,I. dan Valivety,R. Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.
  33. Gill,I. dan Valivety,R. Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.
  34. Gill,I. dan Valivety,R. Polyunsaturated fatty acids, part I:Occurence, biological activities and applications. Trends in Biotechnology. Vol. 15: 401-409.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28734500 (2025-12-24T08:47:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.