Lompat ke isi

Senjata kimia pada Perang Dunia I: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29025244; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Meskipun pemakaian kimia berbahaya sebagai senjata telah ada sejak ribuan tahun lampau, pemakaian skala besar dari senjata kimia terjadi pada Perang Dunia I. Mereka utamanya dipakai untuk mendemoralisasikan, melukai dan menewaskan para pasukan bertahan di parit-parit, melawan indiskriminasi dan umumnya awan-awan gas yang bergerak sangat lambat dan statis adalah yang paling efektif. Jenis-jenis dari senjata tersebut meliputi beragam kimia mengganggu, seperti [[gas air mata]], sampai bahan-bahan letal seperti [[fosgena]], [[klorina]], dan [[gas mustar]]. [[Perang kimia]] ini adalah bagian besar dari [[perang dunia|perang global]] pertama dan [[perang total]] pertama pada abad ke-20. Kapasitas membunuh dari gas terbatas, dengan hanya sekitar sembilan puluh ribu fasilitas dari total sekitar 1.2 juta korban yang disebabkan oleh serangan gas. Gas tak seperti pebanyakan senjata lainnya pada masa itu karena ini memungkinkan untuk mengembangkan alat-alat penumpas efektif, seperti [[topeng gas]]. Pada masa akhir dari perang tersebut, karena pemakaian gas meningkat, keefektifannya secara keseluruhan dihiraukan. Perebakan pemakaian dari agen-agen tersebut pada perang kimia, dan kemajuan masa perang dalam komposisi [[ledakan tinggi]], memberikan kebangkitan khususnya pada pandangan yang diekspresikan dari [[Perang Dunia I]] sebagai "perang kimiawan" dan juga era di mana "senjata pemusnahan massal" dibuat.
[[File:British_55th_Division_gas_casualties_10_April_1918.jpg|thumb|right|280px|British 55th Division gas casualties 10 April 1918]]


Pemakaian [[gas beracun]] yang ditunjukkan oleh sejumlah pihak besar di sepanjang Perang Dunia I dianggap [[kejahatan perang]] karena pemakaiannya melanggar [[Konvensi Den Haag 1907|Konvensi Den Haag 1907 tentang Perang Darat]], yang melarang pemakaian "racun atau senjata beracun" dalam perang.
Meskipun pemakaian kimia berbahaya sebagai senjata telah ada sejak ribuan tahun lampau, pemakaian skala besar dari senjata kimia terjadi pada Perang Dunia I.<ref>Adrienne Mayor. [https://archive.org/details/greekfirepoisona0000mayo Greek Fire, Poison Arrows and Scorpion Bombs: Biological and Chemical Warfare in the Ancient World]. Overlook Books. 29 September 2003. ISBN 1-58567-348-X.</ref><ref>Andre Richardt. ''CBRN Protection: Managing the Threat of Chemical, Biological, Radioactive and Nuclear Weapons''. Wiley-VCH. 26 December 2012. ISBN 978-3-527-32413-2.</ref> Mereka utamanya dipakai untuk mendemoralisasikan, melukai dan menewaskan para pasukan bertahan di parit-parit, melawan indiskriminasi dan umumnya awan-awan gas yang bergerak sangat lambat dan statis adalah yang paling efektif. Jenis-jenis dari senjata tersebut meliputi beragam kimia mengganggu, seperti [[gas air mata]], sampai bahan-bahan letal seperti [[fosgena]], [[klorina]], dan [[gas mustar]]. [[Perang kimia]] ini adalah bagian besar dari [[perang dunia|perang global]] pertama dan [[perang total]] pertama pada abad ke-20. Kapasitas membunuh dari gas terbatas, dengan hanya sekitar sembilan puluh ribu fasilitas dari total sekitar 1.2 juta korban yang disebabkan oleh serangan gas. Gas tak seperti pebanyakan senjata lainnya pada masa itu karena ini memungkinkan untuk mengembangkan alat-alat penumpas efektif, seperti [[topeng gas]]. Pada masa akhir dari perang tersebut, karena pemakaian gas meningkat, keefektifannya secara keseluruhan dihiraukan. Perebakan pemakaian dari agen-agen tersebut pada perang kimia, dan kemajuan masa perang dalam komposisi [[ledakan tinggi]], memberikan kebangkitan khususnya pada pandangan yang diekspresikan dari [[Perang Dunia I]] sebagai "perang kimiawan" dan juga era di mana "senjata pemusnahan massal" dibuat.<ref>Chris Reddy. [http://www.whoi.edu/page.do?pid=7342&tid=282&cid=25749 The Growing Menace of Chemical War]. Woods Hole Oceanographic Institution. 2 April 2007.</ref><ref>Paul Saffo. [http://www.tnty.com/press/transcripts/sftech-saffo.html Paul Saffo presentation]. Woods Hole Oceanographic Institution. 2000.</ref>
 
== Referensi ==


Pemakaian [[gas beracun]] yang ditunjukkan oleh sejumlah pihak besar di sepanjang Perang Dunia I dianggap [[kejahatan perang]] karena pemakaiannya melanggar [[Konvensi Den Haag 1907|Konvensi Den Haag 1907 tentang Perang Darat]], yang melarang pemakaian "racun atau senjata beracun" dalam perang.<ref>Telford Taylor. [https://archive.org/details/anatomyofnuremb00tayl The Anatomy of the Nuremberg Trials: A Personal Memoir]. Little, Brown and Company. 1 November 1993. ISBN 0-316-83400-9.</ref><ref>Thomas Graham. [https://archive.org/details/cornerstonesofse0000grah Cornerstones of Security: Arms Control Treaties in the Nuclear Era]. University of Washington Press. May 2003. hlm. [https://archive.org/details/cornerstonesofse0000grah/page/6 7]–9. ISBN 0-295-98296-9.</ref>


== Bacaan tambahan ==
== Bacaan tambahan ==
 
*  
*
*  
*
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 22: Baris 19:
* [http://simonjoneshistorian.com/2015/04/16/understanding-chemical-warfare-in-the-first-world-war/ Understanding Chemical Weapons in the First World War]
* [http://simonjoneshistorian.com/2015/04/16/understanding-chemical-warfare-in-the-first-world-war/ Understanding Chemical Weapons in the First World War]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senjata+kimia+pada+Perang+Dunia+I&oldid=29025244 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29025244 (2026-03-11T01:26:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senjata+kimia+pada+Perang+Dunia+I&oldid=29025244 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29025244 (2026-03-11T01:26:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.02

British 55th Division gas casualties 10 April 1918

Meskipun pemakaian kimia berbahaya sebagai senjata telah ada sejak ribuan tahun lampau, pemakaian skala besar dari senjata kimia terjadi pada Perang Dunia I.[1][2] Mereka utamanya dipakai untuk mendemoralisasikan, melukai dan menewaskan para pasukan bertahan di parit-parit, melawan indiskriminasi dan umumnya awan-awan gas yang bergerak sangat lambat dan statis adalah yang paling efektif. Jenis-jenis dari senjata tersebut meliputi beragam kimia mengganggu, seperti gas air mata, sampai bahan-bahan letal seperti fosgena, klorina, dan gas mustar. Perang kimia ini adalah bagian besar dari perang global pertama dan perang total pertama pada abad ke-20. Kapasitas membunuh dari gas terbatas, dengan hanya sekitar sembilan puluh ribu fasilitas dari total sekitar 1.2 juta korban yang disebabkan oleh serangan gas. Gas tak seperti pebanyakan senjata lainnya pada masa itu karena ini memungkinkan untuk mengembangkan alat-alat penumpas efektif, seperti topeng gas. Pada masa akhir dari perang tersebut, karena pemakaian gas meningkat, keefektifannya secara keseluruhan dihiraukan. Perebakan pemakaian dari agen-agen tersebut pada perang kimia, dan kemajuan masa perang dalam komposisi ledakan tinggi, memberikan kebangkitan khususnya pada pandangan yang diekspresikan dari Perang Dunia I sebagai "perang kimiawan" dan juga era di mana "senjata pemusnahan massal" dibuat.[3][4]

Pemakaian gas beracun yang ditunjukkan oleh sejumlah pihak besar di sepanjang Perang Dunia I dianggap kejahatan perang karena pemakaiannya melanggar Konvensi Den Haag 1907 tentang Perang Darat, yang melarang pemakaian "racun atau senjata beracun" dalam perang.[5][6]

Bacaan tambahan

Pranala luar

Referensi

  1. Adrienne Mayor. Greek Fire, Poison Arrows and Scorpion Bombs: Biological and Chemical Warfare in the Ancient World. Overlook Books. 29 September 2003. ISBN 1-58567-348-X.
  2. Andre Richardt. CBRN Protection: Managing the Threat of Chemical, Biological, Radioactive and Nuclear Weapons. Wiley-VCH. 26 December 2012. ISBN 978-3-527-32413-2.
  3. Chris Reddy. The Growing Menace of Chemical War. Woods Hole Oceanographic Institution. 2 April 2007.
  4. Paul Saffo. Paul Saffo presentation. Woods Hole Oceanographic Institution. 2000.
  5. Telford Taylor. The Anatomy of the Nuremberg Trials: A Personal Memoir. Little, Brown and Company. 1 November 1993. ISBN 0-316-83400-9.
  6. Thomas Graham. Cornerstones of Security: Arms Control Treaties in the Nuclear Era. University of Washington Press. May 2003. hlm. 7–9. ISBN 0-295-98296-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29025244 (2026-03-11T01:26:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.