Baja bebas radiasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22251951; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Baja bebas radiasi''' () adalah semua [[baja]] yang diproduksi sebelum gelombang ledakan [[bom atom]] pertama pada tahun 1940-an dan 1950-an. Akibat [[Trinity (uji coba nuklir)|proyek Trinity]] dan [[pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki]] tahun 1945, serta [[uji coba senjata nuklir]] pada masa-masa awal [[Perang Dingin]], kadar [[radiasi latar belakang]] meningkat di seluruh dunia. Baja masa kini [[pencemaran radioaktif|tercemar]] oleh [[radionuklida]] karena proses pembuatannya membutuhkan udara bebas (atmosfer). Baja bebas radiasi disebut demikian karena tidak tercemar nuklir. Baja ini dijadikan bahan alat-alat yang memerlukan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi radionuklida. | '''Baja bebas radiasi''' () adalah semua [[baja]] yang diproduksi sebelum gelombang ledakan [[bom atom]] pertama pada tahun 1940-an dan 1950-an. Akibat [[Trinity (uji coba nuklir)|proyek Trinity]] dan [[pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki]] tahun 1945, serta [[uji coba senjata nuklir]] pada masa-masa awal [[Perang Dingin]], kadar [[radiasi latar belakang]] meningkat di seluruh dunia. Baja masa kini [[pencemaran radioaktif|tercemar]] oleh [[radionuklida]] karena proses pembuatannya membutuhkan udara bebas (atmosfer). Baja bebas radiasi disebut demikian karena tidak tercemar nuklir. Baja ini dijadikan bahan alat-alat yang memerlukan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi radionuklida. | ||
Baja bebas radiasi rata-rata ditambang dari kapal laut yang dibangun sebelum proyek Trinity, termasuk [[penenggelaman armada Jerman di Scapa Flow|armada kapal perang Jerman yang ditenggelamkan di Scapa Flow]]. | Baja bebas radiasi rata-rata ditambang dari kapal laut yang dibangun sebelum proyek Trinity, termasuk [[penenggelaman armada Jerman di Scapa Flow|armada kapal perang Jerman yang ditenggelamkan di Scapa Flow]].<ref>Daniel Allen Butler. [https://books.google.com/books?id=cqgrz37DgMcC&lpg=PP1&ots=1z1Ed0S5SP&dq=Butler.%20Distant%20Victory&pg=PA229#v=onepage&q&f=false Distant Victory: the Battle of Jutland and the Allied Triumph in the First World War]. Praeger Security International (Greenwood Publishing Group). 2006. hlm. 229. ISBN 0-275-99073-7.</ref> | ||
== Pencemaran radionuklida == | == Pencemaran radionuklida == | ||
[[Sejarah industri baja modern|Sejak 1856 hingga pertengahan abad ke-20]], baja diproduksi menggunakan [[proses Bessemer]] ([[udara]] dialirkan melalui [[konverter Bessemer]] yang mengubah [[besi kasar]] menjadi [[baja]]). Pada pertengahan abad ke-20, banyak pabrik baja beralih ke [[pembuatan baja dengan oksigen dasar|pemrosesan oksigen dasar]] yang memakai [[oksigen]] murni alih-alih udara biasa. Namun, kedua proses ini menggunakan gas atmosfer sehingga rentan tercemar partikulat udara. Udara masa kini mengandung radionuklida seperti [[kobalt-60]] yang kemudian bercampur dengan baja. Jejak-jejak radioaktif lemah pun dapat ditemukan di dalam baja modern.<ref>Cecil Adams. [http://www.straightdope.com/columns/read/2971/is-steel-from-scuttled-german-warships-valuable-because-it-isn-t-contaminated-with-radioactivity Is steel from scuttled German warships valuable because it isn't contaminated with radioactivity?]. ''The Straight Dope''. December 10, 2010.</ref> | |||
[[ | Kadar radiasi latar belakang [[bahaya antropogenik|antropogenik]] dunia mencapai puncaknya (0,15 [[Sievert|mSv]]/tahun di atas kadar normal) pada tahun 1963, ketika [[Perjanjian Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir]] mulai berlaku. Sejak saat itu, radiasi latar belakang antropogenik menurun jauh menjadi 0,005 mSv/tahun di atas kadar normal.<ref>United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR). [http://www.unscear.org/unscear/en/publications/2008_1.html Sources and Effects of Ionizing Radiation (UNSCEAR 2008 Report): Volume I]. United Nations. 2010. hlm. 6. ISBN 978-92-1-142274-0.</ref> | ||
Pencemaran radioaktif kobalt-60 beberapa kali terjadi karena baja didaur ulang melalui rantai pasokan logam bekas.<ref>[http://www.iaea.org/Publications/Booklets/SealedRadioactiveSources/pdfs/handout_scrap.pdf Reducing Risks in the Scrap Metal Industry – Sealed Radioactive Sources]. International Atomic Energy Agency (IAEA). September 2005. hlm. 2–6.</ref> | |||
Pencemaran radioaktif kobalt-60 beberapa kali terjadi karena baja didaur ulang melalui rantai pasokan logam bekas. | |||
== Keperluan == | == Keperluan == | ||
| Baris 18: | Baris 17: | ||
* Sensor aeronautika dan antariksa | * Sensor aeronautika dan antariksa | ||
Karena fungsinya mendeteksi radiasi dari material radioaktif, alat-alat ini membutuhkan lingkungan radiasi yang sangat rendah agar sensitivitasnya optimal. Ruang pencacahan bebas radiasi terbuat dari baja jenis ini dengan [[perlindungan radiasi|pelindung radiasi]] yang sangat banyak. Ruangan ini digunakan untuk mendeteksi emisi nuklir terkecil. | Karena fungsinya mendeteksi radiasi dari material radioaktif, alat-alat ini membutuhkan lingkungan radiasi yang sangat rendah agar sensitivitasnya optimal. Ruang pencacahan bebas radiasi terbuat dari baja jenis ini dengan [[perlindungan radiasi|pelindung radiasi]] yang sangat banyak. Ruangan ini digunakan untuk mendeteksi emisi nuklir terkecil.<ref>D. Jayne Aaron. [http://www.lm.doe.gov/land/sites/co/rocky_flats/haer/base/Buildings/122.htm Rocky Flats Plant, Emergency Medical Services Facility – HAER No. CO-83-S (Rocky Flats Plant, Building 122)]. U.S. Department of Energy, Office of Legacy Management. 1997.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baja+bebas+radiasi&oldid=22251951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22251951 (2022-12-06T04:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baja+bebas+radiasi&oldid=22251951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22251951 (2022-12-06T04:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.02
Baja bebas radiasi () adalah semua baja yang diproduksi sebelum gelombang ledakan bom atom pertama pada tahun 1940-an dan 1950-an. Akibat proyek Trinity dan pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945, serta uji coba senjata nuklir pada masa-masa awal Perang Dingin, kadar radiasi latar belakang meningkat di seluruh dunia. Baja masa kini tercemar oleh radionuklida karena proses pembuatannya membutuhkan udara bebas (atmosfer). Baja bebas radiasi disebut demikian karena tidak tercemar nuklir. Baja ini dijadikan bahan alat-alat yang memerlukan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi radionuklida.
Baja bebas radiasi rata-rata ditambang dari kapal laut yang dibangun sebelum proyek Trinity, termasuk armada kapal perang Jerman yang ditenggelamkan di Scapa Flow.[1]
Pencemaran radionuklida
Sejak 1856 hingga pertengahan abad ke-20, baja diproduksi menggunakan proses Bessemer (udara dialirkan melalui konverter Bessemer yang mengubah besi kasar menjadi baja). Pada pertengahan abad ke-20, banyak pabrik baja beralih ke pemrosesan oksigen dasar yang memakai oksigen murni alih-alih udara biasa. Namun, kedua proses ini menggunakan gas atmosfer sehingga rentan tercemar partikulat udara. Udara masa kini mengandung radionuklida seperti kobalt-60 yang kemudian bercampur dengan baja. Jejak-jejak radioaktif lemah pun dapat ditemukan di dalam baja modern.[2]
Kadar radiasi latar belakang antropogenik dunia mencapai puncaknya (0,15 mSv/tahun di atas kadar normal) pada tahun 1963, ketika Perjanjian Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir mulai berlaku. Sejak saat itu, radiasi latar belakang antropogenik menurun jauh menjadi 0,005 mSv/tahun di atas kadar normal.[3]
Pencemaran radioaktif kobalt-60 beberapa kali terjadi karena baja didaur ulang melalui rantai pasokan logam bekas.[4]
Keperluan
Peralatan yang membutuhkan baja bebas radiasi adalah:
- Pencacah Geiger
- Kedokteran: pencacahan sekujur tubuh dan pencacah paru-paru
- Sains: fotonika
- Sensor aeronautika dan antariksa
Karena fungsinya mendeteksi radiasi dari material radioaktif, alat-alat ini membutuhkan lingkungan radiasi yang sangat rendah agar sensitivitasnya optimal. Ruang pencacahan bebas radiasi terbuat dari baja jenis ini dengan pelindung radiasi yang sangat banyak. Ruangan ini digunakan untuk mendeteksi emisi nuklir terkecil.[5]
Referensi
- ↑ Daniel Allen Butler. Distant Victory: the Battle of Jutland and the Allied Triumph in the First World War. Praeger Security International (Greenwood Publishing Group). 2006. hlm. 229. ISBN 0-275-99073-7.
- ↑ Cecil Adams. Is steel from scuttled German warships valuable because it isn't contaminated with radioactivity?. The Straight Dope. December 10, 2010.
- ↑ United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR). Sources and Effects of Ionizing Radiation (UNSCEAR 2008 Report): Volume I. United Nations. 2010. hlm. 6. ISBN 978-92-1-142274-0.
- ↑ Reducing Risks in the Scrap Metal Industry – Sealed Radioactive Sources. International Atomic Energy Agency (IAEA). September 2005. hlm. 2–6.
- ↑ D. Jayne Aaron. Rocky Flats Plant, Emergency Medical Services Facility – HAER No. CO-83-S (Rocky Flats Plant, Building 122). U.S. Department of Energy, Office of Legacy Management. 1997.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22251951 (2022-12-06T04:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.