Lompat ke isi

Monika (Doki Doki Literature Club!): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29106195; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


== Konsep dan penciptaan ==
== Konsep dan penciptaan ==
Monika diciptakan oleh [[Doki Doki Literature Club!|Dan Salvato]] untuk permainan video ''[[Doki Doki Literature Club!]]''  Dia berperan sebagai tokoh tutorial yang memandu pemain melalui alur cerita. Namun, seiring berjalannya permainan, tokoh lain dalam permainan menjadi tidak stabil, dengan Monika ternyata memiliki kesadaran, memanipulasi file tokoh lain agar mereka menjadi tidak disukai oleh pemain. Penulis Christopher Patterson menggambarkannya sebagai ''[[yandere]]'', jenis tokoh yang jatuh cinta secara gila-gilaan pada seseorang hingga menjadi sakit-sakitan. Salvato menyatakan bahwa ia mulai melihat lebih banyak "kenyataan" dalam desain Monika saat menulis karakternya, ingin mengeksplorasi Monika sebagai lebih dari sekadar tokoh [[anime]] generik.
Monika diciptakan oleh [[Doki Doki Literature Club!|Dan Salvato]] untuk permainan video ''[[Doki Doki Literature Club!]]''  Dia berperan sebagai tokoh tutorial yang memandu pemain melalui alur cerita. Namun, seiring berjalannya permainan, tokoh lain dalam permainan menjadi tidak stabil, dengan Monika ternyata memiliki kesadaran, memanipulasi file tokoh lain agar mereka menjadi tidak disukai oleh pemain.<ref>Shōhei Fujita. [https://jp.ign.com/doki-doki-literature-club/22567/opinion/doki-doki-literature-club 【完全ネタバレコラム】世界を大いに盛り上げる「Doki Doki Literature Club」の真の目的と少女たちからの救難信号]. IGN Japan. March 4, 2018.</ref><ref>Mitch Jay Lineham. [https://www.pcgamesn.com/doki-doki-literature-club/doki-doki-literature-club-visual-novel ''Doki Doki Literature Club'' is a visual novel worthy of a ''Black Mirror'' episode]. PCGamesN. February 16, 2018.</ref> Penulis Christopher Patterson menggambarkannya sebagai ''[[yandere]]'', jenis tokoh yang jatuh cinta secara gila-gilaan pada seseorang hingga menjadi sakit-sakitan.<ref>Christopher B. Patterson. [https://read.dukeupress.edu/american-literature/article-abstract/94/1/17/294058/Making-Queer-Asiatic-Worlds-Performance-and-Racial Making Queer Asiatic Worlds: Performance and Racial Interaction in North American Visual Novels]. ''Duke University Press''. 2022.</ref> Salvato menyatakan bahwa ia mulai melihat lebih banyak "kenyataan" dalam desain Monika saat menulis karakternya, ingin mengeksplorasi Monika sebagai lebih dari sekadar tokoh [[anime]] generik.<ref>Otter Lee. [https://www.asiancrush.com/interviewed-doki-doki-literature-clubs-twisted-creator-dan-salvato/ We Interviewed Doki Doki Literature Club's Twisted Creator, Dan Salvato]. ''Asian Crush''. 2018-01-03.</ref>


Membahas penciptaan Monika dan kemampuannya, Salvato menjelaskan bahwa ia terinspirasi oleh "hal-hal yang menakutkan karena membuat Anda merasa tidak nyaman, bukan karena memaksa hal-hal yang tampak menakutkan ke wajah Anda". Untuk mencapai hal ini, Salvato mengembangkan tampilan luar berupa setting yang [[Keimutan|imut]], yang akan runtuh seiring waktu bersamaan dengan perilaku para tokoh, dan pada akhirnya peran satu tokoh [[Keburukan|jahat]] (Monika) yang telah mengambil alih kendali permainan dari pemain akan terungkap.
Membahas penciptaan Monika dan kemampuannya, Salvato menjelaskan bahwa ia terinspirasi oleh "hal-hal yang menakutkan karena membuat Anda merasa tidak nyaman, bukan karena memaksa hal-hal yang tampak menakutkan ke wajah Anda".<ref>Gita Jackson. [https://kotaku.com/doki-doki-literature-clubs-horror-was-born-from-a-love-1819724999 ''Doki Doki Literature Club''s Horror Was Born From A Love-Hate Relationship With Anime]. Kotaku. October 20, 2017.</ref> Untuk mencapai hal ini, Salvato mengembangkan tampilan luar berupa setting yang [[Keimutan|imut]], yang akan runtuh seiring waktu bersamaan dengan perilaku para tokoh, dan pada akhirnya peran satu tokoh [[Keburukan|jahat]] (Monika) yang telah mengambil alih kendali permainan dari pemain akan terungkap.


Dalam menciptakan elemen horor permainan ini, Salvato terinspirasi oleh ''[[Yume Nikki]]'' dan ''[[Eversion (permainan video)|Eversion]]'', menekankan kepada timnya bahwa ia ingin pasar novel visual menjadi jauh lebih berani dan kurang bergantung pada konsep alur cerita yang sama. Tokoh-[[tokoh kodian]] lainnya dalam permainan, yaitu [[Sayori (Doki Doki Literature Club!)|Sayori]], [[Yuri (Doki Doki Literature Club!)|Yuri]], dan [[Natsuki (Doki Doki Literature Club!)|Natsuki]], didasarkan pada arketipe [[anime]] standar—seperti [[cinta masa kecil]]/[[Gadis pintu sebelah|gadis]] [[Gadis pintu sebelah|pintu sebelah]], ''[[tsundere]]'', dan [[Manic Pixie Dream Girl|manic pixie dream girl]]—dan diberi nama [[Jepang]] untuk menonjolkan atmosfer pseudo-Jepang yang khas pada [[novel visual]] buatan [[Dunia Barat|Barat]]. Satu-satunya pengecualian dari format ini adalah Monika, yang diberi nama dan pola bicara [[Bahasa Jerman|Jerman]] sebagai petunjuk akan sifatnya yang unik dibandingkan tokoh lain. Salvato membahas bagaimana, pada akhir permainan, Monika mulai menghargai permainan yang ia jalani. Saat melokalkan permainan ke bahasa Jepang, para penerjemah mengalami kesulitan dengan terjemahan "Just Monika", dan akhirnya memutuskan menggunakan "Monika dake" sebagai terjemahan tidak resmi.
Dalam menciptakan elemen horor permainan ini, Salvato terinspirasi oleh ''[[Yume Nikki]]'' dan ''[[Eversion (permainan video)|Eversion]]'', menekankan kepada timnya bahwa ia ingin pasar novel visual menjadi jauh lebih berani dan kurang bergantung pada konsep alur cerita yang sama.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 3</ref> Tokoh-[[tokoh kodian]] lainnya dalam permainan, yaitu [[Sayori (Doki Doki Literature Club!)|Sayori]], [[Yuri (Doki Doki Literature Club!)|Yuri]], dan [[Natsuki (Doki Doki Literature Club!)|Natsuki]], didasarkan pada arketipe [[anime]] standar—seperti [[cinta masa kecil]]/[[Gadis pintu sebelah|gadis]] [[Gadis pintu sebelah|pintu sebelah]], ''[[tsundere]]'', dan [[Manic Pixie Dream Girl|manic pixie dream girl]]—dan diberi nama [[Jepang]] untuk menonjolkan atmosfer pseudo-Jepang yang khas pada [[novel visual]] buatan [[Dunia Barat|Barat]]. Satu-satunya pengecualian dari format ini adalah Monika, yang diberi nama dan pola bicara [[Bahasa Jerman|Jerman]] sebagai petunjuk akan sifatnya yang unik dibandingkan tokoh lain.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 4</ref> Salvato membahas bagaimana, pada akhir permainan, Monika mulai menghargai permainan yang ia jalani.<ref>[https://news.denfaminicogamer.jp/interview/180201b 「子供や心の弱い人にはオススメできません」。北米で人気の謎のギャルゲー『Doki Doki Literature Club!』開発者にビジュアルノベル愛を訊いてみた]. ''Den Fami Nico Gamer''. June 30, 2021.</ref> Saat melokalkan permainan ke bahasa Jepang, para penerjemah mengalami kesulitan dengan terjemahan "Just Monika", dan akhirnya memutuskan menggunakan "Monika dake" sebagai terjemahan tidak resmi.<ref>[https://www.siliconera.com/doki-doki-literature-club-japanese-localization-struggled-on-just-monika/ Doki Doki Literature Club Japanese Localization Struggled With Just Monika]. ''Siliconera''. 2021-10-06.</ref>


Karena Salvato kurang memiliki keterampilan artistik, ia menggunakan program pembuatan anime online gratis untuk membuat desain tokoh awal Monika dan tokoh lainnya, serta menerapkan desain-desain tersebut dalam versi uji coba permainan. Salvato menyadari bahwa produk dengan kualitas seperti itu tidak akan memuaskan pemain potensial, sehingga ia meminta temannya, seorang penerjemah di [[Sekai Project]], untuk membuat sketsa seragam sekolah dan gaya rambut karakter. Salvato kemudian menyerahkan pengembangan visual awal kepada Kagefumi, yang keluar dari proyek tersebut pada tahap sangat awal. Setelah Kagefumi hengkang dari proyek, Salvato menghubungi seniman lepas Satchely, yang membuat [[Sprite (grafika komputer)|sprite]] karakter final selama beberapa bulan berikutnya. Sprite Monika dibuat dalam beberapa bagian untuk memberikan variasi pose yang lebih banyak.
Karena Salvato kurang memiliki keterampilan artistik, ia menggunakan program pembuatan anime online gratis untuk membuat desain tokoh awal Monika dan tokoh lainnya, serta menerapkan desain-desain tersebut dalam versi uji coba permainan.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 5</ref> Salvato menyadari bahwa produk dengan kualitas seperti itu tidak akan memuaskan pemain potensial,<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 5</ref> sehingga ia meminta temannya, seorang penerjemah di [[Sekai Project]], untuk membuat sketsa seragam sekolah dan gaya rambut karakter.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 11</ref> Salvato kemudian menyerahkan pengembangan visual awal kepada Kagefumi, yang keluar dari proyek tersebut pada tahap sangat awal. Setelah Kagefumi hengkang dari proyek, Salvato menghubungi seniman lepas Satchely, yang membuat [[Sprite (grafika komputer)|sprite]] karakter final selama beberapa bulan berikutnya.<ref>Satchely. ''Satchel on Twitter: "Suddenly the artist credit is being switched around in the article, I don't think it was like that yesterday. Kagefumi didn't draw the final sprites and backgrounds. Her art isn't in the game because she left the project very early on."''. 2 June 2019.</ref> Sprite Monika dibuat dalam beberapa bagian untuk memberikan variasi pose yang lebih banyak.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 18</ref>


== Penampilan ==
== Penampilan ==
Monika adalah salah satu dari empat anggota klub sastra di ''[[Doki Doki Literature Club!]]'' (2017), menjabat sebagai ketua dan [[Pria baik-baik|gadis baik-baik]] yang ditugaskan untuk mempersiapkan [[festival]] yang akan datang. Ia berada dalam kelompok ini bersama anggota lainnya, yaitu [[Sayori (Doki Doki Literature Club!)|Sayori]], [[Yuri (Doki Doki Literature Club!)|Yuri]], dan [[Natsuki (Doki Doki Literature Club!)|Natsuki]], dengan anggota terbaru adalah sang protagonis. Ia menyadari bahwa dunia ini adalah sebuah [[permainan video]] [[simulasi kencan]], yang mengubah sikapnya terhadap gadis-gadis lain setelah menyadari bahwa ia tidak dapat dipilih sebagai opsi romansa oleh sang protagonis, karena telah ditulis sebagai tokoh pendukung dua dimensi. Ia menyadari bahwa, sebagai ketua klub, ia mampu [[Peretas|memanipulasi]] skrip dan kode permainan serta [[Dinding keempat#Pendobrak dinding keempat|mendobrak dinding keempat]], yang membuatnya memanipulasi skrip untuk melakukan hal-hal seperti menonjolkan sifat negatif tokoh lain, Sayori dan Yuri (masing-masing [[Depresi (psikologi)|depresi]] dan [[pencederaan diri]]), dengan harapan pemain akan memilihnya daripada mereka. Akibatnya, Sayori [[bunuh diri]], dan Monika mencoba memanipulasi permainan demi keuntungannya, yang akhirnya membuatnya menghapus tokoh lain ketika keadaan menjadi tidak terkendali. Setelah itu, ia berbicara langsung kepada pemain, [[Pengakuan cinta|menyatakan cintanya]] kepada mereka dan membahas topik-topik berbeda hingga pemain menemukan berkas-berkasnya dalam pemrograman permainan dan menghapusnya. Awalnya ia marah, namun menyesali cara ia memperlakukan yang lain dan memulihkan permainan, meskipun akhirnya menghapus seluruh permainan setelah Sayori menggantikannya dan mulai bertindak seperti dirinya. Sebuah akhir alternatif memungkinkan Sayori tetap sadar diri tanpa kehilangan akal sehatnya, sehingga berkas permainan terselamatkan. Dalam versi yang ditingkatkan, ''Doki Doki Literature Club Plus!'' (2021), Monika diperlihatkan benar-benar peduli pada ketiga gadis lainnya dan bagaimana mereka akhirnya membentuk klub tersebut.
Monika adalah salah satu dari empat anggota klub sastra di ''[[Doki Doki Literature Club!]]'' (2017), menjabat sebagai ketua dan [[Pria baik-baik|gadis baik-baik]] yang ditugaskan untuk mempersiapkan [[festival]] yang akan datang. Ia berada dalam kelompok ini bersama anggota lainnya, yaitu [[Sayori (Doki Doki Literature Club!)|Sayori]], [[Yuri (Doki Doki Literature Club!)|Yuri]], dan [[Natsuki (Doki Doki Literature Club!)|Natsuki]], dengan anggota terbaru adalah sang protagonis. Ia menyadari bahwa dunia ini adalah sebuah [[permainan video]] [[simulasi kencan]], yang mengubah sikapnya terhadap gadis-gadis lain setelah menyadari bahwa ia tidak dapat dipilih sebagai opsi romansa oleh sang protagonis, karena telah ditulis sebagai tokoh pendukung dua dimensi. Ia menyadari bahwa, sebagai ketua klub, ia mampu [[Peretas|memanipulasi]] skrip dan kode permainan serta [[Dinding keempat#Pendobrak dinding keempat|mendobrak dinding keempat]], yang membuatnya memanipulasi skrip untuk melakukan hal-hal seperti menonjolkan sifat negatif tokoh lain, Sayori dan Yuri (masing-masing [[Depresi (psikologi)|depresi]] dan [[pencederaan diri]]), dengan harapan pemain akan memilihnya daripada mereka. Akibatnya, Sayori [[bunuh diri]], dan Monika mencoba memanipulasi permainan demi keuntungannya, yang akhirnya membuatnya menghapus tokoh lain ketika keadaan menjadi tidak terkendali. Setelah itu, ia berbicara langsung kepada pemain, [[Pengakuan cinta|menyatakan cintanya]] kepada mereka dan membahas topik-topik berbeda hingga pemain menemukan berkas-berkasnya dalam pemrograman permainan dan menghapusnya. Awalnya ia marah, namun menyesali cara ia memperlakukan yang lain dan memulihkan permainan, meskipun akhirnya menghapus seluruh permainan setelah Sayori menggantikannya dan mulai bertindak seperti dirinya. Sebuah akhir alternatif memungkinkan Sayori tetap sadar diri tanpa kehilangan akal sehatnya, sehingga berkas permainan terselamatkan.<ref>[https://gamerant.com/doki-literature-how-get-good-ending/ Doki Doki Literature Club: How To Get The Good Ending]. ''Game Rant''. 2021-07-12.</ref><ref>[https://www.gamespot.com/articles/doki-doki-literature-club-plus-twist-loses-its-impact-on-consoles/1100-6493405/ Doki Doki Literature Club Plus' Twist Loses Its Impact On Consoles]. ''GameSpot''.</ref> Dalam versi yang ditingkatkan, ''Doki Doki Literature Club Plus!'' (2021), Monika diperlihatkan benar-benar peduli pada ketiga gadis lainnya dan bagaimana mereka akhirnya membentuk klub tersebut.<ref>[https://kotaku.com/doki-doki-literature-club-plus-deserves-to-be-replayed-1847202498 Doki Doki Literature Club Plus Deserves To Be Replayed Dozens of Times]. ''Kotaku''. June 30, 2021.</ref><ref>[https://www.nintendolife.com/features/doki-doki-literature-club-creator-on-revisiting-the-club-members-in-plus Doki Doki Literature Club Creator On Revisiting The Club Members In 'Plus']. ''Nintendo Life''. 2021-12-27.</ref>


Dia telah menerima berbagai galas, termasuk figura [[Nendoroid]] dari [[Good Smile Company|Good Smile]], figura [[Youtooz]], dan galas di [[Spencer Gifts]]. Dia juga menerima berbagai aksesori, termasuk jam tangan dan [[tas jinjing]]. Pada tahun 2018, Monika ditambahkan ke [[Gaia Online]] sebagai avatar premium, tanpa izin dari Team Salvato.
Dia telah menerima berbagai galas, termasuk figura [[Nendoroid]] dari [[Good Smile Company|Good Smile]], figura [[Youtooz]], dan galas di [[Spencer Gifts]].<ref>Jenni Lada. [https://www.siliconera.com/check-out-the-doki-doki-literature-club-monika-figure-and-natsuki-nendoroid/ Check Out the Doki Doki Literature Club Monika Figure and Natsuki Nendoroid]. ''Siliconera''. July 25, 2018.</ref><ref>[https://www.nintendolife.com/features/doki-doki-literature-club-creator-on-revisiting-the-club-members-in-plus Doki Doki Literature Club Creator On Revisiting The Club Members In 'Plus']. ''Nintendo Life''. 2021-12-27.</ref> Dia juga menerima berbagai aksesori, termasuk jam tangan dan [[tas jinjing]].<ref>Stephanie Liu. [https://www.siliconera.com/doki-doki-literature-club-super-groupies-merchandise-shows-monika-love/ Doki Doki Literature Club Super Groupies Merchandise Shows Monika Love]. ''Siliconera''. May 30, 2023.</ref> Pada tahun 2018, Monika ditambahkan ke [[Gaia Online]] sebagai avatar premium, tanpa izin dari Team Salvato.<ref>Stephanie Liu. [https://www.siliconera.com/doki-doki-literature-club-super-groupies-merchandise-shows-monika-love/ Doki Doki Literature Club Super Groupies Merchandise Shows Monika Love]. ''Siliconera''. May 30, 2023.</ref>


== Penerimaan dan analisis ==
== Penerimaan dan analisis ==
Monika telah menjadi salah satu tokoh paling populer dalam permainan tersebut, dengan munculnya beberapa [[meme]] (seperti "Just Monika") yang dibuat tentang dirinya. Meme tersebut bertahan selama bertahun-tahun. Tingkat popularitas ini cukup mengejutkan bagi sang pencipta, Dan Salvato, hingga ia mempertanyakan apakah perilaku [[sosiopat]]<nowiki/>nya dapat dibenarkan, atau apakah ia pada akhirnya berhasil ditebus. Dalam jajak pendapat pembaca ''ITMedia'', Monika jauh lebih populer dibandingkan tokoh lain dalam permainan tersebut. Ia menerima hampir setengah dari total suara, dengan banyak responden menjawab "Just Monika".
Monika telah menjadi salah satu tokoh paling populer dalam permainan tersebut, dengan munculnya beberapa [[meme]] (seperti "Just Monika") yang dibuat tentang dirinya.<ref>Ana Valens. [https://www.gamepur.com/news/doki-doki-literature-club-just-monika-2 Here's the Best 'Just Monika' Memes Taking Over the Internet]. ''Gamepur''. 2018-02-20.</ref><ref>[https://www.siliconera.com/doki-doki-literature-club-japanese-localization-struggled-on-just-monika/ Doki Doki Literature Club Japanese Localization Struggled With Just Monika]. ''Siliconera''. 2021-10-06.</ref> Meme tersebut bertahan selama bertahun-tahun.<ref>Moises Taveras. [https://www.pastemagazine.com/games/horror-games/best-horror-games The 25 Best Horror Games of All Time]. ''Paste Magazine''. October 30, 2023.</ref> Tingkat popularitas ini cukup mengejutkan bagi sang pencipta, Dan Salvato, hingga ia mempertanyakan apakah perilaku [[sosiopat]]<nowiki/>nya dapat dibenarkan, atau apakah ia pada akhirnya berhasil ditebus.<ref>Otter Lee. [https://www.asiancrush.com/interviewed-doki-doki-literature-clubs-twisted-creator-dan-salvato/ We Interviewed Doki Doki Literature Club's Twisted Creator, Dan Salvato]. ''Asian Crush''. 2018-01-03.</ref> Dalam jajak pendapat pembaca ''ITMedia'', Monika jauh lebih populer dibandingkan tokoh lain dalam permainan tersebut. Ia menerima hampir setengah dari total suara, dengan banyak responden menjawab "Just Monika".<ref>[https://nlab.itmedia.co.jp/research/articles/964058/ 「ドキドキ文芸部!」のヒロイン人気ランキング! 1位は「モニカ」に決定【2022年最新調査結果】]. ''ITMedia''. October 21, 2022.</ref>


Monika diidentifikasi sebagai salah satu tokoh permainan video terbaik pada dekade 2010-an oleh Petrana Radulović, yang membahas pencerahan yang dialami Monika dalam menunjukkan cintanya kepada pemain dengan membiarkan mereka bebas. Penulis ''[[GameSpot]]'', Jordan Ramée, mengkritik penanganan twist Monika dalam versi konsol permainan tersebut, dengan menyatakan bahwa hal itu menghilangkan kesan bahwa Monika mengambil alih PC pemain. Ia membahas bagaimana ia merasa takut saat memainkan versi PC, tetapi tidak pada versi [[Nintendo Switch]], dengan mengatakan bahwa Monika tidak tampak sehidup itu. Penulis ''[[Game Informer]]'', Jacob Geller, menarik paralel antara Monika dan konsep-konsep ''[[Westworld (seri televisi)|Westworld]]''. Ia mempertanyakan konsep apakah Monika manusia atau tidak, membahas ide apakah salinan pikiran manusia dapat dianggap sebagai manusia. Penulis ''Fanbyte'', Kara Dennison, membahas kepribadian Monika; ia menyebutnya "cantik, cerdas, atletis, dan termotivasi", meskipun mencatat bahwa ia menunjukkan kecenderungan yang mungkin merupakan gejala [[gangguan kepribadian narsistik]] (NPD). Ciri-ciri ini meliputi kebutuhannya yang konstan akan perhatian, menganggap orang lain sebagai tidak nyata, dan kemampuannya menghapus teman-temannya tanpa rasa bersalah. Selain itu, ia membahas taktik yang mungkin digunakan narsisis untuk mendapatkan perhatian, di mana mereka memfitnah orang lain, dengan membandingkan postingan fitnah di media sosial dengan Monika yang memodifikasi kode orang lain.
Monika diidentifikasi sebagai salah satu tokoh permainan video terbaik pada dekade 2010-an oleh Petrana Radulović, yang membahas pencerahan yang dialami Monika dalam menunjukkan cintanya kepada pemain dengan membiarkan mereka bebas.<ref>Polygon Staff. [https://www.polygon.com/features/2019/11/27/20974490/greatest-video-game-characters-2019-2010-skyrim-witcher-splatoon The 70 best video game characters of the decade]. ''Polygon''. 2019-11-27.</ref> Penulis ''[[GameSpot]]'', Jordan Ramée, mengkritik penanganan twist Monika dalam versi konsol permainan tersebut, dengan menyatakan bahwa hal itu menghilangkan kesan bahwa Monika mengambil alih PC pemain. Ia membahas bagaimana ia merasa takut saat memainkan versi PC, tetapi tidak pada versi [[Nintendo Switch]], dengan mengatakan bahwa Monika tidak tampak sehidup itu.<ref>Jordan Ramée. [https://www.gamespot.com/articles/doki-doki-literature-club-plus-twist-loses-its-impact-on-consoles/1100-6493405/ Doki Doki Literature Club Plus' Twist Loses Its Impact On Consoles]. ''GameSpot''. July 1, 2021.</ref> Penulis ''[[Game Informer]]'', Jacob Geller, menarik paralel antara Monika dan konsep-konsep ''[[Westworld (seri televisi)|Westworld]]''. Ia mempertanyakan konsep apakah Monika manusia atau tidak, membahas ide apakah salinan pikiran manusia dapat dianggap sebagai manusia.<ref>Jacob Geller. [https://www.gameinformer.com/2018/06/27/how-games-further-explore-the-ideas-of-westworld How Games Further Explore The Ideas Of Westworld]. June 27, 2018.</ref> Penulis ''Fanbyte'', Kara Dennison, membahas kepribadian Monika; ia menyebutnya "cantik, cerdas, atletis, dan termotivasi", meskipun mencatat bahwa ia menunjukkan kecenderungan yang mungkin merupakan gejala [[gangguan kepribadian narsistik]] (NPD). Ciri-ciri ini meliputi kebutuhannya yang konstan akan perhatian, menganggap orang lain sebagai tidak nyata, dan kemampuannya menghapus teman-temannya tanpa rasa bersalah. Selain itu, ia membahas taktik yang mungkin digunakan narsisis untuk mendapatkan perhatian, di mana mereka memfitnah orang lain, dengan membandingkan postingan fitnah di media sosial dengan Monika yang memodifikasi kode orang lain.<ref>Kara Dennison. [https://www.fanbyte.com/legacy/doki-doki-literature-club The Four Faces of Doki Doki Literature Club]. ''Fanbyte''. March 5, 2020.</ref>


Penulis ''[[PCGamesN]]'', Mitch Jay Lineham, menganggap kisah Monika tragis, membahas bagaimana ia hanyalah tokoh sampingan dalam sebuah permainan video, dan bagaimana pemain serta dunia nyata mewakili tempat di mana ia bisa menjadi lebih dari itu. Penulis ''[[IGN|IGN Japan]]'', Shohei Fujita, membicarakan momen ketika Monika dan pemain ditinggalkan sendirian sebagai hal yang menakutkan, khawatir bahwa hal-hal seperti glitch atau elemen yang mengejutkan mungkin terjadi. Fujita mencatat bahwa ia menghabiskan 30 menit mendengarkan pembicaraannya, menemukan apa yang ia katakan memicu pemikiran. Ia mengidentifikasi Monika sebagai salah satu aspek terbaik dari permainan tersebut. Penulis ''[[Destructoid]]'', Charlotte Cutts, menganggap Monika sebagai "tokoh yang menjijikkan", menyatakan bahwa sejak awal permainan, ada sesuatu yang terasa janggal tentang dirinya. Penulis Sunayoshi Izumo menganggapnya sebagai tokoh terbaik dalam permainan tersebut, sekaligus salah satu tokoh wanita terbaik dalam 10 tahun terakhir. Mereka membahas kesepian Monika, menyatakan bahwa perasaannya beresonansi dengan mereka. Mereka juga berkomentar bahwa kata-kata terakhir Monika di akhir permainan sangat menyentuh hati mereka, dan mendorong orang-orang yang kesepian untuk memainkan permainan tersebut agar mereka juga dapat mendengar kata-kata Monika.
Penulis ''[[PCGamesN]]'', Mitch Jay Lineham, menganggap kisah Monika tragis, membahas bagaimana ia hanyalah tokoh sampingan dalam sebuah permainan video, dan bagaimana pemain serta dunia nyata mewakili tempat di mana ia bisa menjadi lebih dari itu.<ref>Mitch Jay Lineham. [https://www.pcgamesn.com/doki-doki-literature-club/doki-doki-literature-club-visual-novel ''Doki Doki Literature Club'' is a visual novel worthy of a ''Black Mirror'' episode]. PCGamesN. February 16, 2018.</ref> Penulis ''[[IGN|IGN Japan]]'', Shohei Fujita, membicarakan momen ketika Monika dan pemain ditinggalkan sendirian sebagai hal yang menakutkan, khawatir bahwa hal-hal seperti glitch atau elemen yang mengejutkan mungkin terjadi. Fujita mencatat bahwa ia menghabiskan 30 menit mendengarkan pembicaraannya, menemukan apa yang ia katakan memicu pemikiran. Ia mengidentifikasi Monika sebagai salah satu aspek terbaik dari permainan tersebut.<ref>Shohei Fujita. [https://jp.ign.com/doki-doki-literature-club-plus/53449/review/ Doki Doki Literature Club Plus - レビュー]. ''IGN Japan''. July 22, 2021.</ref> Penulis ''[[Destructoid]]'', Charlotte Cutts, menganggap Monika sebagai "tokoh yang menjijikkan", menyatakan bahwa sejak awal permainan, ada sesuatu yang terasa janggal tentang dirinya.<ref>Charlotte Cutts. [https://www.destructoid.com/whats-the-last-game-that-scared-you-silly/ What's the last game that scared you silly?]. ''Destructoid''. December 16, 2017.</ref> Penulis Sunayoshi Izumo menganggapnya sebagai tokoh terbaik dalam permainan tersebut, sekaligus salah satu tokoh wanita terbaik dalam 10 tahun terakhir. Mereka membahas kesepian Monika, menyatakan bahwa perasaannya beresonansi dengan mereka. Mereka juga berkomentar bahwa kata-kata terakhir Monika di akhir permainan sangat menyentuh hati mereka, dan mendorong orang-orang yang kesepian untuk memainkan permainan tersebut agar mereka juga dapat mendengar kata-kata Monika.<ref>Sunayoshi Izumo. [https://nlab.itmedia.co.jp/nl/articles/2111/05/news054_2.html もしもあなたが孤独なら、プレイしてほしいゲームがある 「ドキドキ文芸部プラス!」レビュー]. ''ITMedia''. November 5, 2021.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Pria baik-baik|Gadis baik-baik]]
* [[Pria baik-baik|Gadis baik-baik]]


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monika+%28Doki+Doki+Literature+Club%21%29&oldid=29106195 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29106195 (2026-04-05T19:24:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monika+%28Doki+Doki+Literature+Club%21%29&oldid=29106195 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29106195 (2026-04-05T19:24:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 13.56

adalah tokoh fiksi dan antagonis utama dalam novel visual Doki Doki Literature Club!. Tokoh ini diciptakan oleh Dan Salvato dan disuarakan oleh Jillian Ashcraft. Meskipun Monika awalnya muncul sebagai tutor utama dan tokoh pendukung yang membimbing pemain dalam upayanya menjalin hubungan romansa dengan ketiga calon pasangan, ia kemudian terungkap menyadari keberadaannya sebagai tokoh permainan video; ucapan, tindakan, dan lingkungannya menjadi semakin jahat seiring ia memperjelas niatnya. Ia tampaknya dihapus di akhir permainan, tetapi kembali untuk menghancurkan permainan itu sendiri demi melindungi pemain setelah Sayori menjadi sadar diri dalam ketidakhadiran Monika pada akhir cerita normal.

Inspirasi penciptaan tokoh ini memperluas konsep Salvato tentang permainan romantis yang tampaknya tak berbahaya, namun perlahan-lahan hancur seiring waktu saat hal-hal mengerikan mulai terjadi dan seorang gadis mengambil alih kendali. Penampilan fisik Monika melalui beberapa desain, salah satunya menampilkan efek chibi. Monika telah diterima dengan baik oleh kritikus dan gamer, beberapa di antaranya menyebutnya menawan, pasif-agresif, tragis, jahat, dan cerdas. Dia dianggap sebagai salah satu tokoh permainan video terbaik, terutama di antara yang diciptakan pada tahun 2010-an.

Konsep dan penciptaan

Monika diciptakan oleh Dan Salvato untuk permainan video Doki Doki Literature Club!  Dia berperan sebagai tokoh tutorial yang memandu pemain melalui alur cerita. Namun, seiring berjalannya permainan, tokoh lain dalam permainan menjadi tidak stabil, dengan Monika ternyata memiliki kesadaran, memanipulasi file tokoh lain agar mereka menjadi tidak disukai oleh pemain.[1][2] Penulis Christopher Patterson menggambarkannya sebagai yandere, jenis tokoh yang jatuh cinta secara gila-gilaan pada seseorang hingga menjadi sakit-sakitan.[3] Salvato menyatakan bahwa ia mulai melihat lebih banyak "kenyataan" dalam desain Monika saat menulis karakternya, ingin mengeksplorasi Monika sebagai lebih dari sekadar tokoh anime generik.[4]

Membahas penciptaan Monika dan kemampuannya, Salvato menjelaskan bahwa ia terinspirasi oleh "hal-hal yang menakutkan karena membuat Anda merasa tidak nyaman, bukan karena memaksa hal-hal yang tampak menakutkan ke wajah Anda".[5] Untuk mencapai hal ini, Salvato mengembangkan tampilan luar berupa setting yang imut, yang akan runtuh seiring waktu bersamaan dengan perilaku para tokoh, dan pada akhirnya peran satu tokoh jahat (Monika) yang telah mengambil alih kendali permainan dari pemain akan terungkap.

Dalam menciptakan elemen horor permainan ini, Salvato terinspirasi oleh Yume Nikki dan Eversion, menekankan kepada timnya bahwa ia ingin pasar novel visual menjadi jauh lebih berani dan kurang bergantung pada konsep alur cerita yang sama.[6] Tokoh-tokoh kodian lainnya dalam permainan, yaitu Sayori, Yuri, dan Natsuki, didasarkan pada arketipe anime standar—seperti cinta masa kecil/gadis pintu sebelah, tsundere, dan manic pixie dream girl—dan diberi nama Jepang untuk menonjolkan atmosfer pseudo-Jepang yang khas pada novel visual buatan Barat. Satu-satunya pengecualian dari format ini adalah Monika, yang diberi nama dan pola bicara Jerman sebagai petunjuk akan sifatnya yang unik dibandingkan tokoh lain.[7] Salvato membahas bagaimana, pada akhir permainan, Monika mulai menghargai permainan yang ia jalani.[8] Saat melokalkan permainan ke bahasa Jepang, para penerjemah mengalami kesulitan dengan terjemahan "Just Monika", dan akhirnya memutuskan menggunakan "Monika dake" sebagai terjemahan tidak resmi.[9]

Karena Salvato kurang memiliki keterampilan artistik, ia menggunakan program pembuatan anime online gratis untuk membuat desain tokoh awal Monika dan tokoh lainnya, serta menerapkan desain-desain tersebut dalam versi uji coba permainan.[10] Salvato menyadari bahwa produk dengan kualitas seperti itu tidak akan memuaskan pemain potensial,[11] sehingga ia meminta temannya, seorang penerjemah di Sekai Project, untuk membuat sketsa seragam sekolah dan gaya rambut karakter.[12] Salvato kemudian menyerahkan pengembangan visual awal kepada Kagefumi, yang keluar dari proyek tersebut pada tahap sangat awal. Setelah Kagefumi hengkang dari proyek, Salvato menghubungi seniman lepas Satchely, yang membuat sprite karakter final selama beberapa bulan berikutnya.[13] Sprite Monika dibuat dalam beberapa bagian untuk memberikan variasi pose yang lebih banyak.[14]

Penampilan

Monika adalah salah satu dari empat anggota klub sastra di Doki Doki Literature Club! (2017), menjabat sebagai ketua dan gadis baik-baik yang ditugaskan untuk mempersiapkan festival yang akan datang. Ia berada dalam kelompok ini bersama anggota lainnya, yaitu Sayori, Yuri, dan Natsuki, dengan anggota terbaru adalah sang protagonis. Ia menyadari bahwa dunia ini adalah sebuah permainan video simulasi kencan, yang mengubah sikapnya terhadap gadis-gadis lain setelah menyadari bahwa ia tidak dapat dipilih sebagai opsi romansa oleh sang protagonis, karena telah ditulis sebagai tokoh pendukung dua dimensi. Ia menyadari bahwa, sebagai ketua klub, ia mampu memanipulasi skrip dan kode permainan serta mendobrak dinding keempat, yang membuatnya memanipulasi skrip untuk melakukan hal-hal seperti menonjolkan sifat negatif tokoh lain, Sayori dan Yuri (masing-masing depresi dan pencederaan diri), dengan harapan pemain akan memilihnya daripada mereka. Akibatnya, Sayori bunuh diri, dan Monika mencoba memanipulasi permainan demi keuntungannya, yang akhirnya membuatnya menghapus tokoh lain ketika keadaan menjadi tidak terkendali. Setelah itu, ia berbicara langsung kepada pemain, menyatakan cintanya kepada mereka dan membahas topik-topik berbeda hingga pemain menemukan berkas-berkasnya dalam pemrograman permainan dan menghapusnya. Awalnya ia marah, namun menyesali cara ia memperlakukan yang lain dan memulihkan permainan, meskipun akhirnya menghapus seluruh permainan setelah Sayori menggantikannya dan mulai bertindak seperti dirinya. Sebuah akhir alternatif memungkinkan Sayori tetap sadar diri tanpa kehilangan akal sehatnya, sehingga berkas permainan terselamatkan.[15][16] Dalam versi yang ditingkatkan, Doki Doki Literature Club Plus! (2021), Monika diperlihatkan benar-benar peduli pada ketiga gadis lainnya dan bagaimana mereka akhirnya membentuk klub tersebut.[17][18]

Dia telah menerima berbagai galas, termasuk figura Nendoroid dari Good Smile, figura Youtooz, dan galas di Spencer Gifts.[19][20] Dia juga menerima berbagai aksesori, termasuk jam tangan dan tas jinjing.[21] Pada tahun 2018, Monika ditambahkan ke Gaia Online sebagai avatar premium, tanpa izin dari Team Salvato.[22]

Penerimaan dan analisis

Monika telah menjadi salah satu tokoh paling populer dalam permainan tersebut, dengan munculnya beberapa meme (seperti "Just Monika") yang dibuat tentang dirinya.[23][24] Meme tersebut bertahan selama bertahun-tahun.[25] Tingkat popularitas ini cukup mengejutkan bagi sang pencipta, Dan Salvato, hingga ia mempertanyakan apakah perilaku sosiopatnya dapat dibenarkan, atau apakah ia pada akhirnya berhasil ditebus.[26] Dalam jajak pendapat pembaca ITMedia, Monika jauh lebih populer dibandingkan tokoh lain dalam permainan tersebut. Ia menerima hampir setengah dari total suara, dengan banyak responden menjawab "Just Monika".[27]

Monika diidentifikasi sebagai salah satu tokoh permainan video terbaik pada dekade 2010-an oleh Petrana Radulović, yang membahas pencerahan yang dialami Monika dalam menunjukkan cintanya kepada pemain dengan membiarkan mereka bebas.[28] Penulis GameSpot, Jordan Ramée, mengkritik penanganan twist Monika dalam versi konsol permainan tersebut, dengan menyatakan bahwa hal itu menghilangkan kesan bahwa Monika mengambil alih PC pemain. Ia membahas bagaimana ia merasa takut saat memainkan versi PC, tetapi tidak pada versi Nintendo Switch, dengan mengatakan bahwa Monika tidak tampak sehidup itu.[29] Penulis Game Informer, Jacob Geller, menarik paralel antara Monika dan konsep-konsep Westworld. Ia mempertanyakan konsep apakah Monika manusia atau tidak, membahas ide apakah salinan pikiran manusia dapat dianggap sebagai manusia.[30] Penulis Fanbyte, Kara Dennison, membahas kepribadian Monika; ia menyebutnya "cantik, cerdas, atletis, dan termotivasi", meskipun mencatat bahwa ia menunjukkan kecenderungan yang mungkin merupakan gejala gangguan kepribadian narsistik (NPD). Ciri-ciri ini meliputi kebutuhannya yang konstan akan perhatian, menganggap orang lain sebagai tidak nyata, dan kemampuannya menghapus teman-temannya tanpa rasa bersalah. Selain itu, ia membahas taktik yang mungkin digunakan narsisis untuk mendapatkan perhatian, di mana mereka memfitnah orang lain, dengan membandingkan postingan fitnah di media sosial dengan Monika yang memodifikasi kode orang lain.[31]

Penulis PCGamesN, Mitch Jay Lineham, menganggap kisah Monika tragis, membahas bagaimana ia hanyalah tokoh sampingan dalam sebuah permainan video, dan bagaimana pemain serta dunia nyata mewakili tempat di mana ia bisa menjadi lebih dari itu.[32] Penulis IGN Japan, Shohei Fujita, membicarakan momen ketika Monika dan pemain ditinggalkan sendirian sebagai hal yang menakutkan, khawatir bahwa hal-hal seperti glitch atau elemen yang mengejutkan mungkin terjadi. Fujita mencatat bahwa ia menghabiskan 30 menit mendengarkan pembicaraannya, menemukan apa yang ia katakan memicu pemikiran. Ia mengidentifikasi Monika sebagai salah satu aspek terbaik dari permainan tersebut.[33] Penulis Destructoid, Charlotte Cutts, menganggap Monika sebagai "tokoh yang menjijikkan", menyatakan bahwa sejak awal permainan, ada sesuatu yang terasa janggal tentang dirinya.[34] Penulis Sunayoshi Izumo menganggapnya sebagai tokoh terbaik dalam permainan tersebut, sekaligus salah satu tokoh wanita terbaik dalam 10 tahun terakhir. Mereka membahas kesepian Monika, menyatakan bahwa perasaannya beresonansi dengan mereka. Mereka juga berkomentar bahwa kata-kata terakhir Monika di akhir permainan sangat menyentuh hati mereka, dan mendorong orang-orang yang kesepian untuk memainkan permainan tersebut agar mereka juga dapat mendengar kata-kata Monika.[35]

Lihat pula

Referensi

  1. Shōhei Fujita. 【完全ネタバレコラム】世界を大いに盛り上げる「Doki Doki Literature Club」の真の目的と少女たちからの救難信号. IGN Japan. March 4, 2018.
  2. Mitch Jay Lineham. Doki Doki Literature Club is a visual novel worthy of a Black Mirror episode. PCGamesN. February 16, 2018.
  3. Christopher B. Patterson. Making Queer Asiatic Worlds: Performance and Racial Interaction in North American Visual Novels. Duke University Press. 2022.
  4. Otter Lee. We Interviewed Doki Doki Literature Club's Twisted Creator, Dan Salvato. Asian Crush. 2018-01-03.
  5. Gita Jackson. Doki Doki Literature Clubs Horror Was Born From A Love-Hate Relationship With Anime. Kotaku. October 20, 2017.
  6. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 3
  7. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 4
  8. 「子供や心の弱い人にはオススメできません」。北米で人気の謎のギャルゲー『Doki Doki Literature Club!』開発者にビジュアルノベル愛を訊いてみた. Den Fami Nico Gamer. June 30, 2021.
  9. Doki Doki Literature Club Japanese Localization Struggled With Just Monika. Siliconera. 2021-10-06.
  10. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 5
  11. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 5
  12. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 11
  13. Satchely. Satchel on Twitter: "Suddenly the artist credit is being switched around in the article, I don't think it was like that yesterday. Kagefumi didn't draw the final sprites and backgrounds. Her art isn't in the game because she left the project very early on.". 2 June 2019.
  14. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 18
  15. Doki Doki Literature Club: How To Get The Good Ending. Game Rant. 2021-07-12.
  16. Doki Doki Literature Club Plus' Twist Loses Its Impact On Consoles. GameSpot.
  17. Doki Doki Literature Club Plus Deserves To Be Replayed Dozens of Times. Kotaku. June 30, 2021.
  18. Doki Doki Literature Club Creator On Revisiting The Club Members In 'Plus'. Nintendo Life. 2021-12-27.
  19. Jenni Lada. Check Out the Doki Doki Literature Club Monika Figure and Natsuki Nendoroid. Siliconera. July 25, 2018.
  20. Doki Doki Literature Club Creator On Revisiting The Club Members In 'Plus'. Nintendo Life. 2021-12-27.
  21. Stephanie Liu. Doki Doki Literature Club Super Groupies Merchandise Shows Monika Love. Siliconera. May 30, 2023.
  22. Stephanie Liu. Doki Doki Literature Club Super Groupies Merchandise Shows Monika Love. Siliconera. May 30, 2023.
  23. Ana Valens. Here's the Best 'Just Monika' Memes Taking Over the Internet. Gamepur. 2018-02-20.
  24. Doki Doki Literature Club Japanese Localization Struggled With Just Monika. Siliconera. 2021-10-06.
  25. Moises Taveras. The 25 Best Horror Games of All Time. Paste Magazine. October 30, 2023.
  26. Otter Lee. We Interviewed Doki Doki Literature Club's Twisted Creator, Dan Salvato. Asian Crush. 2018-01-03.
  27. 「ドキドキ文芸部!」のヒロイン人気ランキング! 1位は「モニカ」に決定【2022年最新調査結果】. ITMedia. October 21, 2022.
  28. Polygon Staff. The 70 best video game characters of the decade. Polygon. 2019-11-27.
  29. Jordan Ramée. Doki Doki Literature Club Plus' Twist Loses Its Impact On Consoles. GameSpot. July 1, 2021.
  30. Jacob Geller. How Games Further Explore The Ideas Of Westworld. June 27, 2018.
  31. Kara Dennison. The Four Faces of Doki Doki Literature Club. Fanbyte. March 5, 2020.
  32. Mitch Jay Lineham. Doki Doki Literature Club is a visual novel worthy of a Black Mirror episode. PCGamesN. February 16, 2018.
  33. Shohei Fujita. Doki Doki Literature Club Plus - レビュー. IGN Japan. July 22, 2021.
  34. Charlotte Cutts. What's the last game that scared you silly?. Destructoid. December 16, 2017.
  35. Sunayoshi Izumo. もしもあなたが孤独なら、プレイしてほしいゲームがある 「ドキドキ文芸部プラス!」レビュー. ITMedia. November 5, 2021.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29106195 (2026-04-05T19:24:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.